7 Mar 2012

Pandeglang Raih Juara TOGA Tingkat Banten


TOGA atau yang lebih dikenal dikalangan masyarakat sebagai Tanaman Obat Keluarga merupakan salah satu warisan budaya lokal. Keberadaannya sudah sejak dulu dimanfaatkan sebagai apotik hidup, bahkan dalam jumlah besar menghasilkan manfaat ekonomi.
Seiring dengan perkembangan jaman, TOGA sudah dilupakan sebagian masyarakat. Hal itu disebabkan oleh sebab karena semakin tersedianya obat-obatan buatan pabrikan.
Namun tidak dengan warga Desa Karyawangi Kecamatan Pulosari. Di Kampung Cijolang tenpat dimana Lomba TOGA tingkat Provinsi Banten digelar, sebagian besar warganya gemar menanam TOGA. Alhasil berkat kebiasaannya tersebut Kampung Cijolang Desa Mekarwangi diwakili oleh kelompok tani wanita memperoleh predikat juara I dalam lomba TOGA tingkat Provinsi Banten.
Raihan sebagai juara TOGA. menurut Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinkes Pandeglang tidak terlepas dari peran tenaga promosi kesehatan di Puskesmas. “TOGA itu dikembangkan di Puskesmas sebagai salah satu upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM) yang menitikberatkan pada pemanfaatan tanaman obat sebagai apotik hidup,” kata Asep Hardiansyah, kemarin.
Dia menilai peran aktif warga setempat dalam pemanfaatan TOGA patut diapresiasi, sehingga menjadi contoh bagi warga sekitar lainnya untuk mengembangkan TOGA yang ditanam di halaman maupun dalam pot (Tabulapot).
Dijelaskan banyak jenis TOGA yang ada di sekitar kita seperti  jebug, sambiloto, sereh, pagagan, singgugu, jahe, temulawak, pecah beling, rosela, sembung, kumis kucing, kunyit, lengkuas, handeuleun, mengkudu, sirsak, pepaya, belimbing wuluh, buah honje, jambu biji, mahkota dewa dan banyak lagi yang terdapat disekitar rumah.
“Semua ada manfaatnya bagi kesehatan maupun pengobatan penyakit,” tandasnya. (mr.adesetiawan@gmail.com)***

6 Mar 2012

Banten Gelar Aneka Lomba HKG PKK


DALAM rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK tahun 2012, Tim Penggerak PKK Provinsi Banten mengunjungi sejumlah desa/kelurahan binaan TP PKK Kabupaten Pandeglang.
Ketua TP PKK Pandeglang Hj. Siti Erna Erwan menyebut kunjungan TP PKK Banten untuk penilaian lomba kesekretariatan di kelurahan Cigadung Kec. Karangtanjung, Lomba Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Karyawangi Kec. Pulosari, lomba lingkungan bersih sehat (LBS) di Desa Purwaraja Kec. Menes, serta sejumlah penilaian lainnya tersebar di empat kecamatan terpilih.
Hal tersebut disampaikan Ketua TP PKK Pandeglang saat menyambut Tim Penilai TP PKK Banten di Ruang Pendopo, Pandeglang, Rabu (29/2) kemarin.
Menurut Erna, kegiatan PKK Pandeglang dilakukan melibatkan masyarakat. “Keterlibatan masyarakat ini memang patut disyukuri, karena akan sangat berpengaruh terhadap usaha-usaha yang dilakukan untuk mendukung peningkatan derajat kualitas kehidupan mereka sendiri,” katanya dihadapan rombongan TP PKK Banten, sejumlah Pejabat Pemkab Pandeglang serta kepala SKPD terkait.
Dijelaskan, semua lokasi yang akan dinilai tim merupakan juara lomba HKG tingkat Kabupaten Pandeglang dan merupakan hasil binaan terbaik sesuai yang dipersyaratkan dalam lomba.
“Tentu saja, hal ini tidak terlepas dari dukungan Tim Penggerak PKK kecamatan dan desa yang memang aktif, untuk terus mendorong agar kegiatan PKK di tingkat masyarakat berjalan sesuai harapan kita bersama. Khususnya, dalam upaya mengembangkan kegiatan Posyandu,
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Pemanfaatan tanaman obat keluarga, serta Inovasi-inovasi lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga yang merupakan sasaran pokok dalam
kegiatan ini adalah keluarga sebagai ujung tombak pembangunan,” papar Erna.
Sementara itu Wakil Ketua TP PKK Banten Hj. Nurul Aini Yitno yang juga sekaligus sebagai ketua tim penilai mengungkapkan, TP PKK dengan keberadaannya hingga tingkat desa merupakan mitra kerja pemerintah dan masyarakat.
Kunjungan penilaian oleh TP PKK Banten merupakan bagian dari pembinaan yang dikemas melalui lomba-lomba dalam rangka memperingati hari kesatuan gerak PKK tahun 2012. 
“Pemenang lomba tingkat provinsi akan ditinjau oleh TP PKK pusat,” katanya seraya  engingatkan bahwa lomba yang dilaksanakan ini hanya wadah untuk memberi motivasi kepada masyarakat.
Sedangkan inti dari penilaian yang dilakukan, tegasnya yakni melihat sejauh mana peran TP PKK Kabupaten Pandeglang dalam membina masyarakat ditingkat kecamatan dan desa sesuai amanat Rapat Kerja Nasional  (RAKERNAS) PKK Pusat.
Dia menambahkan, tim yang dipimpinya berjumlah 15 orang yang terdiri dari ketua kelompok kerja (Pokja) TP PKK Banten beserta beberapa anggota dari unsur Pemprov Banten. (mr.adestiawan@gmail.com)***

5 Mar 2012

Tim Penggerak PKK Banten Gelar Lomba LBS


DALAM rangka meningkatkan cakupan pelaksanaan program-program Gerakan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Tim Penggerak (TP) PKK Banten melakukan penilaian sejumlah lomba diantaranya Lingkungan  Bersih dan Sehat (LBS).
Lomba LBS dipusatkan di Kampung Cileutik Desa Purwaraja Kecamatan Menes dengan Indikator penilaian utama melihat aspek lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) masyarakat sekitar.
Rombongan TP PKK Banten dipimpin Wakil ketua TP PKK Banten Hj. Nurul Aini Yitno didampingi Ketua Pokja IV TP PKK Banten Hj. Onih Bambang dan anggotanya Hj. Tetty langsung meninjau lokasi yang menjadi obyek penilaian yakni di Posyandu Kp. Cileutik sekitar pukul 13.00 Wib, Rabu (29/2) kemarin.
Kedatangan rombongan disambut Camat Menes H. Mahfud beserta Ketua TP PKK kecamatan, Kades Purwaraja Budi Kurnia didampingi Ketua TP PKK desa serta puluhan kader Posyandu dan tokoh masyarakat setempat.
Hadir dalam acara tersebut Ketua dan Pengurus Pokja IV TP PKK Kabupaten Pandeglang, Kepala Puskesmas Menes Hj. April Lesmanawati dan sejumlah Pejabat Pemkab Pandeglang serta Mahasiswa yang sedang melakukan kuliah kerja nyata.
Wakil Ketua TP PKK Banten Hj. Nurul Aini Yitno beserta Ketua mengungkapkan TP PKK dengan keberadaannya hingga tingkat desa merupakan mitra kerja pemerintah dan masyarakat. Kunjungan penilaian oleh TP PKK Banten
merupakan bagian dari pembinaan yang dikemas melalui lomba-lomba dalam rangka memperingati hari kesatuan gerak PKK tahun 2012.
“Pemenang lomba tingkat provinsi akan ditinjau oleh TP PKK pusat,” katanya seraya mengingatkan bahwa lomba yang dilaksanakan ini hanya wadah untuk memberi motivasi kepada masyarakat.
Sedangkan inti dari penilaian yang dilakukan, tegasnya yakni melihat sejauh mana peran TP PKK Kabupaten Pandeglang dalam membina masyarakat ditingkat kecamatan dan desa sesuai amanat Rapat Kerja Nasional
(RAKERNAS) PKK Pusat.
Di lokasi penilaian tim penilai melakukan wawancara mendalam tentang 10 indikator PHBS dengan TP PKK dan kader Posyandu desa, sambil sesekali meminta dilakukan bernyanyi bersama untuk memotivasi para kader agar tetap semangat dan hati senang dalam melayani masyarakat. (mr.adesetiawan@gmail.com)*** 

4 Mar 2012

Bupati Minta Camat Berdayakan TP PKK


BUPATI Pandeglang H. Erwan Kurtubi meminta para camat lebih memberdayakan peran Tim Penggerak PKK di wilayah kerjanya.
Hal itu disampaikan Bupati Pandeglang saat memberikan sambutan dalam rangka penilaian lomba Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK tingkat Provinsi Banten tahun 2012 yang digelar serempak disejumlah wilayah kecamatan di Pandeglang, Rabu (29/2) kemarin.
Menurut Bupati Erwan yang juga sebagai Dewan Penyantun TP PKK Pandeglang, banyak persoalan di wilayah kecamatan dan desa yang bisa ditangani oleh ibu camat selaku Ketua TP PKK kecamatan seperti  permberdayaan ekonomi, kesehatan masyarakat dan kesejahteraan keluarga.
“Harus diakui peran TP PKK sangat membantu tugas-tugas kemasyarakatan baik di tingkat kabupaten, kecamatan maupun desa,” katanya.
Sementara itu dalam laporannya Ketua TP PKK Pandeglang Hj. Siti Erna Erwan menyebut kunjungan TP PKK Banten untuk penilaian berbagai lomba seperti lomba kesekretariatan di kelurahan Cigadung Kec. Karangtanjung, Lomba Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Karyawangi Kec. Pulosari, lomba lingkungan bersih sehat (LBS) di Desa Purwaraja Kec. Menes, serta sejumlah penilaian lomba lainnya yang tersebar di empat kecamatan diantaranya lomba simulasi penanganan KDRT,  lomba hatinya PKK, lomba kebun TOGA, lomba UP2K serta lomba Posyandu.
Kepada Tim Penilai TP PKK Banten Erna menjelaskan, kegiatan PKK Pandeglang dilakukan melibatkan masyarakat. “Keterlibatan masyarakat ini memang patut disyukuri, karena akan sangat berpengaruh terhadap usaha-usaha yang dilakukan untuk mendukung peningkatan derajat kualitas kehidupan mereka sendiri,” katanya dihadapan rombongan TP PKK Banten, sejumlah Pejabat Pemkab Pandeglang serta kepala SKPD terkait.
Dia memaparkan, semua lokasi yang akan dinilai tim merupakan juara lomba HKG PKK tingkat Kabupaten Pandeglang dan merupakan hasil binaan terbaik sesuai yang dipersyaratkan dalam lomba tingkat provinsi.
“Tentu saja, hal ini tidak terlepas dari dukungan Tim Penggerak PKK kecamatan dan desa yang memang aktif untuk terus mendorong agar kegiatan PKK di tingkat masyarakat berjalan sesuai harapan kita bersama. Khususnya, dalam upaya mengembangkan kegiatan Posyandu, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Pemanfaatan tanaman obat keluarga, serta Inovasi-inovasi lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga yang merupakan sasaran pokok dalam kegiatan ini adalah keluarga sebagai ujung tombak pembangunan,” papar Erna. 
Sementara itu Wakil Ketua TP PKK Banten Hj. Nurul Aini Yitno mengungkapkan, rombongan yang dipimpinnya berjumlah 15 orang yang terdiri dari ketua kelompok kerja (Pokja) dan sekretariat TP PKK Banten beserta beberapa anggota perwakilan dari unsur Pemprov Banten.
“Anggota tim penilai beranggotakan tiga orang akan disebar sesuai kriteria binaan Pokja masing-masing dari Pokja I sampai Pokja IV dan penilaian kesekretariatan,” katanya.
Dia menguraikan, tim penilai Pokja I melakukan penilaian untuk kategori lomba simulasi penanganan kasus kekerasan pada rumah tangga (KDRT) di Kecamatan Koroncong.
“Tim penilai Pokja II menilai lomba Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK Kelurahan Cigadung Kec. Karangtanjung. Tim Pokja III menilai lomba hatinya PKK dan Kebun TOGA di Kampung Baru Desa Pasirkarag Kec. Koroncong. Pokja IV menilai Hasil TOGA, Lomba Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS) serta lomba Posyandu di Kecamatan Pulosari dan Menes,” jelasnya.
Sementara tim V Sekretariat TP PKK Banten melakukan penilaian untuk kategori lomba Kesekretariatan PKK di Kelurahan Cigadung Kec. Karangtanjung.
Wakil Ketua TP PKK Banten Hj. Nurul Aini Yitno yang juga
sekaligus sebagai ketua tim penilai provinsi menegaskan, TP PKK dengan
keberadaannya hingga tingkat desa merupakan mitra kerja pemerintah dan
masyarakat. Menurutnya, kunjungan penilaian oleh TP PKK Banten merupakan bagian dari pembinaan yang dikemas melalui lomba-lomba di kabupaten/kota se Banten dalam rangka memperingati HKG PKK tahun 2012.
“Pemenang  setiap kategori lomba tingkat provinsi akan ditinjau oleh TP PKK pusat,” katanya seraya mengingatkan bahwa lomba yang dilaksanakan ini hanya wadah untuk memberi motivasi kepada masyarakat.
Sedangkan inti dari penilaian yang dilakukan, tegasnya yakni melihat
sejauh mana peran TP PKK kabupaten/kota dalam membina masyarakat
ditingkat kecamatan dan desa sesuai amanat Rapat Kerja Nasional
(Rakernas) TP PKK Pusat. (mr.adesetiawan@gmail.com)***

3 Mar 2012

TP PKK Banten Gelar Penilaian Lomba TOGA Tingkat Provinsi


DALAM rangka meningkatkan cakupan pelaksanaan program-program Gerakan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Tim Penggerak (TP) PKK Banten melakukan penilaian sejumlah lomba diantaranya lomba pemanfaatan hasil tanaman obat keluarga (TOGA).
Lomba TOGA tingkat Banten dilaksanakan di Kecamatan Pulosari tepatnya di Kampung Cijolang Desa Karyawangi.
Rombongan TP PKK Banten dipimpin Wakil ketua TP PKK Banten Hj. Nurul Aini Yitno didampingi Ketua Pokja IV TP PKK Banten Hj. Onih Bambang dan anggotanya Hj. Tetty langsung meninjau lokasi yang menjadi obyek penilaian yakni di lokasi Kelompok Wanita Tani (KWT) dan TP PKK desa sekitar pukul 11.00 Wib, Rabu (29/2) kemarin.
Kedatangan rombongan disambut dengan iringan paduan suara KWT yang mendendangkan lagu “Menanam TOGA” serta puisi yang menggambarkan ucapan selamat datang dan arti penting TOGA bagi kesehatan.
Hadir dalam acara tersebut Ketua dan Pengurus Pokja IV TP PKK Kabupaten Pandeglang, Camat Pulosari Awing Asnawi beserta Ketua TP PKK Kecamatan Pulosari, Kades Karyawangi Suger beserta TP PKK Desa, Kepala Puskesmas Pulosari H. Ahmad Hidayat dan sejumlah Pejabat Pemkab Pandeglang.
Wakil Ketua TP PKK Banten Hj. Nurul Aini Yitno beserta Ketua mengungkapkan TP PKK dengan keberadaannya hingga tingkat desa merupakan mitra kerja pemerintah dan masyarakat. Kunjungan penilaian oleh TP PKK Banten
merupakan bagian dari pembinaan yang dikemas melalui lomba-lomba dalam rangka memperingati hari kesatuan gerak PKK tahun 2012.
“Pemenang lomba tingkat provinsi akan ditinjau oleh TP PKK pusat,” katanya seraya mengingatkan bahwa lomba yang dilaksanakan ini hanya wadah untuk memberi motivasi kepada masyarakat.
Sedangkan inti dari penilaian yang dilakukan, tegasnya yakni melihat sejauh mana peran TP PKK Kabupaten Pandeglang dalam membina masyarakat ditingkat kecamatan dan desa sesuai amanat Rapat Kerja Nasional
(RAKERNAS) PKK Pusat.
Di lokasi penilaian tim penilai melakukan wawancara mendalam dengan TP PKK dan kader desa, anggota KWT serta sesekali meminta dilakukan peragaan cara meracik tanaman obat keluarga kepada kader dan KWT.
Ketua KWT Desa Mekarwangi Mamah Julaeha mengatakan rata-rata masing-masing rumah sudah menanam TOGA dipekarangan rumah. “Silahkan bu berkeliling melihat-lihat ke rumah-rumah warga,” katanya mengajak tim penilai untuk melihat langsung keberadaan TOGA di wilayah binaannya.
Dia juga menjelaskan bahwa sebagian besar warga setempat telah memanfaatkan TOGA sebagai kebutuhan sehari-hari maupun untuk pengobatan sederhana.
Menurutnya puluhan jenis TOGA yang ada di daerah ini antara lain jebug, sambiloto, sereh, pagagan, singgugu, jahe, temulawak, pecah beling, rosela, sembung, kumis kucing, kunyit, lengkuas, handeuleun, mengkudu, sirsak, pepaya, belimbing wuluh, buah honje, jambu biji, mahkota dewa dan banyak lagi yang ada di Desa Mekarwangi. (mr.adesetiawan@gmail.com)*** 

2 Mar 2012

BOK Bukan Sekedar Capai Target SPM


DINAS kesehatan (Dinkes) Pandeglang terus berupaya agar Puskesmas memberikan pelayanan kesehatan secara optimal. Selain pengobatan, pelayanan promotif (peningkatan red) dan pencegahan penyakit (preventif red) mulai digiatkan, terutama sejak diluncurkannya program bantuan operasional kesehatan (BOK). Kinerja penyelenggaraan BOK pun secara berkala dilakukan evaluasi, agar capaian hasil sesuai tujuan yang diharapkan.
Sekretaris Dinkes Pandeglang Hj. Nuriah mengatakan, pelaksanaan BOK di Puskesmas diakui masih harus ditingkat. “Hasilnyapun harus bisa dirasakan masyarakat, tidak sekedar untuk memenuhi capaian target standar pelayanan minimal (SPM) bidang kesehatan,” ujar Nuriah usai membuka acara kegiatan pertemuan evaluasi BOK tingkat Kabupaten Pandeglang, Senin (27/2) kemarin.
Pertemuan evaluasi BOK 2011 dan dilanjutkan dengan penyusunan rencana BOK 2012 diikuti oleh seluruh Kepala Puskesmas se Kabupaten Pandeglang digelar di Hotel Kharisma mulai 27 Februari – 1 Maret 2012.
Hj. Nuriah yang juga Ketua Tim Pengelola BOK Kabupaten Pandeglang mencontohkan, dari sekian banyak upaya kesehatan yang diselenggarakan Puskesmas, dana BOK utamanya digunakan untuk mendukung upaya promotif dan preventif. “Salah satunya kegiatan Posyandu,” tuturnya.
Menurut dia, dengan adanya BOK kegiatan Posyandu bisa lebih dimaksimalkan seperti meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader, mendeteksi secara dini kasus kurang gizi hingga melakukan kunjungan rumah untuk mengetahui penyebab ketidakhadiran ibu, bayi dan balita saat penimbangan. “Inilah maksud adanya BOK, untuk memperkuat operasional dan akses pelayanan promotif dan preventif ditingkat puskesmas. Supaya yang sehat tetap sehat dan masyarakat terjaga agar tidak jatuh sakit,” tandasnya. (mr.adesetiawan@gmail.com)***

1 Mar 2012

Koperasi Warga Kesehatan Harus Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Anggota


KEPALA Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang H. Iskandar menegaskan, pengurus Koperasi Palang Hijau (KPH) Warga Kesehatan Kabupaten Pandeglang harus mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Peningkatan kesejahteraan anggota menurut Iskandar hanya bisa dilakukan bila pengurus selaku pengelola badan usaha koperasi memiliki bidang usaha yang menguntungkan.
Hal tersebut ditegaskan Iskandar saat menyampaikan sambutan dalam rapat anggota tahunan (RAT) KPH Warga Kesehatan yang digelar di Aula Gedung PKPRI Pandeglang, Senin (27/2/2012)
Oleh karena itu, sambung Iskandar dirinya selaku pembina KPH Warga kesehatan mengingatkan pengurus yang diberi amanat oleh anggota harus lebih jeli melihat peluang usaha guna lebih meningkatkan kesejahteraan anggota. Dia juga meminta pengurus koperasi lebih pro aktif menggalang keanggotaan KPH, hal itu karena masih banyak tenaga kesehatan yang belum menjadi anggota koperasi seperti pegawai tidak tetap, tenaga sukarela maupun tenaga kontrak kesehatan lainnya yang setiap tahun bertambah.
Hadir dalam RAT untuk yang ke-29 kalinya untuk tahun buku 2011 ini, Kepala Dinas Koperasi Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) Kabupaten Pandeglang H. Olis Solihin selaku pembina seluruh koperasi di Kabupaten Pandeglang, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Pandeglang H. Daud, Ketua Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI) Pandeglang H. Utang Ali Muchtar serta sebagian besar anggota KPH yang berjumlah ratusan.
Tantangan berkoperasi
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pandeglang H. Olis Solihin menegaskan, rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi dalam usaha perkoperasian. “Pemilihan, pengangkatan, pemberhentian Pengurus dan Pengawas sepenuhnya merupakan hak anggota,” kata Olis disela membuka RAT Koperasi Palang Hijau (KPH) warga kesehatan.
Dia menyebut secara kuantitas (jumlah pen) koperasi di Kabupaten Pandeglang cukup banyak, namun secara kualitas banyak tantangan yang harus dihadapi oleh badan usaha  bersama dengan asas kekeluargaan ini.
Salah satu kendalanya ungkap Olis yakni penyelenggaraan rapat anggota tahunan (RAT) koperasi yang tidak dilaksanakan secara rutin. Padahal, RAT merupakan alat kontrol anggota untuk mengevaluasi kinerja pengurus setiap tahunnya.
Pada bagian lain dia menjelaskan, hingga saat ini terdapat sekitar 878 koperasi yang ada di Pandeglang. “Sebagian memang harus dibenahi karena belum bisa menggelar RAT secara rutin, karena ada banyak masalah dalam kepengurusannya,” jelasnya.
Oleh karena itu, lanjut Olis, pihaknya terus membina perkoperasian yang ada sehingga keberadaan koperasi tidak hanya dimanfaatkan untuk kepentingan pengurus tertentu.
Dia mengungkapkan, sepanjang 2011 Dinas Koperasi dan UMKM terpaksa membubarkan 99 koperasi yang ada di pandeglang. Begitupun pada 2012, sedikitnya 50 koperasi lainnya terancam dibubarkan. Menurut Olis hal itu karena adanya penyelewengan dana koperasi oleh para pengurusnya.  ”Karena bantuan yang seharusnya disalurkan ke anggota, ternyata hanya dimanfaatkan pengurus saja,” ungkap Olis.
Dalam kesempatan itu, Olis atas nama Pemkab Pandeglang mengapresiasi kinerja KPH warga kesehatan yang telah mempertahankan predikat sebagai salah satu koperasi terbaik di Pandeglang dengan keanggotaan dan aset modal usaha yang terbilang sangat besar.
Pengukuhan pengurus periode 2012-2015
Usai dibuka Kepala Dinas Koperasi Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) Kabupaten Pandeglang H. Olis Solihin, RAT dilanjutkan dengan laporan pertanggungjawaban pengurus KPH Warga Kesehatan periode 2008-2011 dan dewan pengawas koperasi mengenai pengelolaan koperasi baik secara organisasi, manajemen keuangan maupun usaha koperasi.
Setelah seluruh pertanggungjawan dapat diterima, kemudia agenda RAT dilanjutkan dengan pemilihan kepengurusan KPH Warga Kesehatan periode 2012-2015. Dalam sidang pemilihan dicapai kesepakatan secara aklamasi semua anggota kepengurusan Koperasi Palang Hijau (KPH) Warga Kesehatan Kabupaten Pandeglang periode 2008-2011 dikukuhkan kembali untuk menjadi pengurus masa bakti 2012-2015 mendatang.
Sementara untuk Badan Pengawas KPH dilakukan penyesuaian sesuai dengan kebutuhan organisasi dan keterwakilan anggota. Untuk susunan pengawas ditetapkan melalui formatur.
Selesai pembentukan susunan pengurus KPH dilakukan Pengambilan Sumpah dipimpin Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang H. Iskandar selaku pembina KPH warga kesehatan. Sementara itu pelantikan pengurus dan pengawas koperasi oleh Kepala Dinas Koperasi Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) Kabupaten Pandeglang H. Olis Solihin.
Ketua Pengurus KPH terpilih H. Agus Tating menjelaskan, selain menerima laporan pertanggungjawaban pengurus, rapat anggota telah mengesahkan rencana kerja, rencana pendapatan dan belanja koperasi termasuk pengesahan laporan keuangan koperasi. “Kami juga membagikan sisa hasil usaha (SHU) koperasi tahun ini buat semua anggota sebesar Rp. 326.078.701,- naik dari tahun sebelumnya Rp. 291.180.938,-,” jelasnya.
Ditambahkan, hingga tahun buku 2011 aset KPH sudah mencapai Rp. 6,2 Milyar lebih dengan keanggotaan sebanyak 924 orang, adapun kegiatan utama koperasi yakni bidang usaha unit simpan pinjam, warung serba ada (Waserda) dan usaha foto copy.

Berikut susunan lengkap Pengurus dan Badan Pengawas KPH Warga Kesehatan Periode 2012-2015 hasil RAT tahun buku 2011 yang dilaksanakan di gedung Pusat Koperasi pegawai Republik Indonesia (PKPRI) Pandeglang, Senin (27/2/2012)

Ketua Pengurus: H. Agus Tating
Wakil Ketua : Hj. Rd. Tati Suchrawati
Sekretaris I : H. Didi Suhandi, SKM, M.Si
Sekretaris II : Drs. H. Sefudin
Bendahara : Hj. Uhan Hamdah

Badan Pengawas KPH Warga Kesehatan Periode 2012-2015
Ketua : Damanhuri, SE
Anggota : Drs. E.A.Sopandi
Anggota : H. Mista Mahfuzi, SKM