12 Nov 2013

Dinkes Gelar Apel Hari Kesehatan Nasional ke-49, Selasa (12/11/2013)

DINAS Kesehatan Kabupaten Pandeglang menggelar Apel Pagi Hari Kesehatan Nasional (HKN) secara internal di lingkungan pegawai Dinkes Pandeglang diHalaman Kantor Jl. Bayangkara No. 3 Pandeglang, Selasa (12/11/2013) yang dimulai sekitar pukul 07.30 Wib.
Apel tersebut merupakan rangkaian kegiatan HKN ke-49 tahun 2013 tingkat Kabupaten Pandeglang yang puncaknya baru akan digelar pada 29 November 2013 berbarengan dengan Upacara Hari KOORPRI tingkat Kabupaten Pandeglang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang H. Deden Kuswan dalam amanatnya membacakan sambutan Menteri Kesehatan RI pada Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-49, 12 November 2013 mengajak seluruh jajaran kesehatan di lingkungan Pemkab Pandeglang untuk melakukan intropeksi dan mengevaluasi hasil-hasil pembangunan kesehatan yang telah dicapai selama ini.
“Mari kita jadikan momentum Hari Kesehatan Nasional 2013 untuk melakukan refleksi tentang apa yang dapat kita berikan bagi kesehatan dan kesejahteraan bangsa tercinta,” katanya.
Kadinkes mengungkapkan kedepan semakin banyak tantangan yang mesti dihadapi untuk pembangunan kesehatan. “Kita masih harus bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja ikhlas dan bekerja tuntas, untuk mencapai sasaran-sasaran pembangunan kesehatan dengan mengutamakan upaya promotif dan prevebtif,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut Kadinkes mengajak segenap jajaran kesehatan untuk saling merapatkan barisan, bekerja sama bahu membahu dengan semua pihak untuk pembangunan kesehatan di Kabupaten Pandeglang.

Hari Kesehatan Nasional Bakal Diwarnai Senam Sehat di Alun-alun Kota Pandeglang, Rabu (13/11/2013)


MEMPERINGATI Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke-49 tahun 2013, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang saat ini telah mempersiapkan sejumlah program pelayanan kesehatan kepada masyarakat menyonsong hari besar kesehatan ditingkat Kabupaten Pandeglang. Ber”tema”kan menuju Indonesia Sehat dan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang bermutu rencananya Panitia Penyelenggara (Panpel) bakal menggelar sejumlah aksi massal diantaranya khitanan massal, pelayanan Keluarga Berencana (KB) hingga donor darah.
Wakil Ketua Panpel HKN tingkat Kabupaten Pandeglang Yudi Hermawan menjelaskan,  peringatan HKN yang diperingati setiap 12 November merupakan momentum untuk semakin meningkatkan komitmen bersama mewujudkan visi pembangunan kesehatan Pandeglang menuju masyarakat sehat mandiri melalui pelayanan prima.
“Momentum ini diharapkan semua pihak termasuk tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan dapat berbenah dan mempersiapkan diri untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” kata Yudi yang juga Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinkes Pandeglang itu, Kamis (12/11).
Ditambahkan, rangkaian HKN lainnya yang akan digelar Panpel dengan pelibatan lintas sektor dan masyarakat luas yakni senam masal yang akan di gelar Rabu, 13 Nopember 2013 bertempat di Alun-alun Kota Pandeglang mulai pukul 07.00 sampai dengan selesai.

Rangkaian Peringatan HKN ke-49 Tingkat Kabupaten Pandeglang Tahun 2013

DALAM rangka peringatan Hari Kesehatan nasional (HKN) ke-49 tahun 2013, Panitia Penyelenggara HKN tingkat Kabupaten Pandeglang menyelenggarakan berbagai kegiatan utama meliputi :

  1. Apel Hari Kesehatan Nasional, 12 November 2013 bertempat di Halaman Kantor Dinkes Pandeglang, Agenda pokok pembacaan sambutan Menteri Kesehatan RI, pukul 07.30 s/d selesai.
  2. Gerakan Senam Sehat, 13 November 2013 bertempat di Alun-alun Kota Pandeglang, pukul 07.00 s/d selesai.
  3. Bakti Sosial Kesehatan Masyarakat (khitanan massal, pelayanan KB dan pengobatan), 27 November 2013 bertempat di Gedung Pendopo Pemkab Pandeglang, pukul 07.30 s/d selesai.
  4. Donor Darah Sukarela, 27 November 2013 bertempat di Gedung Pendopo Pemkab Pandeglang, pukul 07.30 s/d selesai.
  5. Upacara Puncak HKN ke-49, 29 November 2013 di Alun-alun Kota Pandeglang, pukul 08.00 s/d selesai.
  6. Gerak Jalan Sehat, 10 Desember 2013 star bertempat (tentatif)  di Halaman Kantor Dinkes Pandeglang, pukul 08.00 s/d selesai.
  7. Resepsi HKN ke-49, 10 Desember 2013 bertempat (tentatif) di Halaman Kantor Dinkes Pandeglang, pukul 08.00 s/d selesai.

24 Okt 2013

Berkat CCTV Pencuri Helm di Kantor Dinkes Tertangkap Tangan

Berkat kamera closed circuit television (CCTV) yang dipasang di area perkantoran, seseorang yang diduga sedang mencuri helm di halaman parkir Kantor Dinkes Pandeglang, akhirnya tertangkap tangan petugas Satpol PP setempat, Rabu (23/10) siang.
Menurut petugas satuan polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) yang saat itu sedang berjaga di Kantor Dinkes, Deni Juwandi, peristiwa tangkap tangan pencurian helm bermula saat sekitar pukul 10.40 wib seorang pemuda tak dikenal dengan mengendarai sepeda motor Suzuki Satria F Nopol. A 5586 FR memasuki halaman depan Kantor Dinkes. "Karena ada orang tak dikenal saya mengamati dari monitor CCTV di ruang jaga. Tak lama kemudian dengan cepat pelaku mengambil helm yang ada di motor salah seorang pegawai Dinkes yang sedang di parkir," terang Deni Juwandi, kemarin.
Mengetahui pelaku akan segera kabur dengan mengendarai motornya, deni mengaku langsung keluar ruangan dan mengejar pelaku. "Pelaku ketika mau keluar halaman saya tangkap, terus diserahkan kepada anggota Polres Pandeglang yang kebetulan sedang melintas," katanya.
Diakui, kejadian kehilangan helm ini merupakan kasus pencurian yang kedua. "Kejadian pertama Jumat lalu, pencuri helm di halaman parkir tertangkap kamera, tetapi karena saat itu sedang Salat Jumat, kami hanya bisa mengenali ciri-ciri pelakunya saja melalui rekaman CCTV," ungkap Deni.
Dia menduga pelaku yang tertangkap tangan itu adalah pelaku yang sama mencuri helm pekan lalu. "Ciri pelaku sama, cara mengambilnyapun sama dengan menyelipkan helm curian di depan jok depan," tegasnya. Deni pun menduga pelaku yang belum diketahui identitasnya itu tak tahu kalau seluruh area Kantor Dinkes Pandeglang sudah terpasang kamera CCTV.

23 Okt 2013

Tim Penilai LSS Provinsi Banten Tinjau Sekolah Sehat di Pandeglang


SETELAH menjadi yang terbaik dengan memenangi Lomba Sekolah Sehat (LSS) di tingkat Kabupaten Pandeglang tahun 2013, empat sekolah di Kabupaten Pandeglang berhak mengikuti lomba serupa di tingkat Provinsi Banten.
Keempat sekolah tersebut yakni, SMA Negeri 2 Pandeglang, SMP Negeri 2 Sobang, SD Negeri Cinoyong 1 Kecamatan Carita dan Taman Kanak-Kanak (TK) Putra IV Kecamatan Majasari.
Ketua Tim Pembina (TP) Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Kabupaten Pandeglang Drs. H. Dodo Djuanda mengatakan, keempat sekolah yang menjadi wakil Pandeglang telah mengikuti proses penilaian tentang kesehatan dan pemeliharaan lingkungan sehat sehat secara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten.
Hal tersebut diungkapkan Ketua TP UKS yang juga Sekda Pandeglang itu saat menerimaTim Penilai LSS tingkat Provinsi Banten di Sekretariat TP UKS kabupaten Pandeglang, Selasa (22/10).
Dia mengatakan, lomba sekolah sehat merupakan kegiatan untuk mengajak para peserta didik mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA dalam membina sekolah dengan mengutamakan kesehatan dan pemeliharaan lingkungan.
“Supaya para pelajar ini bisa berperilaku sehat baik di sekolah maupun di rumahnya masing-masing,” ujar Dodo yang didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang Nurhasan.
Dalam kesempatan itu Rombongan Tim Penilai LSS Provinsi Banten sebanyak 20 orang yang terbagi menjadi empat tim sesuai kategori terdiri dari unsur Biro Kesra Pemprov Banten, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Bapeda dan unsur Kanwil Depag Banten.
Sementara unsur penilaian yang akan dilakukan meliputi kegiatan penilaian terhadap Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) tingkat   Kecamatan. Aspek yang dinilai meliputi kegiatan pembinaan UKS, diantaranya pemantauan, pelatihan, dan keterlibatan sekolah.
Penilaian terhadap sekolah, dengan aspek yang dinilai antara lain kebersihan sarana/prasarana kelas, ruang guru, kantin, toilet, air bersih, tempat cuci tangan, tempat ibadah, kondisi tempat sampah, dan UKS.
Penilaian terhadap perilaku kesehatan peserta didik, diantaranya pengetahuan tentang UKS, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Penilaian terhadap pelaksanaan pelayanan kesehatan, seperti pelaksanaan penjaringan kesehatan dan penyuluhan oleh petugas Puskesmas, dan lain-lain.

19 Okt 2013

Dalam Sepekan, Relawan RSB Permata Ibunda Evakuasi Lima Korban Pasung


DALAM sepekan ini, lima penderita gangguan jiwa korban pemasungan keluarga akhirnya dibebaskan Relawan Anti Pasung (RAP) dari Rumah Sakit Bersalin (RSB) Permata Ibunda Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Kelima korban pasung tersebut masing-masing berasal dari Kecamatan Mekarjaya, Kecamatan Banjar, dan seorang korban perempuan dari Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak yang dijemput pada Kamis 17 Oktober 2013. Sedangkan dua korban lainnya, asal Kecamatan Pandeglang telah dievakuasi ke RSJ Grogol, pada Jumat 11 Oktober 2013 akhir pekan kemarin.
Koordinator Indonesia Bebas Pasung Provinsi Banten, Hj Mei Wijaya mengatakan, pihaknya membebaskan korban pasung karena alasan kemanusiaan serta untuk mendapatkan penanganan medis yang layak. Oleh karena itu selain membebaskan belenggu pasung, RAP juga mengevakuasi korban ke rumah sakit jiwa untuk diobati.
"Untuk penanganan medis kami bekerja sama dengan RSJ Dr Soeharto Herdjan Grogol, Jakarta agar mendapatkan perawatan intensif," terang Hj Mei Wijaya, di kediaman salah seorang korban pasung di Pandeglang, Kamis (17/10/2013).
Dalam kesempatan tersebut Mei di dampingi sejumlah relawan anti pasung lainnya dan Tim Psikiatri Keliling Kesehatan Jiwa Komunitas RSJ Grogol yakni Agus Priyanto, SKM, Sukirno, S.Kep dan Josua Otto Pasaribu, SKM.
Hj. Mei Wijaya menjelaskan, korban pasung umumnya penderita gangguan jiwa yang cukup lama tidak diobati. Untuk informasi penderita gangguan jiwa, Mei memperolehnya dari masyarakat maupun petugas Puskesmas setempat.
Atas kondisi ini, Mei mengaku prihatin, walaupun jumlah pasien penyandang kejiwaan terbilang banyak. Namun banyak pihak belum menganggap serius gangguan penyakit ini.
"Bahkan masih banyak keluarga akhirnya memasung penderita dengan alasan mengganggu warga sekitar," kata Mei yang juga Manager Rumah Sakit Bersalin (RSB) Permata Ibunda Kabupaten Pandeglang ini.
Diungkapkan, dalam tiga tahun terakhir RAP telah membebaskan korban pasung sebanyak 53 pasien dan 118 orang pasien gangguan jiwa telah diobati melalui RSB Permata Ibunda. "Sebagian besar sudah dinyatakan sembuh dan bisa bekerja kembali," tandasnya.
Ketua Tim Psikiatri Keliling Kesehatan Jiwa Komunitas RSJ Grogol, Agus Priyanto, SKM di dampingi tim lainnya Sukirno, S.Kep dan Josua Otto Pasaribu, SKM mengatakan, RSJ Grogol telah bekarja sama RAP Pandeglang sejak 2010. Menurut Agus, kedatangannya kali ini merupakan kunjungan yang kedelapan kali di Kabupaten Pandeglang dalam rangka evakuasi korban pasung bersama relawan Pandeglang.
"Secara rutin kami datang ke Pandeglang kalau ada informasi penderita gangguan jiwa yang dipasung dari RAP Pandeglang," katanya.
Ditambahkan, setelah mendapatkan perawatan intensif di RSJ, dia mengaku akan mengantarkan kembali pasien kepada keluarganya dalam jangka waktu tiga pekan hingga sampai satu bulan lebih.

11 Okt 2013

Liputan Khusus Pusat Promkes di Pandeglang

PUSAT Promosi Kesehatan (Promkes), sebagai lembaga pemerintah dibawah naungan Kementerian Kesehatan RI yang menggarap pemberdayaan kesehatan masyarakat memandang penting peran serta masyarakat (PSM) di suatu daerah.
Hal itu mengingat PSM dibidang kesehatan merupakan salah satu tujuan strategis yang ingin dicapai dalam pembangunan kesehatan secara nasional.
Untuk menggali informasi tentang hal tersebut, Pusat Promosi Kesehatan perlu turun gunung menyambangi berbagai daerah guna melihat langsung inisiatif masyarakat terutama di Kabupaten Pandeglang.
Menurut Ninus D. Andarnuswari, salah seorang utusan khusus Pusat Promosi Kesehatan yang ditugaskan di Pandeglang, kedatangannya ingin melihat langsung berbagai aksi sosial masyarakat setempat terutama yang menjadi inisiatif warga lokal yang memiliki daya ungkit dibidang pemberdayaan kesehatan masyarakat.
"Saya ditugaskan untuk merekam dan meliput langsung kegiatan yang memang inisiatif sosial dari masyarakat untuk dijadikan kisah inspiratif oleh Pusat Promosi Kesehatan," ungkap Ninus disela
kunjungannya di Puskesmas Pulosari, Pandeglang, Kamis (10/10).
Ninus yang juga seorang penulis dari Tempo Institut menambahkan, dia tertarik datang ke Pandeglang karena dinilainya banyak PSM bidang kesehatan yang layak diangkat ditingkat nasional agar dapat berbagi informasi dengan daerah lain di Indonesia.
Sementara itu, Kepala Seksi Promkes Dinkes Pandeglang menyambut baik langkah yang dilakukan Pusat Promkes meliput kegiatan pemberdayaan masyarakat sebagai salah satu tugas pokok dan fungsi Program Promkes Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang.

Dia menerangkan, upaya promosi kesehatan salah satunya menangani kegiatan pemberdayaan masyarakat lewat pendidikan kesehatan (promotif). Dikatan, menyehatkan masyarakat dengan pemberdayaan merupakan upaya intervensi pada perilaku masyarakatnya. “Pemberdayaan masyarakat dilakukan agar perilaku masyarakat sesuai dengan nilai-nilai kesehatan. Derajat kesehatan masyarakat pun diharapkan kian mengalami peningkatan,” kata Yudi disela mendampingi utusan Pusat Promkes, kemarin.
Dalam prinsip pemberdayaan masyarakat dijelaskan Yudi, diharapkan akan menumbuhkan kapasitas dan kualitas masyarakat melalui modal sosial yang mereka miliki. “Pihak luar idealnya hanya memantik dan mengintervensi agar tumbuh kesadaran akan pentingnya kesehatan. Oleh sebab itu, diperlukan sumber daya manusia lokal dalam hal ini kader lokal yang terlibat dalam jangka yang panjang,” jelasnya.
Menyadari pentingnya program promotif berbasis pemberdayaan masyarakat, diungkapkan Yudi sudah banyak tumbuh di masyarakat. "Diantaranya kegiatan Harfa Foundation melalui jejaring relawan di lapangan yang banyak menggulirkan berbagai program edukasi kesehatan kepada masyarakat," katanya.
Selain itu, tambah Yudi utusan Pusat Promkes juga diajak melihat langsung kegiatan lapangan yang di lakukan ditingkat desa, di Puskesmas dan di masyarakat yang melibatkan peran masyarakat setempat.