28 Agt 2015

Nakes Teladan Pandeglang Dapat Tanda Penghargaan

PEMKAB Pandeglang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) memberikan penghargaan kepada para tenaga kesehatan (nakes) teladan tahun 2015. Penghargaan diberikan Kepala Dinkes Pandeglang H. Deden Kuswan disela upacara Hari Kemerdekaan RI ke-70 yang digelar di lingkungan Dinkes Pandeglang, Senin (17/8/2015) beberapa waktu lalu.
Kadinkes Pandeglang H. Deden Kuswan mengungkapkan, penghargaan kepada para Nakes Teladan di Puskesmas diharapkan dapat memotivasi untuk meningkatkan minat Nakes bekerja di Puskesmas. “Sehingga dapat menjadi pendorong terciptanya Nakes yang nasionalis, etis dan profesional, memiliki pengabdian yang tinggi, disiplin, kreatif, berilmu, terampil, berbudi luhur serta memegang teguh etika profesi,” ungkapnya.
Ia menjelaskan untuk menjadi Nakes teladan memerlukan penilaian yang panjang dan seleksi yang harus ditempuh sangat ketat. “Para Nakes teladan itu orang-orang pilihan, karena dipundak para teladan ada beban yang berat menjadi contoh bagaimana cara melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.
Dikatakan,  mereka para teladan itu kinerjanya akan menjadi rujukan dan rekam jejaknya akan diikuti tenaga kesehatan lainnya untuk memotivasi memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
Ia berharap, para Nakes dapat mempertahankan prestasi dan kinerja  yang telah dicapai  serta berperan sebagai Duta Kesehatan dalam mempromosikan perilaku hidup bersih dan sehat baik kepada sesama Nakes maupun bagi masyarakat di lingkungannya.
“Selain penghargaan dari Dinas Kesehatan, para teladan juga mendapatkan penghargaan langsung dari Bupati Pandeglang H. Erwan Kurtubi, saat ruing mungpulung memperingati Hari kemerdekaan RI pada Jumat 14 Agustus 2015 di Gedung Pendopo, Pandeglang,” katanya.
Ditambahkan para Nakes teladan 2015 yang mendapat tanda penghargaan yakni, untuk kategori dokter Puskesmas teladan pertama antara lain dr. Della Ariyani dari Puskesmas Majasari, urutan kedua dr. Akbar Mulky ( Puskesmas Labuan), dr. Apri Ranti Nasir (Puskesmas Munjul) teladan peringkat III.
Untuk kategori Perawat Puskesmas teladan yakni Teladan pertama Ishak CB (Labuan), kedua Lisnawati Anggraeni (Majasari) dan dan ketiga Ika Ariestika (Bojong). Petugas gizi teladan yaitu peringkat satu Bay Masnuah (Labuan), kedua Fahmi Dina Amallia (mekarjaya) dan ketiga Ika Fiska Prilyanti (Mandalawangi). Adapun Nakes teladan untuk kategori teknis kefarmasian (asisten apoteker) yakni Teladan Pertama Nurlela (Puskesmas Majasari), teladan kedua dan ketiga adalah Mirna Safariah (Puskesmas Cisata) dan Cariwan (Puskesmas Labuan).
Dalam kesempatan tersebut, Dinas Kesehatan juga memberikan penghargaan untuk para peraih Puskesmas berprestasi tingkat Kabupaten Pandeglang yakni Puskesmas berprestasi peringkat I Puskesmas Perdana, Peringkat II dan III Puskesmas berprestasi adalah Puskesmas Labuan dan Bojong.
Sedangkan untuk klinik swasta berprestasi masing-masing direbut oleh Klinik Wirdani (Kecamatan Labuan) sebagai klinik swasta peringkat I disusul Klinik Yasmin (Majasari) dan Klinik Bougenvile (Karangtanjung)


27 Agt 2015

Menkes RI : Nakes Teladan Harus Jadi Contoh Teladan Pemberi Pelayanan Kesehatan Terbaik di Puskesmas

MENTERI Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K) menutup rangkaian acara Pemberian Penghargaan Tenaga Kesehatan (Nakes) Teladan di Puskesmas Tingkat Nasional tahun 2015, di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (19/8/2015)

Kepada para Nakes Teladan, sebelum kembali ke daerahnya masing masing, Menkes berharap agar tetap menjadi contoh teladan dalam memberikan  pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat. 

Lakukan terus advokasi, sosialisasi, dan kerjasama dengan seluruh unsur masyarakat dan Pemerintah Daerah guna meningkatkan akses masyarakat pada pelayanan kesehatan primer yang komprehensif dan bermutu serta mengutamakan upaya promotif preventif", tegas Menkes.

Menkes juga minta para Nakes dapat mempertahankan prestasi dan kinerja  yang telah dicapai  serta berperan sebagai Duta Kementerian Kesehatan dalam menyampaikan berbagai kebijakan Kementerian Kesehatan kepada rekan-rekan dan pihak terkait lainnya di daerah.

Dalam laporannya, Sekretaris Jenderal Kemenkes, dr. Untung Suseno Sutardjo, MKes mengatakan, sejak tanggal 13 Agustus 2015 sebanyak 136 Nakes teladan telah mengikuti rangkaian kegiatan meliputi: Pertemuan dengan Menkes dan jajarannya; Mendengarkan Pidato Kenegaraan oleh Presiden di Gedung MPR/DPR RI; serta Mendengarkan paparan tentang program-program Kementerian Kesehatan yang disampaikan oleh para Eselon I dan II Kementerian Kesehatan RI.

Selain itu, para Nakes Teladan juga berkesempatan langka untuk mengikuti renungan suci di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Mengikuti upacara penaikan bendera tanggal 17 Agustus di Istana Negara, Menghadiri acara ramah tamah dengan Presiden di Istana Bogor Jawa Barat, Mendapatkan pencerahan diri, serta wisata sejarah/pendidikan ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), mengunjungi Kantor Kementerian Kesehatan dan rekreasi  ke Dunia Fantasi (Dufan).

Pemilihan Nakes Teladan dilakukan dengan  seleksi dan penilaian yang cermat dan sistematis  mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, hingga provinsi.

Adapun 6 aspek penilaian kinerja Nakes yang menjadi rujukan untuk menjadi Nakes Teladan yaitu sebagai: (1) Penggerak Pembangunan Berwawasan Kesehatan, (2) Penggerak Pemberdayaan Masyarakat, (3) Pelaksana  Pelayanan Kesehatan Tingkat Primer, (4) Pegawai di Puskesmas, (5) Tenaga Kesehatan Profesional, dan (6) Anggota Masyarakat.

Selama di Jakarta, para Nakes menerima pembekalan dan penghargaan. Selain itu mereka juga diminta menyusun makalah dengan tema: Peran dan Tanggung Jawabku dalam Pembangunan Kesehatan Mencapai Masyarakat Sehat, Mandiri, dan Berkeadilan. Makalah-makalah  ini diseleksi oleh Panitia Pusat untuk mendapatkan 6 makalah terbaik dari 136 makalah yang disusun oleh  seluruh Nakes Teladan yang hadir.

Sumber : Depkes.Go.Id

26 Agt 2015

Kemenkes RI Berikan Penghargaan Kepada Nakes Taladan Nasional 2015

Hari ini Kamis 13 Agustus 2015,  Menteri Kesehatan Prof Dr,dr. Nila Djuwita F Moeloek Sp.M(K)  memberikan Penghargaan kepada Tenaga Kesehatan Teladan di Puskesmas Tingkat Nasional tahun 2015, bertempat di ballroom Hotel Aryaduta Jakarta.

Penghargaan diberikan kepada 136 tenaga kesehatan teladan yang  berasal dari provinsi Aceh hingga provinsi Papua, dan  memiliki latar belakang yang berbeda beda, terdiri atas kelompok tenaga medis, tenaga perawat, tenaga bidan, tenaga gizi, dan tenaga kesehatan masyarakat. Dari rentang usia yang masih muda hingga yang paruh baya. Dari yang masih berstatus pegawai tidak tetap (PTT) hingga PNS yang menjelang pensiun.

Tenaga Kesehatan Teladan di Puskesmas Tahun 2015,  merupakan wujud rasa terima kasih dan penghargaan Pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan. Ujar Menkes, dan Tenaga Kesehatan Teladan yang hadir di sini mewakili tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas di seluruh tanah air.

Sejalan dengan Nawa Cita Kabinet Kerja yang mengutamakan pembangunan dari pinggir ke tengah, maka  Prioritas kebijakan Kementerian Kesehatan adalah untuk penguatan pelayanan primer. Banyak yang telah dicapai dalam Pembangunan Kesehatan, terutama dalam meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satu capaian dalam peningkatan akses pelayanan kesehatan adalah tersedianya 9.740 Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, yang dilayani oleh para  tenaga kesehatan dan dilengkapi dengan sarana-prasarana layanan kesehatan yang diperlukan. 

Pada kesempatan tersebut Menkes mengungkapkan dalam rangka mencapai cakupan pelayanan di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan (DTPK), Kementerian Kesehatan meluncurkan program Nusantara Sehat, yang merupakan strategi penempatan tenaga kesehatan berbasis tim dengan prioritas utama fasilitas pelayanan primer di DTPK. Tim Nusantara Sehat terdiri atas tenaga dokter, perawat, bidan, apoteker/ahli farmasi, tenaga sanitasi lingkungan, ahli gizi, teknisi laboratorium medis, dan tenaga kesehatan masyarakat. Melalui program Nusantara Sehat tahun 2015, ditargetkan penempatan bagi 960 tenaga kesehatan ke 120 puskesmas di DTPK secara bertahap.

Puskesmas adalah fasilitas sarana pelayanan kesehatan terdepan dan  merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di seluruh Tanah Air.  Puskesmas sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang memberikan pelayanan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN yang pengelolaannya dilaksanakan oleh BPJS Kesehatan. Sejak  diberlakukannya  JKN pada 1 Januari 2014 hingga saat ini, peserta JKN telah mencapai lebih dari 148 juta orang  dan   kondisi ini melebihi target, demikian dikatakan Menkes lebih lanjut.  

Berdasarkan data hasil evaluasi selama 1 (satu) tahun implementasi JKN, menunjukkan  dana JKN sebagian besar terserap untuk pengobatan beberapa penyakit antara lain penyakit Jantung, Ginjal, Diabetes Melitus  dan penyakit  katastropik yang menyedot biaya sangat besar, seharusnya semua ini dapat dicegah dengan meningkatkan upaya promotif preventif kepada masyarakat, utamanya di layanan primer yaitu Puskesmas.

Menkes juga berpesan kepada Tenaga Kesehatan Teladan di Puskesmas, agar mendukung dengan sungguh-sungguh suksesnya pelaksanaan JKN, yaitu  dengan memberikan pelayanan kesehatan terbaik di Puskesmas kepada seluruh masyarakat. Langkah untuk mengutamakan upaya promotif-preventif hendaknya benar-benar mendapat perhatian khusus, termasuk langkah memperluas cakupan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masyarakat, dengan pendekatan berbasis keluarga.

Sumber : Depkes.Go.Id

11 Agt 2015

Dinkes Periksa Kesehatan 593 Calhaj Pandeglang

SEBANYAK 593 jamaah calon ha­ji (calhaj) asal Pandeglang merampungkan rangkaian pemeriksaan kesehatan haji sebelum menjalankan ibadah ke tanah suci Mekkah pada musim haji tahun ini.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang H. Deden Kuswan mengatakan, tim pemeriksa kesehatan haji  Dinkes telah selesai memeriksa kondisi kesehatan seluruh calhaj yang rencana akan diberangkatkan pada 22 Agustus 2015 mendatang.
“Jemaah calon haji sudah diperiksa semua pada Selasa (4/8/2015) sampai dengan Kamis (6/8/2015) untuk menentukan kelayakan mereka apakah bisa berangkat ke tanah suci tahun ini,” kata Kadinkes Pandeglang H. Deden Kuswan, Minggu (9/8/2015).
Menurut Deden, pemeriksaan kesehatan calhaj yang dipusatkan di Puskesmas Labuan itu bukan formalitas, melainkan salah satu sarat wajib yang harus dipenuhi. “Sesuai aturan yang telah ditetapkan jika tdak memenuhi sarat kesehatan calhaj tidak bisa diberangkatkan,” tuturnya.
Selain itu, ujar Deden, rangkaian pemeriksaan juga untuk mempermudah pelayanan kesehatan jemaah calhaj  selama di tanah suci. “Jika jemaah ada kelainan penyakit yang masih bisa diobati akan diketahui seecara dini, sehingga dapat diobati dan diantisipasi oleh tim kesehatan di tanah suci,” katanya.
Ketua tim pemeriksa haji Dinkes Pandeglang Yudi Hermawan, SKM menambahkan, pemeriksaan tahap lanjutan ini menjadi pemeriksaan penentu bagi Calhaj untuk kepastian berangkat ke tanah suci.
“Pemeriksaan ini merupakan tahapan lanjutan dari pemeriksaan tahap pertama yang diadakan di Puskesmas sesuai alamat tempat tinggal masing-masing,” katanya.
Yudi mengungkapkan, ada penambahan pemeriksaa kesehatan dalam pemeriksan tahap lanjutan ini. “Diantaranya Imunisasi Vaksin Meningitis dan test kehamilan bagi jemaah wanita pasangan usia subur (PUS),” kata Yudi yang juga Kepala Seksi Pengamatan dan Pencegahan Penyakit Dinkes Pandeglang ini.
Dia mengimbau kepada jemaah untuk menjaga kesehatan fisik dan mengikuti anjuran dokter sesuai hasil pemeriksaan yang telah dilakukan. “Kalau ada keluhan sebelum berangkat, segera konsultasi kepada petugas surveillance Puskesmas terdekat,” jelasnya.
Sementara itu, lanjutnya, jika ada keluhan selama dalam perjalanan selama mengikuti rangkaian ibadah haji, jemaah diminta segera melaporkan kepada petugas kesehatan jemaah haji yang telah ditunjuk dimasing-masing kloter.

9 Agt 2015

Guru UKS Kecamatan Sindangresmi Diberikan Sosialisasi PHBS

PUSAT Kesahatan Masyarakat (Puskesmas) Sindangresmi menggelar pertemuan dengan para guru Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) tingkat kecamatan dalam rangka penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan pembinaan UKS di Gedung PGRI setempat pada Rabu (29/7/2015).
Pertemuan tersebut dilalakukan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan guru Pembina UKS tentang PBHS.
Kepala Puskesmas Sindangresmi EncepHermawan menjelaskan, peserta penyuluhan dan sosialisasi ini menghadirkan semua guru UKS se Kecamatan Sindangresmi. "Kita sengaja menghadirkan perwakilan sekolah supaya nanti mereka yang akan memberikan penyuluhan PHBS kepada siswa-siswinya di sekolah masing-masing," ungkap Encep.
Dalam pemaparan materi tentang PHBS di sekolah, Encep menyampaikan Perilalu Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) perlu dibudayakan sebagai sebuah kebiasaan dalam lingkungan sekolah, antara lain membiasakan membuang sampah pada tempatnya, jajan pada kantin yang sehat, menggunakan jamban sehat, memberantas jentik nyamuk, berolahraga terukur dan teratur, tidak merokok, dan pengukuran berat badan dan tinggi badan.
"Tentunya dengan penerapan semua itu kita bisa sehat dan dapat meningkatkan semangat belajar sehingga prestasi bisa meningkat," katanya.

Di akhir pertemuan diberikan sosialisasi tentang UKS oleh narasumber dari Seksi Promosi Kesehatan Dinkes Pandeglang.

8 Agt 2015

Puskesmas Sumur Gencarkan Penyuluhan PHBS

KEPALA Puskesmas Sumur Ahmad Junaedi mengungkapkan, pihaknya saat ini tengah gencar melakukan sosialisasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada Kader kesehatan dan aparat desa di wilayah kerjanya. Hal itu dimaksudkan guna mencegah berbagai penyakit yang berpotensi timbul saat musim kemarau.
“Kami sosialisasikan PHBS kepada kader, selanjutnya petugas kesehatan di desa dibantu kader yang akan menyampaikan penyuluhan PHBS langsung kepada masyarakat,” ungkap Ahmad Junaedi, usai memberikan sosialisasi PHBS di Balai Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur, Selasa (4/8/2014)
Tindaklanjut penyuluhan-penyuluhan  ini, lanjut Ahmad Junaedi dilakukan di setiap Posyandu, Majlis Taklim maupun sekolah-sekolah.
Agar terhindar dari berbagai penyakit tersebut, Ia mengingatkan masyarakat dituntut untuk tetap ber-PHBS dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Caranya, kata Perawat senior ini, dengan selalu mencuci tangan sebelum beraktifitas, menggunakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, buang air besar di jamban yang sehat, serta melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara serentak minimal seminggu sekali. “Ini harus dilakukan secara disiplin dan harus dijadikan kebiasaan,” tandasnya.

7 Agt 2015

Musim Kemarau, Dinkes Galakan Sosialisasi PHBS Bagi Warga Masyarakat dan Sekolah

MUSIM kemarau, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap penularan berbagai penyakit yang kerap muncul seperti diare dan ISPA (inpeksi saluran pernapasan akut) maupun Demam Berdarah (DB)
Sekretaris Dinkes Pandeglang DR. H. Didi Mulyadi mengatakan, kewaspadaan warga masyarakat terhadap penyakit dampak musim kemarau itu, sebagai langkah pencegahan penyakit menular untuk menekan angka kesakitan maupun kejadian luar biasa (KLB) penyakit menular.
“Walaupun dari laporan 36 Puskesmas belum ada peningkatan kasus penyakit akibat musim kemarau, tetapi kita imbau warga ikut melakukan pencegahan secara mandiri dengan tetap berperilaku hidup bersih dan sehat,” ujar Didi Mulyadi, kemarin.
Didi menjelaskan, penyebaran penyakit diare berpotensi muncul pada musim kemarau, biasanya terjadi pada warga yang mengalami krisis air bersih.
“ Umumnya pada musim kemarau penyakit diare berpotensi menyebar akibat penggunaan air sungai maupun air yang tidak layak dikonsumsi,” jelasnya.
Oleh karena itu, ia mengimbau warga tetap mengonsumsi air minum dengan cara dimasak sampai mendidih agar tidak tertular bakteri e-coli, karena bakteri e-coli bisa menyebabkan diare.
“Penyakit diare harus cepat ditangani tenaga medis untuk mencegah dehidrasi. Apabila warga terserang diare diminta segera berobat ke Puskesmas terdekat,” imbaunya.
Adapun penyakit ISPA, Didi mengungkapkan penyakit ini bisa menyerang setiap orang karena saat kemarau banyak debu yang beterbangan atau asap sehingga terhirup secara langsung ketika melakukan aktivitas di luar rumah.
"Masuknya debu ke rongga pernafasan maka tubuh akan menolaknya, sehingga bisa memunculkan batuk maupun bersin yang membuat rongga tersebut luka atau pun infeksi," katanya.
Dengan demikian, maka serangan batuk dan demam pada masyarakat juga akan tinggi kasusnya dan ini harus diwaspadai pula.
Didi Menambahkan, walaupun Demam Berdarah Dengue (DBD) sering terjadi di musim hujan dan pancaroba, tapi masyarakat harus tetap menjaga tempat penampungan air. “Di musim kemarau masyarakat kadangkala menjaga pasokan airnya hingga menampungnya di bak-bak atau wadah penampungan. Kondisi inilah yang membuat penyakit DBD berpotensi kalau penampungan air itu tidak dikuras seminggu sekali,” katanya.
Ia mengatakan, untuk mencegah penyebaran penyakit saat musim kemarau, petugas puskesmas akan lebih banyak memberikan penyuluhan terhadap masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
"Kita sudah instruksikan setiap puskesmas untuk memberikan penyuluhan dan sosialisasi tentang PHBS baik kepada masyarakat maupun di sekolah-sekolah,” tegasnya.