15 Agu 2013

Alik Wahyudi, Perawat Pandeglang Diundang Ke Istana Negara

PERAWAT Puksesmas Cimanggu Alik Wahyudi, mengaku bangga menjalani profesi sebagai seorang perawat hingga mendapat panggilan ke Istana Negara dan akan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Undangan ke Istana tersebut mewakili perawat se Provinsi Banten, setelah dalam pemilihan tenaga kesehatan (nakes) tingkat provinsi dirinya berhasil menjadi perawat teladan tahun 2013.
“Saya merasa bangga dan terharu, dari seorang perawat yang bertugas di kecamatan terpencil saya diundang datang ke Istana Negara,” ujar Alik Wahyudi disela keberangkatannya ke Jakarta, Rabu (14/8).
Lulusan Akademi Perawatan Pemda Serang 2006 yang telah mengabdi 12 tahun sebagai perawat di wilayah Pandeglang Selatan itu mengaku bakal menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan atas prestasi sebagai perawat teladan bersama teladan lainnya dari seluruh Indonesia, sekaligus akan mengikuti rangkaian acara peringatan 17 Agustus 2013 tingkat nasional di Jakarta.
“Dulu tak pernah berfikir kalau bisa bertemu dan bersalaman dengan presiden, tapi insya Allah cita-cita itu akan terwujud,” tutur Alik yang hobi olahraga badminton dan sepakbola itu.
Pria asli Cibaliung kelahiran 7 Juni 1985 ini mengaku semasa kecilnya bercita-cita sebagai arsitek bukan perawat. “Tetapi sekarang profesi perawat sangat membanggakan karena banyak hal untuk berbagi dan saling membantu dengan sesama,” imbuhnya.

Diakui Alik yang juga anggota PPNI Kabupaten Pandeglang itu, banyak tantangan profesi perawat yang harus bersentuhan langsung dengan masyarakat, terutama minimnya keingintahuan masyarakat terhadap program kesehatan. “Sehingga kita sebagai petugas kesehatan di lapangan dituntut bekerja ekstra dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sambil memberikan pengetahuan yang cukup dengan terus diberikannya penyuluhan secara intens agar masyarakat sadar akan pentingnya kesehatan,” tandasnya.

14 Agu 2013

Tenaga Kesehatan Teladan Pandeglang Dapat Hadiah dan Penghargaan

PEMERITAH Kabupaten (Pemkab) Pandeglang memberikan penghargaan kepada 11 tenaga kesehatan (nakes) teladan tahun 2013. Mereka terdiri dari nakes teladan untuk empat kategori yakni dokter umum, perawat, nutrisionis (ahli gizi) dan Pranata Laboratorium Puskesmas yang diseleksi dari 36 Puskesmas se-Kabupaten Pandeglang sejak awal tahun ini.
Penghargaan kepada para Nakes Teladan di Puskesmas diharapkan dapat memotivasi untuk meningkatkan minat Nakes bekerja di Puskesmas. Sehingga dapat menjadi pendorong terciptanya Nakes yang nasionalis, etis dan profesional, memiliki pengabdian yang tinggi, disiplin, kreatif, berilmu, terampil, berbudi luhur serta memegang teguh etika profesi.
Oleh karena itu pemilihan Nakes yang dilakukan sangat selektif dan berjenjang. Pemilihan tenaga kesehatan tingkat Puskesmas ini dilakukan oleh Tim Penilai secara berjenjang dari tingkat kabupaten/kota sampai propinsi. Tim Penilai di tingkat Kab./Kota ditetapkan oleh Bupati/Walikota dengan Ketua Kepala Dinas Kesehatan/unsur Dinkes Kab/Kota dengan anggota pejabat lintas sektor terkait, unsur Dinas Kesehatan Kab./Kota, dan unsur organisasi profesi terkait. Sedangkan di tingkat Propinsi, Tim Penilai ditetapkan oleh Gubernur dengan Ketua Kepala Dinas Kesehatan dan Anggota terdiri dari pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan Propinsi yang ditunjuk, pejabat lintas sektor terkait dan organisasi profesi terkait.
Komponen penilaian yang harus dipenuhi terdiri dari kriteria umum dan kinerja. Kriteria umum meliputi berakhklak dan berbudi pekerti baik, tidak sedang dalam kasus pidana/perdata dan penyalahgunaan Napza, berjasa terhadap masyarakat di wilayah kerjanya baik langsung maupun tidak langsung dan lulus seleksi yang dilakukan Tim Penilai.
Sedang komponen kinerja meliputi sebagai penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, sebagai tenaga pemberdayaan masyarakat, sebagai pemberi pelayanan kesehatan strata pertama, sebagai pegawai Puskesmas (tanggung jawab, ketaatan, kejujuran, kerja sama, prakarsa dan kepemimpinan), sebagai Nakes profesional (keikutsertaan dalam bidang keilmuan, hubungan dengan pasien dan keluarga miskin, hubungan dengan rekan kerja), sebagai anggota masyarakat (kepribadian, peran serta dalam masyarakat, berperan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan, berperan dalam pembinaan generasi muda dan berperan dalam organisasi kemasyarakatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang H. Deden Kuswan mengatakan ketatnya seleksi yang harus ditempuh para Nakes teladan itu karena dipundak para teladan ada beban yang berat menjadi contoh bagaimana cara melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. “Teladan itu kinerjanya akan menjadi rujukan dan jejaknya akan diikuti tenaga kesehatan lainnya untuk memotivasi memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” ujar H. Deden Kuswan dalam sambutannya saat pemberian penghargaan dan hadiah bagi para Nakes teladan tingkat Kabupaten Pandeglang, di Aula Dinas Kesehatan, Rabu (14/8).
Selain penghargaan dari Bupati Pandeglang H. Erwan Kurtubi, masing-masing para Nakes teladan 2013 juga mendapatkan hadiah tabungan Tanda Mata yang diserahkan langsung oleh Manager Senior Bank Jabar Banten (BJB) Pandeglang Arief Abdul Qudus.
Empat Kategori
Pemilihan tenaga kesehatan Kabupaten Pandeglang Tahun 2013 terdiri dari empat kategori yang diikuti oleh perwakilan 36 Puskesmas se Kabupaten Pandeglang, dimana masing masing puskesmas diwakili oleh seorang dokter umum, perawat, nutrisionis (ahli gizi) dan Pranata Laboratorium Puskesmas.
Berdasarkan hasil seleksi ditetapkan sebanyak 11 nakes teladan tingkat Kabupaten Pandeglang yang terdiri dari teladan peringkat 1 hingga IV. Para teladan peringkat pertama tersebut diantaranya Dr. Hj. Nidia Afrah dariPuskesmas Jiput, Alik Wahyudi (Perawat PKM Cimanggu), Vara Oktasani (NutrisionisPKM Panimbang), dan Juriah Pranata Laboratorium Puskesmas Panimbang.

Untuk Nakes teladan peringkat pertama masing-masing diikutkan dalam seleksi Nakes Teladan tingkat Provinsi Banten yang sudah ditetapkan pemenangnya pada Juni 2013 lalu. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten No.821/1657/Kes/VI/2013 tentang penetapan pemenang lomba tenaga kesehatan teladan tingkat Provinsi Banten tahun 2013, Alik Wahyudi Perawat Teladan dari Kabupaten Pandeglang ditetapkan sebagai Nakes Perawat Teladan peringkat pertama tingkat Provinsi Banten Tahun 2013 dan berhak mendapatkan penghargaan tingkat Nasional mewakili Provinsi Banten.

Berikut lampiran lengkap Surat Keputusan Bupati Pandeglang No. 446/Kep.164-Huk/2013 tanggal 3 Mei 2013 tentang Daftar Nama Pemenang Tenaga Kesehatan Teladan Puskesmas Tingkat Kabupaten Pandeglang Tahun 2013

Daftar Nama Pemenang Tenaga Kesehatan Teladan Puskesmas 
Tingkat Kabupaten Pandeglang Tahun 2013
No Kategori Nama Unit Kerja Peringkat
1 Dokter Umum 1. Dr. Hj. Nidia Afrah PKM Jiput I
2. Dr. Liez Azizah PKM Cimanuk II
3. Dr. Dewi Anti Yusnita PKM Cibaliung III
2 Perawat 1. Alik Wahyudi, A.Md.Kep PKM Cimanggu I
2. Anwar Firmanjaya, S.Kep PKM Cisata II
3. Hamdan Hermawan, S.Kep PKM Cipeucang III
4. Widaningsih, A.Md.Kep PKM Carita IV
3. Nutrisionis 1. Vara Oktasani, A.Md.Gz PKM Panimbang I
2. Sanni Yasmi N, A.Md.Gz PKM Carita II
4. Pranata Laboratorium 1. Juriah, S.Si PKM Panimbang I
2. Arif Rifai, A.Md. Ak PKM Cimanuk II

13 Agu 2013

Bupati Pandeglang Sidak Dinkes Pasca Lebaran

BUPATI Pandeglang H. Erwan Kurtubi melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Pandeglang di hari kerjanya yang pertama pasca cuti bersama lebaran 1434 H selama sepekan lebih.
Didampingi dua Asisten daerah, Asda I Pemkab Pandeglang H. Utuy Setiadi dan Asda III Hj. Ida Novaida, serta Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pandeglang Mohamad Amri, Bupati Erwan mengunjungi sejumlah SKPD diantaranya RSUD Berkah, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil usai apel pagi.
Bupati dan jajaran Pemkab Pandeglang setiap tahun selalu melakukan sidak disaat memasuki hari pertama setelah libur panjang tersebut terutama kepada SKPD yang tupoksinya memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Bupati Erwan juga sekaligus mengagendakan halal bi halal dengan para pegawai di lingkungan SKPD yang dikunjunginya tersebut. “Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mempererat silaturrahim antar pegawai dan memacu semangat untuk meningkatkan kualitas kerja dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Bupati Pandeglang H. Erwan Kurtubi, Senin (12/8).
Dalam kesempatan tersebut Bupati Erwan mengucapkan terimakasih karena para pegawai di hari pertama masuk kerja setelah libur Idul Fitri 2013 hampir seluruh pegawai masuk kerja. Diapun menegaskan apabila ditemukan ada pegawai yang tidak masuk kerja tanpa keterangan akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan dalam peraturan pemerintah (PP) 53 Tentang Disiplin Pegawai.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pandeglang Mohamad Amri mengungkapkan, jumlah pegawai yang masuk kerja di lingkungan Pemkab Pandeglang di hari pertama pasca libur lebaran mencapai rata sekitar 69,8 persen dari 42 SKPD yang ada di lingkungan Pemkab Pandeglang. Tingkat kehadiran ini, menurut Amri lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 62 persen.
“Data ini merupakan rata-rata dari seluruh SKPD. Memang tingkat kehadiran pegawai bervariasi, ada SKPD yang tingkat kehadirannya mencapai 100 persen, dan adapula yang tingkat  kehadirannya hanya dibawah 50 persen,” kata Amri.

8 Agu 2013

Dinkes Pandeglang Siagakan Posko Kesehatan Selama Lebaran


Pandeglang, 30/7 (Antara) - Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, menyiapkan pos koordinasi kesehatan untuk melayani kalangan pemudik saat arus mudik dan balik Lebaran 2013.
Koordinator Tim Kesehatan Lebaran Dinkes Pandeglang Yeni Herlina di Pandeglang, Selasa, menjelaskan pendirian posko mulai dioperasikan mulai H-7 atau Jumat (2/8) hingga H+7 Idul Fitri.
"Tim kesehatan yang akan melaksanakan pelayanan atau piket serta logistik untuk pelayanan kesehatan sudah disiapkan, tinggal menunggu operasional saja yang dijadwalkan mulai H-7," katanya.
Menurut dia, Dinkes telah menyiapkan tim kesehatan sebanyak 472 orang diantaranya terdiri dari dokter dan petugas medis lainnya yang akan siaga selama 24 jam secara bergiliran di 45 posko itu.
"Posko yang kita dirikan itu merupakan posko utama, dalam pelaksanaannya nanti akan didukung 36 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dan sembilan posko alternatif, jadi kalau totalnya kita mengoperasikan 90 titik untuk pelayanan kesehatan selama Lebaran ini," ujarnya.
Dinkes, kata dia, telah mengeluarkan imbauan agar seluruh puskesmas buka selama 24 jam mulai H-7 hingga H+7. Seluruh kepala puskesmas juga telah dipanggil untuk rapat koordinasi terkait pelayanan kesehatan selama Idul Fitri.
"Sedangkan posko alternatif yakni posko gabungan dengan petugas dari Kepolisian dan Dinas Perhubungan, Komuniasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Pandeglang," katanya.
Ia menjelaskan, dari sembilan posko alternatif atau tambahan itu, sebanyak enam pos diantaranya merupakan bagian dari posko gabungan bersama Polri dan Dishub yakni Pasar Badak, alun-alun timur Pandeglang, Terminal Kadubanen, pertigaan Mengger, Terminal Torogong, dan Posko Lippo, di kawasan wisata Pantai Carita.
Sedangkan tiga posko lainnya, disepanjang jalur Mandalawangi menuju Caringin, Kecamatan Carita yang akan dikoordinasikan oleh Puskesmas Mandalawangi, Puskesmas Pulosari dan Puskesmas Jiput.
Yeni menjelaskan, selama bertugas tim kesehatan yang bertugas di pos kesehatan masing-masing sebanyak dua orang terdiri dari petugas medis dan paramedis yang dibagi dalam dua shif sehari mulai 07.00 19.00 WIB dan 19.00 07.00 WIB, selama 24 jam.
"Kecuali pada hari H atau hari pertama Lebaran. Petugas jaga dibagi menjadi tiga shift pukul 07.00 WIB-14.00 WIB, pukul 14.00 WIB-21.00 WIB, dan pukul 21.00 WIB-07.00 WIB," kata Yeni yang juga Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Umum Dinkes Pandeglang. (sambas/antaranew.com)***

7 Agu 2013

Mupen, Muyan, Motor On The Road Pandeglang Gaungkan Program KB

RANGKAIAN Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang diperingati setiap tanggal 29 Juni, merupakan momentum penting bagi keluarga Indonesia untuk melakukan introspeksi serta pembenahan ke dalam untuk mewujudkan masyarakat yang baik, kuat dan berkualitas.
Peringatan ini pula merupakan suatu simbol dalam program kependudukan dan keluarga berencana (KB) dan  bentuk apresiasi bagi para pengelola program KB mulai dari tingkat bawah sampai ke tingkat pusat serta bagi para mitra kerja di lapangan.
Menurut Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Kabupaten Pandeglang Hj. Tati Suwagiharti, rangkaian Harganas tingkat Kabupaten Pandeglang diramaikan dengan berbagai bentuk kegiatan, salah satunya yakni memberikan pelayanan KB gratis metode jangka panjang (MJP).
"Kami menargetkan 100 aseptor (peserta KB) untuk mendapatkan pelayanan  alat kontrasepsi MJP kali ini," tutur Hj. Tati Suwagiharti usai mengikuti rangkaian acara Roadshow pelayanan KB di halaman Makodim 0601 Pandeglang, Kamis (4/7) beberapa waktu lalu.
Ditambahkan, untuk menggaungkan program KB dalam acara tersebut dimeriahkan juga dengan pagelaran seni budaya tradisional Banten dan parade puluhan kendaraan mobil unit penerangan (Mupen), mobil unit pelayanan  (Muyan), serta ratusan Motor on the road.


6 Agu 2013

Kadinkes: Posko Lebaran Bisa Melayani Masyarakat Umum


KEPALA Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten Deden Kuswan menyatakan Posko Kesehatan Idul Fitri 1434 Hijriyah tidak hanya melayanai pemudik tetapi juga masyarakat umum.
“Pelayanan Pos Kesehatan ditujukan untuk pemudik, tetapi tidak menutup non pemudik juga akan dilayani dalam kondisi darurat di dekat pos pelayanan kesehatan,” ujar Deden Kuswan.
Masyarakat, kata dia, terutama yang tinggal di sekitar posko bisa meminta pelayanan kesehatan pada petugas jaga, dan dipastikan akan mendapat pelayanan secara maksimal serta memperoleh obat yang dibutuhkan.
"Di posko tersebut bisa memberikan pelayanan kesehatan, meliputi pelayanan gawat darurat, pelayanan kesehatan dasar, dan rawat inap tingkat pertama, rujukan dan surveilans epidemiologi," tegasnya.
Untuk mendukung operasional dan monitoring pelaksanaan pos kesehatan yang ada di lapangan, Kadinkes mengungkapkan telah membentuk posko kendali utama tingkat kabupaten dengan menyiagakan dua orang dokter, 15 bidan dan perawat serta lima orang tenaga teknis lainnya.
Selain itu, kata dia, pada posko kendali utama yang dipusatkan di Klinik Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang disiagakan juga logistik cadangan berupa kendaraan ambulance, satu unit, vellbed dan tandu masing-masing dua unit serta obat-obatan serta alat kesehatan yang diperlukan untuk penanganan kasus kegawatdaruratan.
Sementara itu Koordinator Pelayanan Kesehatan arus mudik 2013/1434 Hijriyah Hj. Yeni Herlina menambahkan, guna memberikan pelayanan kesehatan pada warga yang mudik dan arus balik saat Lebaran, Diskes Pandeglang membentuk 45 posko utama pelayanan kesehatan yang terdiri dari 36 puskesmas dan sembilan posko kesehatan tambahan dan alternatif.
Ia menjelaskan, dari sembilan posko alternatif atau tambahan itu, sebanyak enam pos diantaranya merupakan bagian dari posko gabungan bersama Polri dan Dishub yakni Pasar Badak, alun-alun timur Pandeglang, Terminal Kadubanen, pertigaan Mengger, Terminal Torogong, dan Posko Lippo, di kawasan wisata Pantai Carita.
Sedangkan tiga posko lainnya, di sepanjang jalur Mandalawangi menuju Caringin, Kecamatan Carita yang akan dikoordinasikan oleh Puskesmas Mandalawangi, Puskesmas Pulosari dan Puskesmas Jiput.
Selama bertugas tim kesehatan yang bertugas di pos kesehatan masing-masing sebanyak dua orang terdiri dari petugas medis dan paramedis yang dibagi dalam dua shif sehari mulai 07.00 - 19.00 WIB dan 19.00 - 07.00 WIB, selama 24 jam.
"Kecuali pada hari H atau hari pertama Lebaran. Petugas jaga dibagi menjadi tiga shift pukul 07.00-14.00 WIB, pukul 14.00-21.00 WIB, dan pukul 21.00-07.00 WIB," kata Yeni yang juga Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Umum Dinkes Pandeglang itu. (sambas/antaranews.com)***

5 Agu 2013

PPNI Apresiasi Prestasi Perawat Alik Wahyudi Nakes Teladan Provinsi Banten 2013



KETUA Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Pandeglang Hj. Nuriah, SKM, M.Si memberikan apresiasi terhadap Alik Wahyudi, salah seorang Perawat Puskesmas Cimanggu yang terpilih sebagai tenaga kesehatan teladan tingkat Provinsi Banten tahun 2013.
Raihan prestasi teladan untuk kategori perawat ini menunjukan eksistensi dan peran perawat sangat dibutuhkan masyarakat.
“Prestasi ini menjadi cermin keberhasilan suatu daerah dalam pembinaan kualitas perawat dan hendaknya dapat terus dipertahankan," ujar Nuriah, akhir pekan kemarin.
Menurut penuturan Nuriah, terpilihnya Alik Wahyudi sebagai perawat teladan tingkat Provinsi tahun ini karena loyalitas dan pengabdiannya melayani masyarakat hingga ke desa terpencil di Kecamatan Cimanggu.
“Dia (Alik Wahyudi red) selama ini menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat secara baik dan profesional," tuturnya.
Atas prestasi tersebut, Alik Wahyudi bersama para teladan tingkat provinsi lainnya akan menerima penghargaan dari Pemerintah RI melalui Kementerian Kesehatan di Jakarta.
“Penghargaan kepada para perawat teladan tersebut akan diserahkan Menteri Kesehatan di Jakarta berkaitan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2013 nanti,” terangnya.
Nuriah berharap loyalitas dan pengabdian yang telah ditunjukkan oleh Alik Wahyudi selama ini dapat dijadikan inspirasi oleh para tenaga kesehatan lain dan lebih memotivasi perawat untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

4 Agu 2013

Puskesmas Siaga 24 Jam Selama Liburan Lebaran


KOORDINATOR pelayanan kesehatan arus mudik 2013 Hj. Yeni Herlina menegaskan, selama libur lebaran, pelayanan di 36 puskesmas se Kabupaten Pandeglang disiagakan melayani seperti biasa dan sebagian ada yang harus buka pelayanan 24 jam.
Kebijakan tersebut diakui Yeni yang juga Kabid Pelayanan Kesehatan Umum Dinkes Pandeglang ini dilakukan untuk tetap memberikan jaminan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, meski ada hak libur pegawai puskesmas selama enam hari kerja pada 5-10 Agustus 2013.
“Untuk pelayanan puskesmas siaga meskipun tidak jaga selama 24 jam, tetapi jika darurat dan sewaktu-waktu dibutuhkan harus siap untuk melayani, sedangan untuk puskesmas buka 24 jam wajib jaga selama 24 jam. Untuk tenaga medis dan paramedis sudah dibuat jadwal tersendiri baik puskesmas yang siaga maupun yang buka 24 jam, supaya mereka juga punya waktu merayakan Hari Raya Idul Fitri 1434 H,” ungkap Hj. Yeni Herlina usai melakukan monitoring kesejumlah pos kesehatan pada H-7, Kamis (1/8), kemarin.
Dijelaskan, ada 16 puskesmas yang berstatus siaga lebaran yakni Puskesmas Kadomas, Banjar, Bangkonol, Cikole,  Cipeucang,  Mekarjaya, Pulosari, Sindangresmi, Cikeusik, Sukaresmi, Cibitung, Sumur, Cikeudal, Pagelaran, Angsana, dan Puskesmas Patia.
Sementara 20 puskesmas lainnya, tambah Yeni sudah diinstruksikan untuk buka pelayanan 24 jam penuh yakni Puskesmas Majasari, Mandalawangi, Karangtanjung, Labuan, Cimanuk, Kaduhejo, Munjul, Cadasari, Cigeulis, Cimanggu, Cisata, Jiput, Cibaliung, Saketi, Bojong, Picung, Menes, Carita, Panimbang dan Puskesmas Sobang.

3 Agu 2013

Pemudik Jangan Ragu Manfaatkan Pos Kesehatan di Sepanjang Jalur Mudik Lebaran

Kepada seluruh pemudik, jagalah kebugaran tubuh agar tetap fit dan manfaatkan pos-pos kesehatan yang ada di sepanjang jalur mudik Lebaran. Jangan ragu untuk beristirahat bila merasa lelah, dan jangan ragu pula untuk mencari pengobatan bila merasa sakit atau terdapat gangguan kesehatan. 

Demikian kutipan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP dan PL) Kemenkes RI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp(K), MARS, DTM&H, DTCE, saat memberikan keterangan kepada media usai kegiatan Apel Siaga Pelayanan Kesehatan Mudik Lebaran yang dipimpin oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, MSc, PhD, di Halaman Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta (25/7).

Prof. Tjandra menyatakan bahwa pelayanan kesehatan saat mudik itu ada dua. Selain Pos Kesehatan yang disiagakan di pinggir jalan, Puskesmas dan Rumah Sakit di sepanjang jalur mudik juga dihimbau untuk bersiaga menerima kunjungan masyarakat.

“Jadi, masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan tidak harus ke Pos Kesehatan, tetapi bisa juga dilakukan di Puskesmas atau RS”, ujar Prof. Tjandra.

Kepada sejumlah media, Prof. Tjandra menyebutkan terdapat dua golongan pemudik yang perlu mendapatkan perhatian khusus saat mudik, yaitu : 1) Bayi, balita, anak-anak dan lansia karena membutuhkan persiapan khusus menghadapi perjalanan jauh yang memakan waktu berjam-jam; dan 2) Orang yang sedang sakit atau dalam perawatan dianjurkan untuk menyiapkan obat-obatan yang diperlukan selama perjalanan, serta tidak menghentikan pengobatannya.

“Saya selalu menganjurkan, jangan lakukan perjalanan jauh dalam kondisi tubuh masih lelah karena bekerja seharian, apalagi bila menggunakan kendaraan pribadi”, ujar Prof. Tjandra.

Setiap tahun sejak lima dasawarsa lalu, Kemenkes RI bersama lintas sektor melakukan berbagai kegiatan pelayanan kesehatan bagi pemudik, mulai H-14 hingga H+14, di tempat-tempat yang diperlukan pada jalur arus mudik Lebaran. Upaya tersebut dilakukan dengan tujuan menurunkan angka kecelakaan, angka kematian dan tindak kejahatan.

Kegiatan lapangan yang akan dilakukan, antara lain: 1) Penyebaran informasi; 2) Penyediaan distribusi logistik (obat-obatan, tenda pos kesehatan, emergency-kit, dan peta mudik lebaran); 3)aPengurangan faktor risiko melalui pemeriksaan kesehatan pengemudi angkutan umum di 11 Provinsi; 4) Pengendalian faktor risiko (sistem kewaspadaan dini KLB, pemeriksaan/inspeksi sanitasi, dan pemeriksaan kesehatan di tempat umum); 5) Promosi kesehatan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan himbauan untuk menjadikan Bulan Ramadhan sebagai saat yang tepat untuk berhenti merokok; 6) Pelayanan Medis dengan menyiagakan Pos Kesehatan Pelabuhan (206 pos), Pos Kesehatan Terpadu Lintas Sektor (646 buah); Puskesmas dan Ambulans 24 jam (892 buah); serta menginstruksikan kepada 1.554 RS di sekitar Sumatera, Jawa dan Bali untuk siaga 24 jam.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 500-567; SMS 081281562620, faksimili: (021) 52921669, website www.depkes.go.id dan e-mail kontak@depkes.go.id

2 Agu 2013

Libur Iedul Fitri RSUD Berkah Tetap Buka



BAGI beberapa kalangan, liburan Idul Fitri biasanya ditambah dengan cuti tahunan, sehingga kesempatan untuk menemui sanak keluarga di kampung halaman menjadi lebih leluasa. Apalagi pada tahun ini, pemerintah mengambil kebijaksanaan istimewa dengan libur panjang mulai 3-11 Agustus 2013.
Hal tersebut mengingat Lebaran Iedul Fitri kali ini kemungkinan akan jatuh pada Jum’at dan Sabtu (9-10/8), sehingga pemerintah memberikan waktu cuti bersama selama lima hari kerja terhitung mulai Senin (5/8) hingga Jum’at (9/8).
Namun tak demikian yang dialami sebagian para pegawai di fasilitas pelayanan publik seperti halnya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
Direktur RSUD Berkah Pandeglang dr. Hj. Susi Badrayanti mengatakan, karena pelayanan orang sakit tidak boleh berhenti, sehingga tidak semua tenaga medis dan paramedis baik dokter, perawat, bidan atau petugas lainnya bisa menikmati libur saat lebaran.
“Rumah sakit tetap buka melayani pasien selama libur lebaran,” ujar dr. Hj. Susi Badrayanti disela mengikuti rapat koordinasi di Kantor BPKAD Pemkab Pandeglang, Rabu (31/7).
Dijelaskan, RSUD Berkah tetap akan buka melayani warga Pandeglang yang membutuhkan pengobatan termasuk jika harus dirawat inap. Hanya saja, untuk pelayanan poliklinik saat tanggal merah, pelayanan kesehatan diliburkan. Tetapi, untuk unit gawat darurat (UGD) akan tetap buka memberikan layanan kesehatan selama 24 jam. “Kalau poliklinik memang tutup, tetapi UGD buka. Jadi pasien-pasien dialihkan ke UGD selama cuti bersama,” tandasnya.