19 Mei 2013

Dokter Teladan Kabupaten Pandeglang, Nidia Afrah

RAMAH, lemah lembut dan selalu tersenyum, begitu teman-teman seprofesinya menilai keseharian  Nidia Afrah, sang dokter umum teladan tingkat Kabupaten Pandeglang tahun 2013.
Dokter kelahiran Karawang yang telah mengabdikan diri melayani masyarakat selama tiga tahun di Puskesmas Jiput ini dikenal seorang yang supel serta mudah bergaul.
Dia juga rajin turun ke lapangan. Tidak segan-segan dirinya langsung menghadapi pasien terutama penderita Tuberculosis (Tbc) yang sulit dan tidak mau diobati. “Saya memang sering mendapati penderita Tbc yang tidak mau diobati, disitulah seninya memotivasi pasien meminum obat anti Tbc (OAT),” tutur Nidia disela acara silaturahim sebelum keberangkatan mengikuti seleksi tingkat provinsi, di aula Dinkes Pandeglang (13/5).
Kegigihannya merawat dan melayani penderita penyakit Tbc membuat alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Maranata Bandung itu terpilih menjadi teladan. Itulah modal yang ia miliki mengikuti seleksi dokter teladan tingkat Provinsi Banten. "Saya merasa bangga karena dipercaya mewakili Pandeglang," imbuh Nidia.
Diajang seleksi teladan tingkat Provinsi Banten yang digelar mulai hari Senin (13/5) ini dia berharap dapat memberikan prestasi yang terbaik bagi Kabupaten Pandeglang.

18 Mei 2013

Alik Wahyudi, Perawat Teladan 2013


SEBAGAI salah satu profesi paramedis di tingkat Puskesmas, perawat tidak hanya sekedar bekerja memberikan pelayanan kesehatan khususnya di bidang keperawatan terhadap orang sakit, tetapi juga harus memiliki kemampuan membina peran serta masyarakat. Tepatnya seorang perawat dituntut berperan juga sebagai tenaga pemberdayaan masyarakat dilingkungannya. Hal itulah yang menjadikan salah satu alasan Alik Wahyudi dinobatkan sebagai perawat teladan tahun ini.
Perawat Puskesmas Cimanggu ini dinilai berhasil membina dan mengembangkan desa siaga aktif di Desa Mangkualam Kecamatan Cimanggu. Iapun mengaku tak mengira jika kiprahnya membina masyarakat pedesaan bersama bidan desa setempat menghantarkannya sebagai perawat teladan tingkat Kabupaten Pandeglang tahun 2013.
Untuk prestasi yang disandangnya itu Alik mengatakan siap mengikuti seleksi perawat teladan tingkat Provinsi Banten. “Saya sudah menyiapkan makalah tentang desa siaga Mangkualam untuk dipresentasikan dihadapan tim seleksi provinsi,” terang Alik disela keberangkatannya mengikuti seleksi tenaga kesehatan teladan tingkat Provinsi Banten, Senin (13/5).
Disamping itu, ia juga menyatakan kesiapannya dikunjungi tim seleksi provinsi untuk melakukan penilaian lapangan di Desa Mangkualam yang rencana akan datang pada 21 Mei 2013 mendatang.
Alik berharap penghargaan yang disandangnya ini sebagai lecutan semangat agar dia bekerja lebih keras lagi. Penghargaan itu membuat dirinya semakin percaya diri untuk meneruskan upaya memberdayakan kesehatan warga Desa Mangkualam yang terbilang sangat terpencil itu.

17 Mei 2013

RSB Permata Ibunda Dinobatkan Sebagai Pengelola Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi Terbaik

Dari dua rumah sakit di Kabupaten Pandeglang, akhirnya Rumah Sakit Bersalin (RSB) Permata Ibunda dinobatkan sebagai Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (RSSIB) terbaik tingkat Kabupaten Pandeglang tahun 2013.
Pemilihan RSB Permata Ibunda yang berlokasi di kawasan Majasari Pandeglang itu karena dinilai berkomitmen penuh terhadap pelayanan kesehatan, khususnya terhadap ibu dan anak.
"Kami menyambut baik penetapan sebagai RSSIB, karena RSB Permata Ibunda merupakan pelaksana program kesehatan utamanya untuk menekan angka kematian ibu, bayi dan balita," ujar Manajer RSB Permata Ibunda, Hj. Mei Wijaya, SKM, MARS, Kamis (16/5).
Keberhasilan ini ungkap Mei sekaligus membuktikan bahwa RSB Permata Ibunda diakui memiliki sumberdaya kesehatan (SDM) berkualitas dan selalu mengutamakan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Penghargaan ini diberikan dalam rangka rangkaian program Gerakan Sayang Ibu (GSI) tingkat Kabupaten Pandeglang tahun 2013,” katanya.
Menurut Mei, pihaknya sudah siap menjadi wakil Kabupaten Pandeglang untuk bersaing dengan rumah sakit Kabupaten/Kota lainnya dalam seleksi RSSIB Provinsi Banten tahun 2013, yang merupakan bagian dari ranggkaian kegiatan GSI Provinsi Banten.
Untuk diketahui, Rumah Sakit Sayang Ibu Bayi (RSSIB) merupakan salah satu program di Kementerian Kesehatan dalam upaya menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi di fasilitas kesehatan RS melalui 10 Langkah Perlindungan Ibu dan Bayi secara Terpadu dan Paripurna. Melalui program ini setiap tahun diadakan penilaian dalam rangka memperingati Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember.
Kemenkes bersama Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) setiap tahun akan memberikan beberapa penghargaan diantaranya penghargaan pada Pengelola Terbaik RSSIB tingkat Propinsi dan Nasional.

8 Mei 2013

6 Tim Enumerator Riskesdas Pandeglang Dikukuhkan


ENAM tim enumerator yang akan bertugas di wilayah Kabupaten Pandeglang dikukuhkan sebagai tenaga pengumpul data riset kesehatan dasar (Riskesdas), Senin (6/5).
Pengukuhan dilakukan menyusul telah selesainya penyelenggaraan Workshop Riskesdas bagi enumerator yang dilaksanakan selama dua pekan beberapa waktu lalu.
Menurut Sekretaris Dinkes Pandeglang Hj. Nuriah, setiap tim pengumpul data terdiri dari 5 orang yang akan bekerja di 34 blok sensus (BS) terpilih, di mana setiap BS diwawancara sebanyak 25 rumah tangga terpilih.
“Data dikumpulkan dengan cara wawancara, pengamatan, pengukuran, pemeriksaan, dan pengambilan spesimen. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner terstruktur, bahan yang telah distandarisasi dan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang telah dilatih,” jelasnya.
Ditambahkan, tim enumerator akan bekerja di lapangan selama dua bulan penuh mulai 6 Mei hingga 25 Juni 2013 dengan dibantu petugas medis dokter dan paramedic pendamping di wilayah Puskesmas setempat.
Riset Skala Nasional
Diketahui, Riskesdas ini merupakan Riset Kesehatan berbasis komunitas berskala nasional sampai tingkat kabupaten/kota yang dilakukan setiap 5 tahun sekali.
Riskesdas dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) Kementerian Kesehatan RI dengan kerangka sampel yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Dalam Riskesdas dilakukan berbagai pengukuran dan pemeriksaan, seperti berat badan, tinggi/panjang badan, lingkar perut, lingkar lengan atas, tajam penglihatan, kesehatan gigi, tekanan darah, haemoglobin dan gula darah. Dilakukan pula pengambilan specimen darah dan urin untuk parameter terkait dengan faktor risiko penyakit.
Pada tahun 2007 Badan Litbangkes telah melakukan Riskesdas pertama, meliputi semua indikator kesehatan utama, yaitu status kesehatan (penyebab kematian, angka kesakitan, angka kecelakaan, angka disabilitas, dan status gizi), kesehatan lingkungan (lingkungan fisik), konsumsi rumahtangga,
pengetahuan-sikap-perilaku kesehatan (Flu Burung, HIV/AIDS, perilaku higienis, penggunaan tembakau, minum alkohol, aktivitas fisik, perilaku konsumsi makanan) dan berbagai aspek mengenai pelayanan kesehatan (akses, cakupan, mutu layananan, pembiayaan kesehatan).
Pada tahun 2010, untuk kepentingan memberikan informasi terkait indikator MDGs bidang kesehatan telah dilakukan Riskesdas yang sampelnya mewakili tingkat provinsi dan nasional. Data Riskesdas 2010 mencakup indikator: penyakit menular (Malaria,TBC Paru), status gizi,kesehatan reproduksi,
kesehatan bayi dan balita, serta faktor-faktor yang mempengaruhi, seperti sanitasi lingkungan, pengetahuan dan perilaku kesehatan (HIV,Merokok), konsumsimakan individu dan akses pelayanan kesehatan. Dilakukan juga pemeriksaan darah di lapangan untuk Malaria dengan metode RDT dan Pemeriksaan. Entri data dilakukan di lapangan pada semua blok sensus. 

7 Mei 2013

Inilah Kepengurusan PPNI Pandeglang Periode 2013-2018


TERPILIH menjadi Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Pandeglang dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab), beberapa waktu lalu, Ketua PPNI Pandeglang Hj. Nuriah melantik kepengurusan PPNI periode 2013-2018, di aula utama gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah, Jum’at (26/4).
Sebanyak 30 orang kepengurusan inti PPNI Kabupaten Pandeglang itu dikukuhkan guna membantu ketua terpilih selama lima tahun mendatang.

Berikut susunan lengkap kepengurusan PPNI Pandeglang periode 2013-2018;

DEWAN PERTIMBANGAN PPNI
Ketua Dewan Pertimbangan DR. H. Didi Mulyadi, SKM, M.Kes
Wakil ketua Deni Kurnia
Sekretaris Hj. Ika Rostika Marliah
Anggota : H. Ahmad Hidayat, Wawan Suherwan, H. Dede Suganda, Hj. Mei Wijaya

DEWAN PENGURUS PPNI
Ketua PPNI Hj. Nuriah, SKM, M.Si
Wakil ketua I H. Tb. Mista Mahfudzi
Wakil ketua II H. Endang Mulyadi
Sekretaris Tb. Agus Wahyudin
Wakil sekretaris I Daman Khurif
Wakil sekretaris II Yani Ahyani
Bendahara H. Jenal Mutaqin
Wakil bendahara I Fatmawati
Wakil bendahara II Andria Garini

DIVISI
Ketua Divisi Organisasi dan Hukum Dede Kartedi
Anggota Sugiri, Titis Aryani
Ketua Divisi Pendidikan dan Latihan Enong Eroh
Anggota Neneng Rahmawati, Iiz Muhamad Rizal
Ketua Divisi Pelayanan Agus Surya
Anggota Muslim, Herni Sugiarti
Ketua Divisi Humas Yudi Hermawan,, SKM
Anggota Jam’an, Andri Wahidin
Ketua Divisi Kesejahteraan H. Samsudin
Anggota Dedi Alfaritzi, Ishak CB

Bersinergi
Usai melantik, Hj. Nuriah memaparkan langkah-langkah kedepan di masa kepemimpinannya pada periode 2013-2018. "Kita secepatnya akan mengkomunikasikan program kerja pengurus PPNI  secara internal kepada teman-teman perawat yang ada di Kabupaten Pandeglang,” ujar Hj. Nuriah, SKM, MSi yang juga Sekretaris Dinkes Pandeglang
Dalam kesempatan tersebut, dia menyampaikan salah satu program dikepengurusan yang dipimpinnya itu diantaranya menjadikan organisasi yang menghimpun para perawat itu agar dapat lebih bersinergi dengan pemerintah daerah dan pusat serta melakukan kerja sama dengan organisasi profesi kesehatan lainnya di Kabupaten Pandeglang.
“PPNI siap untuk mendukung program Pemkab Pandeglang dibidang kesehatan  melalui koordinasi dan komunikasi internal maupun eksternal,” tegasnya.

5 Mei 2013

Bupati Buka Pameran Pembangunan Hari Jadi Pandeglang



 BUPATI Pandeglang H. Erwan Kurtubi didampingi oleh Wakil Bupati Hj. Heryani dan Assisten Daerah II (Assda) Provinsi Banten H. Husni Hasan, secara resmi membuka Pameran Pembangunan hari jadi ke-139 Kabupaten Pandeglang, di Alun-alun Ibukota Pandeglangg, Sabtu (4/5).
Menurut Bupati Erwan, kegiatan pameran pembangunan tahun ini bertepatan dengan penyelenggaraan Musyabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) X tingkat Provinsi Banten berlangsung mulai Sabtu hingga Rabu (4-8/5). Sementara pameran pembangunan dalam rangka hari jadi ke-139 Kabupaten Pandeglang digelar selama sepuluh hari pada  4-13 Mei 2013.
“Pameran pembangunan hendaknya dapat dijadikan sebagai momentum bagi kita dalam mengenalkan hasil pembangunan kepada masyarakat,” papar Bupati Pandeglang H.. Erwan Kurtubi dalam sambutan peresmian pembukaan pameran pada Sabtu petang.
Dia berharap dengan kegiatan pameran tersebut akan terjadi interaksi antar pengusaha dan industri kecil guna lebih meningkatkan produktifitas dan pemasaran produk lokall yang lebih luas, sehingga kegiatan ini dapat dijadikan sarana untuk menyerap informasi dan aspirasi masyarakat sebagai bahan perencanaan pembangunan di masa yang akan datang.
Berbeda dengan tahun lalu, pameran kali ini tidak hanya diikuti stand satuan perangkat kerja daerah (SKPD) Pemkab Pandeglang. Pantauan di lapangan tampak Pemda bupaten/kota maupun Pemprov Banten juga menggelar  stand daerah masing-masing ditengah alun-alun.
Stand SKPD dilingkungan Pemkab Pandeglang mengisi area di sebelah utara dan selatan alun-alun. Sedangkan disebelah timur-barat, alun-alun dikonsentrasikan untuk fasilitas pasar rakyat dan hiburan.

29 Apr 2013

Enumerator Pandeglang Selesai Jalani Training Centre Riskesdas 2013


PADA tahun 2013 Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) akan melakukan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dilaksanakan serempak secara nasional.
Untuk mendukung pelaksanaan Riskesdas di Kabupaten Pandeglang, sebanyak 30 tenaga pengumpul data (Enumerator) yang akan bertugas melakukan pendataan, mengikuti Trainning Center (TC) bagi enumerator Riskesdas Provinsi Banten.
TC enumerator dilaksanakan tingkat Provinsi bertempat di Patra Jasa, Anyer selama 10 hari mulai dari tanggal 15 – 24 April 2013 ini.
Menurut kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang H. Deden Kuswan, dalam Riskesdas 2013 ini, akan dilaksanakan riset tentang kesehatan masyarakat dan riset tentang biomedis.
“Untuk Kabupaten Pandeglang akan dilaksanakan survey di 33 blok sensus di 24 wilayah kecamatan terpilih. Sedangkan untuk biomedis, akan dilakukan survey sebanyak 8 blok sensus di 8 wilayah kecamatan yang sudah ditentukan secara nasional,” jelasnya.
TC yang diikuti oleh 30 peserta yang terbagi dalam 6 tim, masing-masing tim sebanyak 5 orang ini dijadwalkan akan melakukan survey pada bulan Mei sampai dengan Juni 2013 mendatang.
“Tim enumerator yang mengikuti TC terdiri dari berbagai profesi kesehatan seperti bidan, perawat, ahli gizi, tenaga kesehatan lingkungan, perawat gigi, serta analis kesehatan dan para sarjana kesehatan masyarakat dibidangnya masing-masing,” ungkap Deden.
Ditambahkan, Riskesdas 2013 sangat penting untuk dilaksanakan mengingat informasi hasil Riskesdas 2013akan dijadikan dasar untuk menilai keberhasilan pelaksanaan pembangunan jangka menengah 2010-2014.
Selain itu, juga sebagai sarana untuk mengevaluasi perkembangan status kesehatan masyarakat Indonesia di tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota dalam enam tahun terakhir,termasuk perubahan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi status kesehatan masyarakat di tiap tingkat wilayah pemerintahan, dan perkembangan upaya pembangunan kesehatannya.
Description: https://mail.google.com/mail/u/0/images/cleardot.gif