Tampilkan postingan dengan label Seminar Bahaya Rokok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seminar Bahaya Rokok. Tampilkan semua postingan

2 Okt 2014

MUI Ajak Umat Tinggalkan Kebiasaan Merokok



Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten KH. Ahmad Wahid Sahari MA mengajak masyarakat untuk meninggalkan kebiasaan merokok, yang dinilainya sebagai sesuatu yang dapat merugikan dan membahayakan penggunanya, terutama dalam hal kesehatan.
Hal itu diungkapkan  KH. Ahmad Wahid Sahari, MA, saat menjadi pembicara ketiga Seminar Sehari Bahaya Rokok yang digelar Dinkes Pandeglang  di  Hotel Sofyan Inn ALTAMA  Jl. Raya Serang Km. 3 Pertigaan Cigadung, Pandeglang, Selasa (30/9/2014).
Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang H. Deden Kuswan serta ratusan peserta seminar dari berbagai tempat di Kabupaten Pandeglang.
Memaparkan makalah berjudul Bahaya Rokok dan Solusinya Ditinjau dari Agama Islam, KH. Ahmad Wahid Sahari, MA menjelaskan bagaimana bahaya rokok bagi kesehatan diantaranya bahaya rokok bagi ibu hamil, anak-anak, remaja dan pelajar hingga merokok dapat merusak lingkungan.
“Tentang persoalan merokok dalam pandangan Islam ini, ada beberapa pendapat. Secara garis besarnya ada yang berpendapat hukum rokok adalah makruhkarena tidak ada nash yang langsung mengharamkannya,” ujarnya.
Namun demikian, ia menyakinkan bila melihat dalil-dalilnya pendapat yang menharamkannya adalah yang lebih kuat diantaranya merokok itu sesuatu yang khobits (buruk), merokok termasuk perbuatan mubadzir, merokok adalah perbuatan yang berlebih-lebihan (melampaui batas), merokok sama saja bunuh diri.
“Merokok sama saja melemparkan diri dalam jurang kebinasaan, merokok dapat menimbulkan bahaya, merokok mencemari lingkungan, merokok mencemari keharmonisan keluarga,” urainya.
Oleh karena itu, dia menegaskan hukum merokok menurut Fatwa MUI adalah haram bagi anak-anak, wanita hamil, para pengurus MUI/Kiyai, dan di tempat-tempat umum seperti Masjid, sekolah, kantor, rumah sakit dan lain-lain.

1 Okt 2014

Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Sangat Penting Untuk Menyelamatkan Orang yang Tidak Merokok


Kawasan Tanpa Rokok (KTR) penting, bukan saja bagi siperokok, namun lebih dari itu KTR sangat penting untuk kesehatan masyarakat atau menyelamatkan orang yang tidak merokok.
Hal itu ditegaskan DR. Rohani Budi Prihatin, M.Si saat menjadi pembicara kedua Seminar Sehari Bahaya Rokok yang digelar Dinkes Pandeglang di Hotel Sofyan Inn Altama, Pandeglang, Selasa (30/9/2014).
Menurutnya, perokok merupakan orang yang egois. Ketika dilarang merokok, perokok mengatakan yang digunakan duitnya. Sedangkan asapnya dibagi pada semua orang disekelilingnya.” Kalau itu rokok duitnya, kenapa asap tidak miliknya sendiri, kenapa harus asap itu dibagi- bagi,” kata Stap Ahli Sekretaris Jendral (Setjen) DPR RI ini.
Dia mengungkapkan, soal KTR ini, menurut Budi banyak yang salah paham. “KTR bertujuan untuk merubah letak perokok bukan menghalangi orang merokok,” katanya.
Dijelaskan, kondisi saat ini Indonesia masuk kategori darurat konsumsi rokok. “Lihat saja iklan, promosi dan sponsor rokok secara sistematis, masif dan terus menerus mengkondisikan orang untuk menjadi perokok,” ujarnya.
Oleh karena itu perlu dilakukan langkah-langkah pengamanan rokok bagi kesehatan, diantaranya melalui penetapan KTR. “Kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah terkait kawasan tanpa rokok sudah banyak dilakukan daerah lain seperti DKI, Bogor, Yogyakarta, Palembang, Padang Panjang, Balikpapan, daerah lain bisa, berarti Kabupaten Pandeglang juga bisa,” tuturnya.
Dia menegaskan, orang yang tidak merokok berhak mendapatkan udara sehat tanpa racun rokok. Oleh sebab itu, perlu ada aturan bagi perokok supaya tidak meracuni orang yang tidak merokok dengan asapnya. “Jadi, kawasan tanpa asap rokok merupakan suatu jalan keluar untuk menyelamatkan yang tidak ingin menghirup racun rokok,” tandasnya.
Ketua Panitia Penyelenggara, dr. H. Kodiat Juarsa, M.Kes mengatakan, seminar bahaya rokok secara umum ditujukan guna meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terutama tentang bahaya merokok, serta diharapkan peserta menyampaikan kembali hasil seminar tentang bahaya rokok kepada masyarakat luas.
“Secara khusus peserta seminar diharapkan mengetahui tentang bahaya rokok, mengetahui dan mengerti tentang bahaya rokok dari sudut pandang agama, dan memahami perlunya Kawasan Tanpa Rokok untuk mencegah bahaya rokok,” kata Kodiat yang juga Kepala Bidang Sumberdaya Kesehatan Dinkes Pandeglang itu.


30 Sep 2014

dr. Tri Agus Yuarsa : 70 Persen Perokok Ingin Berhenti, Tetapi....


Spesialis Paru Rumah Sakit Umum (RSU) Banten dr. Tri Agus Yuarsa, S.Ik,Sp.P,M.Kes  mengungkapkan sebanyak 70 persen perokok pada dasarnya berkeinginan kuat untuk berhenti merokok, karena alasan merokok sangat mengganggu kesehatan.
Namun demikian, dari jumlah tersebut hanya sepertiganya yang mencoba untuk berhenti merokok tiap tahun dan hanya 5% -10% yang dapat berhenti sendiri tanpa bantuan.
Pernyataan tersebut terungkap dalam Seminar
Sehari 'Bahaya Merokok' yang digagas Seksi Promosi Kesehatan Dinkes Pandeglang di Hotel Sofyan Inn Altama, Pandeglang, Selasa (30/9/2014).
dr. Tri Agus Yuarsa yang menjadi pembicara pertama seminar mengatakan, perokok dewasa pada umumnya sangat sadar akan bahaya dari merokok.
Selain menimbulkan sejumlah gejala kurang baik bagi kesehatan, merokok juga menjadi penyebab kematian paling tinggi di dunia. Dampak dari merokok, kata dia tidak hanya merugikan bagi para pengguna, tetapi juga merugikan lingkungan sekitarnya,” paparnya dihadapan ratusan peserta seminar yang terdiri dari beragam kalangan di Pandeglang tersebut.
Ketua Panitia Penyelenggara, dr. H. Kodiat Juarsa, M.Kes mengatakan, seminar bahaya rokok secara umum ditujukan guna meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terutama tentang bahaya merokok, serta diharapkan peserta menyampaikan kembali hasil seminar tentang bahaya rokok kepada masyarakat luas.
“Secara khusus peserta seminar diharapkan mengetahui tentang bahaya rokok, mengetahui dan mengerti tentang bahaya rokok dari sudut pandang agama, dan memahami perlunya Kawasan Tanpa Rokok untuk mencegah bahaya rokok,” kata Kodiat yang juga Kepala Bidang Sumberdaya Kesehatan Dinkes Pandeglang itu.

Ratusan Peserta Hadiri Seminar Sehari Bahaya Rokok




Ratusan peserta dari berbagai kalangan menghadiri acara Seminar Sehari Bahaya Rokok yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang di  Hotel Sofyan Inn ALTAMA  Jl. Raya Serang Km. 3 Pertigaan Cigadung, Pandeglang, Selasa (30/9/2014).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang H. Deden Kuswan membuka seminar yang menghadirkan tiga nara sumber yakni spesialis paru dr. Tri Agus Yuarsa, S.Ik,Sp.P,M.Kes dari RSU Banten,  DR. Rohani Budi Prihatin, M.Si dari Pusat Pengkajian, Pengolahan Data dan Informasi (P3D) Setjen DPR RI dan Ketua MUI Banten KH. Abdul Wahid Sahari, MA.
Sementara peserta yang hadir seratusan peserta dari berbagai kalangan diantaranya delegasi dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilingkungan Pemkab Pandeglang, Kantor Kemenag Pandeglang, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Polres Pandeglang, Dandim Pandeglang, Pimpinan/Dosen Perguruan Tinggi, NGO Harfa, Pimpinan Bank BNI, BJB, BRI, BSM, Ketua Organisasi Profesi  IDI, IBI, PPNI, Mahasiswa, para guru dan pelajar serta  mengundang peserta dari perwakilan media massa cetak, media elektronik maupun online yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pandeglang.
Dalam sambutannya Kadinkes H. Deden Kuswan mengatakan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. “Salah satu perilaku hidup bersih dan sehat yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat adalah kebiasaan merokok di dalam ruangan,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, bahaya merokok terhadap kesehatan tubuh telah diteliti dan dibuktikan banyak orang. Begitupun efek-efek yang merugikan akibat merokok pun sudah diketahui dengan jelas. “Banyak penelitian membuktikan kebiasaan merokok meningkatkan risiko timbulnya berbagai penyakit seperti penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah, kanker paru-paru, kanker rongga mulut, kanker laring, kanker osefagus, bronkhitis, tekanan darah tinggi, impotensi serta gangguan kehamilan dan cacat pada janin,” katanya.
Usai pembukaan Kadinkes Pandeglang H. Deden Kuswan memberikan poster bergambar “Tubuh Seorang Perokok” secara simbolis kepada perwakilan peserta dari SKPD Bagian Hukun Setda Pandeglang Hj. Enok Zaitun.
Ketua Panitia Penyelenggara, dr. H. Kodiat Juarsa, M.Kes mengatakan, seminar bahaya rokok secara umum ditujukan guna meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terutama tentang bahaya merokok, serta diharapkan peserta menyampaikan kembali hasil seminar tentang bahaya rokok kepada masyarakat luas.
“Secara khusus peserta seminar diharapkan mengetahui tentang bahaya rokok, mengetahui dan mengerti tentang bahaya rokok dari sudut pandang agama, dan memahami perlunya Kawasan Tanpa Rokok untuk mencegah bahaya rokok,” kata Kodiat yang juga Kepala Bidang Sumberdaya Kesehatan Dinkes Pandeglang itu.
Sementara itu dalam pemaparannya Narasumber pertama spesialis paru dr. Tri Agus Yuarsa, S.Ik,Sp.P,M.Kes dari RSU Banten memaparkan Bahaya Rokok dan Solusinya Ditinjau dari Kesehatan. Sessi kedua disampaikan DR. Rohani Budi Prihatin, M.Si akan mengupas Pentingnya Kawasan Tanpa Rokok dalam menanggulangi Bahaya Rokok. Sedangkan disessi terakhir  disampaikan Ketua MUI Banten KH. Ahmad Wahid Sahari MA yang membedah Bahaya Rokok dan Solusinya ditinjau dari Agama Islam.
Setelah pemaparan dilakukan Tanya jawab yang dipandu oleh Moderator Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinkes Pandeglang Yudi Hermawan, SKM.

Hari ini Dinkes Gelar Seminar Bahaya Rokok di Hotel Sofyan Inn ALTAMA



DINAS Kesehatan (Dinkes) Pandeglang menggelar Seminar Bahaya Rokok yang akan diselenggarakan di Hotel Sofyan Inn ALTAMA  Jl. Raya Serang Km. 3 Pertigaan Cigadung, Pandeglang, pada Selasa 30 September 2014 mulai pukul 08.00 WIB.
Kegiatan yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pandeglang TA. 2014 ini bakal menghadirkan pembicara langsung dari Jakarta yakni DR. Rohani Budi Prihatin, M.Si dari Pusat Pengkajian, Pengolahan Data dan Informasi (P3D) Setjen DPR RI yang juga seorang aktifis pendukung anti rokok di Indonesia
Pembicara lainnya yang diundang yakni Ketua MUI Banten KH. Wahid Sahari MA yang akan membedah Bahaya Rokok dan Solusinya ditinjau dari Agama Islam, serta spesialis paru dr. Tri Agus Yuarsa, S.Ik,Sp.P,M.Kes dari RSU Banten yang akan memaparkan Bahaya Rokok dan Solusinya Ditinjau dari Kesehatan. Sementara DR. Rohani Budi Prihatin, M.Si akan mengupas Pentingnya Kawasan Tanpa Rokok dalam menanggulangi Bahaya Rokok.
Seminar yang akan dibuka Kadinkes Pandeglang H. Deden Kuswan ini mengundangan sebanyak 150 orang peserta dari berbagai kalangan diantaranya delegasi dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilingkungan Pemkab Pandeglang, Kantor Kemenag Pandeglang, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Polres Pandeglang, Dandim Pandeglang, Pimpinan/Dosen Perguruan Tinggi, NGO Harfa, Pimpinan Bank BNI, BJB, BRI, BSM, Ketua Organisasi Profesi  IDI, IBI, PPNI, Mahasiswa, para guru dan pelajar serta  mengundang peserta dari perwakilan media massa cetak, media elektronik maupun online yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pandeglang.
Ketua Panitia Penyelenggara, dr. H. Kodiat Juarsa, M.Kes mengatakan, seminar bahaya rokok secara umum ditujukan guna meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terutama tentang bahaya merokok, serta diharapkan peserta menyampaikan kembali hasil seminar tentang bahaya rokok kepada masyarakat luas.
“Secara khusus peserta seminar diharapkan mengetahui tentang bahaya rokok, mengetahui dan mengerti tentang bahaya rokok dari sudut pandang agama, dan memahami perlunya Kawasan Tanpa Rokok untuk mencegah bahaya rokok,” katanya.

29 Sep 2014

Dinkes Pandeglang Gelar Seminar Bahaya Rokok, Selasa (30/9/2014)



DINAS Kesehatan (Dinkes) Pandeglang menggelar Seminar Bahaya Rokok yang akan diselenggarakan di Hotel Sofyan Inn ALTAMA  Jl. Raya Serang Km. 3 Pertigaan Cigadung, Pandeglang, pada Selasa 30 September 2014 mulai pukul 08.00 WIB.
Kegiatan yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pandeglang TA. 2014 ini bakal menghadirkan pembicara langsung dari Jakarta yakni DR. Rohani Budi Prihatin, M.Si dari Pusat Pengkajian, Pengolahan Data dan Informasi (P3D) Setjen DPR RI yang juga seorang aktifis pendukung anti rokok di Indonesia
Pembicara lainnya yang diundang yakni Ketua MUI Banten KH. Wahid Sahari MA yang akan membedah Bahaya Rokok dan Solusinya ditinjau dari Agama Islam, serta spesialis paru dr. Tri Agus Yuarsa, S.Ik,Sp.P,M.Kes dari RSU Banten yang akan memaparkan Bahaya Rokok dan Solusinya Ditinjau dari Kesehatan. Sementara DR. Rohani Budi Prihatin, M.Si akan mengupas Pentingnya Kawasan Tanpa Rokok dalam menanggulangi Bahaya Rokok.
Seminar yang akan dibuka Kadinkes Pandeglang H. Deden Kuswan ini mengundangan sebanyak 150 orang peserta dari berbagai kalangan diantaranya delegasi dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilingkungan Pemkab Pandeglang, Kantor Kemenag Pandeglang, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Polres Pandeglang, Dandim Pandeglang, Pimpinan/Dosen Perguruan Tinggi, NGO Harfa, Pimpinan Bank BNI, BJB, BRI, BSM, Ketua Organisasi Profesi  IDI, IBI, PPNI, Mahasiswa, para guru dan pelajar serta  mengundang peserta dari perwakilan media massa cetak, media eelektronik maupun online yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pandeglang.
Ketua Panitia Penyelenggara, dr. H. Kodiat Juarsa, M.Kes mengatakan, seminar bahaya rokok secara umum ditujukan guna meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terutama tentang bahaya merokok, serta diharapkan peserta menyampaikan kembali hasil seminar tentang bahaya rokok kepada masyarakat luas.
“Secara khusus peserta seminar mengetahui dan mengerti tentang bahaya rokok, mengetahui dan mengerti tentang bahaya rokok dari sudut pandang agama, dan memahami perlunya Kawasan Tanpa Rokok,” katanya.