Tampilkan postingan dengan label puskesmas pagadungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puskesmas pagadungan. Tampilkan semua postingan

5 Des 2014

Puskesmas Pagadungan Gencarkan PHBS di Lingkungan Pontren



UPAYA terus menerus dilakukan Puskesmas Pagadungan Kecamatan Karangtanjung dalam rangka meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tatanan pendidikan. Diantaranya dengan menggelar PHBS di lingkungan Pondok Pesantren (Pontren) di wilayah kerjanya.  
Kepala Puskesmas Pagadungan, Hj. Eni Rohaniah, SKM mengatakan kegiatan sosialisasi PHBS ditujukan bagi santri dan pengurus Pontren untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungannya.
“Hidup sehat bukan hanya milik sebagian orang, tapi harus dinikmati seluruh masyarakat, termasuk kalangan pondok pesantren (Pontren),” katanya disela melakukan pembinaan PHBS di Pontren Algifari Bantani, Komplek Karangwinaya, Pagadungan, Selasa (2/12/2014)
Agar bisa menjaga kesehatan, kata Eni, santri dan pengurus Pontren perlu menerapkan PHBS di lingkungan pontren seperti selalu menggunakan air bersih, membuang air besar (BAB) di jamban yang sehat serta membiasakan cuci tangan dengan air bersih memakai sabun.
“Kami juga mengajak para santri untuk secara rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan pondok seminggu sekali untuk menghindarkan diri dari penyakit demam berdarah,” tuturnya.
Kegiatan sosialisasi ini diikuti  sekitar 50 santri setingkat MTs dan MA, tampak hadir sejumlah stap puskesmas, Pimpinan MTs/MA Ust. Uus Dadan Hermawan, dr. Sri Agustian, nara sumber kabupaten dan sejumlah pimpinan pondok pesantren.



5 Jul 2014

Mewujudkan Visi Sehat ala Puskesmas Pagadungan

MENGUSUNG visi menjadikan masyarakat sehat dan mandiri di wilayah kerjanya,
Kepala Puskesmas Pagadungan, Kecamatan Karangtanjung Hj. Eni Rohaniah, S.ST.
mengaku serius menggarap pelayanan kesehatan puskesmas yang langsung
menyentuh pada lapisan masyarakat yang paling bawah dan masyarakat yang
sangat membutuhkan. Salah satu upaya tersebut yakni melalui Jaminan
Kesehatan Nasional (JKN) dengan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) maupun
Upaya Kesehatan Masyarakat(UKM).

"Jaminan kesehatan ini merupakan bentuk perlindungan untuk menjamin
masyarakat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak,
terutama kalau jatuh sakit," terang perempuan berputra tiga kelahiran 7
Juni 1968 itu, Kamis (3/7).

Dia menjelaskan, dengan memberikan layanan UKM puskesmas berfungsi dalam
memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit di
masyarakat. "Sedangkan peran Puskesmas dalam UKP sebagai pelayanan
pengobatan dasar yang sesuai dengan standar pelayanan medik," katanya.

Ditambahkan, pelayanan yang menjadi tanggungjawab Puskesmas meliputi rawat
jalan dan rawat inap serta, pelayanan kesehatan masyarakat yang bersifat
publik dengan tujuan utama memelihara dan meningkatkan kesehatan serta
mencegah penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan pemulihan
kesehatan.

7 Apr 2013

Peran Posko Kesehatan Kampung Domba Cinyurup Dalam ISPC 2013




EVENT Jambore Perdamaian Pramuka Internasional di Kampung Domba Cinyurup, Kelurahan Juhut, Kecamatan Karangtanjung yang digelar 26-28 Maret 2013 lalu membawa kenangan tersendiri bagi Kepala Puskesmas Pagadungan Kecamatan Karangtanjung, Hj. Eni Rohaniah.
Selain bisa bertemu peserta pramuka dari manca negara, ia terpaksa harus rela menginap di Posko Kesehatan setempat di malam akhir perkemahan.
Posko itu menurut Eni didirikan Panitia Daerah di Sub-Camp Kampung Domba Cinyurup lengkap dengan tempat tidur dan obat-obatan guna mendukung tim kesehatan selama jambore berlangsung. Tak hanya itu, lanjutnya, Posko kesehatan juga menyediakan dokter jaga dan beberapa mobil ambulans untuk melakukan evakuasi peserta yang sakit dan harus dirujuk ke rumah sakit.
“Jika ada peserta Jambore yang sakit dan butuh perawatan, maka pihak kami bisa merawatnya di Posko kesehatan terlebih dahulu, tanpa harus langsung membawanya ke puskesmas atau rumah sakit,” imbuhnya.
Menurut Eni, kesiapsiagaan tim kesehatan mutlak diperlukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Ia mengaku senang kalau pada akhirnya tak satupun peserta jambore yang jatuh sakit selama perkemahan berlangsung.
Ditambahkan, Warga Kampung Domba, Kelurahan Juhut, Pandeglang, Banten sangat merespon kedatangan duta-duta perdamaian dari manca negara yang  hidup bersama di desanya. “ Mereka sangat merespon kampungnya dijadikan salah satu tempat kegiatan, apalagi pesertanya tidak hanya datang dari seluruh Indonesia tapi juga manca negara,” tegas Eni.

23 Mei 2012

Melakukan Pengobatan Sendiri Dianjurkan, Asal.......


KECENDERUNGAN warga untuk melakukan pengobatan sendiri (swamedikasi) di mata Asisten Apoteker R. Siti Nur Fadhilah bukan merupakan masalah bahkan dianjurkan, asal yang dilakukan tersebut obat yang tepat, aman dan rasional.
Kebiasaan warga itu dinilai positif, seiring dengan kemudahan mendapatkan  obat baik di sarana kesehatan maupun toko obat atau tempat lain yang menyediakan obat bebas dan obat bebas terbatas.
Namun kebiasaan itu menuntut kepedulian akan informasi obat yang tercantum dalam kemasan. Sebab jika tidak akan terjadi kesalahan pengobatan dan bisa merugikan penggunanya.
“Swamedikasi sekarang ini menjadi alternatif yang diambil masyarakat untuk meningkatkan keterjangkauan pengobatan. Upaya ini bisa dilakukan masyarakat untuk menanggulangi penyakit secara cepat yang tidak memerlukan konsultasi medis, seperti batuk, pilek atau flu,” kata Asisten Apoteker Puskesmas Pagadungan R. Siti Nur Fadhilah, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, cara pengobatan yang dilakukan masyarakat secara mandiri merupakan wujud dari penerapan program kegiatan cara belajar ibu aktif (CBIA) yang dia terapkan di wilayah Puskesmas Pagadungan Kecamatan Karangtanjung.
“Penerapan CBIA tidaklah mudah, masyarakat diharapkan proaktif dalam pencarian informasi penggunaan obatnya,” harapnya.
Jangan sampai, kata Asisten Apoteker terbaik tingkat Kabupaten Pandeglang itu terjadi kesalahan pengobatan seperti mengobati flu misalnya dengan antibiotik atau mengobati sendiri penyakit berat dan membeli obat keras tanpa resep dokter. (mr.adesetiawan@gmail.com)***