10 Okt 2013

Hari Ini Warga Dunia Peringati Hari Kesehatan Jiwa

MUNGKIN tak banyak warga Pandeglang yang mengetahui jika hari ini, 10 Oktober 2013 warga dunia sedang memperingati hari kesehatan jiwa. Hal itu bisa difahami, sebab memang masalah kesehatan jiwa dikalangan warga masyarakat belum menjadi perhatian penting.
"Walaupun jumlah pasien penyandang kejiwaan terbilang banyak, kita belum menganggap serius. Bahkan dari aspek pelayanan kesehatan di Puskesmas, kesehatan jiwa tidak masuk program prioritas," terang Koordinator Relawan Anti Pasung (RAP) Pandeglang Hj. Mei Wijaya ditemui dikediamannya di kawasan Majasari, Pandeglang, Rabu (9/10).
Dia mengatakan, karena kesehatan jiwa sebagai program penunjang, tidak semua puskesmas memberikan pelayanan kesehatan jiwa. "Padahal jumlah pasiennya cukup banyak, dan mereka perlu penanganan yang memadai di tingkat pelayanan dasar," kata Mei yang juga Kepala Puskesmas Majasari ini.
Oleh karena itu, dia mengusulkan setidaknya setiap petugas medis dan paramedis Puskesmas mendapatkan pembekalan pengetahuan tentang konseling penyakit jiwa untuk mengantisipasi banyak penderita gangguan jiwa ditingkat masyarakat.
Mengaku sering mengevakuasi penderita gangguan jiwa yang dipasung, Mei menerangkan, penyakit kejiwaan ada yang ringan hingga berat. "Yang ringan misalnya ada rasa khawatir yang berlebihan tentang sesuatu seperti fobia, sedangkan yang terberat gangguan jiwa schizofrenia. Tapi semua penyakit ya harus diobati," tegasnya.
Ditambahkan, tujuan hari kesehatan jiwa untuk mengingatkan warga dunia bahwa kesehatan jiwa juga memerlukan penanganan yang serius seperti penyakit lainnya. Peringatan tersebut bertujuan untuk menghormati hak-hak orang dengan masalah kejiwaan, memperluas program pencegahan masalah kesehatan Jiwa, memperluas pelayanan  yang  memadai  dan  mendekatkan  akses  bagi mereka yang membutuhkan serta meningkatkan upaya kesehatan Jiwa secara optimal.
Pada peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia Tahun 2013, Federasi Dunia untuk Kesehatan Jiwa (World Federation of Mental Health) menetapkan tema “ Mental Health in Older Adults” atau yang dapat artikan “Melintasi Usia dengan Jiwa Sehat” . Tema tersebut merupakan seruan untuk menggugah kesadaran masalah gangguan jiwa dan depresi pada usia lanjut yang dialami banyak penduduk dunia.

7 Okt 2013

Puskesmas Layani Pekerja Sektor Informal Melalui Pos UKK


KESADARAN akan kesehatan pekerja informal khususnya usaha kecil dan menengah (UKM) terus ditingkatkan. Salah satunya dengan mengajak pemilik UKM agar memperhatikan kesehatan dan keselamatan pekerjanya. Hal itulah yang mendorong Puskesmas pro aktif melakukan pembinaan rutin melalui program upaya kesehatan kerja (UKK).
Menurut Kepala Puskesmas Pagadungan Kecamatan Karangtanjung Hj. Eni Rohaniah, peran Puskesmas tidak terlepas dalam pembinaan kesehatan para pekerja informal seperti buruh, petani maupun pengrajin.
“Penekanan program UKK terutama ditujukan untuk pelayanan kesehatan kerja, keselamatan kerja dan kesehatan lingkungan, dengan melibatkan pemilik atau kelompok usahanya,” ungkap Hj. Eni Rohaniah, disela melakukan pembinaan Pos UKK Kelompok Wanita Tani (KWT) talas beneng, di kawasan Cinyurup, Kelurahan Juhut, akhir pekan kemarin.
Dalam pembinaan tersebut, tambah Hj. Eni Rohaniah yang juga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Karangtanjung ini, selain pemeriksaan kesehatan pekerja rutin bulanan di tiga Pos UKK yang tersebar di tiap wilayah RW Kelurahan Juhut, juga mengajarkan bagaimana melakukan pertolongan pertama pada kecalakaan (P3K) dan cara pemakaian serta pemanfaatan alat pelindung diri (APD) demi kesehatan pekerja.

4 Okt 2013

Rawan Penularan Virus HIV, Dinkes Gencarkan Kampanye Pencegahan AIDS


KABUPATEN Pandeglang terindikasi rawan penyebaran HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Berdasarkan data Dinkes Pandeglang pada 2013 ditemukan kasus baru sebanyak 14 orang tertular HIV/AIDS (ODHA).
Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinkes Pandeglang Yudi Hermawan usai melakukan kampanye pencegahan HIV/AIDS bagi Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama se Kelurahan Karaton, Kecamatan Majasari, di Aula Kelurahan setempat, Kamis (3/10).
Menurut Yudi hingga kini penyebaran penyakit yang mematikan itu telah menyebar merata di seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Pandeglang. “Kalau melihat data kasus yang ada semua kecamatan di Kabupaten Pandeglang sudah terinveksi virus HIV/AIDS, oleh karena itu perlu dilakukan tindakan pencegahan bersama antara pemerintah dan kepedulian masyarakat,” ujarnya.
Yudi menambahkan, penyakit yang belum ditemukan obatnya itu telah lama menjadi suatu permasalahan di dalam masyarakat. “Obat yang belum ditemukan, ketakutan masyarakat akan ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS), ketakutan keluarga akan anggota keluarganya yang menderita HIV/AIDS, dan tentunya ketakutan penderita HIV/AIDS itu sendiri. Ini harus menjadi perhatian kita semua,” katanya.
Puluhan kasus
Surveilans epidemiologi Dinkes Pandeglang Dian Handayani dalam pemaparannya menjelaskan hingga 2004 sampai sekarang di Kabupaten Pandeglang telah ditemukan kasus 86 ODHA. “Jumlah itu yang ditemukan, masih banyak yang belum terungkap dan ini berpotensi menularkan kepada yang lainnya,” terangnya.
Untuk mencegah penularan, kata Dian masyarakat dituntut untuk memiliki pengetahuan yang cukup tentang HIV/AIDS sehingga dapat menghindari perilaku beresiko penularan.
Menurut Dian, orang dengan perilaku beresiko penularan HIV/AIDS diantaranya sering berganti-ganti pasangan seksual/lebih dari satu pasangan seksual, pasangan seksual mempunyai pasangan ganda serta terus melakukan hubungan seksual, walupun mempunyai keluhan penyakit menular seksual (PMS).
Sementara itu Lurah Karaton Nasirudin mengatakan penyuluhan kesehatan merupakan program rutin yang dilakukan pihaknya dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. “Agar tidak ada penularan HIV/AIDS kami menugaskan peserta penyuluhan sebanyak 25 orang utusan dari ketua RT/RW dan tokoh masyarakat menjadi duta kesehatan untuk menyosialisasikan lagi kepada warga dilingkungannya,” kata Nasirudin.

Keterangan Foto Lepas: Surveilans Epidemiologi Dinkes Pandeglang Dian Handayani memaparkan tentang HIV/AIDS dihadapan puluhan peserta penyuluhan di Kantor Kelurahan Karaton, Kecamatan Majasari, Kamis (3/10).

3 Okt 2013

Rumah Sakit Banten Siap Melayani Masyarakat

SAAT ini Rumah Sakit Umum (RSU) Banten sudah siap melayani masyarakat. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Banten Rano Karno saat grand launching RSUD Banten, Kamis (3/10/2013).  

"Layanan kesehatan merupakan prioritas Pemprov Banten untuk meningkatkan kualitas manusia dalam kerangka pembangunan. Kesehatan merupakan investasi, dan hak yang harus didapatkan bagi semua masyarakat Banten," ujar Rano Karno.

Keberadaan RSU Banten ini menambah daftar rumah sakit di Banten yang saat ini terdiri atas 76 unit yang terdiri atas sembilan rumah sakit pembantu, satu rumah sakit vertikal, dua rumah sakit TNI dan Polri, 64 rumah sakit swasta. Dari 76 rumah sakit yang ada di Banten, sebanyak 70 persen berada di Tangerang, 24 persen berada di Serang, Cilegon, Pandeglang dan Lebak.

Selain itu, Banten juga memiliki 135 puskesmas non perawatan, serta 261 puskesmas pembantu. "Saya berharap kualitas pelayanan di bidang kesehatan terus meningkat," lanjutnya.

Setelah meresmikan RSU Banten, Wakil Gubernur juga meninjau lokasi beberapa pelayanan rumah sakit, seperti tempat registrasi, apotik, instalasi farmasi, poliklinik jantung dan penyakit dalam, poli gigi, dan ortopedi. Hadir dalam acara dari perwakilan Kemenkes RI, Dewan Riset Daerah, Sekda Banten dan SKPD terkait.  (WAHYUDIN)
Sumber : radarbanten.com

2 Okt 2013

Jaminan Kesehatan Nasional Diberlakukan 1 Januari 2014

SUKSES atau tidaknya pelaksanaan suatu program banyak tergantung dari sosialisasi. Sama halnya dengan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang baru akandimulai pada awal 2014 mendatang. 
Hal itu diakui Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinkes Pandeglang Yudi Hermawan, SKM usai mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial BPJS) bidang kesehatan, di Jakarta akhir pekan kemarin.
Menurut Yudi, pelaksanaan JKN harus sisosialisasikan secara luas termasuk di Kabupaten Pandeglang. "Karena ini program relatif baru, perlu disosialisasikan kepada masyarakat luas, tanpa mengabaikan persiapan fasilitas kesehatan, sistem rujukan maupun pembiayaan dan kesiapan SDM kesehatan," terang Yudi Hermawan.
Dijelaskan, BPJS  merupakan lembaga yang dibentukuntuk menyelenggarakan program jaminan sosial berdasarkan UU no. 40 tahun 2004dan UU no.24 tahun 2011. "Berdasarkan undang-undang tersebut pada 1 Januari 2014 akan diberlakukan program JKN bagi semua warga negara, jadi kepesertaan program ini wajib agar semua mendapat pelayanan kesehatan yang memadai," jelasnya.
Ditambahkan, setiap peserta program ini akan ditarik iuran yang besarannya masih dikaji pemerintah pusat. "Kalau untuk warga miskin tidak iuran,karena dijamin oleh pemerintah melalui bantuan iuran," 
tegasnya.

27 Sep 2013

Peran Kader PKK dan Posyandu Dioptimalkan

Keberadaan Tim Penggerak PKK yang memiliki jaringan hingga tingkat desa/kelurahan menjadi sangat strategis dalam menjalankan pos pelayanan terpadu (posyandu), sehingga upaya mengatasi masalah kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas SDM masa depan.
Apalagi diyakini bahwa kesehatan mempunyai arti penting dan strategis dalam kehidupan manusia, terlebih dalam membangun bangsa. Upaya meningkatkan kesejahteraan selain dilakukan untuk
meningkatkan pendapatan penduduk miskin juga ditempuh melalui peningkatan pendidikan dan kesehatan.
Maka sangat bijak dan arif, guna membantu menanggulangi berbagai persoalan kesehatan masyarakat, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pandeglang yang juga Istri Bupati Pandeglang Hj. Siti Erna Nurhayati atau dikenal dengan bu Erwan, meminta kepada jajaran TP PKK desa dan kecamatan untuk senantiasa melaksanakan tugas pengabdiannya dengan niat tulus ihklas dan tumbuh sebagai gerakan sosial kemasyarakatan yang peduli terhadap permasalahan warga setempat.
“Kader PKK di mana pun berada merupakan motor penggerak terselenggaranya kegiatan posyandu. Di posyandu inilah kita dapat memantapkan perkembangan anak-anak balita serta kegiatan imunisasi guna mencegah terjangkitnya penyakit menular, seperti diare dan kurang
gizi, serta mencegah angka kematian ibu dan balita,” papar Hj. Siti Erna Nurhayati saat memberikan pembekalan pendidikan dan pelatihan (diklat) keposyanduan bagi ketua Tim Penggerak PKK desa se-Kabupaten Pandeglang, Rabu (25/9).
Diklat yang diselenggarakan di salah satu gedung di kawasan pantai carita oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Pandeglang itu dibuka Bupati Pandeglang H. Erwan Kurtubi selaku Ketua Dewan Penyantun TP PKK Pandeglang, dengan menghadirkan nara sumber dari dinas kesehatan, dinas pendidikan dan Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) setempat.
Dengan diklat ini, bu Erwan berharap peran posyandu lebih giat dalam memberikan pelayanan
kesehatan. “Posyandu merupakan ujung tombak untuk memantau perkembangan tumbuh kembang anak melalui pencatatan kondisi kesehatan balita. Ini untuk mendukung program pemerintah yang fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.
Tak lupa ia juga mengingatkan pentingnya administrasi kependudukan seperti akta kelahiran dan identitas penduduk. Penyuluhan mengenai pentingnya pencatatan kelahiran anakpun perlu ditingkatkan melalui para kader penggerak PKK. “Kader-kader PKK selama ini telah bekerja tanpa pamrih, tulus ihklas, dan tidak memperoleh gaji. Semua itu dilakukan sebagai rasa tanggung jawab dan panggilan tugas,” tandasnya.


21 Sep 2013

Balita Asal Cimanggu Raih Juara Harapan LBI Tingkat Provinsi Banten 2013

AKHTAR Nagatha Choiri (2,5) mendapat prestasi sebagai juara Harapan IV pada Lomba Balita Indonesia (LBI) tingkat Provinsi Banten tahun 2013 yang digelar disalah satu Hotel di Kawasan Kota Serang, pada 18-19 September 2013.
Balita Sehat tingkat Kabupaten Pandeglang tahun 2013 ini mewakiliKabupaten Pandeglang untuk Lomba Balita Indonesia (LBI) tingkat ProvinsiBanten. Dalam LBI tingkat provinsi, Akhtar ikut bersaing dengan balita sehat tujuh perwakilan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Banten.
Ikut mendampingi dalam LBI tersebut Ketua TP PKK Kecamatan Cimanggu, Kepala Puskesmas Cimanggu dan Bidan Desa Cimanggu.
Kepala Seksi Promosi Dinkes Pandeglang Yudi Hermawan, SKM mengatakan lomba balita sehat merupakan agenda tahunan yang digelar secara rutin secara berjenjang dari tingkat Puskesmas hingga pusat.
“Tujuan LBI  selain untuk meningkatkan jumlah kunjungan ibu bayi dan balita ke tempat tempat pelayanan kesehatan, juga untuk meningkatkan status gizi anak bayi dan balita,” kata Yudi Hermawan, kemarin.
Yudi menjelaskan, tema LBI tahun ini sesuai dengan pesan utama dalam hari anak yakni Indonesia yang ramah dan peduli anak dimulai dari pengasuhan keluarga. “Kalau kegiatannya, ini rangkaian dari menyambut Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang jatuh setiap 12 Nopember,” jelasnya.
Dia berharap, dengan dilaksanakannya lomba ini secara berjenjang dapat memberi motivasi kepada masyarakat terutama orang tua untuk senantiasa menjaga anaknya dengan membawa bayi dan balita ke tempat Posyandu atau pelayanan kesehatan terdekat untuk memantau perkembangan dan pertumbuhan anak.