20 Okt 2014

MMD Tingkatkan Kepedulian Warga Terhadap Kesehatan



SEBAGAI upaya meningkatkan kepedulian warga setempat, maka Musyawah Masyarakat Desa (MMD) mejadi salah satu bentuk musyawarah yang melibatkan masyarakat yang bertujuan memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat tentang kesehatan.
Inilah salah satu tantangan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang khususnya Puskesmas Pagelaran dalam menjawab permasalahan kesehatan serta mencari solusi yang ada di wilayah tersebut.
Hal itu diungkapkan Harun, SKM Koordinator Promosi Kesehatan (Promkes) Puskesmas Pagelaran saat pelaksanaan MMD di Desa Sukadame Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pandeglang, Sabtu (18/10/2014)
Hadir dalam MMD yang digelar di Balai Desa setempat itu, Kepala Puskesmas Pagelaran dr. Rita , Kepala Bidang Sumberdaya Kesehatan Dinkes Pandeglang dr. H. Kodiat Juarsa, M.Kes, Bidan Desa, Kepala Desa Sukadame Amad.
Acara tersebut diawali dengan sosialisasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta penjelasan tentang pentingnya Bahaya Rokok.
Menurut Harun, MMD merupakan rangkaian kegiatan untuk menuju Desa Siaga yang bertujuan terwujudnya masyarakat desa yang sehat, peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayahnya. “Bentuk pelayanan kesehatan ditandai oleh adanya Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) atau akses pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakar desa,” ungkap Harun.
Harun berharap melalui MMD akan muncul upaya kesehatan yang dilakukan warga secara mandiri. “Dalam hal ini Puskesmas dengan MMD berupaya menggerakkan dan memberdayakan masyarakat desa dalam upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif terhadap masalah kesehatan di desa,” katanya.
Sementara itu Kepala Bidang SDK Dinkes Pandeglang Kodiat Juarsa, dalam pemaparannya mengatakan, Pembangunan Kesehatan yang dilaksanakan sampai saat ini secara berkesinambungan, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.
Pembangunan kesehatan yang dilaksanakan telah mencapai keberhasilan dalam meningkatkan status kesehatan. “Hasil pembangunan telah banyak dirasakan oleh masyarakat. Hal ini tidak terlepas dari usaha-usaha para kader dan masyarakat dalam melaksanakan program-program kesehatan,” ujarnya.
Berkaitan dengan Desa Siaga, Kodiat menjelaskan bahwa Desa Siaga merupakan desa yang penduduknya memiliki kemampuan dan kesiapan sumberdaya untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan secara mandiri yang disebabkan oleh bencana maupun penyakit. “Desa Siaga adalah bentuk pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang merupakan upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di desa sekaligus memberdayakan masyarakat,” ungkap Kodiat.
Menurutnya, memang tidak mudah mengembangkan Desa Siaga. “Setelah berhasil kita mengembangkan desa siaga, merupakan tanggung jawab bersama agar Desa Siaga berfungsi sebagaimana yang diharapkan,” tegasnya.

19 Okt 2014

Sedikitnya Ada 64 Hari Besar Peringatan Kesehatan Sepanjang Tahun 2014

Hari Besar Kesehatan

1. Tanggal 15 Januari : Hari Kanker Anak Sedunia
2. Tanggal 25 Januari : Hari Gizi Nasional
3. Tanggal 27 Januari : Hari Kusta Sedunia
4. Tanggal 04 Februari : Hari Kanker Sedunia
5. Tanggal 03 Maret : Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran Nasional
6. Tanggal 08 Maret : Hari Ginjal Sedunia/Hari Perempuan Internasional
7. Tanggal 22 Maret : Hari Air Sedunia
8. Tanggal 24 Maret : Hari Tuberkolosis Se- Dunia
9. Tanggal 07 April : Hari Kesehatan Se- Dunia
10. Tanggal 08 April : Hari Anak-anak Balita
11. Tanggal 10 April : Hari Meluas Malaria Se- Dunia
12. Tanggal 11 April : Hari Kanker Tulang
13. Tanggal 17 April : Hari Hemofilia Se- Dunia
14. Tanggal 18 April : Hari Diabetes Nasional
15. Tanggal 22 April : Hari Demam Berdarah
16. Tanggal 24 April : Hari Imunisasi
17. Tanggal 01 Mei : Hari Asma Sedunia
18. Tanggal 08 Mei : Hari Palang Merah Se- Dunia
19. Tanggal 10 Mei : Hari Lupus Se-Dunia
20. Tanggal 12 Mei : Hari Perawat Sedunia
21. Tanggal 29 Mei : Hari Lanjut Usia Nasional
22. Tanggal 31 Mei : Hari Tanpa Tembakau Se- Dunia
23. Tanggal 01 Juni : Hari Susu Sedunia
24. Tanggal 05 Juni : Hari Lingkungan Hidup Sedunia
25. Tanggal 14 Juni : Hari Donor Darah Sedunia
26. Tanggal 24 Juni : Hari Bidan Sedunia
27. Tanggal 26 Juni : Hari Anti Narkoba Sedunia
28. Tanggal 29 Juni : Hari Keluarga Nasional
29. Tanggal 17 Juli : Hari Saka Bakti Husada
30. Tanggal 23 Juli : Hari Anak Nasional
31. Tanggal 29 Juli : Hari Hepatitis Sedunia
32. Tanggal 01 Agustus : Hari Remaja Asia
33. Tanggal 01 - 07 Agustus : Pekan ASI Se- Dunia
34. Tanggal 14 Agustus : Hari Pramuka
35. Tanggal 10 September : Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia
36. Tanggal 12 September : Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional
37. Tanggal 15 September : Hari Peduli Limfoma se- Dunia
38. Tanggal 16 September : Hari Pangan Nasional
39. Tanggal 17 September : Hari Palang Merah Indonesia
40. Tanggal 24 September : Hari Jantung se- Dunia
41. Tanggal 28 September : Hari Rabies se- Dunia
42. Tanggal 30 September : Hari Hati Sedunia
43. Tanggal 04-12 September : Pekan Peduli Hepatitis B
44. Tanggal 4-12 Oktober : Pekan Peduli Hepatitis B
45. Tanggal 09 Oktober : Hari Penglihatan se- Dunia
46. Tanggal 10 Oktober : Hari Kesehatan Jiwa se- Dunia
47. Tanggal 15 Oktober : Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) se- Dunia
48. Tanggal 16 Oktober : Hari Pangan Sedunia
49. Tanggal 18 Oktober : Hari Menopause se- Dunia
50. Tanggal 20 Oktober : Hari Osteoporosis se- Dunia/Nasional
51. Tanggal 24 Oktober : Hari Dokter Nasional
52. Tanggal 12 November : Hari Kesehatan Nasional (HKN)
53. Tanggal 14 November : Hari Diabetes se- Dunia
54. Tanggal 16 November : Hari Peringatan Kecelakaan Lalu Lintas Sedunia
55. Tanggal 19 November : Hari Penyakit Paru
56. Tanggal 28 November : Hari menanam Pohon Indonesia
57. Tanggal 01 Desember : Hari AIDS se- Dunia
58. Tanggal 03 Desember : Hari Penyandang Cacat se- Dunia
59. Tanggal 05 Desember : Hari Relawan se- Dunia
60. Tanggal 09 Desember : Hari Anti Korupsi Sedunia
61. Tanggal 20 Desember : Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional
62. Tanggal 22 Desember : Hari Ibu
63. Tanggal 27 Desember : Hari Kesatuan Gerak PKK
64. Tanggal 28 Desember : Hari Kusta se- Dunia
Sumber : Kalender Pusat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Tahun 2014

HCTPS 2014 : Cuci Tangan Pakai Air Saja Tidak Cukup

KBRN, Jakarta : Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia yang jatuh pada tanggal 15 Oktober 2014 dirayakan secara meriah hari ini sabtu (18/10/2014) .

 1.000 Anak akan melakukan cuci tangan dengan sabun secara bersama-sama sebagai bagian dari kampanye gerakan cuci tangan pakai sabun.

Acara yang diadakan di Lapangan D Senayan, Jakarta Selatan ini dihadiri oleh Kementerian Kesehatan selaku penyelenggara dan juga mitra-mitra lainnya seperti WHO, USAID, IUWASH dan juga Unicef. Pada kesempatan ini, Wakil Menteri Kesehatan Prof Ali Ghufron Mukti pun memberikan sambutan soal pentingnya melakukan cuci tangan pakai sabun.

"Selama ini masyarakat sering salah sangka. Dikiranya ?cuci tangan dengan air saja sudah cukup. Padahal belum karena tidak semua kuman dan bakteri hilang dengan air saja. Makanya harus cuci tangan pakai sabun," tutur Prof Ghufron dalam sambutannya di acara HCTPS 2014 di Lapangan D, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (18/10/2014).

Dilanjutkan Prof Ghufron juga bahwa cuci tangan pakai sabun dapat mengurangi risiko terserang diare dan penyakit lainnya sebesar 40 persen. Tak hanya diare, menurutnya cuci tangan pakai sabun dapat menghindarkan anak-anak terserang penyakit mematikan seperti flu burung hingga Ebola.

"Anak-anak dapat terhindar dari penyakit mematikan seperti diare dengan cuci tangan pakai sabun. Bahkan cuci tangan pakai sabun juga dapat mengurangi risiko terserang flu burung, hingga Ebola," sambungnya lagi.

Sementara itu, WHO Representative dor Environmental Health, ?Sharad Adhikary, MSc, mengatakan bahwa Hari cuci tangan sedunia ini juga diperingati oleh negara-negara lain di dunia. Dengan dirayakan oleh seluruh negara di dunia, harapannya cuci tangan tidak lagi di sepelekan dan dianggap remeh.

"Faktanya banyak penyakit yang bisa dihindari hanya dengan cuci tangan pakai sabun," tuturnya.

Pada kesempatan ini Wamenkes juga akan melantik duta lingkungan sehat yang terdiri dari anak-anak SD berprestasi dan tokoh masyarakat yang dapat menjalankan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di daerahnya. Mereka dipilih karena berprestasi menyehatkan lingkungan.(BCS)

18 Okt 2014

Dinkes Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Melalui Desa Siaga

Dinas kesehatan kabupaten pandeglang bidang sumber daya kesehatan mengadakan pertemuan penguatan kelembagaan desa siaga aktif tingkat kabupaten pandeglang tahun 2014”di hotel sopyan inn altama”rabu (15/10)”.
 
Desa siaga merupakan desa yang memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan secara mandiri,dimana penduduknya dapat mengakses dengan mudah pelayanan kesehatan dasar yang memberikan pelayanan setiap hari melalui pos kesehatan desa,atau sarana kesehatan yang ada di wilayah tersebut.
 
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang mengatakan, pada tahun 2013 desa siaga aktif di kabupaten pandeglang masih berkisar 49,81 persen, sehingga perlu di lakukan berbagai upaya tindak lanjut dalam mencapai target minimal 80 persen desa siaga aktif pada tahun 2015, untuk itu kami lebih meningkatkan sarana pelayanan kesehatan di masyarakat.
 
“Puskesmas atau sarana kesehatan lainya berbasis pemantauan penyakit, KIA, Gizi, lingkungan dan perilaku. kedaruratan kesehatan dan penanggulangan bencana serta penyehatan lingkungan sehingga masyarakatnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), kegiatan pertemuan penguatan kelembagaan desa siaga aktif adalah untuk meningkatkan komitmen dan kerjasama seluruh pemangku kepentingan dalam menyusun strategi dalam rangka akselerasi program pengembangan desa dan kelurahan siaga aktif,”katanya
 
Bupati pandeglang Erwan kurtubi mengatakan, desa dan kelurahan siaga aktif merupakan wadah untuk menggerakan masyarakat agar mampu secara mandiri memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kesiapsiagaan dalam mengatasi masalah kesehatan, sebagai indikator dalam standar pelayanan minimal (SPM) bidang kesehatan.saat ini ada 261 atau sekitar 79,57 persen desa dan kelurahan di wilayah pandeglang telah di kembangkan menjadi desa dan kelurahan siaga, namun demikian belum sepenuhnya semua desa dan kelurahan siaga tersebut mencapai kondisi siaga aktif yang sesungguhnya.
 
“Pemerintah sangat mendukung upaya penguatan kelembagaan desa dan kelurahan siaga yang bertumpu pada proses pemberdayaan kesehatan masyarakat yang kemudian di serahkan pelaksanaanya ke desa dan kelurahan oleh karena itu dalam pengembangan desa siaga aktif tentu tidak terlepas dari peran fasilitator yang berasal dari petugas kesehatan, petugas lintas sektor terkait dan para camat selaku kepala wilayah yang membawahi desa dan kelurahan,”ungkapnya. (ORIEL-BP.Com)


17 Okt 2014

Hampir Setengah Wilayah Di Pandeglang Sudah Desa Siaga



Desa siaga adalah desa yang memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan secara mandiri, namun hingga tahun 2013 desa siaga aktif di Kabupaten Pandeglang masih berkisar 49,81%, sehingga perlu dilakukan berbagai upaya tindak lanjut dalam mencapai target minimal 70% - 80% desa siaga aktif di tahun 2015.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang H. Deden Kuswan saat memberikan sambutan saat pembukaan kegiatan pertemuan penguatan kelembagaan desa siaga aktif tingkat Kabupaten Pandeglang di Sofyan Inn Altama, Rabu (16/10/2014).
Dalam acara yang dibuka Bupati Pandeglang H. Erwan Kurtubi itu, hadir peserta dari 35 Camat se Kabupaten Pandeglang.
Deden mengatakan, dalam rangka mewujudkan percepatan pengembangan desa dan kelurahan siaga aktif tersebut perlu dilakukan koordinasi operasional terkait pelaksanaannya dengan para kepala wilayah ditingkat kecamatan.
“Kegiatan pertemuan penguatan kelembagaan Desa Siaga Aktif bertujuan untuk meningkatkan komitmen dan kerjasama seluruh pemangku kepentingan dalam menyusun strategi dalam rangka akselerasi Program Pengembangan  Desa dan Kelurahan Siaga Aktif di Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Sementara itu Bupati Erwan Kurtubi dalam sambutannya mengatakan
Dia menjelaskan, Desa dan kelurahan siaga aktif adalah desa yang penduduknya dapat mengakses dengan mudah pelayanan kesehatan dasar yang memberikan pelayanan setiap hari melalui Pos Kesehatan Desa, atau sarana kesehatan yang diwilayah tersebut.
“Sarana pelayanan kesehatan yang dimaksud seperti Puskesmas, atau sarana kesehatan lainnya, serta penduduknya mengembangkan UKBM dan melaksanakan surveilans berbasis masyarakat (meliputi pemantauan penyakit, KIA, Gizi, Lingkungan dan Perilaku), kedaruratan kesehatan dan penanggulangan bencana, serta penyehatan lingkungan sehingga masyarakatnya menerapkan PHBS,” terangnya.
Sementara itu Bupati Erwan Kurtubi dalam sambutannya mengatakan, desa dan kelurahan siaga aktif merupakan wadah untuk menggerakan masyarakat agar mampu secara mandiri memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kesiapsiagaan dalam mengatasi masalah kesehatan, sebagai indikator dalam standar pelayanan minimal (SPM) bidang kesehatan.
“Pemerintah sangat mendukung upaya penguatan kelembagaan desa dan kelurahan siaga yang bertumpu pada proses pemberdayaan kesehatan masyarakat yang kemudian di serahkan pelaksanaanya ke desa dan kelurahan oleh karena itu dalam pengembangan desa siaga aktif tentu tidak terlepas dari peran fasilitator yang berasal dari petugas kesehatan, petugas lintas sektor terkait dan para camat selaku kepala wilayah yang membawahi desa dan kelurahan,” jelasnya.
Camat Pandeglang H. Salman Sunardi mengatakan di wilayah kerjanya terdapat 4 kelurahan yang sudah berstatus siaga, namun belum semuanya aktif. “Kita sudah menyiapkan langkah-langkah kegiatan bersama para lurah untuk menjadikan semua kelurahan menjadi siaga aktif,” katanya.
Hal senada disampaikan Camat Panimbang Agus Amin yang mengaku sudah berupaya mengembangkan desa siaga di 8 Desa Kecamatan Panimbang. “Upaya menbentuk desa siaga akan terus kita galakkan dengan memperhatikan budaya dan kearifan lokal masyarakat yang ada,” katanya.


16 Okt 2014

Bupati Pandeglang Ingatkan Camat untuk Pantau Perkembangan Desa Siaga Aktif di Wilayahnya



DINAS  Kesehatan (Dinkes) Pandeglang  menggelar pertemuan penguatan kelembagaan desa siaga aktif tingkat Kabupaten Pandeglang tahun 2014 di Hotel Sofyan Inn Altama, Cigadung, Pandeglang, Rabu – Kamis (15-16/10/2014).
Kegiatan yang digelar selama dua hari itu dibuka Bupati Pandeglang H. Erwan Kurtubi diikuti para Camat se Kabupaten Pandeglang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang H. Deden Kuswan dalam laporannya mengatakan, pada tahun 2013 desa siaga aktif di Kabupaten Pandeglang masih berkisar 49,81 persen, sehingga perlu di lakukan berbagai upaya tindak lanjut dalam mencapai target minimal 80 persen desa siaga aktif pada tahun 2015, untuk itu pihaknya akan lebih meningkatkan sarana pelayanan kesehatan di masyarakat.
Deden menjelaskan, Desa siaga merupakan desa yang memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan secara mandiri, dimana penduduknya dapat mengakses dengan mudah pelayanan kesehatan dasar yang memberikan pelayanan setiap hari melalui pos kesehatan desa,atau sarana kesehatan yang ada di wilayah tersebut.
“Puskesmas atau sarana kesehatan lainya berbasis pemantauan penyakit, KIA, Gizi, lingkungan dan perilaku. kedaruratan kesehatan dan penanggulangan bencana serta penyehatan lingkungan sehingga masyarakatnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), kegiatan pertemuan penguatan kelembagaan desa siaga aktif adalah untuk meningkatkan komitmen dan kerjasama seluruh pemangku kepentingan dalam menyusun strategi dalam rangka akselerasi program pengembangan desa dan kelurahan siaga aktif,” katanya
Bupati Pandeglang H. Erwan Kurtubi dalam arahannya kepada 35 camat yang hadir mengatakan, desa dan kelurahan siaga aktif merupakan wadah untuk menggerakan masyarakat agar mampu secara mandiri memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kesiapsiagaan dalam mengatasi masalah kesehatan, sebagai indikator dalam standar pelayanan minimal (SPM) bidang kesehatan.
“Pemerintah sangat mendukung upaya penguatan kelembagaan desa dan kelurahan siaga yang bertumpu pada proses pemberdayaan kesehatan masyarakat yang kemudian di serahkan pelaksanaanya ke desa dan kelurahan oleh karena itu dalam pengembangan desa siaga aktif tentu tidak terlepas dari peran fasilitator yang berasal dari petugas kesehatan, petugas lintas sektor terkait dan para camat selaku kepala wilayah yang membawahi desa dan kelurahan,” jelasnya.
Bupati mengungkapkan, saat ini sudah ada 261 atau sekitar 79,57 persen desa dan kelurahan di wilayah pandeglang telah di kembangkan menjadi desa dan kelurahan siaga, namun demikian diakui belum sepenuhnya semua desa dan kelurahan siaga tersebut mencapai kondisi siaga aktif.
“Oleh karena itu saya mengingatkan kepada para camat, agar kegiatan desa siaga aktif berkembang, selalu memantau perkembangan ini pada setiap kesempatan, seperti Rapat Koordinasi Kecamatan, maupun kegiatan lainnya, termasuk mengingatkan kepala desa/lurah pada rapat koordinasi ditingkat desa/kelurahan,” katanya.


15 Okt 2014

Dinkes Gelar Pertemuan Penguatan Kelembagaan Desa Siaga Aktif



DALAM rangka untuk meningkatkan komitmen dan kerjasama seluruh pemangku kepentingan dalam menyusun strategi  dan akselerasi Program Pengembangan  Desa dan Kelurahan Siaga Aktif di Kabupaten Pandeglang, Dinkes Pandeglang menggelar Pertemuan Penguatan Kelembagaan Desa Siaga tingkat Kabupaten Pandeglang, di Hotel Sofyan Inn Altama, Pandeglang Rabu-Kamis (15-16/10/2014)
Bupati Pandeglang H. Erwan Kurtubi berencana membuka acara yang diikuti seluruh Camat se Kabupaten Pandeglang pada Rabu (15/10/2014) pukul 16.00 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang H. Deden Kuswan mengatakan, kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mempercepatA terwujudnya masyarakat desa dan kelurahan yang peduli, tanggap, dan mampu mengenali, mencegah serta mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi secara mandiri, sehingga derajat kesehatannya meningkat.
“Dalam rangka mewujudkan percepatan pengembangan desa dan kelurahan siaga aktif tingkat Kabupaten Pandeglang perlu dilakukan koordinasi operasional terkait pelaksanaannya dengan para Camat se Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Kadinkes mengungkapkan, Desa siaga adalah desa yang memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan secara mandiri, namun hingga tahun 2013 desa siaga aktif di Kabupaten Pandeglang masih berkisar 49,81%, sehingga perlu dilakukan berbagai upaya tindak lanjut dalam mencapai target minimal 70% - 80% desa siaga aktif di tahun 2015.
Desa dan kelurahan siaga aktif adalah desa yang penduduknya dapat mengakses dengan mudah pelayanan kesehatan dasar yang memberikan pelayanan setiap hari melalui Pos Kesehatan Desa, atau sarana kesehatan yang diwilayah tersebut.
“Sarana pelayanan kesehatan yang dimaksud seperti Puskesmas, atau sarana kesehatan lainnya, serta penduduknya mengembangkan UKBM dan melaksanakan surveilans berbasis masyarakat (meliputi pemantauan penyakit, KIA, Gizi, Lingkungan dan Perilaku), kedaruratan kesehatan dan penanggulangan bencana, serta penyehatan lingkungan sehingga masyarakatnya menerapkan PHBS,” jelasnya.
Dia menegaskan, kata  ‘Siaga’ dalam program Desa dan Kelurahan Siaga Aktif menjelaskan bahwa kesiapsiagaan ditingkat masyarakat itu sangat penting karena hal itu berarti ada ancaman yang bisa terjadi. “Ancamannya banyak bisa berupa kematian ibu dan anak yang masih tinggi, ancaman gizi buruk, kejadian luar biasa penyakit, itu semua ancaman yang memerlukan kesiapsiagaan dari petugas dan masyarakat untuk mengatasinya melalui wadah Desa Siaga,” tandasnya.