Tampilkan postingan dengan label siaga 24 jam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label siaga 24 jam. Tampilkan semua postingan

4 Agu 2013

Puskesmas Siaga 24 Jam Selama Liburan Lebaran


KOORDINATOR pelayanan kesehatan arus mudik 2013 Hj. Yeni Herlina menegaskan, selama libur lebaran, pelayanan di 36 puskesmas se Kabupaten Pandeglang disiagakan melayani seperti biasa dan sebagian ada yang harus buka pelayanan 24 jam.
Kebijakan tersebut diakui Yeni yang juga Kabid Pelayanan Kesehatan Umum Dinkes Pandeglang ini dilakukan untuk tetap memberikan jaminan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, meski ada hak libur pegawai puskesmas selama enam hari kerja pada 5-10 Agustus 2013.
“Untuk pelayanan puskesmas siaga meskipun tidak jaga selama 24 jam, tetapi jika darurat dan sewaktu-waktu dibutuhkan harus siap untuk melayani, sedangan untuk puskesmas buka 24 jam wajib jaga selama 24 jam. Untuk tenaga medis dan paramedis sudah dibuat jadwal tersendiri baik puskesmas yang siaga maupun yang buka 24 jam, supaya mereka juga punya waktu merayakan Hari Raya Idul Fitri 1434 H,” ungkap Hj. Yeni Herlina usai melakukan monitoring kesejumlah pos kesehatan pada H-7, Kamis (1/8), kemarin.
Dijelaskan, ada 16 puskesmas yang berstatus siaga lebaran yakni Puskesmas Kadomas, Banjar, Bangkonol, Cikole,  Cipeucang,  Mekarjaya, Pulosari, Sindangresmi, Cikeusik, Sukaresmi, Cibitung, Sumur, Cikeudal, Pagelaran, Angsana, dan Puskesmas Patia.
Sementara 20 puskesmas lainnya, tambah Yeni sudah diinstruksikan untuk buka pelayanan 24 jam penuh yakni Puskesmas Majasari, Mandalawangi, Karangtanjung, Labuan, Cimanuk, Kaduhejo, Munjul, Cadasari, Cigeulis, Cimanggu, Cisata, Jiput, Cibaliung, Saketi, Bojong, Picung, Menes, Carita, Panimbang dan Puskesmas Sobang.

16 Mei 2012

Puskesmas Kaduhejo Siaga Persalinan 24 Jam


MASYARAKAT selalu mengharapkan pelayanan publik termasuk pelayanan kesehatan yang sebaik-baiknya.  Karena itu, jam pelayanan di Puskesmas secara bertahap ditingkatkan menjadi 24 jam. Hal itu untuk mengantisipasi kebutuhan warga setempat terutama kasus kegawatdaruratan dan pelayanan persalinan yang tak kenal waktu.
Kepala Puskesmas Kaduhejo Bidan Hj. Nining Setianingsih, Amd.Keb menyatakan, sejak diluncurkan program Jaminan persalinan (Jampersal) diawal 2011 pihaknya menyiagakan pelayanan persalinan 24 jam di fasilitas kesehatan Puskesmas dan bidan desa.
“Jampersal diperuntukan untuk membantu ibu-ibu melahirkan secara gratis juga untuk menekan angka kematian bayi dan ibu saat persalinan akibat tidak ditolong tenaga kesehatan, seperti dokter atau bidan,” kata Hj. Nining Setianingsih yang dihubungi, Senin (14/5) kemarin.
Dia juga mengatakan puskesmas siap merujuk ibu hamil dan melahirkan ke rumah sakit  jika mendapati persalinan dengan resiko tinggi.
Dijelaskan, saat ini jumlah bidan di Puskesmas Kaduhejo sebanyak 17 orang, 10 diantaranya bertugas sebagai bidan desa. “Memang kunjungan persalinan ke puskesmas belum terlalu banyak. Saat ini yang terbanyak persalinan oleh bidan desa, karena semua desa telah ditempatkan bidan,” jelasnya.
Menurutnya, melalui Jampersal yang diikuti pelayanan keluarga berencana (KB) diharapkan persalinan yang ditolong bidan semakin lebih banyak.
“Bagi ibu-ibu melahirkan yang mendapat bantuan Jampersal akan diminta dengan sangat untuk mengikuti program KB, terutama bagi ibu yang sudah memiliki banyak anak,” kata Nining.