16 Feb 2013

Dinkes Sosialisasikan Program BOK 2013



 MENGHADAPI awal tahun anggaran 2013, program terobosan Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) yakni bantuan operasional kesehatan (BOK) kembali gencar disosialisasikan. Hal itu dimaksudkan agar tujuan sasaran BOK bisa dicapai secara optimal. Untuk tahap awal, kali ini sosialisasi ditujukan pengelola kepada petugas Puskesmas se Kabupaten Pandeglang.
Memurut Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Khusus (Yankesus) Dinkes Pandeglang Dr. Kodiat Juarsa, pemanfaatan program BOK tahun 2013 diprioritaskan pada kegiatan yang berdaya ungkit tinggi untuk pencapaian indikator Millennium Development Goals (MDGs) bidang kesehatan diantaranya penurunan angka kematian ibu dan bayi, peningkatan status gizi masyarakat, penanggulangan penyakit serta meningkatkan akses sanitasi dasar.
“Sebagian besar target MDGs diperkirakan akan tercapai pada tahun 2015, tetapi memang masih terdapat beberapa target yang memerlukan upaya lebih keras untuk mencapainya, yaitu
penurunan angka kematian ibu, penurunan angka sebaran HIV/AIDS, dan akses air bersih yang terjangkau bagi masyarakat,” ujar Kodiat disela-sela pertemuan sosialisasi BOK tingkat Kabupaten Pandeglang, Kamis (31/1) akhir pekan kemarin.
Oleh karenanya program BOK diharapkan bisa memacu kinerja pelayanan kesehatan di tingkat lapangan. Dia mengatakan, hasil capaian program sampai saat ini akan terus dipertahankan dan lebih ditingkatkan dengan pelaksanaan BOK 2013. “Semua kegiatan BOK dikonsentrasikan untuk memperkuat kegiatan pelayanan kesehatan di lapangan oleh Puskesmas,” kata Kodiat yang juga Ketua Sekretariat BOK Kabupaten Pandeglang.

15 Feb 2013

Strategi DOTS Efektif Berantas Tbc



MENJADI fasilitator program pemberantasan penyakit  tuberkulosis (Tbc) Provinsi Banten bagi Yudi Hermawan, SKM bukan hal baru. Pasalnya, dia telah lama berkecimpung sebagai program officer program penanggulangan Tbc sebelum akhirnya diangkat sebagai Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinkes Pandeglang bulan Desember lalu.
Maka tak heran jika ada kegiatan pelatihan program Tbc tingkat Provinsi Banten, Yudi selalu diikutsertakan sebagai tim fasilitator.
Menurut Yudi, kompetensi sumberdaya manusia (SDM) yang ada di fasilitas pelayanan kesehatan perlu dibekali pengetahuan dan ketrampilan yang memadai untuk menanggulangi penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosisi ini.
“Setiap fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit baik negeri maupun swasta setidaknya memiliki masing-masing seorang dokter, perawat dan tenaga laboratorium untuk melayani masyarakat yang mengidap Tbc,” kata Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinkes Pandeglang, Yudi Hermawan, SKM usai menjadi fasilitator provinsi untuk pelatihan program Tbc bagi petugas di fasilitas pelayanan kesehatan, kemarin.
Dia mengatakan, perkembangan penanggulangan Tbc di wilayah Banten sudah cukup baik. “Penemuan dan tatalaksana sudah mencapai target nasional diatas 70 persen dan kesembuhan pun diatas 85 persen,” ungkap Yudi.
Begitupun dari sisi manajemen program jauh lebih baik. “Terbukti di Banten sudah banyak rumah sakit swasta yang juga berkeinginan kuat untuk melaksanakan penanggulangan Tbc dengan strategi Direct Observed Treatment Short-Course Chemotherapy (DOTS),”  ujarnya.
Ditambahkan, DOTS (pemberian obat sekaligus diawasi minum obatnya secara langsung red) terbukti cukup efektif dalam penanggulangan Tbc, karena penjaringan kasus tinggi dengan tingkat kesembuhan yang terjamin.

14 Feb 2013

Organisasi Profesi Perawat Pandeglang Bersiap Muskab PPNI



PASCA digelarnya Musyawarah Provinsi (Musprov) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Banten pada Januari 2013 lalu, pengurus PPNI Pandeglang bersiap menggelar musyawarah kabupaten (Muskab).
Sebagai langkah awal Pengurus PPNI Pandeglang menggelar rapat persiapan dengan membentuk panitia inti  (organizing comite) yang ditugaskan sebagai penyelenggara Muskab PPNI Pandeglang yang diagendakan akan berlangsung pada Maret 2013 mendatang.
Salah seorang Pengurus Cabang PPNI Pandeglang Ratu Tanti Darmiasih mengatakan, pelaksanaan Muskab  PPNI Pandeglang bertujuan mengevaluasi pertanggungjawaban pengurus PPNI Pandeglang periode 2008-2013, sekaligus akan ada agenda suksesi pemilihan pengurus PPNI Pandeglang periode 2013-2018.
Dia mengatakan, Muskab diharapkan dapat menyerap aspirasi anggota PPNI sehingga menghasilkan agenda kerja untuk peningkatan mutu pelayanan keperawatan dan peningkatan derajat  kesehatan masyarakat di Kabupaten Pandeglang.
“Muskab PPNI juga menjadi ajang menyusun garis besar program kerja pengurus PPNI Pandeglang selama lima tahun ke depan,” ungkap Ratu Tanti Darmiasih usai mengikuti rapat internal pengurus PPNI Pandeglang periode 2008-2013, Selasa (12/2) kemarin.
Dijelaskan, dalam kesempatan tersebut akan dilakukan konsolidasi internal profesi keperawatan menghadapi tantangan global dan acara tambahan diisi sosialisasi tentang surat tanda registrasi (STR) sebagai kelengkapan yang harus dimiliki bagi setiap  perawat.
"Tugas pokok dari organisasi profesi PPNI salah satunya adalah mengayomi, mengadvokasi, meregistrasi dan melegislasi setiap individu perawat sesuai dengan peran dan fungsinya yang diatur oleh Kode Etik Profesi dan yang diatur oleh Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Apalagi setelah terbitnya SK Menkes RI No. 1976/Menkes/Per/VIII/2011 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan maka setiap tenaga kesehatan wajib mempunyai Surat Tanda Registrasi (STR),"  paparnya.
Sebelum STR yang dimaksud dikeluarkan, lanjut Tanti yang juga Kepala Bidang Sumberdaya Kesehatan Dinkes Pandeglang ini, semua perawat atau tenaga kesehatan lainnya wajib menjadi anggota organisasi profesi untuk mendapatkan surat legislasi lain (surat rekomendasi red) dalam menjalankan praktek profesi keperawatan.
“Dengan adanya SK Menkes RI tersebut maka tugas organisasi profesi ke depan semakin berat dan komplek. PPNI sebagai salah organisasi profesi yang berwenang mengeluarkan surat rekomendasi untuk mendapatkan STR haruslah benar-benar memiliki kompetensi dalam setiap gerak langkahnya,” jelas Tanti.
Dia menegaskan, yang tak kalah penting dalam ajang Muskab PPNI Pandeglang adalah menjalin ikatan silaturahmi antara pengurus dengan para perawat yang merupakan tenaga kesehatan di Kabupaten Pandeglang dengan jumlah terbesar dibanding profesi kesehatan lainnya,” kata Tanti.
Ditambahkan, saat ini jumlah tenaga profesi perawat di Pandeglang mencapai 700 orang yang bertugas di berbagai fasilitas kesehatan tersebar di rumah sakit dan 36 Puskesmas Kecamatan se Kabupaten Pandeglang.

11 Feb 2013

Kisah Kemitraan Bidan-Paraji Mendapat Penghargaan Tingkat Nasional



DINILAI menjadi salah satu daerah yang berhasil melaksanakan dan mengembangkan program kesehatan ibu dan reproduksi, kemitraan Bidan dengan Paraji mendapatkan penghargaan tingkat nasional oleh Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes).
Penghargaan disampaikan oleh Kemenkes disela-sela pertemuan teknis nasional kesehatan ibu yang diselenggarakan Direktorat Bina Kesehatan Ibu  kemenkes di Bandung, pada Selasa hingga Jum’at  (5-8/2) kemarin.
Pertemuan tersebut mengundang para kepala dinas kesehatan kabupaten/kota dan provinsi se Indonesia yang dinilai sukses melaksanakan program kesehatan ibu untuk berbagi kisah dan pengalaman.
Kepala Seksi Kesehatan Ibu, Anak dan Remaja (KIAR) Dinkes Pandeglang Bidan Hj. Eniyati, SKM mengatakan, Kemenkes telah meminta Kabupaten Pandeglang memberikan testimosi tentang kisah sukses dalam mengembangkan program kemitraan bidan dan paraji di desa.
 “Kabupaten Pandeglang di wakili oleh Bidan Desa Panacaran, Kecamatan Munjul. Bidan Rusmiati, Am.Keb yang menceritakan perjuangan merintis dan mengembangkan program kemitraan bidan dan dukun sejak tahun 2008,” kata Hj. Eniyati, Jum’at (8/2) akhir pekan kemarin.
Menurut Eniyati, Kabupaten Pandeglang memiliki kondisi geografis, adat budaya, dan karakteristik masyarakat tersendiri yang berbeda dengan daerah lain di Indonesia. Oleh karena itu, upaya menjalin kemitraan Bidan dan Paraji yang dirintis Bidan Desa dinilai Kemenkes berhasil membangun proses upaya kesehatan ibu ditingkat lokal. “Kemitraan Bidan dan Paraji kebutuhan lokal, karena Kabupaten Pandeglang memiliki permasalahan, hambatan, dan kebutuhan yang berbeda dalam melaksanakan program-program kesehatan ibu dan reproduksi dengan daerah lainnnya,” ungkapnya.
Dia mengatakan, keberhasilan Kabupaten Pandeglang ini mendapatkan apresiasi dari Kemenkes maupun peserta daerah lain dari perwakilan kepala dinas kesehatan seluruh Indonesia.
“Penyajian makin menarik karena salah satu dukun yang telah bermitra, yaitu Dukun Saemi, juga diajak serta untuk berbagi pengalaman menjadi dukun, baik sebelum maupun setelah bermitra,” kata Eniyati yang juga Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Pandeglang.
Dia mengungkapkan, saat ini program kemitraan ditingkat lokal telah berdampak nyata. “Melalui kemitraan ini, sejak tahun 2008 cakupan pertolongan persalinan ditolong tenaga kesehatan terus meningkat, bahkan dalam dua tahun terakhir telah mencapai 100%. Selain itu, sejak tahun 2009 tidak ada lagi kasus kematian ibu di Desa Panacaran,” tandasnya.

10 Feb 2013

Yudi, "BOK Perkuat Upaya Promosi Kesehatan di Puskesmas"



UPAYA promosi peningkatan kesehatan (promotif) dan pencegahan penyakit (preventif) adalah pilar utama masyarakat sehat. Oleh karena itu, upaya promosi kesehatan, pencegahan penyakit, deteksi dini dan pengobatan segera harus diutamakan.
“Ada ungkapan mencegah lebih baik dari pada mengobati yang mengandung makna bahwa upaya meningkatkan dan memelihara kesehatan serta mencegah timbulnya masalah kesehatan atau penyakit jauh lebih mudah, lebih murah dan dapat dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tutur Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinkes Pandeglang Yudi Hermawan, SKM disela-sela asistensi program Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) bagi kepala Puskesmas, Rabu (6/2) kemarin.
Dia mengatakan, peran Puskesmas dan jaringannya, didukung Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) sangat penting dalam menggerakkan masyarakat agar melakukan berbagai upaya pencegahan. 
Terlebih diakui Yudi pemerintah pusat telah menyediakan dukungan biaya untuk upaya pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif bagi masyarakat sejak tiga tahun lalu melalui BOK.
“Melalui BOK ini kita akan semakin meningkatkan akses dan pemerataan pelayanan kesehatan masyarakat melalui kegiatan promotif dan preventif di tingkat Puskesmas untuk mendukung tercapainya target MDGs Bidang Kesehatan pada tahun 2015,” tandasnya.