21 Mar 2015

TA 2015 : Puskesmas Labuan dan Cimanuk Segera Punya Gedung Baru

GUNA terus meningkatkan pelayanan kesehatan, Pemkab Pandeglang melalui Dinas Kesehatan  pada tahun anggaran 2015 masih terus melakukan pembangunan gedung Puskesmas baru yang lebih memadai. Hal itu dilakukan untuk mempercepat pelayanan kesehatan. “Karena tahun ini direncanakan ada dua pembangunan Puskesmas  baru yaitu Labuan dan Puskesmas Cimanuk yang akan segera direlokasi,” ujar Sekretaris Dinkes Pandeglang H. Didi Mulyadi, disela peresmian gedung baru Puskesmas Carita, Angsana dan Perdana, Rabu (18/3/2015).
Didi mengungkapkan, Puskesmas Labuan harus segera direlokasi karena bangunan Puskesmas Labuan yang lama saat ini sudah beralih fungsi menjadi rumah sakit. “Kalau Puskesmas Cimanuk akan dibangun Puskesmas yang lebih representative dari lokasi yang ada saat ini,” ungkapnya.
Menurutnya,pembangunan sarana bukan hanya peningkatan fasilitas kesehatan secara fisik. “Pemkab juga akan menambah armada Puskesmas Keliling (Pusling).  Puskesmas keliling ini digunakan untuk operasional Puskesmas dan juga berfungsi sebagai ambulans,” jelas Didi.
Selain pembangunan tersebut, katanya, Dinkes juga akan merehabilitasi puskesmas yang mulai rusak, membangunan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), pembangunan rumah dinas, dan pembangunan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) puskesmas

20 Mar 2015

Ketua PPNI Pandeglang : Perawat Merupakan Kekuatan Perubahan Dalam Sistem Kesehatan Nasional



BANYAK  para perawat yang lupa kalau hari Selasa, tanggal 17 Maret 2015 merupakan hari jadinya Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang ke-41. Kesibukan, rutinitas, ketidak tahuan, bahkan ketidak pedulian mungkin mungkin saja dialami paramedis yang menjadi salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan itu.
Menurut Ketua PPNI Kabupaten Pandeglang Hj.Nuriah, peringatan kali ini hampir berbarengan sudah disyahkannya UU Keperawatan no 38 tahun 2014 pada tanggal 25/9/2014 yang lalu. “Tentunya ini menambah spirit bagi perawat dalam menunaikan tugas, bisa dikategorikan sebagai kado yang akan memayungi dalam bekerja, namun juga merupakan tantangan dimana perlu kesiapan bagi para perawat yang terhimpun dalam PPNI itu untuk melaksanakan amanat UU Keperawatan tersebut,” ungkap Nuriah disela acara Diskusi Kelompok Terarah yang digelar peneliti  Centre for Strategic and International Studies (CSIS) di Kantor Bappeda Pandeglang, Selasa (17/3/2015).
Tema peringatan kali ini kata mantan Sekretaris Dinkes Pandeglang itu yakni ‘Perawat merupakan kekuatan perubahan dalam sistem kesehatan’. “Tidak berlebihan tema tersebut karena perawat berada di garda terdepan, dan merupakan tenaga kesehatan terbanyak diantara tenaga kesehatan lainya,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut ia memotivasi kepada teman teman seprofesinya agar tetap semangat dan terus mengabdi dimanapun ditugaskan. “Pekerjaan perawat adalah profesi pengabdian untuk sesama,” tandas Ketua PPNI Periode 2013-2018 yang kini menjabat sebagai Sekretaris pada Badan Ketahanan Pangan dan penyuluhan Kabupaten Pandeglang itu.

19 Mar 2015

Bupati Pandeglang Resmikan Gedung Baru Puskesmas Carita, Perdana dan Puskesmas Angsana



Bupati Pandeglang H. Erwan Kurtubi meresmikan penggunaan tiga gedung baru Puskesmas di tiga kecamatan berbeda yang dipusatkan di Puskesmas Kecamatan Carita, Rabu (18/3). Ketiga gedung yang dibangun atas beban anggaran APBD Pandeglang TA. 2014 tersebut yakni gedung Puskesmas Carita, Puskesmas Perdana di Kecamatan Sukaresmi dan gedung Puskesmas Kecamatan Angsana.
Menurut Bupati Pandeglang H. Erwan Kurtubi, pembangunan tiga unit gedung baru tersebut merupakan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. “Program kesehatan merupakan salah satu prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten Pandeglang  yang bertujuan meningkatkan Indek Pembangunan Manusia (IPM),” kata Bupati Erwan saat memberikan sambutannya.
Oleh karena itu, Pemkab Pandeglang berupaya untuk memenuhi dan mengembangkan sarana-prasarana layanan kesehatan agar semakin memadai. “Fasilitas dan sarana-prasarana yang memadai ini juga harus diimbangi dengan pemberi pelayanan yang ramah, sopan dan penuh perhatian oleh para tenaga kesehatan,” katanya.
Turut hadir dalam peresmian tersebut Asda II Setda Pandeglang H. Iskandar, Asda III Hj. Tati Suwagiharti, para anggota DPRD Pandeglang, unsur Muspika setempat, tokoh masyarakat dan agama, kader kesehatan serta para Kepala Puskesmas se Kabupaten Pandeglang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang H. Deden Kuswan mengatakan, pengembangan Puskesmas Carita dan Perdana menjadi dua lantai merupakan suatu kebutuhan. “Peningkatan kapasitas gedung Puskesmas ini untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah pengunjung di Puskesmas tersebut. “Hal ini mengingat perkembangan daerah itu sangat menonjol dan dinilai akan berdampak terhadap kesehatan masyarakat,” katanya.
Sementara untuk Puskesmas Angsana merupakan relokasi Puskesmas yang semula berada di lokasi banjir, dibangun kembali Puskesmas baru di lokasi yang lebih baik.
Peresmian gedung baru ketiga Puskesmas itu ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Bupati Pandeglang H. Erwan Kurtubi didampingi Kepala Dinas Kesehatan H. Deden Kuswan dan sejumlah pejabat Pemkab Pandeglang.
Sekretaris Dinkes Pandeglang H. Didi Mulyadi menambahkan, Pemkab Pandeglang melalui Dinas Kesehatan  pada tahun anggaran 2015 masih terus melakukan pembangunan gedung Puskesmas baru yang lebih memadai. Hal itu dilakukan untuk mempercepat pelayanan kesehatan. “Tahun ini direncanakan ada dua pembangunan Puskesmas  baru yaitu Labuan dan Puskesmas Cimanuk yang akan segera direlokasi,” ujar Sekretaris Dinkes Pandeglang H. Didi Mulyadi, di lokasi peresmian.
Didi mengungkapkan, Puskesmas Labuan harus segera direlokasi karena bangunan Puskesmas Labuan yang lama saat ini sudah beralih fungsi menjadi rumah sakit. “Kalau Puskesmas Cimanuk akan dibangun Puskesmas yang lebih representative dari lokasi yang ada saat ini,” ungkapnya.
Menurutnya,pembangunan sarana bukan hanya peningkatan fasilitas kesehatan secara fisik. “Pemkab juga akan menambah armada Puskesmas Keliling (Pusling).  Puskesmas keliling ini digunakan untuk operasional Puskesmas dan juga berfungsi sebagai ambulans,” jelas Didi Mulyadi yang juga selaku Koordinator Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Program pembangunan sarana dan pra-sarana kesehatan Dinkes Pandeglang ini.
Selain pembangunan tersebut, lanjutnya, Dinkes juga akan merehabilitasi sejumlah Puskesmas yang mulai rusak, membangunan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), pembangunan rumah dinas medis dan paramedis, dan pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Puskesmas.

18 Mar 2015

Kadinkes Pandeglang : Pelayanan Puskesmas Harus Lebih Baik



PEMBANGUNAN bidang kesehatan, merupakan salah satu program prioritas Pemkab Pandeglang. Kebijakan tersebut, didasarkan atas kenyataan bahwa bidang kesehatan merupakan bagian penting yang terkait langsung dengan peningkatan harkat dan martabat manusia dalam kerangka pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas
Oleh karena itu, Dinkes Pandeglang berkomitmen untuk meningkatkan pembangunan kesehatan melalui perluasan jangkauan pelayanan kesehatan kepada segenap lapisan masyarakat.
Hal itu diungkapkan Kadinkes Pandeglang H. Deden Kuswan saat memberikan sambutan pada Peresmian Gedung Puskesmas Carita, Perdana dan Puskesmas Angsana yang dipusatkan di Puskesmas Carita, Rabu (18/3/2015).
Peresmian Puskesmas yang dilakukan oleh Bupati Pandeglang H. Erwan Kurtubi itu dihadiri oleh Asda II Setda Pandeglang H. Iskandar, Asda III Hj. Tati Suwagiharti, para anggota DPRD Pandeglang, unsur Muspika setempat, tokoh masyarakat dan agama, kader serta para Kepala Puskesmas se Kabupaten Pandeglang.
Deden mengatakan, berhasilnya pembangunan kesehatan, pada hakikatnya menuntut kerjasama yang lebih sinergis antara Pemerintah, stakeholders dan seluruh komponen masyarakat, serta tidak kalah pentingnya adalah kesadaran masyarakat untuk membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
“Untuk mewujudkan masyarakat Pandeglang yang lebih sehat harus ada sinergi antara peran Pemerintah dan masyarakat. Pemerintah bertanggung jawab untuk menyediakan sumberdaya kesehatan seperti Dokter, perawat, penempatan bidan di setiap desa, menyediakan akses informasi kesehatan melalui sosialisaasi dan penyebarluasan media promosi kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan, serta mendorong pemberdayaan peran aktif masyarakat dalam setiap upaya kesehatan masyarakat,” jelasnya.
Sedangkan masyarakat, sambung Deden, harus juga bertanggung jawab dalam menyeimbangkan hak dan kewajiban dalam menjaga lingkungan serta berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Dia mengungkapkan, pembangunan kesehatan di Kabupaten Pandeglang menunjukan kemajuan yang berarti, antara lain dapat dilihat dari indicator kesehatan pada tahun 2010 dibandungkan dengan tahun 2014 yakni angka UHH meningkat dari 63,10 menjadi 64,4 tahun.
“Keberhasilan pembangunan kesehatan tersebut, tidak lepas dari penyelenggaraan pelayanan kesehatan khususnya bagi keluarga miskin diseluruh Puskesmas, melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), serta upaya perbaikan mutu pelayanan kesehatan di seluruh Puskesmas, Puskesmas pembantu hingga Pos Kesehatan Desa (Poskesdes),” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kadinkes berpesan kepada seluruh jajaran kesehatan, agar memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melaksanakannya sesuai prosedur, dan ketentuan yang berlaku. “Dan kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan keberadaan Puskesmas secara optimal,” tegasnya.
Diapun berharap, kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa memuaskan masyarakat yang dating ke Puskesmas.
“Saya minta pelayanan Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan milik pemerintah harus lebih baik dari pelayanan kesehatan swasta,” tandasnya.
Peresmian gedung baru ketiga Puskesmas itu ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Bupati Pandeglang H. Erwan Kurtubi didampingi Kepala Dinas Kesehatan H. Deden Kuswan dan sejumlah pejabat yang hadir.

16 Mar 2015

AKI dan AKB Pandeglang Masih Tinggi

SEKRETARIS Daerah (Sekda) Pandeglang H. Aah Wahid Maulani membuka acara Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Kematian Ibu (AKI) dan Kematian bayi (AKB) di Pendopo Pandeglang, Rabu (11/3/2015).
Dalam sambutannya Sekda Pandeglang Aah mengatakan, kasus kematian ibu di Kabupaten Pandeglang masih cukup tinggi dibandingkan dengan Kabupaten dan Kota yang ada di Provinsi Banten, dari tahun ke tahun jumlah kasus kematian ibu mengalami penurunan dan kenaikan yang sangat signifikan, 
“Dalam rangka memfokuskan percepatan penurunan kasus kematian ibu dan bayi di Kabupaten Pandeglang diperlukan upaya – upaya yang efektif dan efisien serta konsisten dari seluruh pemangku kepentingan untuk ikut bersama – sama berupaya dalam mempercepat penurunan AKI dan AKB,”katanya.
Lebih lanjut Sekda pandeglang menyampaikan, salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Pandeglang untuk menurunkan AKI dan AKB adalah dengan memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui penempatan Bidan di Seluruh Desa, “Tujuannya untuk mendekatkan akses pelayanan kepada masyarakat terhadap pelayanan kesehatan Ibu dan Bayi baru lahir terutama pada saat kehamilan dan persalinan,”lanjutnya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Deden Kuswan mengatakan, jumlah kasus angka kematian bayi dari tahun ke tahun mengalami kenaikan dan penurunan diantaranya tahun 2012 kematian Ibu 47 Kasus dan246 kematian bayi, 35 kasus kematian Ibu dan 358 Kasus kematian Bayi tahun 2013, dan 47 Kasus Kematian Ibu dan 317 kasus kematian Bayi pada tahun 2014, “ Hal ini menunjukan masih rendah nya kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap prilaku yang mendukung kesehatan Ibu dan Bayi,”katanya.
Hadir dalam acara ini, perwakilan dari kementrian kesehatan Kasubid Kesehatan Ibu Hamil dr Lukas, Kepala Badan Pemberdayaan perempuan, Perlindungan Anak dan KB Hj Indah Dinarsiani, Para Camat dan Para Kepala Puskesmas se Kabupaten Pandeglang.

15 Mar 2015

Hari Ginjal Sedunia 2015 : Ginjal Sehat Untuk Semua

HARI Ginjal Sedunia diperingati setiap hari Kamis minggu kedua pada bulan Maret, yang pada tahun ini jatuh pada tanggal 12 Maret 2015. Bila tak ingin kehilangan organ penting dalam tubuh, sayangilah ginjal Anda!

Ginjal merupakan organ penting yang ada di dalam tubuh berjumlah 2 buah dengan fungsi utama sebagai penyaring atau pencuci darah dan melaksanakan fungsi ekskresi (pembuang zat-zat yang tidak berguna).

Ginjal menjaga keseimbangan air serta keasaman darah dan juga elektrolit. Selain itu ginjal juga menghasilkan berbagai hormon antara lain erithropoitin yang berperan untuk pembentukan sel darah merah.

Mengingat peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia, kita harus selalu menjaga ginjal kita dalam keadaan sehat.

Secara umum kerusakan yang terjadi pada ginjal merupakan dampak dari penyakit lain antara lain penyakit kencing manis (diabetes), hipertensi, penyakit asam urat tinggi, penyakit autoimun seperti penyakit Lupus.

Penyakit yang terjadi pada ginjal yang bisa berlanjut menjadi kronis adalah infeksi saluran kencing, batu ginjal atau polikistik ginjal serta sumbatan pada saluran ginjal.

Saat ini diabetes (DM) mendominasi penyebab gagal ginjal kronis yang menjalani cuci darah (hemodialisa). Penyakit hipertensi karena tekanan darah tidak terkontrol makin lama juga akan merusak ginjal, mulai dari kebocoran ginjal sampai gagal ginjal kronis sehingga pasien tersebut harus menjalani cuci darah.

Peningkatan kadar asam urat yang berkepanjangan juga akan menyebabkan terbentuknya batu ginjal dan jika berlanjut akan terjadi infeksi berulang pada ginjal dan akhirnya bisa juga menyebabkan gagal ginjal kronis.

Selain itu, hal lain yang bisa menyebabkan gangguan fungsi ginjal adalah obat-obatan. Penggunaan obat penghilang rasa sakit yang berkepanjangan dan tanpa konsultasi dokter juga bisa menyebabkan kerusakan ginjal.

Bagaimana mencegah penyakit gagal ginjal?

Pasien dengan DM, gula darahnya harus selalu terkontrol, pasien dengan hipertensi tekanan darahnya juga harus selalu terkontrol. Pasien dengan asam urat tinggi, asam uratnya harus diturunkan sampai normal. Pada pasien yang sudah diketahui menderita penyakit autoimun seperti Lupus, penyakit Lupus harus remisi (sembuh).

Saat ini di tengah masyarakat banyak berbagai alternatif pengobatan selain pengobatan modern yang mengklaim bisa menyembuhkan penyakit kencing manis atau hipertensi sehingga menjadi sembuh total. Jelas klaim ini tidak benar, karena penyakit kencing manis dan hipertensi hanya dapat dikatakan terkontrol baik dengan obat atau tanpa obat.

Oleh karena itu apapun pengobatan yang diberikan, kadar gula darah atau tekanan darah harus selalu dicek rutin. Karena jika hal ini tidak diperhatikan akan menyebabkan terjadinya komplikasi gagal ginjal kronis sehingga perlu cuci darah atau bahkan cangkok (transplantasi) ginjal.

Agar terhindar dari penyakit ginjal, ada beberapa tips penting, yaitu:

  1. Pemeriksaan urin lengkap dan ureum kreatinin pada pasien dengan penyakit kronis seperti kencing manis, hipertensi dan asam urat tinggi serta penyakit aoutoimun seperti penyakit Lupus Eritematosus.
  2. Tidak mengonsumsi obat-obatan secara rutin tanpa petunjuk dokter.
  3. Minum yang cukup 8-10 gelas per hari dalam kondisi normal.
  4. Tidak menahan buang air kecil dalam waktu lama.
  5. Jangan menghiraukan berbagai gangguan yang kemungkinan berhubungan dengan gangguan ginjal dengan segera berobat kedokter.
  6. Kenali gangguan kesehatan yang berhubungan dengan ginjal misal buang air kecil sakit, buang air kecil sering, buang air kecil tidak lampias, buang air kecil merah atau seperti cucian daging atau pinggang sakit. (dari berbagai sumber)***

14 Mar 2015

Tahukan Anda bahwa 3 Maret Adalah Hari Kesehatan Telinga



TANGGAL 3 Maret dipilih karena bentuk angka 3,3 menggambarkan atau berkaitan dengan bentuk telinga. Oleh karena itu, Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran Sedunia diperingati setiap tanggal 3 Maret untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan telinga dan pencegahan gangguan pendengaran.
Di Indonesia sendiri Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran dicanangkan pada 3 Maret 2010 lalu. Dan pada tahun ini tema yang di ambil adalah “Pendengaran Sehat Untuk Hidup Bahagia”
Menurut WHO, saat ini diperkirakan ada360 juta (5.3%) orang di dunia mengalami gangguan cacat pendengaran,328 juta (91%) diantaranya adalah orang dewasa (183 juta laki-laki, 145 juta perempuan) dan 32 juta (9%) adalah anak-anak.
Prevalensi gangguan meningkat seiring dengan pertambahan usia. Prevalensi gangguan pendengaran pada orang di atas usia 65 tahun bervariasi antara18 sampai hampir 50% di seluruh dunia. Serta diperkirakan20% orang dengan gangguan pendengaran membutuhkan alat bantu dengar.
Namun produksi alatbantu pendengaran saat ini hanya memenuhi 10% dari kebutuhan global dan hanya memenuhi 3% dari kebutuhan di negara berkembang.
Dengan meningkatnya permasalahan gangguan pendengaran dan ketuliandi Indonesia, maka perlu diantisipasi dengan melakukan upaya promotif, preventif serta memberikan pelayanan kesehatan Indera Pendengaran yang optimal sebagai upaya kuratif dan rehabilitatif terhadap masyarakat.
Untuk itu diperlukan kerjasama dan kesamaan visi dari berbagai pihak yaitu dokter, perawat, tenaga kesehatan (asisten audiologi, audiometris), terapis wicara, pendidik, teknisi, serta masyarakat.
Jadi hargai sistem pendengaranmu dan orang-orang disekitarmu yaaa, karna masalah kecil di dalam pendengaranmu dapat berakibat fatal bagi hidupmu. (dari berbagai sumber)***