Tampilkan postingan dengan label PIN Polio. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PIN Polio. Tampilkan semua postingan

21 Mar 2016

Dibalik Kegiatan PIN Polio 2016 dan Isu Halal Haram Vaksin

SEBELUM kegiatan nasional PIN Polio tanggal 8 s/d 15 Maret 2016 ini, berbagai gerakan anti vaksin dan anti imunisasi bermunculan di media social. Pegiat-pegiat anti vaksin, yang selama ini memang sudah berketetapan hati menggagalkan program imunisasi, hiruk pikuk melancarkan hoax anti imunisasi. Diantaranya dengan mengunggah gambar Inactive Polio Vaccine (IPV) dengan tulisan tendensius “Pada proses pembuatannya bersinggungan dengan bahan bersumber babi”.
Hoax tersebut, selain kasar, juga tidak teliti. Mengapa?
Karena PIN tidak menggunakan IPV, namun Oral Polio Vaccine (OPV) alias vaksin tetes
OPV yang digunakan merupakan produk dalam negeri, Bio Farma
Ambillah contoh di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, daerah ini sudah menggunakan IPV untuk imunisasi polio rutin sejak tahun 2007
Dan tentu, dari beberapa fakta diatas, tidak ditemukan kalimat provokatif pada bungkus vaksinnya.
Sebetulnya soal halal haram vaksin, atau soal teknis dan detail bahan, proses produksi, atau manfaat imunisasi bisa kita perdebatkan. Tentu dengan metodologi dan landasan berfikir ilmiah. Dengan argumen dan referensi yang jelas. Tidak dengan memasang niat sejak awal untuk sekedar saling menghabisi, debat kusir tiada ujung.
Jika dikaitkan dengan beberapa isu yang dilontarkan para penggiat anti vaksin, entah itu soal halal haram, atau soal pelemahan generasi atau apalah namanya, sangat bisa didiskusikan. Misalnya soal halal haram vaksin, fakta dilapangan menunjukkan, Bio Farma secara statistik masih menunjukkan sebagai salah satu produsen vaksin terbesar di dunia. Produk mereka sudah diekspor ke hampir 120 negara, dengan 46 negara diantaranya Negara Muslim (Timur Tengah, dan lainnya). Fakta juga menunjukkan, program imunisasi menjadi program wajib di Arab Saudi. Ambil yang sering kita jumpai di Indonesia. Sertifikat imunisasi Meningitis (International Serticate Vaccine/ICV), menjadi hal mutlak dimiliki jamaah haji atau umroh untuk bisa diterima masuk ke Negara Arab Saudi. Dan masih banyak contoh lagi lainnya, intinya mereka menerapkan kebijakan imunisasi bahkan lebih ketat dari kita (walau representasi “Negara Muslim” juga masih debatable.
Soal halal haram vaksin, kalau boleh dirujuk, bukankah Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi mendukung program imunisasi di Indonesia? Beberapa fatwa MUI terkait imunisasi sudah lama dikeluarkan, dan belum pernah ditarik kembali, artinya masih berlaku. Terakhir fatwa MUI terkait PIN Polio 2016 (fatwa MUI Nomer 4 Tahun 2016) tentang Imunisasi, ditetapkan pada 23 Januari 2016. Memang perdebatan masih bisa terbuka, misalnya terkait representasi “umat Islam” yang disandang MUI.
Soal hoax pelemahan generasi. Kita bisa juga mengomentari hal ini sebagai terlalu lebai. Jika logikanya dibalik, bagaimana jika kampanye anti imunisasi merupakan upaya sistematis pelemahan generasi?. Bukankah para ahli imunologi atau imunisasi sangat yakin, jika imunisasi gagal maka wabah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasiakan meledak?. Pertanyaan lain bisa dilontarkan, misalnya mengapa Negara-negara maju (Eropa-Amerika), cakupan imunisasinya sangat tinggi? Apakah Negara-negara dimaksud lemah generasinya? .. Dan masih banyak pertanyaan lain yang dapat didiskusikan.


20 Mar 2016

Baru Capai 86,6 Persen, PIN Polio Pandeglang Diperpanjang Hingga 24 Maret 2016

SEBANYAK 111.540 anak Balita (bawah lima tahun) di Kabupaten Pandeglang telah mendapatkan imunisasi polio selama berlangsung Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio yang digelar sejak 8 sampai dengan 15 Maret 2016.
Capaian PIN polio tersebut baru sekitar 86,6 persen atau masih dibawah target sasaran balita yang harus mendapat imunisasi polio yakni sebanyak 128.798 anak.
“Dinkes Pandeglang targetnya, tingkat partisipasi PIN polio minimal 95 persen,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Hj. Indah Dinarsiani, kemarin.
Menurut Kadinkes Indah Dinarsiani, berdasarkan laporan yang diterima dari 36 Puskesmas se-Kabupaten Pandeglang, sampai Kamis (17/3/2016) sebagian besar Puskesmas masih terus melakukan sweeping untuk menjangkau sasaran yang belum mendapatkan imunisasi polio. “Sebagian besar Puskesmas masih melaksanakan sweeping dengan mengunjungi dari rumah ke rumah bagi warga yang anaknya belum mendapat imunisasi polio,” katanya.
Diungkapkan, dari 36 Puskesmas sebanyak Sembilan Puskesmas telah melampaui cakupan imunisasi 95 persen yakni Puskesmas Carita, Cibitung, Cikupa, Kaduhejo, Menes, Perdana, Picung, Sindangresmi dan Puskesmas Pandeglang.  “Selebihnya cakupan imunisasi polio Puskesmas masih dibawah 95 persen. Oleh karena itu kita sudah instruksikan untuk terus mendatangi bayi dan balita yang belum mendapatkan imunisasi polio sampai dengan 24 Maret 2016,” ungkapnya.
Dijelaskan, Persentasi cakupan terkecil yakni Puskesmas Sobang (67,9%), Banjar (68,5%), Patia (72,4%), Cikeusik (75,9%), Pagelaran (77,2%) dan Puskesmas Cibaliung (77,6%). “Saya optimistis target minimal 95 persen sebagaimana waktu yang ditentukan sampai akhir Maret, bisa tercapai,” katanya. 
Menurut Indah, secara keseluruhan penerimaan Warga Pandeglang terhadap program PIN Polio bagus. Meski begitu, pada prakteknya pelaksanaan di lapangan, bukan tanpa hambatan. “Di Kabupaten Pandeglang masih ada 9 Puskesmas dengan kategori Puskesmas sulit seperti Puskesmas Banjar, Cibaliung, Cibitung, Cigeulis, Cikeusik, Cimanggu, Munjul, Patia dan Puskesmas Sindangresmi,” jelasnya.
Begitupun dari data yang dimiliki dinas kesehatan, masih ada 114 desa yang termasuk kategori desa sulit terutama akses transportasi dengan jangkauan wilayah yang sangat luas.
Ditambahkan, pelaksanaan PIN Polio 2016 Kabupaten Pandeglang tersebar di 36 Puskesmas, 1 sub Pos PIN Rumah Sakit (RS), dan 1.796 Pos PIN.  Sasaran estimasi adalah 128.798 balita. Kegiatan ini melibatkan 1.017 vaksinator dibantu 7.417 kader kesehatan.
Kepala Seksi Pengamatan, Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Pandeglang Yudi Hermawan mengatakan, PIN Polio merupakan program pemerintah yang wajib disukseskan karena bertujuan baik, yakni mencegah timbulnya penyakit polio atau lumpuh layu.
“Dengan vaksin polio, katanya, balita akan memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit polimielitis. Dengan mendapat imunisasi polio, anak-anak juga akan tumbuh normal, sehat, kuat dan cerdas,” jelasnya. Dia berharap kepada ibu-ibu untuk bisa membawa putra-putrinya yang masih balita ke Puskesmas atau Pos PIN terdekat untuk mendapatkan imunisasi polio sampai tanggal 24 maret 2016.
"Sampai saat ini jumlah bayi yang diimunisasi belum seluruhnya masuh ke dinas kesehatan, jumlah yang ada sekarang itu dipastikan akan bertambah,” imbuhnya.
Yudi mengakui, ada beberapa keluarga saat PIN polio yang menolak imunisasi. Pihaknya pun tidak bisa memaksa. 

19 Mar 2016

Puskesmas Pandeglang Lampaui Target PIN Polio

PELAKSANAAN Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio yang dilakukan secara serentak mulai 8 – 15 Maret 2016 di wilayah Puskesmas Pandeglang telah berhasil mengimunisasi 828 balita. Kepala Puskesmas Pandeglang Hj. Umbiyati dengan rasa haru menyampaikan ucapan terima kasih tak terhingga kepada semua pihak sehingga pelaksanaan PIN di wilayah kerjanya yang meliputi Kelurahan kadomas dan Kalanganyar berjalan lancar dan mampu mencapai target lebih dari 95 persen. 
‘’Alhamdulillah, sudah selesai dan telah melampaui target sebesar 97 persen dari sasaran sebanyak 850 balita yang ada,’’ kata Hj Umbiyati, Selasa (15/3/2016). 
Menurutnya, minat masyarakat untuk mendapatkan imunisasi bagi anak balita cukup besar, begitupun semangat seluruh petugas kesehatan termasuk ibu kader posyandu yang mendatangi balita yang belum mendapat imunisasi polio secara door to door juga di seluruh pelosok kampung, patut diacungkan jempol. 
“Untuk pencapaian target lebih dari 95 persen tidak terlepas dari kegiatan sweeping yang dilaksanakan oleh petugas puskesmas maupun para kader dengan menerapkan sistem door to door,” ungkapnya.

Dikatakan, pencapaian target tersebut terbilang luar biasa mengingat tidak semua bayi dan balita saat pelaksanaan PIN polio dalam kondisi sehat. “Anak yang dalam kondisi sakit memang tidak boleh mendapat imunisasi polio, jadi kita menunggu sampai balitanya sembuh dulu,” tuntasnya.

18 Mar 2016

111.540 Balita Di Pandeglang Sudah Di Imunisasi Polio

SEBANYAK 111.540 anak Balita (bawah lima tahun) di Kabupaten Pandeglang telah mendapatkan imunisasi polio selama berlangsung Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio yang digelar sejak 8 sampai dengan 15 Maret 2016.
Capaian PIN polio tersebut baru sekitar 86,6 persen atau masih dibawah estimasi target sasaran balita yang harus mendapat imunisasi polio yakni sebanyak 128.798 anak.
“Dinkes Pandeglang targetnya, tingkat partisipasi PIN polio minimal 95 persen,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Hj. Indah Dinarsiani, Kamis (17/3/2016).
Untuk mencapai target 95 persen, Indah sudah menginstruksikan kepada seluruh Puskesmas untuk membuat jadwal sweeping yakni menyisir dari rumah ke rumah warga yang anaknya belum mendapat imunisasi polio hingga 24 Maret 2016.
“Kita punya semua data balita yang ada termasuk yang belum mendapat imunisasi mungkin karena sakit atau sedang bepergian saat PIN berlangsung,” jelasnya.
Diungkapkan, dari 36 Puskesmas sebanyak sembilan Puskesmas telah melampaui cakupan imunisasi 95 persen yakni Puskesmas Carita, Cibitung, Cikupa, Kaduhejo, Menes, Perdana, Picung, Sindangresmi dan Puskesmas Pandeglang. Sementara persentasi cakupan terkecil yakni Puskesmas Sobang (67,9%), Banjar (68,5%), Patia (72,4%), Cikeusik (75,9%), Pagelaran (77,2%) dan Puskesmas Cibaliung (77,6%). “Saya optimistis target minimal 95 persen sebagaimana waktu yang ditentukan sampai akhir Maret, bisa tercapai,” katanya. 
Menurut Indah, secara keseluruhan penerimaan Warga Pandeglang terhadap program PIN Polio bagus. Meski begitu, pada prakteknya pelaksanaan di lapangan, bukan tanpa hambatan. “Di Kabupaten Pandeglang masih ada 9 Puskesmas dengan kategori Puskesmas sulit seperti Puskesmas Banjar, Cibaliung, Cibitung, Cigeulis, Cikeusik, Cimanggu, Munjul, Patia dan Puskesmas Sindangresmi,” jelasnya.
Begitupun dari data yang dimiliki dinas kesehatan, masih ada 114 desa yang termasuk kategori desa sulit terutama akses transportasi dengan jangkauan wilayah yang sangat luas.
Kepala Seksi Pengamatan, Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Pandeglang Yudi Hermawan mengatakan, PIN Polio merupakan program pemerintah yang wajib disukseskan karena bertujuan baik, yakni mencegah timbulnya penyakit polio atau lumpuh layu.
“Dengan vaksin polio, katanya, balita akan memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit polimielitis. Dengan mendapat imunisasi polio, anak-anak juga akan tumbuh normal, sehat, kuat dan cerdas,” jelasnya. Dia berharap kepada ibu-ibu untuk bisa membawa putra-putrinya yang masih balita ke Puskesmas atau Pos PIN terdekat untuk mendapatkan imunisasi polio sampai tanggal 24 Maret 2016.

"Sampai saat ini jumlah bayi yang diimunisasi belum seluruhnya masuk ke dinas kesehatan, jumlah yang ada sekarang itu dipastikan akan terus bertambah,” imbuhnya.

17 Mar 2016

Secara Nasional : 89,1% Balita Telah Ikut PIN Polio 2016

SEJAK 8 Maret hingga 15 Maret 2016, sebanyak 89,01% dari total sasaran Balita usia 0-59 bulan di Indonesia telah mendapatkan vaksin polio oral. Pemerintah menargetkan cakupan PIN Polio sebesar 95%. Saat ini Provinsi Bali baru memulai PIN Polio setelah tertunda karena perayaan hari raya Nyepi beberapa waktu lalu.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, drg. Oscar Primadi, MPH bersyukur atas capaian PIN Polio 2016 kali ini. Alhamdulillah jutaan Balita di Indonesia telah diimunisasi polio, mereka aset bangsa yang sehat dan cerdas, ujarnya di Kantor Kemenkers Jakarta (16/03).

Hingga saat ini rekapitulasi data masih berlangsung. Hasil akhir akan dapat diketahui setelah Provinsi Bali selesai melaksanakan PIN, tambah Oscar.

PIN Polio ini bertujuan untuk memperkuat imunisasi rutin dan menutup kesenjangan imunitas akibat masih adanya daerah-daerah kantong dengan cakupan imunisasi rutin yang rendah. Sehingga, Indonesia dapat mempertahankan status Bebas Polio dan berkontribusi dalam mewujudkan Dunia Bebas Polio Tahun 2020.

Rekapitulasi pelaksanaan PIN Polio 2016 per Provinsi hingga hari kedelapan pelaksanaan, adalah: 1. D.I. Aceh (88,15%); 2. Sumatera Utara (93,27%); 3. Sumatera Barat (84,59%); 4. Jambi (98,18%); 5. Bangka Belitung (100,09%); 6. Riau (84,29%); 7. Kep. Riau (71,05%); 8. Bengkulu (92,63%); 9. Sumatera Selatan (105,26%); 10. Lampung (102,13%); 11. DKI Jakarta (81,46%); 12. Banten (62,29%); 13. Jawa Barat (93,54%); 14. Jawa Tengah (98,10%); 15. Jawa Timur (98,13%); 16. Bali (33,89%); 17. NTB (95,34%); 18. NTT (69,40%) 19. Kalimantan Barat (92,14%); 20. Kalimantan Selatan (96,06%); 21. Kalimantan Tengah (85,05%); 22. Kalimantan Timur (95,84%); 23. Kalimantan Utara (84,97%); 24. Sulawesi Barat (83,78%);; 25. Sulawesi Utara (64,37%); 26. Sulawesi Tenggara (54,98%); 27. Sulawesi Tengah (69,88%); 28. Sulawesi Selatan (88,30%) 29. Gorontalo (83,50%); 30. Maluku (78,02%); 31. Maluku Utara (74,16%); 32. Papua (33,49%); 33. Papua Barat (96,64%); 34. D.I. Yogyakarta (tidak melaksanakan PIN polio oral).

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline (kode lokal) 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id.

Sumber : www.depkes.go.id

14 Mar 2016

Dinkes Pandeglang Monitor Pelaksanaan PIN Polio Hingga 15 Maret 2016

UNTUK memastikan Pekan  Imunisasi Nasional (PIN) Polio berjalan dengan baik, Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang melakukan monitoring pelaksanaan PIN di 36 Puskesmas se Kabupaten Pandeglang. “Dinkes akan memonitor terus pelaksanaan PIN, sehingga pelaksanaan pemberian vaksin polio kepada anak usia 0-59 bulan pada tanggal 8  sampai 15 Maret 2016 diharapkan berjalan dengan baik,” ucap Sekretaris Dinkes Pandeglang H. Didi Mulyadi, usai melakukan monitoring pelaksanaan PIN Polio di wilayah Puskesmas Pulosari, Kamis (10/3/2016).
Didi menegaskan, upaya ini dilakukan agar semua balita tidak ada yang terlewat untuk mendapatkan Imunisasi Polio di Pos pelayanan PIN terdekat dimasing masing wilayahnya. "Kita instruksikan kepada petugas Puskesmas, bagi anak balita yang terdaftar di Pos PIN, tetapi belum mendapat imunisasi polio agar dilakukan sweeping,” tegasnya.
Menurutnya, sweeping dilakukan petugas dan kader kesehatan dengan bergerak cepat mendatangi langsung rumah orang tua anak Balita itu untuk dilakukan vaksinasi Polio untuk mencapai target 100 persen bayi dan balita di tetes polio pada setiap Pos PIN.
“Pelaksanaan PIN Polio ini sangat penting untuk mencegah penularan penyakit Polio, sehingga sampai harus didatangi dari rumah ke rumah bila diperlukan,” tuntasnya.


13 Mar 2016

Ini Data Jumlah Penderita Polio Di Pandeglang

 PEKAN Imunisasi Nasional (PIN) Polio secara serentak telah dimulai pada Selasa 8 Maret 2016. Bupati Pandeglang H. Erwan Kurtubi bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Hj. Indah Dinarsiani berkenan meneteskan Vaksin Polio kepada Akasyah, anak berusia 24 bulan dan Akhdan (3,5 tahun). Selain oleh Bupati, penetesan vaksin polio juga dilakukan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Hj. Indah Dinarsiani kepada Keisha (2,6 tahun) dan beberapa anak balita lainnya di Pos PIN Posyandu Melati I Kampung Kadomas Pasir RT/RW 01/07, Kelurahan Kadomas, Kecamatan Pandeglang, Selasa pagi hari sekitar pukul 08.05 Wib.
Bupati Pandeglang dalam kesempatan tersebut mengingatkan para orang tua yang memiliki anak balita agar mendatangi Pos PIN terdekat untuk mendapatkan imunisasi polio pada 8 hingga 15 Maret 2016.
Dalam pernyataannya kepada sejumlah wartawan media cetak dan elektronik yang meliput di lokasi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Hj. Indah Dinarsiani mengatakan, penetesan vaksin oleh Bupati Pandeglang sekaligus menandai dimulainya pelaksanaan PIN Polio tingkat Kabupaten Pandeglang. “Rencananya pelaksanaan PIN Polio akan berlangsung selama sepekan hingga 15 Maret 2016 secara bertahap hingga menjangkau 35 Kecamatan dan 339 Desa/Kelurahan di seluruh wilayah Kabupaten Pandeglang dengan perkiraan sasaran imunisasi sebanyak 148.398 anak umur 0-59 bulan dengan vaksin yang disediakan sebanyak 7.823 Vial (1 Vial = 20 dosis),” terang Kadinkes Pandeglang Hj. Indah Dinarsiani, Selasa (8/3/2016).
Hadir saat pencanangan, Sekretaris Dinkes Pandeglang H. Didi Mulyadi, Kepala Bidang Sumberdaya Kesehatan dan Promosi Kesehatan dr. H. Kodiat Juarsa, Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dr. H. Firmansyah, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Khusus Hj. Eniyati, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Umum Hj.Yeni Herlina, Kepala Puskesmas Kadomas Pandeglang Hj. Umbiyati beserta staf, jajaran kecamatan Pandeglang, lurah dan masyarakat setempat.
Dijelaskan, secara keseluruhan, Kabupaten Pandeglang menyediakan 1.796 pos PIN yang tersebar di 36 wilayah Puskesmas untuk melayani penetesan vaksin polio kepada anak balita, dengan menerjunkan petugas penetes vaksin polio sebanyak 1.017 tenaga medis/paramedis dan memobilisasi kader kesehatan yang jumlahnya diperkirakan lebih dari 7.000 orang sebagai pendamping petugas kesehatan selama berlangsungnya PIN Polio.
“Dijadwalkan saat pelaksanaan penetesan polio setiap Pos PIN pada Pukul 08.00 – 12.00 Wib akan dilayani oleh 1 - 2 orang petugas medis/paramedis dan 3 - 5 orang kader kesehatan yang juga berperan sebagai penggerak sasaran untuk datang ke Pos PIN Polio terdekat,” jelasnya.
Indah menegaskan, Dinkes Pandeglang menargetkan lebih dari 95 persen anak balita di Kabupaten Pandeglang mendapatkan dua tetes vaksin polio selama berlangsung PIN Polio 2016. Menurutnya, PIN Polio kali ini dilaksanakan sebab virus polio liar diduga masih berada di sekitar masyarakat dan masih menjadi ancaman bagi balita yang belum diimunisasi.
“Walaupun sebelumnya Pemerintah beberapa kali telah berhasil melaksanakan PIN dengan baik dan telah berhasil membebaskan dari penyakit polio, namun upaya pemutusan mata rantai penularan infeksi virus polio liar selama ini masih dianggap belum cukup,” ujarnya.
Diungkapkan, sejak tahun 2014 sesungguhnya Indonesia telah menjadi 1 dari 11 negara South East Asia Regional Office (SEARO) yang berhasil menerima sertifikat Bebas Polio dari World Helath Organization (WHO). Kendati demikian untuk membasmi penyakit polio secara global, masih harus dilakukan PIN Polio lanjutan. “PIN Polio 2016 merupakan upaya global memutuskan mata rantai penularan infeksi virus polio liar sampai tuntas dengan memberikan kekebalan tambahan kepada anak-anak balita,” ungkapnya.
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang menunjukan, hingga awal  Maret 2016, jumlah penderita akibat virus polio liar secara kumulatif di Kabupaten Pandeglang hanya satu penderita polio positif. Penderita Polio terakhir dilaporkan terjadi pada tahun 2005 yang menimpa warga Desa Cikoneng, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang.
Pertahankan Pandeglang bebas polio
Berdasarkan hasil sidang World Health Assembly ( WHA ) pada bulan Mei 2012 menyatakan bahwa Polio merupakan kedaruratan kesehatan masyarakat Global dan setiap Negara diharuskan menyusun strategi yang komprehensif untuk mendukung upaya Eradikasi penyakit Polio sampai dengan Tahun 2020.
Beberapa tahapan kegiatan dalam mendukung eradikasi Polio telah disepakati secara global, dan untuk Indonesia diawali dengan pelaksanaa PIN Polio pada 8-15 Maret 2016, kemudian dilanjutkan dengan pergantian jenis vaksin polio pada 4 April 2016 serta pemberian vaksin polio injeksi pada bulan Juli 2016.
Kadinkes Pandeglang optimistis pelaksanaan PIN Polio di Indonesia akan berjalan dengan baik mengingat segala persiapan sarana, prasarana dan sumberdaya kesehatan maupun logistik  dan dukungan masyarakat yang begitu besar, sehingga target global yang telah ditetapkan akan dicapai yakni seluruh dunia benar-benar terbebas dari polio sebagai penyakit kedua setelah cacar yang telah dieradikasi di muka bumi.

Hj. Indah Dinarsiani yang juga selaku Ketua Pelaksana Kelompok Kerja (Pokja) PIN dan Eradikasi Polio Kabupaten Pandeglang itu menegaskan, PIN Polio 2016 di Kabupaten Pandeglang harus berhasil kalau ingin mempertahankan Pandeglang bebas polio. “Kalau Pandeglang bisa mempertahankan status eradikasi polio (terbebas dari penyakit Polio red) itu akan berkontribusi mengantarkan Indonesia memperoleh "Sertifikat Dunia Bebas Polio" pada tahun 2020 mendatang,” tandasnya. (Adv)***

12 Mar 2016

PIN Polio Momentum Mempertahankan Pandeglang Bebas Polio

PEKAN Imunisasi Nasional (PIN) Polio secara serentak telah dimulai pada Selasa 8 Maret 2016. Bupati Pandeglang H. Erwan Kurtubi bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Hj. Indah Dinarsiani berkenan meneteskan Vaksin Polio kepada Akasyah, anak berusia 24 bulan dan Akhdan (3,5 tahun). Selain oleh Bupati, penetesan vaksin polio juga dilakukan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Hj. Indah Dinarsiani kepada Keisha (2,6 tahun) dan beberapa anak balita lainnya di Pos PIN Posyandu Melati I Kampung Kadomas Pasir RT/RW 01/07, Kelurahan Kadomas, Kecamatan Pandeglang, Selasa pagi hari sekitar pukul 08.05 Wib.
Bupati Pandeglang dalam kesempatan tersebut mengingatkan para orang tua yang memiliki anak balita agar mendatangi Pos PIN terdekat untuk mendapatkan imunisasi polio pada 8 hingga 15 Maret 2016.
Dalam pernyataannya kepada sejumlah wartawan media cetak dan elektronik yang meliput di lokasi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Hj. Indah Dinarsiani mengatakan, penetesan vaksin oleh Bupati Pandeglang sekaligus menandai dimulainya pelaksanaan PIN Polio tingkat Kabupaten Pandeglang. “Rencananya pelaksanaan PIN Polio akan berlangsung selama sepekan hingga 15 Maret 2016 secara bertahap hingga menjangkau 35 Kecamatan dan 339 Desa/Kelurahan di seluruh wilayah Kabupaten Pandeglang dengan perkiraan sasaran imunisasi sebanyak 148.398 anak umur 0-59 bulan dengan vaksin yang disediakan sebanyak 7.823 Vial (1 Vial = 20 dosis),” terang Kadinkes Pandeglang Hj. Indah Dinarsiani, Selasa (8/3/2016).
Hadir saat pencanangan, Sekretaris Dinkes Pandeglang H. Didi Mulyadi, Kepala Bidang Sumberdaya Kesehatan dan Promosi Kesehatan dr. H. Kodiat Juarsa, Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dr. H. Firmansyah, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Khusus Hj. Eniyati, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Umum Hj.Yeni Herlina, Kepala Puskesmas Kadomas Pandeglang Hj. Umbiyati beserta staf, jajaran kecamatan Pandeglang, lurah dan masyarakat setempat.
Dijelaskan, secara keseluruhan, Kabupaten Pandeglang menyediakan 1.796 pos PIN yang tersebar di 36 wilayah Puskesmas untuk melayani penetesan vaksin polio kepada anak balita, dengan menerjunkan petugas penetes vaksin polio sebanyak 1.017 tenaga medis/paramedis dan memobilisasi kader kesehatan yang jumlahnya diperkirakan lebih dari 7.000 orang sebagai pendamping petugas kesehatan selama berlangsungnya PIN Polio.
“Dijadwalkan saat pelaksanaan penetesan polio setiap Pos PIN pada Pukul 08.00 – 12.00 Wib akan dilayani oleh 1 - 2 orang petugas medis/paramedis dan 3 - 5 orang kader kesehatan yang juga berperan sebagai penggerak sasaran untuk datang ke Pos PIN Polio terdekat,” jelasnya.
Indah menegaskan, Dinkes Pandeglang menargetkan lebih dari 95 persen anak balita di Kabupaten Pandeglang mendapatkan dua tetes vaksin polio selama berlangsung PIN Polio 2016. Menurutnya, PIN Polio kali ini dilaksanakan sebab virus polio liar diduga masih berada di sekitar masyarakat dan masih menjadi ancaman bagi balita yang belum diimunisasi.
“Walaupun sebelumnya Pemerintah beberapa kali telah berhasil melaksanakan PIN dengan baik dan telah berhasil membebaskan dari penyakit polio, namun upaya pemutusan mata rantai penularan infeksi virus polio liar selama ini masih dianggap belum cukup,” ujarnya.
Diungkapkan, sejak tahun 2014 sesungguhnya Indonesia telah menjadi 1 dari 11 negara South East Asia Regional Office (SEARO) yang berhasil menerima sertifikat Bebas Polio dari World Helath Organization (WHO). Kendati demikian untuk membasmi penyakit polio secara global, masih harus dilakukan PIN Polio lanjutan. “PIN Polio 2016 merupakan upaya global memutuskan mata rantai penularan infeksi virus polio liar sampai tuntas dengan memberikan kekebalan tambahan kepada anak-anak balita,” ungkapnya.
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang menunjukan, hingga awal  Maret 2016, jumlah penderita akibat virus polio liar secara kumulatif di Kabupaten Pandeglang hanya satu penderita polio positif. Penderita Polio terakhir dilaporkan terjadi pada tahun 2005 yang menimpa warga Desa Cikoneng, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang.
Pertahankan Pandeglang bebas polio
Berdasarkan hasil sidang World Health Assembly ( WHA ) pada bulan Mei 2012 menyatakan bahwa Polio merupakan kedaruratan kesehatan masyarakat Global dan setiap Negara diharuskan menyusun strategi yang komprehensif untuk mendukung upaya Eradikasi penyakit Polio sampai dengan Tahun 2020.
Beberapa tahapan kegiatan dalam mendukung eradikasi Polio telah disepakati secara global, dan untuk Indonesia diawali dengan pelaksanaa PIN Polio pada 8-15 Maret 2016, kemudian dilanjutkan dengan pergantian jenis vaksin polio pada 4 April 2016 serta pemberian vaksin polio injeksi pada bulan Juli 2016.
Kadinkes Pandeglang optimistis pelaksanaan PIN Polio di Indonesia akan berjalan dengan baik mengingat segala persiapan sarana, prasarana dan sumberdaya kesehatan maupun logistik  dan dukungan masyarakat yang begitu besar, sehingga target global yang telah ditetapkan akan dicapai yakni seluruh dunia benar-benar terbebas dari polio sebagai penyakit kedua setelah cacar yang telah dieradikasi di muka bumi.

Hj. Indah Dinarsiani yang juga selaku Ketua Pelaksana Kelompok Kerja (Pokja) PIN dan Eradikasi Polio Kabupaten Pandeglang itu menegaskan, PIN Polio 2016 di Kabupaten Pandeglang harus berhasil kalau ingin mempertahankan Pandeglang bebas polio. “Kalau Pandeglang bisa mempertahankan status eradikasi polio (terbebas dari penyakit Polio red) itu akan berkontribusi mengantarkan Indonesia memperoleh "Sertifikat Dunia Bebas Polio" pada tahun 2020 mendatang,” tandasnya.

11 Mar 2016

Kadinkes Pandeglang Teteskan Vaksin Polio Di Pos PIN Kadomas

PEKAN Imunisasi Nasional (PIN) Polio secara serentak telah dimulai pada Selasa 8 Maret 2016. Bupati Pandeglang H. Erwan Kurtubi bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Hj. Indah Dinarsiani berkenan meneteskan Vaksin Polio kepada Akasyah, anak berusia 24 bulan dan Akhdan (3,5 tahun). Selain oleh Bupati, penetesan vaksin polio juga dilakukan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Hj. Indah Dinarsiani kepada Keisha (2,6 tahun) dan beberapa anak balita lainnya di Pos PIN Posyandu Melati I Kampung Kadomas Pasir RT/RW 01/07, Kelurahan Kadomas, Kecamatan Pandeglang, Selasa pagi hari sekitar pukul 08.05 Wib.
Bupati Pandeglang dalam kesempatan tersebut mengingatkan para orang tua yang memiliki anak balita agar mendatangi Pos PIN terdekat untuk mendapatkan imunisasi polio pada 8 hingga 15 Maret 2016.
Dalam pernyataannya kepada sejumlah wartawan media cetak dan elektronik yang meliput di lokasi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Hj. Indah Dinarsiani mengatakan, penetesan vaksin oleh Bupati Pandeglang sekaligus menandai dimulainya pelaksanaan PIN Polio tingkat Kabupaten Pandeglang. “Rencananya pelaksanaan PIN Polio akan berlangsung selama sepekan hingga 15 Maret 2016 secara bertahap hingga menjangkau 35 Kecamatan dan 339 Desa/Kelurahan di seluruh wilayah Kabupaten Pandeglang dengan perkiraan sasaran imunisasi sebanyak 148.398 anak umur 0-59 bulan dengan vaksin yang disediakan sebanyak 7.823 Vial (1 Vial = 20 dosis),” terang Kadinkes Pandeglang Hj. Indah Dinarsiani, Selasa (8/3/2016).
Hadir saat pencanangan, Sekretaris Dinkes Pandeglang H. Didi Mulyadi, Kepala Bidang Sumberdaya Kesehatan dan Promosi Kesehatan dr. H. Kodiat Juarsa, Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dr. H. Firmansyah, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Khusus Hj. Eniyati, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Umum Hj.Yeni Herlina, Kepala Puskesmas Kadomas Pandeglang Hj. Umbiyati beserta staf, jajaran kecamatan Pandeglang, lurah dan masyarakat setempat.
Dijelaskan, secara keseluruhan, Kabupaten Pandeglang menyediakan 1.796 pos PIN yang tersebar di 36 wilayah Puskesmas untuk melayani penetesan vaksin polio kepada anak balita, dengan menerjunkan petugas penetes vaksin polio sebanyak 1.017 tenaga medis/paramedis dan memobilisasi kader kesehatan yang jumlahnya diperkirakan lebih dari 7.000 orang sebagai pendamping petugas kesehatan selama berlangsungnya PIN Polio.
“Dijadwalkan saat pelaksanaan penetesan polio setiap Pos PIN pada Pukul 08.00 – 12.00 Wib akan dilayani oleh 1 - 2 orang petugas medis/paramedis dan 3 - 5 orang kader kesehatan yang juga berperan sebagai penggerak sasaran untuk datang ke Pos PIN Polio terdekat,” jelasnya.
Indah menegaskan, Dinkes Pandeglang menargetkan lebih dari 95 persen anak balita di Kabupaten Pandeglang mendapatkan dua tetes vaksin polio selama berlangsung PIN Polio 2016. Menurutnya, PIN Polio kali ini dilaksanakan sebab virus polio liar diduga masih berada di sekitar masyarakat dan masih menjadi ancaman bagi balita yang belum diimunisasi.
“Walaupun sebelumnya Pemerintah beberapa kali telah berhasil melaksanakan PIN dengan baik dan telah berhasil membebaskan dari penyakit polio, namun upaya pemutusan mata rantai penularan infeksi virus polio liar selama ini masih dianggap belum cukup,” ujarnya.
Diungkapkan, sejak tahun 2014 sesungguhnya Indonesia telah menjadi 1 dari 11 negara South East Asia Regional Office (SEARO) yang berhasil menerima sertifikat Bebas Polio dari World Helath Organization (WHO). Kendati demikian untuk membasmi penyakit polio secara global, masih harus dilakukan PIN Polio lanjutan. “PIN Polio 2016 merupakan upaya global memutuskan mata rantai penularan infeksi virus polio liar sampai tuntas dengan memberikan kekebalan tambahan kepada anak-anak balita,” ungkapnya.
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang menunjukan, hingga awal  Maret 2016, jumlah penderita akibat virus polio liar secara kumulatif di Kabupaten Pandeglang hanya satu penderita polio positif. Penderita Polio terakhir dilaporkan terjadi pada tahun 2005 yang menimpa warga Desa Cikoneng, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang.
Pertahankan Pandeglang bebas polio
Berdasarkan hasil sidang World Health Assembly ( WHA ) pada bulan Mei 2012 menyatakan bahwa Polio merupakan kedaruratan kesehatan masyarakat Global dan setiap Negara diharuskan menyusun strategi yang komprehensif untuk mendukung upaya Eradikasi penyakit Polio sampai dengan Tahun 2020.
Beberapa tahapan kegiatan dalam mendukung eradikasi Polio telah disepakati secara global, dan untuk Indonesia diawali dengan pelaksanaa PIN Polio pada 8-15 Maret 2016, kemudian dilanjutkan dengan pergantian jenis vaksin polio pada 4 April 2016 serta pemberian vaksin polio injeksi pada bulan Juli 2016.
Kadinkes Pandeglang optimistis pelaksanaan PIN Polio di Indonesia akan berjalan dengan baik mengingat segala persiapan sarana, prasarana dan sumberdaya kesehatan maupun logistik  dan dukungan masyarakat yang begitu besar, sehingga target global yang telah ditetapkan akan dicapai yakni seluruh dunia benar-benar terbebas dari polio sebagai penyakit kedua setelah cacar yang telah dieradikasi di muka bumi.

Hj. Indah Dinarsiani yang juga selaku Ketua Pelaksana Kelompok Kerja (Pokja) PIN dan Eradikasi Polio Kabupaten Pandeglang itu menegaskan, PIN Polio 2016 di Kabupaten Pandeglang harus berhasil kalau ingin mempertahankan Pandeglang bebas polio. “Kalau Pandeglang bisa mempertahankan status eradikasi polio (terbebas dari penyakit Polio red) itu akan berkontribusi mengantarkan Indonesia memperoleh "Sertifikat Dunia Bebas Polio" pada tahun 2020 mendatang,” tandasnya.

10 Mar 2016

Bidan Turut Sukseskan PIN Polio

BIDAN Desa Menes Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang Nunu Rahayu ternyata tak hanya terampil memeriksa kandungan dan menolong persalinan. Disela tugas pokoknya sebagai Bidan desa, ia juga merangkap kerja sebagai pengelola program imunisasi di Puskesmas Menes. Bidang tugas inilah yang sekarang sedang gencar disosialisasikan di berbagai kegiatan dan media massa yakni pelaksanaan Pekan Imunisasi Polio (PIN) yang segera digelar pada 8-15 Maret 2016.
Disela mengikuti kegiatan Pertemuan Sosialisasi dan Advokasi pelaksanaan PIN Polio tingkat Kabupaten Pandeglang, Alumnus Akademi Kebidanan (Akbid) Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta tahun 2009 ini menuturkan, rangkap jabatan sebagai pengelola Imunisasi di Puskesmas yang digelutinya sejak 2013 lalu dirasakan tidak menjadi beban, bahkan sangat menunjang tugas pokok sehari-hari dirinya sebagai bidan. “Dengan imunisasi diharapkan dampak akibat pengaruh dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi seperti Polio yang dapat menyebabkan kecacatan hingga kematian dapat terhindarkan,” kata Nunu di Pandeglang, Kamis (3/3/2016).

Menurutnya, dengan keberhasilan program imunisasi, akhirnya kesehatan warga terutama ibu dan bayi meningkat. “Makanya mari sukseskan PIN Polio, agar ibu sehat bayi sehat,” ujar Bidan yang masih berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT) kelahiran Menes 20 Agustus 1988 ini.

9 Mar 2016

PPNI Dukung Penuh PIN Polio 8 -15 Maret 2016

PERSATUAN Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Pandeglang menyatakan kesiapannya mendukung program eradikasi (penghapusan red) polio global dengan menyukseskan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) di Kabupaten Pandeglang pada 8- 15 Meret 2016.
"PPNI tentu siap mendukung PIN Polio di Kabupaten Pandeglang, dan kami sudah melakukan instruksi kepada seluruh perawat untuk mensosialisasikan program ini kepada masyarakat di lingkungan tempat tinggal maupun di fasilitas kesehatan dimana mereka bekerja,” kata Ketua PPNI Pandeglang Hj. Nuriah, Jumat (4/3/2016).
Sebagai organisasi profesi dengan jumlah anggota sebanyak lebih dari  800 perawat se Kabupaten Pandeglang, Mantan Sekretaris Dinkes Pandeglang ini menyatakan kalau perawat salah satu ujung tombak pembangunan kesehatan. “Perawat adalah petugas kesehatan yang paling sering kontak langsung dalam pelayanan kesehatan, oleh karena itu sangat strategis dalam menggerakan masyarakat untuk menjangkau Pos PIN terdekat,” jelas Nuriah yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Pandeglang itu.
Sekretaris Dinkes Pandeglang H. Didi Mulyadi menyatakan, guna menyukseskan PIN di Kabupaten Pandeglang, Bupati Pandeglang telah menerbitkan dua Surat Keputusan (SK) yakni SK nomor 440/Kep.126-Huk/2016 tentang Kelompok Kerja (Pokja) Pekan Imunisasi Nasional (PIN) dan Eradikasi Polio Kabupaten Pandeglang dan SK nomor 440/Kep.127-Huk/2016 tentang Kelompok Kerja (Pokja) Pengkajian dan Penanganan KIPI Kabupaten Pandeglang.
“Pokja PIN dan Eradikasi Polio terdiri dari lima bidang  kelompok kerja antara lain  Bidang Perencanaan,  Logistik, Pelaksanaan, Komunikasi dan Monitoring dan Evaluasi,” terang Didi yang juga Ketua Dewan Pembina PPNI Pandegang ini.
Dijelaskan, semua personel yang terlibat dalam pokja itu, merupakan gabungan dari lintas program, lintas sektor, dari para ahli, organisasi profesi dan tokoh masyarakat.
“Pemberantasan penyakit polio butuh dukungan seluruh pihak untuk menyukseskan PIN Polio 2016,” ungkapnya.

Oleh karena itu, pihaknya sangat berharap dukungan masyarakat demi suksesnya pemberantasan polio. “Semua harus menyosialisasikan mengenai mengenai pentingnya imunisasi kepada sanak keluarga terutama yang memiliki anak dibawah lima tahun,” tandasnya.

8 Mar 2016

Bupati Canangkan Pelaksanaan PIN Polio Tingkat Kabupaten Pandeglang

PEKAN Imunisasi Nasional (PIN) Polio secara serentak diseluruh Indonesia akan dimulai pada 8 Maret 2016. Bupati Pandeglang H. Erwan Kurtubi bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Hj. Indah Dinarsiani meneteskan Vaksin Polio kepada Akasyah, bayi berusia 24 bulan dan Akhdan (3,5 tahun). Selain oleh Bupati, penetesan vaksin polio juga dilakukan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Hj. Indah Dinarsiani kepada Keisha (2,6 tahun) dan beberapa balita lainnya di Pos PIN Posyandu Melati I Kampung Kadomas Pasir, Kelurahan Kadomas, Kecamatan Pandeglang, Selasa (8/3/2016) pagi hari sekitar pukul 08.30 Wib.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Hj. Indah Dinarsiani, penetesan vaksin tersebut sekaligus menandai dimulainya pelaksanaan PIN Polio tingkat Kabupaten Pandeglang. Rencananya pelaksanaan PIN Polio akan berlangsung selama sepekan hingga 15 Maret 2016 secara bertahap hingga menjangkau 35 Kecamatan dan 339 Desa/Kelurahan di seluruh wilayah Kabupaten Pandeglang dengan perkiraan sasaran imunisasi sebanyak 148.398 anak umur 0-59 bulan dengan vaksin yang disediakan sebanyak 7.823 Vial (1 Vial = 20 dosis).
Secara keseluruhan, Kabupaten Pandeglang menyediakan 1.796 pos PIN yang tersebar di 36 wilayah Puskesmas untuk melayani penetesan vaksin polio kepada anak balita, dengan menerjunkan petugas penetes vaksin polio sebanyak 1.017 tenaga medis/paramedic dan memobilisasi kader kesehatan yang jumlahnya diperkirakan lebih dari 7.000 orang sebagai pendamping petugas kesehatan selama berlangsungnya PIN Polio. Dijadwalkan saat pelaksanaan penetesan polio setiap Pos PIN pada Pukul 08.00 – 12.00 Wib akan dilayani oleh 1 - 2 orang petugas medis/paramedis dan 3 - 5 orang kader kesehatan yang juga berperan sebagai penggerak sasaran untuk datang ke Pos PIN Polio terdekat.
Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang menargetkan lebih dari 95 persen anak balita di Kabupaten Pandeglang mendapatkan dua tetes vaksin polio selama berlangsung PIN Polio 2016. PIN Polio dilaksanakan sebab virus polio liar diduga masih berada di sekitar masyarakat dan masih menjadi ancaman bagi balita yang belum diimunisasi.
Walaupun sebelumnya Pemerintah beberapa kali telah berhasil melaksanakan PIN dengan baik dan telah berhasil menurunkan jumlah penderita lumpuh layuh akibat infeksi virus polio liar, namun upaya pemutusan mata rantai penularan infeksi virus polio liar selama ini masih belum cukup.
Sejak tahun 2014, Indonesia menjadi 1 dari 11 negara South East Asia Regional Office (SEARO) yang berhasil menerima sertifikat Bebas Polio dari World Helath Organization (WHO). Kendati demikian untuk membasmi penyakit polio secara global, masih harus dilakukan PIN Polio berikutnya. PIN Polio 2016 merupakan upaya global memutuskan mata rantai penularan infeksi virus polio liar sampai tuntas dengan memberikan kekebalan tambahan kepada anak-anak balita.
Upaya PIN Polio tahun ini diharapkan sukses menjangkau 95 persen sasaran, sehingga seluruh dunia benar-benar terbebas dari polio sebagai penyakit kedua setelah cacar yang telah dieradikasi di muka bumi.
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang menunjukan, Hingga  Februari 2016, jumlah penderita akibat virus polio liar secara kumulatif di Kabupaten Pandeglang sebanyak satu anak. Penderita Polio terakhir dilaporkan terjadi pada tahun 2005 yang menimpa warga Desa Cikoneng, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang.
PIN Polio 2016 di Kabupaten Pandeglang optimistis akan sukses, sehingga Pandeglang terbebas dari penyakit Polio yang akan berkontribusi mengantarkan Indonesia memperoleh "Sertifikat Dunia Bebas Polio".

Ayo Imunisasi Polio !
Informasi teknis tentang Polio hubungi :
KepalaBidangPenanggulanganPenyakitdanPenyehatan Lingkungan DinkesPandeglang

Dr. Firmansyah HP. 0812 9430 889/0877 7440 8965

Hari Ini PIN Polio Serentak di Pandeglang Dimulai

PEKAN Imunisasi Nasional (PIN) Polio secara serentak diseluruh Indonesia akan dimulai pada 8 Maret 2016. Bupati Pandeglang H. Erwan Kurtubi bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Hj. Indah Dinarsiani diagendakan meneteskan Vaksin Polio di Pos PIN 1 Kp. Kadomas Pasir, Kelurahan Kadomas, Kecamatan Pandeglang, pada Hari-H, Selasa (8/3/2016) pagi hari sekitar pukul 08.00 Wib.
Penetesan vaksin tersebut sekaligus menandai dimulainya pelaksanaan PIN Polio tingkat Kabupaten Pandeglang. Rencananya pelaksanaan PIN Polio akan berlangsung selama sepekan hingga 15 Maret 2016 secara bertahap hingga menjangkau 35 Kecamatan dan 339 Desa/Kelurahan di seluruh wilayah Kabupaten Pandeglang dengan perkiraan sasaran imunisasi sebanyak 148.398 anak umur 0-59 bulan dengan vaksin yang disediakan sebanyak 7.823 Vial (1 Vial = 20 dosis).
Secara keseluruhan, Kabupaten Pandeglang menyediakan 1.796 pos PIN yang tersebar di 36 wilayah Puskesmas untuk melayani penetesan vaksin polio kepada anak balita, dengan menerjunkan petugas penetes vaksin polio sebanyak 1.017 tenaga medis/paramedic dan memobilisasi kader kesehatan yang jumlahnya diperkirakan lebih dari 7.000 orang sebagai pendamping petugas kesehatan selama berlangsungnya PIN Polio. Dijadwalkan saat pelaksanaan penetesan polio setiap Pos PIN pada Pukul 08.00 – 12.00 Wib akan dilayani oleh 1 - 2 orang petugas medis/paramedis dan 3 - 5 orang kader kesehatan yang juga berperan sebagai penggerak sasaran untuk datang ke Pos PIN Polio terdekat.
Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang menargetkan lebih dari 95 persen anak balita di Kabupaten Pandeglang mendapatkan dua tetes vaksin polio selama berlangsung PIN Polio 2016. PIN Polio dilaksanakan sebab virus polio liar diduga masih berada di sekitar masyarakat dan masih menjadi ancaman bagi balita yang belum diimunisasi.
Walaupun sebelumnya Pemerintah beberapa kali telah berhasil melaksanakan PIN dengan baik dan telah berhasil menurunkan jumlah penderita lumpuh layuh akibat infeksi virus polio liar, namun upaya pemutusan mata rantai penularan infeksi virus polio liar selama ini masih belum cukup.
Sejak tahun 2014, Indonesia menjadi 1 dari 11 negara South East Asia Regional Office (SEARO) yang berhasil menerima sertifikat Bebas Polio dari World Helath Organization (WHO). Kendati demikian untuk membasmi penyakit polio secara global, masih harus dilakukan PIN Polio berikutnya. PIN Polio 2016 merupakan upaya global memutuskan mata rantai penularan infeksi virus polio liar sampai tuntas dengan memberikan kekebalan tambahan kepada anak-anak balita.
Upaya PIN Polio tahun ini diharapkan sukses menjangkau 95 persen sasaran, sehingga seluruh dunia benar-benar terbebas dari polio sebagai penyakit kedua setelah cacar yang telah dieradikasi di muka bumi.
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang menunjukan, Hingga  Februari 2016, jumlah penderita akibat virus polio liar secara kumulatif di Kabupaten Pandeglang sebanyak satu anak. Penderita Polio terakhir dilaporkan terjadi pada tahun 2005 warga Desa Cikoneng, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang.
PIN Polio 2016 di Kabupaten Pandeglang optimistis akan sukses, sehingga Pandeglang terbebas dari penyakit Polio yang akan berkontribusi mengantarkan Indonesia memperoleh "Sertifikat Dunia Bebas Polio".
Ayo Imunisasi Polio !
Informasi teknis tentang Polio hubungi :
KepalaBidangPenanggulanganPenyakitdanPenyehatan Lingkungan DinkesPandeglang
Dr. Firmansyah HP. 0812 9430 889/0877 7440 8965


7 Mar 2016

Bupati Erwan Harapkan Pandeglang Bebas Polio

PEMKAB Pandeglang berkomitmen untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) tahun 2016 dengan  target seluruh anak dibawah lima tahun (balita) di Kabupaten Pandeglang mendapatkan tetes vaksin Polio.
Menurut Bupati Pandeglang H. Erwan Kurtubi, Dinas Kesehatan (dinkes) Pandeglang telah melakukan berbagai persiapan dalam pelaksaan PIN Polio ini diantaranya dengan mengidentifikasi data terkait pelaksanaan PIN tersebut yaitu jumlah sasaran Balita 148.398 (anak umur 0-59 bulan), jumlah Pos PIN 1.796 pos, jumlah kader kesehatan yang terlibat sebanyak 7.417 orang di tambah dengan unsur masyarakat serta mengerahkan 1,017 petugas medis dan paramedic sebagai vaccinator (penetes vaksin polio red).
Hal itu disampaikan Bupati Erwan saat membuka sosialisasi dan advokasi PIN Polio tingkat Kabupaten Pandeglang yang digelar di Sofyan Inn Altama, Pandeglang, Kamis (3/3/2016).
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Pandeglang Hj. Siti Erna Erwan, Sekda Pandeglang Aah Wahid Maulany, para Assisten daerah, para kepala SKPD dan pejabat di Lingkungan Pemkab Pandeglang serta 36 pengelola Imunisasi Puskesmas se Kabupaten Pandeglang.
Bupati menegaskan pentingnya PIN Polio tahun ini karena merupakan langkah strategis dan fundamental, dalam mempersiapkan generasi Bangsa yang sehat dan terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) salah satunya adalah penyakit Polio. “Oleh karena itu pada pertemuan ini saya ingin mengajak kita semua yang hadir untuk membangun komitmen dalam mensukseskan pelaksanaan PIN Polio agar Kabupaten Pandeglang bebas penyakit polio,” katanya.
Sekretaris Daerah Pandeglang H. Aah Wahid Maulany yang hadir menyampaikan sambutan mengatakan, diantara beberapa penyakit yang saat ini menjadi perhatian dunia dan merupakan komitmen global yang wajib diikuti oleh semua negara salah satunya adalah eradikasi polio (ERAPO) atau menghilangkan Polio dari muka Bumi.
“Sebagai bagian dari masyarakat global, maka kita wajib turut serta melaksanakan eradikasi Polio yang salah satu tahapan kegiatannya adalah melaksanakan PIN Polio secara serentak selama satu pekan mulai tanggal 8 Maret sampai dengan tanggal 15 Maret 2016,” katanya.
Untuk mendukung tahapan kegiatan dalam pelaksanaan eradikasi Polio tingkat Kabupaten Pandeglang, Aah menegaskan perlunya kerjasama baik lintas program maupun lintas sektor dengan melibatkan stakeholders terkait. ”Kerjasama ini diperlukan agar seluruh tahapan eradikasi polio dapat berjalan sesuai dengan ketentuan dan dapat mencapai target sasaran seperti yang diharapkan,” tegasnya.

Berkaitan dengan hal tersebut di atas serta untuk mendukung pelaksanaan eradikasi Polio di Kabupaten Pandeglang, maka Bupati Pandeglang telah mengeluarkan dua Surat Keputusan yakni SK nomor 440/Kep.126-Huk/2016 tentang Kelompok Kerja Pekan Imunisasi Nasional (PIN) dan Eradikasi Polio Kabupaten Pandeglang dan SK nomor 440/Kep.127-Huk/2016 tentang Kelompok Kerja Pengkajian dan Penanganan KIPI Kabupaten Pandeglang.

6 Mar 2016

Kadinkes Pandeglang: '1.017 Tenaga Kesehatan Profesional Diterjunkan Menjadi Vaccinator PIN Polio'

KEPALA Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Hj. Indah Dinarsiani mengatakan pihaknya akan mengerahkan 1.017 tenaga kesehatan yang tersebar di 36 Puskesmas untuk menjadi penetes vaksin polio pada pelaksanaan PIN Polio yang akan dimulai pada 8 – 15 maret 2016.
Hal itu disampaikan Kadinkes Pandeglang kepada sejumlah wartawan media cetak dan elektronik usai memberikan pembekalan kepada peserta sosialisasi dan advokasi PIN Polio tingkat Kabupaten Pandeglang yang digelar di Sofyan Inn Altama, Pandeglang, Kamis (3/3/2016).
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pandeglang H. Erwan Kurtubi, Ketua TP PKK Kabupaten Pandeglang Hj. Siti Erna Erwan, Sekda Pandeglang Aah Wahid Maulany, para Assisten daerah, para kepala SKPD dan pejabat di Lingkungan Pemkab Pandeglang serta 36 pengelola Imunisasi Puskesmas se Kabupaten Pandeglang.
Dikatakan, Dinkes sudah melakukan pendataan secara estimasi dan mentargetkan sasaran imunisasi terhadap 148.398 anak di bawah usia lima tahun (0-59 bulan) dalam rangka Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio tahun 2016.
Seluruh sasaran PIN Polio termasuk bayi yang baru lahir dan pendatang diharapkan tidak terlewatkan untuk mendapatkan dua tetes vaksin polio saat pelaksanaan PIN Polio yang dilaksanakan serentak selama sepekan pada 8 - 15 Maret 2016 . “Imunisasi polio ini dapat diperoleh di Posyandu, Polindes, Poskesdes, Puskesmas, Puskesmas pembantu, Rumah Sakit, klinik swasta, pos PIN serta fasilitas pelayanan kesehatan lainnya,”ungkap Indah.
Dikatakan Indah, saat ini, jajaran petugas Puskesmas terus melakukan pemantapan persiapan menghadapi PIN Polio yang dilaksanakan serempak di seluruh Indonesia itu, diantaranya melakukan penyuluhan dan sosialisasi PIN Polio oleh Puskesmas baik di Kecamatan maupun tingkat desa.
“PIN Polio ini harus dipersiapkan dengan baik. Persiapan tersebut mencakup koordinasi pelaksanaan kegiatan PIN, lintas program dan lintas sektor, penyebarluasan informasi sampai kepada mobilisasi sasaran pada hari H. Kesuksesan PIN Polio tahun 2016 merupakan tanggung jawab bersama,” katanya.
Dia menjelaskan, secara teknis pelaksanaan PIN Polio sudah siap baik logistik maupun sumberdaya kesehatan yang tersebar di 36 Puskesmas dan jaringannya.
“Kami sudah menyiapkan sebanyak 1.796  pos PIN yang akan dibantu 7.417 kader kesehatan untuk menyukseskan PIN Polio,” ungkapnya.

Indah Optimistis dengan kerja keras petugas kesehatan di lapangan dan dukungan semua pihak target pencapaian PIN Polio setidaknya terealisasi lebih dari 95 persen.

5 Mar 2016

Pemkab Pandeglang Komitmen Sukseskan PIN Polio 8-15 Maret 2016

PEMKAB Pandeglang berkomitmen untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) tahun 2016 dengan  target seluruh anak dibawah lima tahun (balita) di Kabupaten Pandeglang mendapatkan tetes vaksin Polio.
Menurut Bupati Pandeglang H. Erwan Kurtubi, Dinas Kesehatan (dinkes) Pandeglang telah melakukan berbagai persiapan dalam pelaksaan PIN Polio ini diantaranya dengan mengidentifikasi data terkait pelaksanaan PIN tersebut yaitu jumlah sasaran Balita 148.398 (anak umur 0-59 bulan), jumlah Pos PIN 1.796 pos, jumlah kader kesehatan yang terlibat sebanyak 7.417 orang di tambah dengan unsur masyarakat serta mengerahkan 1,017 petugas medis dan paramedic sebagai vaccinator (penetes vaksin polio red).
Hal itu disampaikan Bupati Erwan saat membuka sosialisasi dan advokasi PIN Polio tingkat Kabupaten Pandeglang yang digelar di Sofyan Inn Altama, Pandeglang, Kamis (3/3/2016).
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Pandeglang Hj. Siti Erna Erwan, Sekda Pandeglang H. Aah Wahid Maulany, para Assisten daerah, para kepala SKPD dan pejabat di Lingkungan Pemkab Pandeglang serta 36 pengelola Imunisasi Puskesmas se Kabupaten Pandeglang.
Bupati menegaskan pentingnya PIN Polio tahun ini karena merupakan langkah strategis dan fundamental, dalam mempersiapkan generasi Bangsa yang sehat dan terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) salah satunya adalah penyakit Polio. “Oleh karena itu pada pertemuan ini saya ingin mengajak kita semua yang hadir untuk membangun komitmen dalam mensukseskan pelaksanaan PIN Polio agar Kabupaten Pandeglang bebas penyakit polio,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Hj. Indah Dinarsiani mengatakan pihaknya mentargetkan sasaran imunisasi terhadap 148.398 anak di bawah usia lima tahun (0-59 bulan) dalam rangka Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio tahun 2016.
Seluruh sasaran PIN Polio termasuk bayi yang baru lahir dan pendatang diharapkan tidak terlewatkan untuk mendapatkan dua tetes vaksin polio saat pelaksanaan PIN Polio yang dilaksanakan serentak selama sepekan pada 8 - 15 Maret 2016 mendatang. “Imunisasi polio ini dapat diperoleh di Posyandu, Polindes, Poskesdes, Puskesmas, Puskesmas pembantu, Rumah Sakit, klinik swasta, pos PIN serta fasilitas pelayanan kesehatan lainnya,”ungkap Indah.
Dikatakan Indah, saat ini, jajaran petugas Puskesmas terus melakukan pemantapan persiapan menghadapi PIN Polio yang dilaksanakan serempak di seluruh Indonesia itu, diantaranya melakukan penyuluhan dan sosialisasi PIN Polio oleh Puskesmas baik di Kecamatan maupun tingkat desa.
“PIN Polio ini harus dipersiapkan dengan baik. Persiapan tersebut mencakup koordinasi pelaksanaan kegiatan PIN, lintas program dan lintas sektor, penyebarluasan informasi sampai kepada mobilisasi sasaran pada hari H. Kesuksesan PIN Polio tahun 2016 merupakan tanggung jawab bersama,” katanya.
Dia menjelaskan, secara teknis pelaksanaan PIN Polio sudah siap baik logistik maupun sumberdaya kesehatan yang tersebar di 36 Puskesmas dan jaringannya.
“Kami sudah menyiapkan sebanyak 1.796  pos PIN yang akan dilakukan oleh 1.017 tenaga kesehatan dibantu 7.417 kader kesehatan untuk menyukseskan PIN Polio,” ungkapnya.
Indah Optimistis dengan kerja keras petugas kesehatan di lapangan dan dukungan semua pihak target pencapaian PIN Polio setidaknya terealisasi lebih dari 95 persen.

4 Mar 2016

Dinkes Kerahkan 7.417 Kader Kesehatan Sukseskan PIN Polio di Kabupaten Pandeglang

PEMERINTAH Kabupaten Pandeglang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mentargetkan sasaran imunisasi terhadap 148.398 anak di bawah usia lima tahun (0-59 bulan) dalam rangka Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio tahun 2016.
Seluruh sasaran PIN Polio diharapkan mendapatkan dua tetes vaksin polio saat pelaksanaan PIN Polio yang dilaksanakan serentak selama sepekan pada 8 - 15 Maret 2016 mendatang.
"Dengan kerja keras petugas kami di lapangan dan dukungan semua pihak mudah-mudahan target pencapaian PIN Polio terealisasi lebih dari 95 persen," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Hj. Indah Dinarsiani, di Pandeglang, Kamis (3/3/2016).
Dikatakan Indah, saat ini, jajaran petugas Puskesmas terus melakukan pemantapan persiapan menghadapi PIN Polio yang dilaksanakan serempak di seluruh Indonesia itu, diantaranya melakukan penyuluhan dan sosialisasi PIN Polio oleh Puskesmas baik di Kecamatan maupun tingkat desa.
“PIN Polio ini harus dipersiapkan dengan baik. Persiapan tersebut mencakup koordinasi pelaksanaan kegiatan PIN, lintas program dan lintas sektor, penyebarluasan informasi sampai kepada mobilisasi sasaran pada hari H. Kesuksesan PIN Polio tahun 2016 merupakan tanggung jawab bersama,” katanya.
Dia menjelaskan, secara teknis pelaksanaan PIN Polio sudah siap baik logistik maupun sumberdaya kesehatan yang tersebar di 36 Puskesmas dan jaringannya.

“Kami sudah menyiapkan sebanyak 1.796  pos PIN dibantu 7.417 kader kesehatan untuk menyukseskan PIN Polio,” katanya.

3 Mar 2016

Dinkes Pandeglang Siapkan 1.796 Pos Pada PIN Polio 8 - 15 Maret 2016

PEMERINTAH Kabupaten Pandeglang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mentargetkan sasaran imunisasi terhadap 148.398 anak di bawah usia lima tahun (0-59 bulan) dalam rangka Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio tahun 2016.
Seluruh sasaran PIN Polio diharapkan mendapatkan dua tetes vaksin polio saat pelaksanaan PIN Polio yang dilaksanakan serentak selama sepekan pada 8 - 15 Maret 2016 mendatang.
"Dengan kerja keras petugas kami di lapangan dan dukungan semua pihak mudah-mudahan target pencapaian PIN Polio terealisasi lebih dari 95 persen," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Hj. Indah Dinarsiani, di Pandeglang, Kamis (3/3/2016).
Dikatakan Indah, saat ini, jajaran petugas Puskesmas terus melakukan pemantapan persiapan menghadapi PIN Polio yang dilaksanakan serempak di seluruh Indonesia itu, diantaranya melakukan penyuluhan dan sosialisasi PIN Polio oleh Puskesmas baik di Kecamatan maupun tingkat desa.
“PIN Polio ini harus dipersiapkan dengan baik. Persiapan tersebut mencakup koordinasi pelaksanaan kegiatan PIN, lintas program dan lintas sektor, penyebarluasan informasi sampai kepada mobilisasi sasaran pada hari H. Kesuksesan PIN Polio tahun 2016 merupakan tanggung jawab bersama,” katanya.
Dia menjelaskan, secara teknis pelaksanaan PIN Polio sudah siap baik logistik maupun sumberdaya kesehatan yang tersebar di 36 Puskesmas dan jaringannya.

“Kami sudah menyiapkan sebanyak 1.796  pos PIN dibantu 7.417 kader kesehatan untuk menyukseskan PIN Polio,” katanya.

Pandeglang Targetkan 148.398 Balita Pada PIN Polio 2016

PEMERINTAH Kabupaten Pandeglang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mentargetkan sasaran imunisasi terhadap 148.398 anak di bawah usia lima tahun (0-59 bulan) dalam rangka Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio tahun 2016.
Seluruh sasaran PIN Polio diharapkan mendapatkan dua tetes vaksin polio saat pelaksanaan PIN Polio yang dilaksanakan serentak selama sepekan pada 8 - 15 Maret 2016 mendatang.
"Dengan kerja keras petugas kami di lapangan dan dukungan semua pihak mudah-mudahan target pencapaian PIN Polio terealisasi lebih dari 95 persen," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Hj. Indah Dinarsiani, di Pandeglang, Kamis (3/3/2016).
Dikatakan Indah, saat ini, jajaran petugas Puskesmas terus melakukan pemantapan persiapan menghadapi PIN Polio yang dilaksanakan serempak di seluruh Indonesia itu, diantaranya melakukan penyuluhan dan sosialisasi PIN Polio oleh Puskesmas baik di Kecamatan maupun tingkat desa.
“PIN Polio ini harus dipersiapkan dengan baik. Persiapan tersebut mencakup koordinasi pelaksanaan kegiatan PIN, lintas program dan lintas sektor, penyebarluasan informasi sampai kepada mobilisasi sasaran pada hari H. Kesuksesan PIN Polio tahun 2016 merupakan tanggung jawab bersama,” katanya.
Dia menjelaskan, secara teknis pelaksanaan PIN Polio sudah siap baik logistik maupun sumberdaya kesehatan yang tersebar di 36 Puskesmas dan jaringannya.

“Kami sudah menyiapkan sebanyak 1.796  pos PIN dibantu 7.417 kader kesehatan untuk menyukseskan PIN Polio,” katanya.

Jelang PIN Polio, Dinkes Gelar Sosialisasi dan Advokasi Tingkat Kabupaten Pandeglang

UNTUK mendukung tahapan kegiatan dalam pelaksanaan eradikasi (membasmi) Polio tingkat Kabupaten Pandeglang, maka diperlukan kerjasama baik lintas program maupun lintas sektor dengan melibatkan stakeholders terkait. Kerjasama ini diperlukan agar seluruh tahapan eradikasi polio dapat berjalan sesuai dengan ketentuan dan dapat mencapai target sasaran seperti yang diharapkan.

Berkaitan dengan hal tersebut di atas serta untuk mendukung pelaksanaan eradikasi Polio di Kabupaten Pandeglang, maka Bupati Pandeglang telah mengeluarkan dua Surat Keputusan yaitu :
1.     SK nomor 440/Kep.126-Huk/2016 tentang Kelompok Kerja Pekan Imunisasi Nasional (PIN) dan Eradikasi Polio Kabupaten Pandeglang
2.     SK nomor 440/Kep.127-Huk/2016 tentang Kelompok Kerja Pengkajian dan Penanganan KIPI Kabupaten Pandeglang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Hj. Indah Dinarsiani mengatakan, dalam rangka konsolidasi Kelompok Kerja tersebut, maka perlu dilaksanakan sosialisasi dan advokasi bagi seluruh tim Kelompok Kerja agar diperoleh pemahaman yang sama tentang tugas pokok dan fungsi masing-masing dalam melaksanakan serangkaian kegiatan Eradikasi Polio di Kabupaten Pandeglang.

Setidaknya ada tiga tujuan sosialisasi dan advokasi tersebut yakni, tersosialisasinya pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) dan tahapan eradikasi polio, tersosialisasnya tugas poko dan fungsi masing-masing anggota Pokja, serta diperolehnya komitmen bersama untuk menyukseskan pelaksanaan PIN dan tahapan eradikasi Polio.

Pelaksanaan sosialisasi dan advokasi dilaksanakan pada Kamis, 3  Maret  2016 bertempat di Hotel Sofyan Inn Altama – Pandeglang dengan peserta yang diundang dari unsure kelompok kerja PIN Polio tingkat Kabupaten Pandeglang sebanyak 81 orang.


Kegiatan akan dilakukan dalam bentuk ceramah, diskusi dan tanya jawab untuk memperoleh masukan, saran, adanya kendala dan rekomendasi dalam pelaksanaan PIN yang akan dilaksanakan pada 8 – 15 Maret 2016.