Tampilkan postingan dengan label Stok Obat Cukup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Stok Obat Cukup. Tampilkan semua postingan

15 Jul 2015

Stok Obat Puskesmas Dipastikan Aman Selama Lebaran

SELAMA pelayanan kesehatan arus mudik dan pasca lebaran nanti, tepatnya H-7 sampai dengan H+7, stok obat di seluruh Puskesmas di Kabupaten Pandeglang dinyatakan cukup. “Persediaan obat untuk semua Puskesmas sampai sekarang masih cukup, belum ada permintaan penambahan stok obat di tingkat Puskesmas,” ungkap Kepala Seksi Sarana Kesehatan, Farmasi, Makanan dan Minuman (Sarkes dan Farmakmin) Dinkes Pandeglang, Dindin Mohamad Saparudin, kemarin.
Dindin mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan persediaan obat di gudang farmasi kesehatan untuk mengantisipasi lonjakan kasus seperti kecelakaan lalu lintas dan gangguan pencernaan. “Sudah ada juga bantuan obat-obatan dari Dinkes Provinsi Banten, untuk segera kita distribusikan apabila ada permintaan obat dari Puskesmas,” katanya.

Diungkapkan, beberapa jenis stok obat yang ditambah meliputi antibiotik, obat batuk, infus, multivitamin, oralit. “Biasanya kasus yang banyak muncul adalah kecelakaan lalu lintas, flu, gangguan pencernaan,” pungkasnya.

16 Feb 2015

Stok Obat Hadapi Puncak Musim Penghujan Cukup






MEMASUKI puncak musim penghujan ini, berbagai penyakit seperti diare, demam berdarah, ISPA dan gatal-gatal rawan menyerang masyarakat. Pemkab Pandeglang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengantisipasi dengan menyediakan obat-obatan hingga ke puskesmas dan puskesmas pembantu (pustu) untuk mengantisiaspi mewabahnya sejumlah penyakit yang biasa berkembang di musim hujan. Kepala Dinkes Pandeglang H. Deden Kuswan mengungkapkan, pihaknya telah mengantisipasi dengan menyediakan stok obat yang mencukupi di setiap puskesmas dan mengaktifkan desa/kelurahan siaga.
"Ada 36 Puskesmas di Kabupaten Pandeglang dengan stok obat yang cukup. Warga yang sakit bisa langsung datang ke Puskesmas atau Pustu yang ada di masing-masing wilayah," ujarnya, Kamis (12/2/2015).
Deden menjelaskan, hingga sekarang belum terlihat indikasi meningkatnya penyakit-penyakit yang sering menyerang pada musim penghujan tersebut. “Salah satu penyakit yang ditemukan adalah demam berdarah, tetapi jumlahnya tidak banyak,” ungkapnya.
Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat secara pro aktif melakukan kegiatan menguras, menutup dan mengubur untuk memotong rantai perkembangan biakan nyamuk . “Langkah kongkritnya dilingkungan masing-masing, warga mengaktifkan kembali memantau sarang nyamuk," imbuhnya.
Dia memaparkan, sejumlah penyakit yang berpotensi mewabah di musim hujan antara lain diare dan demam berdarah dengue (DBD) yang menyerang warga, sebagai akibat dari tercemarnya sejumlah tempat dan sumber air baku, karena kotoran dan material banjir.
Selain itu juga, disebabkan oleh genangan air yang memberikan suasana yang cukup kondusif bagi berkembang biaknya jentik nyamuk aedes aegypti, yang akhirnya menyebarkan DBD.