Tampilkan postingan dengan label antisipasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label antisipasi. Tampilkan semua postingan

7 Feb 2014

Antisipasi Penyakit Musim Penghujan

MUSIM hujan khususnya dengan intensitas tinggi dapat berdampak pada kesehatan. Beberapa penyakit yang biasa muncul pada masa ini diantaranya adalag Diare, DBD, Leptospirosis, Infeksi Saluran Pernapasan Akut, penyakit kulit, Penyakit saluran cerna lain, dan Perburukan penyakit kronik yang mungkin memang sudah diderita.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingering (P2PL) Kemenkes Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, menimbau masyarakat agar tetap sehat dengan senantiasa menjaga Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), antara lain dengan makan/minum yang baik dan bersih (selalu makanan yang sudah dimasak), jangan jajan sembarangan, istirahat yang cukup, tetap upayakan kebersihan diri dan lingkungan, jangan buang sampah sembarangan, senantiasa melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). 

Prof. Tjandra Yoga menyebutkan lima titik kritis CTPS, yaitu Sebelum makan, Sebelum mengolah makanan, Setelah BAB, setelah menceboki anak, dan Setelah memegang lingkungan yang kotor dan hewan. 

Pada musim banjir, banyak warga harus mengungsi. Di pengungsian ini Prof. Tjandra Yoga mengimbau agar warga menjaga kebersihan lokasi pengungsian, baik dari sisi pengolahan sampah, pengolahan limbah cair dan BAB serta BAK ditempat yang sudah disediakan. Anak Balita dan orang tua perlu mendapat prioritas tempat yang lebih baik dan sehat. 

Sebaiknya makanan segar agar segera dikonsumsi. Selain itu, kalau ada keluhan kesehatan berkepanjangan maka hubungi petugas kesehatan yang ada, ujar Prof. Tjandra.

Ditambahkan, bila banjir telah surut dan akan membersihkan sisa lumpur / air kotor di rumah, gunakan sepatu boot dan pelindung tangan, agar kulit tangan dan kaki sesedikit mungkin kontak dengan kotoran / lumpur sisa banjir 

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 500-567; SMS 081281562620, faksimili: (021) 52921669, website www.depkes.go.id dan alamat email kontak@depkes.go.id

15 Jan 2013

Puskesmas Sobang Dirikan 3 Posko Antisipasi Penyakit Dampak Banjir



MUSIBAH banjir yang melanda sebagian besar wilayah Kecamatan Sobang kini mulai surut. Namun, dampak penyakit yang ditimbulkan akibat lingkungan yang kotor dan sarana air bersih yang tercemar perlu diwaspadai. Hal itu agar tidak menjadi sumber penyakit bagi masyarakat setempat.
Kepala Puskesmas Kecamatan Sobang Endang Mulyadi mengatakan, mengantasipasi pasca banjir, Puskesmas telah menempatkan Posko kesehatan utama yang ditempatkan ditiga titik lokasi yakni Puskesmas Sobang, Desa Teluk lada dan Desa Bojen. “Saat ini tim kesehatan sudah melayani 602 warga korban banjir, kebanyakan mereka menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), gatal-gatal dan gangguan pencernaan (gastritis red),” ,” ujar Endang Mulyadi, SKM, yang dihubungi via telepon, Senin (14/1).
Dia mengatakan, selain pelayanan pengobatan, petugas Posko kesehatan terus melakukan upaya pencegahan dampak banjir dengan membagikan kaporit, lisol dan bahan penjernih air cepat (PAC) kepada warga untuk antisipasi penyebaran penyakit. “Stok obat dari Dinkes Pandeglang masih cukup. Kita juga banyak mendapat bantuan dari Dinkes Provinsi, organisasi profesi kesehatan, klinik dan rumah sakit swasta, serta bantuan PT. Antam,” katanya.
Diungkapkan, banjir hebat yang sempat merendam Puskesmas Sobang setinggi  60 centimeter pada Rabu (9/1) lalu telah merendam enam desa yakni Desa Sobang, Pangkalan, Teluklada, Cimanis, Bojen, Bojen wetan dan hanya dua desa yakni Kertaraharja dan Kutamekar yang relatif aman dari banjir karena terletak pada dataran tinggi. “Ada beberapa alat kesehatan yang tidak berfungsi akibat puskesmas tergenang air, komputer dan jenset cadangan listrik juga rusak. Tetapi pelayanan puskesmas tetap beroperasi melayani masyarakat," tandasnya.