Tampilkan postingan dengan label nakes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nakes. Tampilkan semua postingan

26 Des 2012

Nakes Wajib Memiliki Surat Tanda Registrasi

GUNA menjamin mutu pelayanan kesehatan dan dalam rangka pemberian izin praktik, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang perlu mengatur registrasi tenaga kesehatan (Nakes). Hal tersebut sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI No. 1796/Menkes/Per/VIII/2011 tentang registrasi tenaga kesehatan.

Kepala Bidang Sumberdaya Kesehatan (SDK) Dinkes Pandeglang Ratu Tanti Darmiasih menjelaskan registrasi merupakan sebuah proses dimana seorang tenaga profesi harus mendaftarkan pada suatu badan tertentu secara periodik untuk mendapatkan kewenangan dan haknya melakukan tindakan profesional setelah memenuhi syarat-syarat tertentu yang telah ditetapkan.
“Dengan adanya Permenkes tersebut maka setiap tenaga kesehatan wajib memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) sebelum melaksanakan tugas keprofesiannya,” kata Ratu Tanti Darmiasih di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.
Dia mengungkapkan, sebagai tindak lanjut Permenkes No. 1796/Menkes/Per/VIII/2011 dan sesuai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Seksi Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan Bidang SDK Dinkes Pandeglang telah melaksanakan kegiatan bimbingan teknis (Bintek) perijinan Nakes di Gedung PKPRI Pandeglang, 20-21 November 2012 lalu.
“Kegiatan bintek perijinan diharapkan mempermudah Nakes khususnya bagi pegawai fungsional kesehatan yang bertugas di puskesmas, agar dapat menjalankan pekerjaan sesuai dengan keahlian dan kewenangan yang dimiliki,” harapnya.
Menurut Tanti, bintek yang diselenggarakan diikuti 36 peserta perwakilan dari seluruh Puskesmas se Kabupaten Pandeglang dengan nara sumber anggota Majelis Tenaga Kesehatan Provinsi Banten.
Selain menyosialisasikan Permenkes tentang registrasi lanjut Tanti, pihaknya menyampaikan tentang proses pembinaan dan pengawasan praktik tenaga kesehatan.
“Pembinaan dan pengawasan perlu dilakukan  dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, termasuk juga melindungi masyarakat atas tindakan yang dilakukan tenaga kesehatan. Ini untuk memberikan kepastian hukum bagi masyarakat dan Nakes itu sendiri,” paparnya.
Dijelaskan, tenaga kesehatan adalah setiap orang, yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau keterampilan melalui pendidikan dibidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan. Untuk memiliki kewenangan setiap calon Nakes diwajibkan mengikuti uji kompetensi sebelum mereka lulus dari institusi pendidikan kesehatan.
Hal ini lanjutnya, dimaksudkan sebagai salah satu upaya pemerintah dalam hal pembinaan dan pengawasan kualitas tenaga kesehatan. “Bagi mereka yang lulus pendidikan sebelum tahun 2012 atau sebelum Permenkes ini dikeluarkan, tidak diwajibkan mengikuti Uji Kompetensi, dan kepadanya dapat diberikan Surat Tanda Registrasi (STR) dengan masa berlaku lima tahun,” jelas Tanti.
Ditambahkan, saat ini menurut data yang ada pada Dinkes Pandeglang terdapat 1215 Nakes fungsional di Puskesmas Kabupaten Pandeglang yang meliputi dokter umum dan dokter gigi (52), perawat dan perawat gigi (477), bidan (555), sanitarian (28), Nutrisionis (18), Apoteker dan asisten apoteker (26), penyuluh (31), Analis laboratorium dan tenaga elektro medik (8). “Mereka semua bertugas di 36 Puskesmas dan wajib memiliki STR  dan ijin praktik tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas profesinya baik di puskesmas maupun tempat praktik mandiri,” ujar Tanti menambahkan. (red)***

26 Mei 2012

Inilah Rekam Jejak Para Nakes Teladan Pandeglang tahun 2012


TAHUN ini terasa begitu membahagiakan bagi Dede Rina Fahriani, Rusmiati, Setia Ningsih dan Nur Siti Fadhilah. Mereka benar-benar menjadi pusat perhatian pada Apel Pagi Pegawai di halaman Kantor Dinas Kesehatan (dinkes) Pandeglang, Rabu (2/5) lalu.
Alasannya bukan hanya karena kemeja batik yang dikenakannya tampak serasi bagai empat srikandi berbeda dengan pegawai lainnya yang kebetulan saat itu mengenakan seragam Korpri memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
Keberadaannyapun tidak biasa, mengingat apel pagi umumnya diikuti hanya pegawai di lingkungan Dinkes Pandeglang yang berjumlah ratusan.
Alasan lainnya, keempatnya sesuai profesi kesehatan sebagai dokter gigi, bidan, nutrisionis dan asisten apoteker telah menoreh penghargaan sebagai tenaga kesehatan (nakes) teladan terbaik yang bekerja di Puskesmas tingkat Kabupaten Pandeglang tahun 2012.
Bukan tanpa sebab kalau kemudian Tim Penilai menjatuhkan pilihan teladan bagi keempatnya. Masa kerja mereka selama tiga tahun terus menerus di Puskesmas dan prestasinyalah sesungguhnya yang menghantarkan keempatnya sebagai teladan.
Prestasi
Sebagai dokter gigi di Puskesmas Menes, Dede Rina Fahrina telah berhasil membina dan mengembangkan usaha kesehatan gigi ditingkat sekolah (UKGS). Upaya yang dirintis Dede selama tiga tahun terbukti menurunkan kasus karies gigi yang umum diderita siswa SD. Dia juga menjadi contoh untuk model pemberdayaan kesehatan di sekolah dengan melibatkan peran aktif guru UKS dan membina dokter kecil sebagai kader kesehatan.
Sementara bagi Rusmiati sebagai bidan pegawai tidak tetap (PTT) yang bertugas di Desa Panacaran Kecamatan Munjul, perjuangan dan dedikasinya menjalin kemitraan dengan Paraji dan Kader Posyandu patut diapresiasi. Melalui upayanya itu kini Desa Panacaran menjadi penyumbang cakupan program kesehatan ibu dan anak (KIA) yang sangat signifikan dalam hal pemeriksaan ibu hamil (93,5%) dan pertolongan persalinan oleh nakes yang mencapai 91,7 persen.
Adapun Setia Ningsih sebagai tenaga gizi Puskesmas Pagelaran yang patut ditiru yakni kegigihannya mengajak warga yang memiliki Bayi dan Balita untuk menimbang berat badan secara teratur. Baginya menimbang di Posyandu merupakan upaya deteksi dini masalah gizi yang terjadi. Hal itu dia buktikan melalui layanan gizi komunitas di Desa Montor, semakin tinggi tingkat partisipasi penimbangan secara teratur sangat berperan menghindari masalah gizi anak lebih lanjut.
Sedangkan bagi Nur Siti Fadhilah, Asisten apoteker Puskesmas Karangtanjung, kemampuan meracik obat yang dimiliki dan metode cara belajar ibu aktif (CBIA) yang dia terapkan kepada masyarakat (pasien red) ternyata membantu masyarakat dalam mengobati sendiri.
Dedikasi
Dedikasi dan keberhasilan para teladan rupanya tak luput dari perhatian istri Bupati Pandeglang. Karena itulah, Hj. Siti Erna Erwan itu terlihat antusias saat mengantar para teladan yang disebutnya sebagai “Kartini” Pandeglang mengikuti tahapan berikutnya ditingkat Banten.
Hj. Siti Erna Erwan menyatakan turut bersuka cita atas prestasi yang diraih para teladan tahun ini yang seluruhnya kaum perempuan.  Hal itu diungkapkan Bu Erwan saat pemberian penghargaan bagi para teladan Pandeglang tahun 2012 di halaman Kantor Dinkes Pandeglang, Rabu (2/5) kemarin. “Saya sengaja datang untuk memotivasi para tenaga kesehatan teladan agar semangat mengikuti tahapan seleksi teladan tingkat provinsi,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) H. Iskandar membacakan SK Bupati Pandeglang  bernomor  446/Kep.135-Huk/2012 tentang Pemenang Pemilihan Nakes Teladan di Puskesmas tingkat Kabupaten Pandeglang tahun 2012. Kadinkes H. Iskandar atas nama Pemkab Pandeglang juga menyerahkan piagam penghargaan dan hadiah lainnya yang diterima para nakes terbaik tahun ini.
Sebelum melepas “Kartini” Pandeglang, Iskandar menyatakan seluruh nakes harus memiliki dedikasi yang tinggi serta profesional dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sesuai profesi. “Tenaga kesehatan di Puskesmas dan bidan desa merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan sehingga peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sangat bergantung kepada kinerja di lapangan,” tandasnya.
Sementara itu Kepala Seksi Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan Dinkes Pandeglang Ratu Tanti Darmiasih menambahkan, tahapan seleksi tingkat Banten serempak dilaksanakan mulai 2-3 Mei untuk penilaian uji psikotes dan wawancara yang dilaksanakan di Hotel Bidakara. “Untuk penilaian lapangan bagi Nakes teladan Pandeglang dijadwalkan Tim Penilai Provinsi Banten akan berkunjung pada 9 Mei 2012 di wilayah Kabupaten Pandeglang,” kata Tanti.

9 Apr 2012

Dinkes Seleksi Nakes Teladan 2012


SEPEKAN belakangan ini kesibukan Kepala Seksi Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan (Kasi PMTK) Dinkes Pandeglang Ratu Tanti Darmiasih kian bertambah. Maklum, disela kesehariannya memfasilitasi kenaikan pangkat dan golongan tenaga fungsional Puskesmas dan rumah sakit seperti dokter, perawat, bidan, sekarang dia sedang bersiap menggelar pemilihan tenaga kesehatan (nakes) teladan tahun 2012.
Bersama sejumlah stafnya, Kamis (5/4) siang itu Tanti, begitu dia biasa disapa, nampak terlihat serius membahas materi dan bahan yang perlu disiapkan dalam proses seleksi awal nakes teladan baik untuk tingkat Puskesmas maupun kabupaten.
Ditemui diruang kerjanya, Tanti menyatakan kesiapannya menggelar tahapan pemilihan nakes teladan dengan pelibatan tim juri lintas program dan organisasi profesi kesehatan setempat. “Saat ini calon nakes teladan seleksinya masih berlangsung ditingkat Puskesmas,” kata Tanti akhir pekan kemarin.  
Dia menjelaskan, pemilihan nakes teladan tingkat Kabupaten Pandeglang merupakan agenda  tahunan. “Setiap tahun rutin digelar dalam rangka memberikan penghargaan bagi mereka yang bertugas di Puskesmas dan punya kinerja baik,” jelasnya.
Tahun ini, kata Tanti ada empat katagori nakes teladan yang diseleksi yakni dokter gigi, bidan, asisten apoteker dan nutrisionis (ahli gizi). “Teladan kabupaten akan mewakili Pandeglang dalam pemilihan nakes tingkat provinsi dan nasional,” katanya.
Tahapan seleksi yang harus dilalui para calonpun terbilang ketat. “Selain harus menjalani ujian tertulis, calon teladan akan ditinjau tim juri di lapangan dimana mereka bekerja dan berinteraksi dengan masyarakat,” ujarnya.
Tanti menyatakan, pemilihan nakes teladan bakal dilakukan lebih selektif dan transparan untuk memilih nakes teladan tingkat Kabupaten Pandeglang sesuai katagori dan syarat ketentuan yang ditetapkan dewan juri.
Dia beralasan, tahun 2011 Pandeglang berhasil merebut tiga katagori teladan pertama tingkat Provinsi Banten yakni dokter teladan, perawat teladan dan nutrisionis teladan. Karena itu, kali ini juga dia bertekad mempertahankan prestasi tersebut. “Untuk mempertahankan predikat teladan provinsi kami harus melakukan seleksi lebih ketat,” tegas Tanti yang kerap tersenyum ramah terhadap setiap orang yang dijumpainya. (mr.adesetiawan@gmail.com)***