Tampilkan postingan dengan label patia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label patia. Tampilkan semua postingan

10 Jan 2013

Puskesmas Patia Terus Antisipasi Penyakit Dampak Banjir


CURAH Hujan yang semakin deras mengguyur wilayah Kabupaten Pandeglang sejak akhir tahun lalu tak urung membuat sejumlah kecamatan terendam banjir. Di kecamatan Patia misalnya, dari sepuluh desa yang ada, lima diantaranya mengalami banjir hingga kini. Tak hanya itu dua desa yakni Idaman dan Surianeun praktis seluruh wilayahnya tergenang air, menyebabkan Pos Kesehatan (Poskes) yang ada juga ikut terendam. Namun hal itu tak membuat surut semangat petugas kesehatan yang bertugas. Bersama tim yang bertugas di Posko kecamatan, para relawan dan tokoh masyarakat setempat, semuanya bahu membahu saling membantu menanggulangi dampak banjir terutama memberikan bantuan sandang dan pangan kebutuhan warga dipengungsian.
Hal itu diungkapkan Kepala Puskesmas Kecamatan Patia, Wawan Suherwan. Dia mengatakan, sampai saat ini Puskesmas mengerahkan seluruh personil yang ada untuk membantu warga yang kebanjiran.
“Jumlah semua 40 tenaga medis yang ada, sebagian kita kerahkan bertugas di pos kesehatan di lima desa yang banjir yaitu Desa Ciawi, Babakankeusik, Idaman, Surianeun dan Rahayu. Masing-masing Poskes ditempati empat tenaga medis,” kata Wawan yang menghubungi via telepon, Kamis (10/1)
Sedangkan sisanya, lanjut dia para petugas medis bersiaga di Puskesmas Patia yang sekarang dijadikan lokasi pengungsian sementara sebagaian warga setempat yang mengungsi
Menurut Wawan stok obat-obatan sampai sekarang masih tersedia.  “Persediaan obat masih cukup, kita sudah dapat bantuan dari Dinkes Provinsi dan Dinkes Kabupaten Pandeglang, termasuk ada bantuan biskuit 300 dus, tetapi belum terdistribusi sehubungan akses jalan terputus air, sehingga masih disimpan di Puskesmas Panimbang,” katanya.
Ditambahkan, sejak 3 Januari hingga sekarang, poskes telah menangani 1025 warga yang menderita sakit terdampak banjir seperti diare, penyakit kulit, batuk pilek, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Dia juga mengungkapkan, pihaknya sejak awal Januari mendapatkan bantuan tenaga medis dari Puskesmas Cikeudal untuk menanggulangi dampak banjir yang menimpa warga di wilayah kerjanya.

15 Jun 2012

Dinkes Pastikan Korban Keracunan Sudah Berangsur Membaik


DINAS Kesehatan (Dinkes) Pandeglang memastikan seluruh pasien yang diduga keracunan akibat mengkonsumsi ikan picungan (ikan laut jenis salem yang diawetkan dengan buah picung) semuanya sudah mendapat penanganan medis dan kondisi para korban telah berangsur membaik.
Hal itu diungkapkan Sekretaris Dinkes Pandeglang Hj. Nuriah, Jum’at (15/6). Menurut dia, pihaknya telah mendapatkan laporan perkembangan kondisi para pasien, baik yang ditangani puskesmas setempat  maupun pihak RSUD Berkah.
“Kondisi pasien yang mendapatkan perawatan petugas Puskesmas Patia ketiganya sudah pulih sedangkan seorang yang di rawat di rumah sakit kondisinya berangsur sudah membaik,” ujarnya.
Kendati begitu, Dinkes tetap menyiagakan puskesmas setempat untuk terus memonitor perkembangan kejadian keracunan yang diduga disebabkan oleh ikan picungan tersebut.  “Sampai hari ini (kemarin, red) petugas medis masih ditempatkan di Desa Cimoyan Kecamatan patia untuk memastikan pasien benar-benar sembuh,  sekaligus memonitor perkembangan penyakit dan mengantisipasi adanya penularan kepada warga lainnya,” jelasnya.
Ia juga menegaskan, Dinkes telah mengambil sampel muntahan pasien keracunan untuk diperiksa di laboratorium kesehatan daerah (Labkesda) agar diketahui penyebab keracunan. Sedangkan hasil pemeriksaan Labkesda akan diketahui beberapa pekan kemudian.
“Puskesmas telah kami instruksikan mengambil langkah pencegahan seperti memberikan penyuluhan tata cara pemilihan dan pengolahan makanan yang benar dan cara menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di dalam lingkungan keluarga ,” katanya.
Diberitakan disejumlah media Jum’at (15/6), satu keluarga di kampung Baitul Mukmin, Desa Cimoyan, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, keracunan setelah mengonsumsi ikan laut jenis salem, Rabu (13/6).
Belum diketahui dengan pasti penyebab kejadian itu, namun diduga akibat bakteri e-coli yang terkandung dalam ikan tersebut. Korban keracunan yakni Kamsari, Badri, Sarah dan Rini. Hingga kemarin korban masih mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas setempat. Sementara seorang lainnya di rawat di rumah sakit karena kondisinya kritis.