Tampilkan postingan dengan label sbh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sbh. Tampilkan semua postingan

31 Agu 2015

Rangakaian Peringatan Hari Jadi SBH ke-30 tahun 2015



  • KESEHATAN merupakan hak fundamental setiap manusia. Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab semua pihak agar hak ini dapat diperoleh semua rakyat, tanpa terkecuali. Dalam masyarakat, terdapat berbagai potensi yang dapat mendukung keberhasilan program-program kesehatan. Kelompok masyarakat yang paling potensial dalam pembangunan kesehatan adalah kelompok usia remaja-muda, karena kelompok usia ini menerima dan mengolah informasi dengan cepat dan tanggap, mudah mengembangkan keterampilan, serta dapat menggerakkan orang lain. Oleh karena itu, pemerintah membidik Gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) sebagai mitra potensial dalam pembangunan kesehatan, ujar Menteri Kesehatan.

    Pada tanggal 17 Juli 1985, Departemen Kesehatan bersama dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, membina sekelompok generasi muda di Indonesia dalam bidang kesehatan melalui pembentukan Satuan Karya Pramuka Bakti Husada (Saka Bakti Husada). Tujuan pembentukan Saka Bakti Husada adalah untuk mewujudkan kader pembangunan di bidang kesehatan, yang dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota Gerakan Pramuka dan masyarakat di lingkungannya. Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-21 pada tanggal 12 November 1985 di Magelang dijadikan momentum untuk meresmikan Saka Bakti Husada.

    Pada awal terbentuknya Saka Bakti Husada terdapat 5 krida, yaitu Krida Bina Obat, Krida Pengendalian Penyakit, Krida Keluarga Sehat, Krida Bina Gizi, dan Krida Bina Lingkungan Sehat. Kini dengan penambahan Krida Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menggenapkannya menjadi 6 Krida yang terdiri dari 37 Syarat  Kecakapan Khusus (SKK). Dengan krida dan kecakapan khusus yang dimiliki, Saka Bakti Husada telah memberikan arah keterlibatan kaum muda di bidang kesehatan. Beberapa kegiatan antara lain kampanye PHBS di beberapa sekolah dan lingkup masyarakat kecil, peningkatan kesadaran akan bahaya HIV/AIDS dan tuberkulosis, kampanye pentingnya imunisasi, pengendalian vektor penyakit serta pemahaman tentang obat. Di samping kegiatan-kegiatan tersebut, Saka Bakti Husada juga dididik untuk tanggap dalam situasi bencana. Kesigapan Pramuka dalam pertolongan pertama gawat darurat telah ditunjukkan dalam simulasi tanggap bencana, sebagai manifestasi peran SBH pada penanggulangan bencana berbasis masyarakat

    Lebih lanjut, Menkes mengatakan bahwa Saka Bakti Husada juga berperan sebagai pelopor hidup sehat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat di sekitarnya, sejalan dengan tujuan pembangunan kesehatan, yakni meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan yang optimal. Pengetahuan dan keterampilan di bidang kesehatan yang diberikan dan dilatihkan kepada Pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk hidup sehat, yang tidak hanya dimanfaatkan untuk diri sendiri, tetapi diharapkan dapat ditularkan kepada keluarga, dan masyarakat di sekitarnya.

    Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Saka Bakti Husada ke-30 dihadiri oleh pejabat eselon I Kementerian Kesehatan, Staf Khusus Menteri, pejabat eselon II Kementerian Kesehatan, perwakilan unit utama dan Sekretariat Jenderal, Direktur Rumah Sakit Vertikal, Kepala Dinas Kesehatan se-DKI Jakarta dengan membawa adik-adik binaan SBH, Kwarnas Gerakan Pramuka, anggota PIN Saka se-Jabodetabek, organisasi profesi kesehatan, perwakilan Poltekkes, Pramuka Gugusdepan BBPK dan Bapelkes, Pramuka RS Syamsudin Sukabumi, Pramuka Gugusdepan Cibubur, Pramuka Gugusdepan Perguruan Tinggi (UNJ, Universitas Trisakti, UI, IPB, UHAMKA), SBH KKP Tanjung Priok, SBH Jakarta Timur, dan SBH BBPK Ciloto.

    Tema yang dipilih pada peringatan ulang tahun Saka Bakti Husada ke-30 adalah Memantapkan Saka Bakti Husada sebagai Wadah Pembinaan Kader Kesehatan yang Berkarakter. Karakter yang diharapkan dari seorang Saka Bakti Husada adalah Pramuka berjiwa Pancasila yang senantiasa berlandaskan pada sila pertama, yaitu mengutamakan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME. Dalam rangka memantapkan SBH sebagai wadah untuk membina kader kesehatan yang berkarakter, saya mengajak semua pihak terkait untuk memperkuat jejaring yang sudah terbentuk dalam ikatan solidaritas dan nasionalisme untuk mewujudkan Indonesia Sehat. Ujar Menkes dalam sambutannya (12/8).

    Selain upacara, rangkaian peringatan HUT SBH ke-30 terdiri dari Sosialisasi Krida SBH dan Pameran Krida SBH. Sosialisasi Krida SBH dilaksanakan pada pukul 10.0012.15 WIB di Ruang Siwabessy, Gedung Sujudi Kementerian Kesehatan yang meliputi Krida Bina Lingkungan Sehat, Krida Pengendalian Penyakit, Krida Bina Keluarga Sehat, Krida Bina Gizi, Krida Bina Obat, dan Krida Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Pameran Krida SBH yang terdiri dari 6 stand Bina Krida SBH dan 1 stand Kwarnas Pramuka diadakan di depan Ruang Siwabessy.

    Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 500-567; SMS 081281562620; faksimili: (021) 52921669, dan alamat email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id
  • Sumber : Depkes.Go.Id

21 Agu 2014

Pramuka SBH Ulang Tahun ke-29

UPACARA peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-29 Satuan Karya (Saka) Pramuka Bakti Husada merupakan kegiatan puncak yang dilaksanakan hari selasa (15/7) pukul 16.00 WIB di lapangan Gajah Mada, Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur.
Kak Nafsiah Mboi, Menteri Kesehatan RI selaku Ketua Majelis Pembimbing Saka Pramuka Bakti Husada Tingkat Nasional menjadi Pembina upacara pada peringatan HUT Saka Pramuka Bakti Husada dan petugas upacara berasal dari anggota Dewan Kerja Nasional.
Kak Nafisah Mboi dalam sambutannya menyampaikan Saka Bakti Husada adalah wadah bagi anggota Pramuka Penegak dan Pandega guna menyalurkan minat serta menempa pengetahuan dan ketearampilan mereka di bidang kesehatan. Sejak berdirinya Saka Bakti Husada pada tanggal 17 Juli 1985 satan karya pramuka atau saka ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kaum muda khususnya anggota pramuka di bidang kesehatan.
"Krida dan kecakapan khusus yang dimiliki Saka Bakti Husada memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada kaum muda kita untuk berkontribusi mendukung suksesnya pembangunan kesehatan dalam mewujudkan derajat kesehtan masyarakat yang setinggi-tingginya." Kata Kak Nafsiah Mboi.
Kak Nafsiah Mboi juga mengajak segenap hadirin agar memberikan komitmen kuat dalam mewujudkan kaum muda yang berkarakter dan berakhlak mulia.
Sambutan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka pada upacara HUT Saka Pramuka Bakti Husada dibacakan oleh Kak Yudi Suyoto, Sekretaris Jenderal Kwarnas Gerakan Pramuka berharap Saka Pramuka Bakti Husada harus dapat menjadi wahana dan berperan dalam menyiapkan sumberdaya manusia yang dapat menjadi pemegang estafet kepemimpinan kesehatan.
"Kerjasama antara Kementerian Kesehatan RI dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka sejak tahun 1985 dan kemudian diperbaharui pada tahun 2011 menunjukkan bahwa secara bersama-sama memiliki komitmen yang tinggi terhadap masalah kesehatan dan solusinya dengan melibat-aktifkan anggota Pramuka sejak dini mulai usia Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega." Ungkap Kak Yudi.
"Harapan ke depan Saka Pramuka Bakti Husada dapat membangkitkan minat kaum muda untuk menjadi pelopor hidup sehat dan dapat mewarnai kegiatan kepramukaan secara nasional." Tegas Kak Yudi.
Hadir dalam upacara peringatan tersebut, antara lain Pimpinan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Andalan Nasional Gerakan Pramuka, Para Pimpinan Satuan Karya Pramuka Tingkat Nasional, Kepala BKKBN, Badan POM, pejabat eselon I dan II Kementerian Kesehatan, Ketua Kwarda DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten, pimpinan organisasi profesi kesehatan, Pimpinan Saka Bakti Husada tingkat Nasional dan Daerah, dan Ketua Dewan Kerja Nasional Penegak dan Pandega.
Adapun peserta upacara peringatan HUT ke-29 berasal dari anggota Saka Bakti Husada dari Kwarcab Gerakan Pramuka di sekitar Jabodetabek, Poltekkes, Pimpinan Saka Bakti Husada Tingkat Nasional, BBPK Ciloto, BPK Jakarta, Bapelkes Cikarang dan BKLPP Jakarta, dan Gugusdepan Perguruan Tinggi seperti Trisakti, IPB, UNJ.

Sumber : Pusat Promkes

17 Apr 2013

Kwaran Menes Rekrut Anggota Saka Bakti Husada

KWARTIR Ranting (Kwaran) Pramuka Kecamatan Menes menggelar perekrutan anggota Saka Bakti Husada (SBH) pramuka yang membidangi kesehatan, yang dipusatkan di Gedung Serbaguna Kecamatan Menes, Minggu (14/4). Kegiatan ini bertujuan untuk pengembangan pendidikan kesehatan bagi para anggota pramuka yang ada di wilayah Kecamatan Menes.
Hadir dalam acara tersebut Kepala Puskesmas Menes April Lesmanawati dan Kasi Promosi Kesehatan Puskesmas Menes Wawan Hermawan yang juga sebagai pamong saka serta narasumber.
Djaya Rohani, Ketua Kwaran Pramuka Kecamatan Menes mengatakan, kegiatan ini telah dilakukan secara kontinyu, dan dalam pelaksanaanya bukan hanya satu kegiatan.
Dikatakan, pramuka di Kecamatan Menes tidak hanya aktif di satu bidang. Dengan adanya rekrutmen Saka Bakti Husada menunjukkan bahwa kesehatan pun jadi fokus kegiatan kwarannya.
“Kami melakukan perekrutan anggota SBH yang diambil dari masing-masing pangkalan pramuka atau sekolah tingkat SLTA yang ada di Kecamatan Menes. Tidak hanya itu, kita juga kerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) yang ada di Kecamatan Menes,” ungkapnya.
Kepala Puskesmas Menes April Lesmanawati mengatakan, sangat bangga dengan dengan kegiatan yang dilakukan para anggota pramuka atau pengurus kwaran Menes. Karena, lanjutnya, kegiatan tersebut sangat membantu dalam penyampaian bagimana caranya berprilaku hidup sehat.
April juga mengaku akan selalu terbuka bagi para anggota pramuka jika ingin belajar tentang ilmu atau pengetahuan hidup sehat.
“Kegiatan ini sangat membantu kita dalam menerapkan gaya hidup sehat pada masyarakat. Apalagi yang menjadi anggota pramuka ini tidak hanya dari daerah Menes saja, tapi mereka yang bersekolah di Menes dan ikut pramuka bisa mendapatkan pengetahuan tentang kesehatan,” kata April yang juga Ketua PMI Kecamatan Menes saat memaparkan materi tentang kesehatan.
Pelaksana kegiatan, Maria Ulfah menuturkan, peserta kegiatan itu berjumlah 70 orang berasal dari 13 pangkalan pramuka atau sekolah tingkat SLTA. Pelaksanaanya akan dilakukan setiap hari Minggu dengan waktu tiga kali pertemuan dalam satu bulan. (mg-agus)

20 Mei 2012

Puskesmas Menes Gerakan SBH


SATUAN Karya Pramuka (Saka) Bakti Husada sebagai bagian dari kwartir Gerakan Pramuka ditujukan untuk membina kaum muda dibidang kesehatan.
Sebagai wadah pengembangan pengetahuan, pembinaan keterampilan dan menambah pengalaman, Saka Bakti Husada (SBH) memberi kesempatan bagi anggota pramuka untuk membaktikan dirinya kepada masyarakat dalam bidang kesehatan.
Upaya inilah yang belakangan sedang digiatkan Puskesmas Menes yakni menumbuhkam minat anggota kwartir ranting (kwaran) setempat untuk menjadi anggota SBH.
Menurut Kepala Puskesmas Menes Hj. April Lesmanawati, SBH Kwaran Menes hingga tahun ini menjadi satu-satunya kwaran di Pandeglang yang masih eksis membina anggota SBH. Sehingga, jika ada kegiatan perkemahan antar saka atau SBH tingkat provinsi dan nasional, SBH Menes selalu tampil terdepan.
Belum lama ini, kata April, pihaknya melalui Pamong SBH setempat melakukan gerakan untuk merekrut anggota baru di sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) se Kecamatan Menes. “Rekruitmen untuk kaderisasi anggota baru sekaligus pembinaan dan penyegaran tanda kecakapan khusus (TKK) anggota lama,” kata April, kemarin.
Ditambahkan, tahun lalu SBH Menes ikut serta berpartisipasi dalam perkemahan bakti nasional (Pertinas) SBH di Gorontalo, sedangkan tahun ini dia mengikutsertakan perkemahan sabtu minggu (Persami) SBH tingkat Provinsi Banten yang digelar di Cilegon, pada pekan kemarin.

6 Jul 2011

Pramuka SBH Pandeglang Siap Ikuti Seleksi Pertinas Tingkat Provinsi Banten 2011


PERAN Pramuka diharapkan dapat menjadi contoh hidup sehat bagi masyarakat di lingkungannya. Karenanya, dalam kepramukaan dikembangkan wadah penyaluran kegiatan berbentuk Saka Bakti Husada (SBH). Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinkes Pandeglang Asep Hardiansyah, AMKL mengatakan SBH bertujuan untuk menjadikan kader pembangunan di bidang kesehatan, yang dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota Gerakan Pramuka dan masyarakat di lingkunganya. ”Kegiatan kesakaan dilaksanakan di gugus depan dan satuan karya Pramuka disesuaikan minat dan kemampuan peserta,” kata Asep disela-sela kegiatan seleksi anggota Pramuka SBH di Kwartir Ranting (Kwaran) Menes Pandeglang, Selasa (5/7) kemarin.
Dijelaskan Asep, pihaknya saat ini sedang menggiatkan kepesertaan Pramuka SBH dalam rangka mengikuti Perkemahan Tingkat Nasional (Pertinas) SBH yang bakal digelar di Provinsi Gorontalo pada 24 September mendatang.
“Kita sudah menyeleksi beberapa anggota Pramuka SBH di Kecamatan Menes untuk mewakili Pandeglang dalam Pertinas SBH, tapi sebelum diberangkatkan dalam Pertinas 14 anggota SBH Pandeglang akan mengikuti ajang seleksi tingkat Provinsi Banten yang rencana akan dilaksanakan pada 17 Juli 2011,” jelasnya.
Asep memaparkan, ada enam krida yang mesti dikuasai bagi seorang pramuka SBH dan bagi setiap anggota SBH boleh memilih salah satu diantaranya yang paling diminati. Keenam krida tersebut yakni Krida Bina Lingkungan Sehat, Krida Bina Keluarga Sehat, Krida Penanggulangan Penyakit, Krida Bina Gizi, Krida Bina Obat, serta Krida Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). “Keenam krida itu nantinya memiliki tanda kecakapan khusus (TKK) tersendiri sebagai lambang kemampuan anggota SBH baik secara teori maupun dalam praktek,” paparnya.
Dengan kemampuan dan kecakapan anggota SBH Menes Pandeglang yang ada sekarang, Asep mengaku optimistis Pramuka SBH wakil Pandeglang beberapa dapat terpilih mewakili Kontingen Kwartir Daerah (Kwarda) Banten yang nantinya terdiri dari 24 personil anggota Pramuka SBH putra putri se Banten yang direncanakan diberangkatkan mengikuti Pertinas di Gorontalo. “Sisa waktu yang ada menjelang seleksi tingkat provinsi, kita terus berusaha maksimal meningkatkan kecakapan para Pramuka SBH duta Pandeglang yang terdiri dari masing-masing tujuh Pramuka Pendega Putra dan tujuh Pramuka Pandega Putri,” katanya menambahkan.