Sudah ingin berhenti merokok
namun susah sekali berhenti. Ini alasannya. Mungkin sebenarnya sudah lama Anda mengetahui dampak buruk dari
merokok dan ingin berhenti. Tapi entah kenapa, rasa ketagihan merokok terus
menerus muncul di benak Anda. Dan akhirnya, Anda terus terjebak dalam kebiasaan
merokok. Well, Anda tidak perlu bingung mengapa kebiasaan merokok Anda
sulit dihentikan. Karena menurut Saul Shiffman, Ph.D., Director of the Smoking
Research Group and the Clinical Psychology Center dari Universitas Pittsburgh,
wanita 3 kali lebih sulit berhenti merokok ketimbang pria. Mengapa? Berikut ini
alasannya...
1. Saya takut bertambah gemuk
Banyak wanita berkata bahwa sebenarnya mereka ingin berhenti merokok, namun
takut akan bertambah gemuk jika melakukannya. Apalagi sebagian besar mereka
memutuskan untuk merokok pada awalnya karena ingin menghilangkan berat badan.
“Pemikiran mereka sebenarnya tepat. Karena perokok biasanya kehilangan selera
makan setelah merokok, sehingga mereka tidak mau lagi menyentuh makanan,” jelas
Nancy Betts, Ph.D., Professor of nutrition and health sciences dari College of
Education and Human Sciences di University of Nebraska Lincoln. “Ditambah lagi,
nikotin mempercepat metabolisme, sehingga saat Anda berhenti merokok, secara
perlahan tingkat metabolisme menurun sehingga pembakaran kalori dalam tubuh
tidak bekerja dengan maksimal.” Merokok juga memengaruhi tingkat serotonin,
yaitu hormon rasa nyaman pemicu mood dan selera makan. Karena itu tak heran
jika merokok bisa mengatasi rasa stres dan depresi yang tengah Anda alami.
Saat berhenti merokok, biasanya Anda akan tergoda untuk makan camilan manis
atau yang mengandung karbohidrat untuk menghilangkan rasa gundah. Menurut
Robert Klesges, Ph.D., penulis buku How Women Can Finally Stop Smoking,
biasanya berat badan wanita yang berhenti merokok akan naik dari lima hingga 15
kilogram.
Menyadari hal ini, biasanya wanita akan mulai berdiet sambil berusaha
mengurangi kebiasaan merokok. Dan biasanya, kedua keinginan ini pupus di tengah
jalan. “Seharusnya Anda, para wanita, harus fokus pada keinginan untuk berhenti
merokok, baru memikirkan masalah berat badan,” ujar Klesges. “Saya menyarankan
Anda untuk tidak menginjak timbangan selama enam minggu ketika memulai program
penyembuhan merokok ini.”
2. Merasa tidak percaya diri
Pria saat berhenti merokok biasanya menjadi pemarah. Sedangkan wanita malah
lebih parah. Rasa cemas, depresi, cepat tersinggung, dan daya konsentrasi
rendah membuat wanita merasa tidak percaya diri. Apalagi jika Anda berhenti
merokok pada masa PMS, perasaan gundah akan semakin parah. Klesges menyarankan,
“Wanita sebaiknya berhenti merokok beberapa hari setelah masa haid agar
perasaan mereka tidak semakin kacau akibat PMS.”
Saat dua minggu pertama, Anda mungkin akan merasa baik-baik saja. Sebab rasa
ketagihan ingin merokok biasanya muncul 14 hari setelah Anda memutuskan untuk
berhenti. Nah, di saat inilah keinginan Anda harus kuat dan mulai mengalihkan
rasa ketagihan Anda dengan kesibukan yang positif.
3. Saya sudah mencoba, tapi enggak bisa
Menghilangkan stres disebut-sebut sebagai alasan nomor satu mengapa wanita
merokok. Bertengkar dengan sahabat atau pasangan, masalah pekerjaan, hingga
kemacetan lalu lintas seakan terasa ringan saat Anda menghisap sebatang rokok.
Menghisap dalam-dalam sebatang rokok memang dapat membuat perokok merasa lebih
tenang, konsentrasi lebih tinggi, dan lebih enerjik saat hari terasa
melelahkan. Saat nikotin memasuki otak, zat kimia mengubah perasaan Anda
menjadi lebih nyaman, tenang, dan santai. “Nikotin bergerak cepat menuju otak
seperti sebuah anak panah yang melesat pada papan panahan,” ujar Corinne
Husten, M.D., pekerja medis di Centers for Disease Control's (CDC) Office of
Smoking and Health. “Nikotin memang lebih cepat bekerja ketimbang obat
lainnya.” Tapi, yang tidak disadari, nikotin lambat laun merusak otak dan semua
bagian lain di tubuh Anda.
4. Semua teman saya merokok
Rasa erat tercipta saat Anda merokok bersama teman atau sahabat. Bahkan
berbicara dengan orang yang baru dikenal pun tidak menjadi masalah saat Anda
memulainya dengan meminjam korek atau lighter. 30 tahun lalu, iklan rokok masih
berkutat seputar bagaimana Anda menjadi wanita mandiri jika merokok. Sedangkan
sekarang, iklan rokok lebih menampilkan persahabatan erat antar sekelompok
gadis-gadis cantik dan percaya diri.
Untuk sebagian wanita, menghentikan kebiasaan merokok berarti memutuskan
hubungan dengan para perokok. Itu berarti Anda bisa kehilangan kesempatan untuk
memiliki banyak koneksi dan teman baru. Walau memiliki teman perokok membuat Anda
semakin sulit berhenti, bukan berarti tidak mungkin, kan? Steve Wood, seorang
terapis pengobatan nikotin di St. Helena Center for Helath di Napa Valley
California berkata, “Minta teman Anda untuk tidak merokok di sekitar Anda dan
tidak menawarkan rokok kepada Anda. Dengan begitu, Anda bisa fokus pada
penyembuhan diri. Melihat keinginan kuat Anda untuk berhenti, siapa tahu saja
teman-teman Anda akan takjub dan mulai ikut berhenti merokok. Bisa saja, kan?
5. Merokok adalah identitas saya
“Wanita mulai merokok pada usia remaja karena ingin terlihat keren dan
seksi,” ujar Wood. Kenyataannya, banyak wanita perokok yang terpengaruh untuk
merokok pada usia muda. Dan identitas tersebut terus dipertahankan hingga
dewasa bahkan hingga usia lanjut. “Seorang wanita remaja pemberontak memiliki
kekuatan yang sama dengan seorang wanita mandiri dalam menjaga imagenya,” ujar
Wood. “Para wanita ini berusaha meraih apa yang mereka inginkan dan berubah
menjadi wanita modern.” Apa pun perubahan yang mereka alami, baik itu karier,
hubungan dan lingkungan, rokok akan tetap menemani mereka sepanjang masa,
sebagai sahabat sejati. “Teman terbaik wanita adalah rokok tersebut,” ujar
Wood. “Entah bagaimana, rokok menjadi lebih bisa diandalkan sebagai teman
ketimbang orang-orang di sekitar mereka.”