20 Jan 2012

TP PKK Salurkan Bantuan Korban Banjir


KETUA Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pandeglang Hj. Erna Erwan Kurtubi menyalurkan sejumlah bantuan kepada korban banjir di Desa Bojen Kecamatan Sobang.
Bantuan diberikan kepada Camat Sobang Widodo dan langsung didistribusikan kepada warga saat berlangsung bakti sosial pengobatan gratis yang digelar di Balai Desa Bojen, Kamis (19/1).
Ketua TP PKK Pandeglang Hj. Erna Erwan Kurtubi mengatakan bantuan yang disalurkan berupa sembako, obat-obatan untuk bakti sosial dan makanan pendamping ASI.
“Sebagian bantuan itu dari donatur yang dititipkan melalui Pemkab Pandeglang untuk korban banjir di wilayah Sobang, khususnya Desa Bojen yang pernah terendam banjir cukup parah,” katanya.
Menurut dia, bantuan diberikan diantaranya dari Dinkes Pandeglang, organisasi profesi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pandeglang dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Banten serta PT. Cibaliung Sumberdaya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang mengatakan, warga Bojen antusias mendatangi Posko Kesehatan di Balai Desa Bojen untuk mendapat pelayanan kesehatan gratis. “Sekitar seribu lebih warga yang datang. Banyak warga yang flu, gatal-gatal dan diare serta batuk-batuk akibat cuaca ekstrim selama musim hujan,” katanya.
Untuk melayani ribuan warga yang datang, menurut Iskandar, Puskesmas Sobang dibantu dari anggota IDI Pandeglang dan anggota PPNI. Sedangkan tambahan obat mendapat bantuan dari PT. CSD.  Ditambahkan, selain Kecamtan Sobang, pihaknya melalui puskesmas setempat serempak melakukan bakti sosial pengobatan gratis di Kecamatan lainnya yang terkena dampak banjir yakni Panimbang dan Munjul.
Pengurus IDI Pandeglang Dr. H. Furqon HT. mengatakan, pihaknya memberikan bantuan berupa sembako sebanyak 132 paket berisi mei instan, kecap, beras minyak dan kebutuhan MCK untuk warga setempat. “Saat ini kami masih menginventarisasi bantuan dalam bentuk lain yang paling dibutuhkan warga korban banjir,” katanya.
Ketua PPNI Banten Asep Sopari didampingi Ketua PPNI Pandeglang Didi Mulyadi mengatakan, PPNI
memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp.2.000.000, bagi korban banjir. Menurutnya, walaupun tidak besar diharapkan partisipasi tersebut bisa membantu warga Desa Bojen yang sedang kesulitan karena musibah banjir ini.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Sobang Endang Mulyadi melaporkan, hingga pukul 16.30 tercatat sebanyak 1594 warga Desa bojen yang telah mendapat pengobatan. “Umumnya warga yang sakit para orang tua dan anak-anak,” katanya. (mr.adesetiawan@gmail.com)***

19 Jan 2012

Dinkes Droping Logistik Obat Pasca Banjir


PASCA banjir yang sempat merendam sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Pandeglang, pihak Dinkes mengirim (Droping red) bantuan logistis obat-obatan di Posko Kesehatan. Tambahan obat ini sekaligus untuk menambah stok (persediaan red) obat di Puskesmas mengantisipasi lonjakan kejadian penyakit warga.
Droping paket obat-obatan disampaikan langsung ke Puskesmas Pagelaran, Patia, Perdana, Sobang, Angsana dan Panimbang pada Senin (16/1) kemarin.
Sementara puskesmas rawan banjir lainnya yakni Cipeucang, Munjul dan Cikeusik dikirim pada Rabu (17/1). Masing-masing puskesmas menerima lima paket (dus besar red) yang  berisi 28 jenis obat untuk pengobatan penyakit ringan seperti diare, mual, gatal dan jenis obat antibiotik.
Kepala Dinas kesehatan (Dinkes) Pandeglang H. Iskandar mengatakan, selain paket obat untuk pengobatan warga di wilayah banjir, dinkes menberikan bantuan logistik untuk pencegahan penyakit berbasis lingkungan seperti Pencernihan Air Cepar (PAC), Lysol, Kaporit, Polybag sampah ukuran jumbo serta lotion anti nyamuk. Droping obat ini dikatakan Kadinkes Iskandar merupakan penyaluran dari bantuan obat dari Dinkes Provinsi Banten untuk penanganan bencana di Kabupaten Pandeglang.
“Kita ingin selain ada upaya pengobatan dari posko, ada usaha pencegahan agar penyakit yang mulai menyebar pasca banjir dapat dikurangi,” tutur Iskandar usai memonitor langsung Posko Kesehatan di  sembilan kecamatan selama dua hari, pada Senin-Selasa (16-17/1).
Iskandar didampingi kepala bidang dan sejumlah stafnya mengaku memimpin langsung pengiriman obat dan monitoring Posko kesehatan di lokasi banjir. Langkah ini dia ambil untuk memotivasi tenaga medis puskesmas dan para petugas kesehatan di desa agar tetap fokus memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Pasalnya, musibah banjir tidak hanya menimpa warga sekitar. “Banyak petugas kami di lapangan yang rumahnya juga terendam banjir seperti warga lainnya,” terangnya.
Kondisi ini dia antisipasi dengan mengunjungi langsung ke puskesmas-puskesmas, pustu, poskesdes hingga menjumpai bidan desa agar tetap semangat menjalankan tugas kendati dalam situasi sama-sama mengalami masa sulit.
Posko Kesehatan
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Umum (Yankesum) Dinkes Pandeglang Hj. Yeni Herlina menambahkan, Posko kesehatan saat banjir diakui mengalami kendala terutama transportasi petugas medis terhalang karena akses menuju lokasi warga yang tergenang sehingga sulit dilalui.
Namun pasca banjir, pihaknya berharap warga memanfaatkan Posko kesehatan terdekat untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis. “Berdasarkan laporan, saat banjir surut Posko kesehatan melayani 15 hingga 50 warga setiap harinya,” ungkapnya.
Sedangkan penyakit terbanyak yang diderita warga, sambung Yeni yakni  gastritis, saluran pencernaan, penyakit kulit, gatal-gatal serta diare.
Sementara itu Surveilan (petugas pengamatan penyakit red) Dinkes Provinsi Banten Hadi Safa’at yang ikut mendampingi menegaskan, isu penyakit yang terjadi pasca banjir jangan diabaikan. Hal itu untuk menghindari terjadinya out break (peningkatan kasus penyakit secara mendadak red) yang akan berakibat kejadian luar biasa (KLB).
“Banyak faktor terjadinya peningkatan penyakit pasca banjir seperti tercemarnya air bersih dan kondisi tubuh yang lemah karena cuaca,” katanya.
Oleh karena itu, dia meminta setiap petugas ditingkat Posko Kesehatan mengamati tingkat perkembangan penyakit terbanyak yang diderita warga untuk deteksi dini KLB. (mr.adesetiawan@gmail.com)***

18 Jan 2012

Dinkes Siagakan Puluhan Posko Kesehatan


PUNCAK musim penghujan dan banjir diperkirakan akan menimbulkan kerawanan masalah kesehatan. Penyakit biasanya akan lebih banyak setelah banjir (pasca banjir).

Karena itulah Dinkes Pandeglang menyiagakan puluhan Posko Kesehatan di semua Puskesmas yang berpotensi banjir diantaranya Puskesmas Pagelaran, Patia, Perdana, Sobang, Angsana dan Panimbang serta Picung, Munjul dan Cikeusik

Selain itu Posko kesehatan juga disiagakan disejumlah titik rawan banjir seperti Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) maupun lokasi warga yang terdapat pengungsi seperti Masjid dan Balai Desa setempat. Bahkan, dinkes telah menyiagakan seluruh sarana pelayanan kesehatan dasar swasta jika diperlukan difungsikan sebagai Posko Kesehatan Banjir.

Kadinkes Pandeglang H. Iskandar mengatakan, hasil pantauan pihaknya dibeberapa puskesmas, dilaporkan sedikitnya sembilan wilayah kecamatan digenang banjir pada akhir pekan kemarin, tapi kini sebagian besar sudah surut. Namun ancaman banjir diperkirakan masih akan terjadi, mengingat musim penghujan masih berlangsung hingga Februari mendatang.

“Mengantisipasi pasca banjir dan musim hujan yang belum selesai kemungkinan banjir susulan akan kembali terjadi. Oleh karena itu kami instruksikan puskesmas siaga 24 jam dan melaporkan setiap kejadian penyakit segera ke Dinkes Pandeglang,” kata Iskandar usai melakukan monitoring Puskesmas dan Posko kesehatan di Kecamatan Panimbang dan Sobang, Senin (16/1) kemarin.

Ditambahkan, dari laporan sementara menurut Iskandar sudah mulai ada keluhan penyakit ringan yang dialami warga. Dia juga memastikan stok obat-obatan untuk Puskesmas dan Posko Kesehatan sudah siap untuk melayani korban akibat banjir. (mr.adesetiawan@gmail.com)***

17 Jan 2012

Sepuluh Program Prioritas Kemenkes Tahun 2012


UPAYA promotif dan preventif merupakan prioritas nomor satu Kemenkes di tahun 2012. Upaya ini melibatkan inisiatif masyarakat dan inisiatif Pemda. BOK merupakan salah satu bentuk upaya tersebut.

Demikian pernyataan Menteri Kesehatan, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH saat jumpa pers mengenai Evaluasi Kinerja 2011 dan Program Prioritas 2012 Kementerian Kesehatan di Kantor Kemenkes Jakarta (4/1).
Prioritas selanjutnya menurut Menkes adalah Pencegahan dan pengendalian penyakit, terutama Penyakit Tidak Menular (PTM); 
Menuju Universal Coverage (penambahan kelas); 
Penurunan Angka Kematian Ibu (PONED, PONEK, Jampersal, KB); 
upaya Perbaikan gizi, terutama masalah stunting, 
Saintifikasi jamu, 
kemandirian bahan baku obat; 
Perencanaan pembangunan kesehatan paralel dengan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI); 
Reformasi Birokrasi (Tata Manajemen Birokrasi yang Bersih, Akurat, Efektif dan Efisien); 
Peningkatan Penggunaan Teknologi Informasi di segala Aspek serta Pusat Tanggap Respon Cepat (PTRC) akan dikembangkan di provinsi dan kabupaten kota.
Sumber: Depkes.Go.Id

16 Jan 2012

Antisipasi Penyakit Dimusim Penghujan


INDONESIA saat ini sudah memasuki musim penghujan. Curah hujan tertinggi diperkirakan terjadi pada bulan Januari sampai awal Februari 2012. Datangnya musim hujan merupakan faktor risiko untuk terjadinya penyakit.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama mengenai antisipasi penyakit yang biasa muncul pada musim hujan.

Menurut Prof. Tjandra Yoga, beberapa penyakit yang perlu diwaspadai selama musim penghujan adalah penyakit akibat virus seperti influenza, diare;  penyakit akibat bakteri dan parasit, terutama pada daerah yang airnya meluap sehingga bakteri dan parasit dari septic tank dan kotoran hewan terangkat dan hanyut kemudian mengkontaminasi air, bahan pangan, atau menginfeksi langsung manusia, seperti  diare, disentri, kecacingan, leptospirosis; penyakit akibat jamur terutama akibat kelembaban pada pakaian; penyakit tidak menular seperti asma, rhinitis, perburukan penyakit kronik; dan penyakit demam berdarah, karena meningkatnya tempat perindukan nyamuk.

“Pada peralihan musim penghujan ke musim kemarau perlu diwaspadai penyakit demam berdarah. Pada masa ini, populasi nyamuk demam berdarah meningkat karena banyaknya tempat perindukan”, terang Prof. Tjandra.

Sebagai antisipasi dengan datangnya musim penghujan, Kementerian Kesehatan melakukan upaya yaitu meningkatkan promosi kesehatan kepada masyarakat tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama dalam hal penggunaan air bersih; cuci tangan dengan air bersih dan sabun; penggunaan jamban sehat, pemberantasan jentik di rumah, sekolah, kantor, dan lingkungan sekitar; konsumsi buah dan sayur setiap hari; beraktivitas fisik setiap hari; membuang sampah pada tempatnya; tidak meludah sembarangan; serta penggunaan alat pelindung diri, misalnya memakai sepatu boot saat terjadi banjir untuk menghindari infeksi leptospira dan memakai lotion anti nyamuk di wilayah rawan/endemis demam berdarah, tambah Prof. Tjandra.

Prof. Tjandra mengingatkan, untuk meningkatkan kewaspadaan dini dengan surveilans melalui sarana yang tersedia, diantaranya melalui early warning alert response system (EWARS), laporan mingguan kewaspadaan penyakit, surveilans aktif mingguan, dan sms gateway 081318139990; meningkatkan pengawasan faktor risiko lingkungan seperti higiene sanitasi air dan lingkungan, tempat perindukan nyamuk, dan lain-lain terutama di daerah banjir dan rawan banjir oleh dinas kesehatan setempat bekerjasama dengan Balai/Balai Besar Teknis Kesehatan Lingkungan Pemberantasan Penyakit Menular (B/BTKL PPM); menyediakan logistik bahan penjernih air (PAC, pembersih air cepat) di wilayah yang sulit mendapatkan air bersih bila diperlukan; menyiapkan obat dan alat kesehatan yang memadai di Puskesmas, Rumah Sakit dan sarana pelayanan kesehatan; serta berkoordinasi dengan dinas kesehatan provinsi dan  Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kesehatan seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan B/BTKL, serta lintas sektor.
Sumber: Depkes.go.id

15 Jan 2012

Enam Puskesmas di Pandeglang Mulai Tergenang Banjir


HUJAN sepanjang pekan ini yang mengguyur hampir merata di wilayah Pandeglang mengakibatkan sedikitnya enam wilayah Puskesmas tergenang banjir.

Informasi yang diterima Tim Gerak Cepat (TGC) Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang sedikitnya enam puskesmas melaporkan wilayahnya mulai terendam banjir. Keenam puskesmas tersebut yakni  Puskesmas Kec. Pagelaran, Munjul, Sobang, Patia, Perdana dan Kecamatan Panimbang. Meski terletak di lokasi banjir, hingga kini seluruh Puskesmas masih berfungsi untuk melayani warga setempat.

Menurut Ketua TGC Penanggulangan Penyakit Dinkes Pandeglang dr. Hj. Asmani Raneyanti ,MHA, pihaknya sudah melakukan pemantauan kondisi diwilayah Puskesmas yang melaporkan banjir dan menginstruksikan membuka Posko Kesehatan di Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu) serta lokasi bidan desa berada.

“Persediaan obat di Puskesmas masih banyak untuk melayani keluhan kesehatan warga setempat,” kata Asmani, Sabtu (14/1) siang.

Dia menegaskan dari laporan sementara hingga saat ini TGC Penanggulangan Penyakit belum perlu turun ke lapangan mengingat biasanya keluhan penyakit warga terjadi pasca banjir. “Kita monitoring terus situasi banjir di lapangan dan siap mengirim logistik obat-obatan dan bantuan medis ke lokasi banjir jika diperlukan,” kata Asmani, seraya mengisyaratkan pihaknya akan menggunakan Posko Kesehatan terapung jika situasi banjir tak kunjung surut.



Sementara itu informasi dari lokasi banjir disejumlah kecamatan melaporkan, kondisi banjir yang terjadi masih pasang surut. Kepala Puskesmas Sobang H. Endang Mulyadi, SKM melaporkan seluruh desa di Kecamatan Sobang terendam banjir ketika hujan, namun begitu hujan reda langsung surut kembali.  

Menurut Endang banjir diwilayah kerjanya sebagian diakibatkan banjir kiriman dari desa yang terletak lebih tinggi seperti  Desa Kertaraharja dan Desa Kutamekar yang mengakibatkan desa lainnya ikut terendam.

Menurut dia, akibat banjir akses jalan dari desa menuju desa lainnya praktik terputus sehingga sampai saat ini pihaknya baru membuka posko di lokasi Puskesmas, Pustu dan Rumah Bidan desa setempat.

“Stok obat di Puskesmas masih banyak. Kami belum mendapat laporan penyakit yang muncul yang diderita warga,” kata Endang Sabtu (14/1)

Sementara itu di Kecamatan Pagelaran dilaporkan hanya sebagian wilayah kecamatan yang terendam yakni Desa Sukadame, Pagelaran dan Desa Bulagor. “Posko kesehatan sudah kami siagakan di Puskesmas, belum perlu Posko dilapangan melihat perkembangan situasi,” kata Kepala Puskesmas Pagelaran, Dede Kartedi, SKM Sabtu (14/1).

Di Kecamatan lainnya yakni Patia dilaporkan enam desa diwilayah itu hingga kini teremdam banjir yakni Desa Idaman, Cimoyan, Ciawi, Surianeun, Rahayu dan sebagian Desa Patia.

Banjir mengakibatkan Puskesmas Patia yang terletak di Desa Patia mulai digenangi air. Namun kondisi itu tidak menyurutkan puskesmas membuka Posko Kesehatan yang dipusatkan di Puskesmas Patia. “ Posko Kesehatan sudah kita buka sejak Jum’at (13/1) kemarin,” kata Kepala Puskesmas Patia Wawan Suherwan, Sabtu (14/1).

Masih menurut wawan, pihaknya telah melayani 1.322 warga yang datang ke Posko kesehatan akibat banjir yang terjadi belakangan ini. “Kebanyak warga menderita demam, otot rangka, gatal, gastritis dan diare ringan,” katanya.

14 Jan 2012

Banjir Pandeglang Meluas Hingga Sembilan Kecamatan


MUSIBAH banjir yang menerpa sebagian wilayah Kabupaten Pandeglang hingga saat ini terus meluas hingga melanda beberapa kecamatan.

Koordinator Taruna Siaga Bencana Kabupaten Pandeglang, Tubagus Ade Mulyana kepada Kompas.Com, Sabtu (14/1/2012) sore, mengatakan, sebanyak sembilan kecamatan di Kabupaten Pandeglang, Banten dilanda banjir akibat meluapnya Sungai Ciliman dan Cilemer. Kesembilan kecamatan itu adalah Sobang, Panimbang, Sukaresmi, Angsana, Cikeusik, Patia, Bojong, Munjul, dan Pagelaran.

"Data dari Pagelaran hingga petang ini belum masuk. Tapi dari delapan kecamatan lain data sementara menunjukkan ada 9.770 unit rumah dan 1.939 hektar sawah yang terendam," kata Ade.

Terdata ada 37 desa di sembilan kecamatan yang dilanda banjir menyusul tingginya curah hujan belakangan ini. Penuturan Ade, ketinggian genangan rata-rata 50-70 sentimeter. Sehari sebelumnya, Jumat, terdata ada tiga kecamatan di Pandeglang yang terendam banjir, yakni Sobang, Panimbang, dan Sukaresmi. "Ketinggian genangan di Sobang dan Panimbang saat ini 40-70 sentimeter, surut dibanding kemarin yang mencapai 1-1,5 meter," kata Ade.

Siaga Posko Kesehatan
Sementara itu, Ketua Tim Gerak Cepat (TGC) Penanggulangan Penyakit Dinkes Pandeglang dr. Hj. Asmani Raneyanti ,MHA, pihaknya sudah melakukan pemantauan kondisi diwilayah Puskesmas yang melaporkan banjir dan telah menyiagakan Posko Kesehatan di Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu) serta lokasi bidan desa berada di wilayah banjir.

“Persediaan obat di Puskesmas masih banyak untuk melayani keluhan kesehatan warga setempat,” kata Asmani, Sabtu (14/1) siang.

Dia menegaskan dari laporan sementara hingga saat ini TGC Penanggulangan Penyakit belum perlu turun ke lapangan mengingat biasanya keluhan penyakit warga terjadi pasca banjir. “Kita monitoring terus situasi banjir di lapangan dan siap mengirim logistik obat-obatan dan bantuan medis ke lokasi banjir jika diperlukan,” kata Asmani, seraya mengisyaratkan pihaknya akan menggunakan Posko Kesehatan terapung jika situasi banjir tak kunjung surut.

Sementara itu informasi dari lokasi banjir disejumlah kecamatan melaporkan, kondisi banjir yang terjadi masih pasang surut. Kepala Puskesmas Sobang H. Endang Mulyadi, SKM melaporkan seluruh desa di Kecamatan Sobang terendam banjir ketika hujan, namun begitu hujan reda langsung surut kembali. 

Menurut Endang banjir diwilayah kerjanya sebagian diakibatkan banjir kiriman dari desa yang terletak lebih tinggi seperti  Desa Kertaraharja dan Desa Kutamekar yang mengakibatkan desa lainnya ikut terendam.

Menurut dia, akibat banjir akses jalan dari desa menuju desa lainnya praktik terputus sehingga sampai saat ini pihaknya baru membuka posko di lokasi Puskesmas, Pustu dan Rumah Bidan desa setempat.

“Stok obat di Puskesmas masih banyak. Kami belum mendapat laporan penyakit yang muncul yang diderita warga,” kata Endang Sabtu (14/1)

Sementara itu di Kecamatan Pagelaran dilaporkan hanya sebagian wilayah kecamatan yang terendam yakni Desa Sukadame, Pagelaran dan Desa Bulagor. “Posko kesehatan sudah kami siagakan di Puskesmas, belum perlu Posko dilapangan melihat perkembangan situasi,” kata Kepala Puskesmas Pagelaran, Dede Kartedi, SKM Sabtu (14/1).

Di Kecamatan lainnya yakni Patia dilaporkan enam desa diwilayah itu hingga kini teremdam banjir yakni Desa Idaman, Cimoyan, Ciawi, Surianeun, Rahayu dan sebagian Desa Patia.

Banjir mengakibatkan Puskesmas Patia yang terletak di Desa Patia mulai digenangi air. Namun kondisi itu tidak menyurutkan puskesmas membuka Posko Kesehatan yang dipusatkan di Puskesmas Patia. “ Posko Kesehatan sudah kita buka sejak Jum’at (13/1) kemarin,” kata Kepala Puskesmas Patia Wawan Suherwan, Sabtu (14/1).

Masih menurut wawan, pihaknya telah melayani 1.322 warga yang datang ke Posko kesehatan akibat banjir yang terjadi belakangan ini. “Kebanyak warga menderita demam, otot rangka, gatal, gastritis dan diare ringan,” katanya.