10 Mar 2013

Kinerja Pengurus KPH Warga Kesehatan Dinilai Baik



KEDUDUKAN badan pengawas dalam sebuah lembaga perkoperasian terbilang penting guna pengawasan internal pengurus koperasi secara terus menerus.
Keberadaannyapun sejajar dengan dewan pengurus yang dibentuk dari dan oleh anggota koperasi serta ditetapkan dalam anggaran dasar.
Oleh karena itu pengawas juga berkewajiban membuat laporan tertulis mengenai pengawasan yang dilakukannya serta menyampaikan kepada Rapat Anggota Tahun (RAT).
“Dalam anggaran dasar koperasi badan pengawas memiliki wewenang  mengawasi pengelolaan organisasi dan usaha koperasi secara umum, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap kewajaran laporan keuangan koperasi,” kata anggota Badan Pengawas Koperasi Palang Hijau (KPH) Warga Kesehatan Drs. Entah Ahmad Sopandi  usai mengikuti RAT KPH Warga Kesehatan Kabupaten Pandeglang, Rabu (20/2).
Pengawasan dilakukan tegas Sopandi untuk membimbing pengurus koperasi agar melaksanakan kegiatan sesuai rencana yang telah disepakati dalam RAT.
“Pengawas juga dapat memberikan pertimbangan agar badan pengurus koperasi lebih teliti dan hati-hati dalam mengembangkan usaha koperasi sehingga tidak malah merugikan anggota,” katanya.
Dia menilai, kinerja pengurus KPH Warga Kesehatan selama tahun buku 2012 terbilang baik. Hal itu dilihat dari jumlah anggota yang aktif melakukan simpan pinjam mencapai 50 persen lebih dari jumlah anggota 940 orang.
“Komitmen pengurus KPH sudah sangat baik dengan mengakomodir kepentingan anggota, terutama memenuhi keperluan anggota yang membutuhkan pinjaman dalam bentuk uang tunai,” tandasnya.

9 Mar 2013

KPH Warga Kesehatan Gelar Rapat Anggota


DALAM rangka pertanggungjawaban kepada anggota, Koperasi Palang Hijau (KPH) Warga Kesehatan Kabupaten Pandeglang menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) untuk tahun buku 2012. Rapat ini merupakan RAT untuk yang ke-30 kalinya digelar secara rutin sejak koperasi yang beranggotakan pagawai dan pensiunan pegawai kesehatan dibentuk 30 tahun lalu.
Ketua Badan Pengurus KPH Pandeglang H. Agus Tating mengatakan, RAT merupakan kewajiban pengurus koperasi yang dipilih oleh anggota. “Tugas kami selaku pengurus melaporkan hasil kerja KPH Warga Kesehatan selama tahun 2012,” kata H. Agus Tating disela-sela RAT di Gedung KPH Pandeglang, Rabu (20/2).
Hadir dalam kesempatan itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang H. Deden Kuswan, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM H. Olis Solihin, Ketua Dekopinda H. Daud, Ketua PKPRI Pandeglang H. Utang Ali Muchtar, Ketua dan anggota Badan Pengawas serta ratusan anggota utusan dinas kesehatan, rumah sakit dan Puskesmas se Kabupaten Pandeglang.
Agus Tating mengatakan, forum RAT merupakan lembaga tertinggi dalam lembaga koperasi. “Kami memberikan kesempatan kepada anggota untuk mengevaluasi hasil kerja pengurus dan pengawas KPH Warga Kesehatan dari segi organisasi, usaha permodalan, keuangan maupun rugi laba di tahun 2012,” katanya.
Kadinkes Pandeglang H. Deden Kuswan selaku pembina KPH dalam sambutannya berharap kinerja KPH yang ada sekarang ini harus dijaga dan dipelihara keberadaannya untuk kesejahteraan anggota. “Koperasi kita harus dibesarkan, karena semakin besar koperasi akan menguntungkan kita sebagai anggota,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pandeglang H. Olis Solihin mengingatkan pentingnya pengurus, pengawas dan anggota koperasi mengkaji peraturan perundangan perkoperasian yang baru yakni UU No.17/2012 sebagai pengganti UU Koperasi No.25/1992.
“Undang-undang Koperasi Nomor 25 Tahun 1992 sudah diganti, karena sudah tidak selaras dengan kebutuhan hukum dan perkembangan perkoperasian saat ini,” katanya.
Namun demikian diakui Olis, UU tentang perkoperasian yang baru tersebut baru akan diberlakukan dua tahun kemudian yakni pada tahun 2014.

8 Mar 2013

Puskesmas Patia Perlu Rumah Dinas Paramedis



UNTUK meningkatkan pelayanan kesehatan kepada warga Kecamatan Patia, diperlukan ketersediaan pra sarana pelayanan kesehatan pendukung yang memadai diantaranya rumah dinas bagi petugas medis dan paramedis.
Hal itu menurut Kepala Kepala Puskesmas Patia Wawan Suherwan, agar Pelayanan Puskesmas dapat melayani 24 jam.
“Dengan adanya rumah dinas bagi dokter dan bidan serta perawat, otomatis pelayanan Puskesmas akan 24 jam, karena mereka yang menempati rumah dinas akan berlaku tugas piket jaga di Puskesmas,” kata Wawan Suherwan, Jum’at (1/3).
Dia mengungkapkan, saat ini Puskesmas Patia baru memiliki sebuah rumah dinas yakni untuk petugas medis (rumah dinas dokter red). “Jadi inginnya masyarakat, mengharapkan ada juga bidan atau perawat yang tinggal di rumah dinas agar jika perlu pengobatan di luar jam kerja Puskesmas dapat memberikan pelayanan atau perawatan,” katanya.
Diakui kebutuhan pelayanan kesehatan bagi warga Patia perlu mendapat perhatian, terlebih kecamatan Patia masih terhitung daerah yang sulit dijangkau akses transportasi dari dan keluar kecamatan. “Kalau Petugas Puskesmas Stand By di tempat secara bergiliran warga Patia yang ingin berobat tidak perlu mencari tempat perawatan di luar seperti ke Puskesmas dengan tempat perawatan (DTP) Panimbang atau Puskesmas DTP Labuan,” tandasnya.

7 Mar 2013

IMM Pandeglang Tingkatkan Kesadaran Donor Darah



DONOR darah merupakan suatu perbuatan mulia yang sangat berarti di bidang kemanusiaan. Dari setetes darah itulah yang bergabung menjadi sekantong dua kantong atau puluhan kantong darah yang dapat menyelamatkan hidup manusia.
Dan itulah yang sedang dilakukan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), menjadi relawan donor darah, dengan membantu mencari donor darah sukarela terutama dari kalangan mahasiswa.
Menurut Ketua IMM Kabupaten Pandeglang Yogi Iskandar, sebetulnya tidak sulit jadi pendonor, hanya butuh keihklasan dan kesadaran, betapa pentingnya setetes darah bagi orang lain, dan betapa besar manfaat yang kita peroleh apabila mendonorkan darah.
“Memang nggak gampang juga mencari seseorang atau beberapa orang yang mau mendonorkan darah secara sukarela alias ikhlas, tetapi bukan berarti tidak ada,” kata Yogi disela-sela bakti sosial donor darah di RSB Permata Ibunda, Sabtu (2/3) akhir pekan kemarin.
Dia mengatakan, selama ini kesadaran masyarakat mendonorkan darahnya masih kurang. “Kami terus berupaya meningkatkan kesadaran ini. Donor darah ini juga bagian dari meningkatkan kesehatan," kata Yogi yang bersama relawan lainnya aktif melakukan pendampingan bagi  penderita kanker di Kabupaten Pandeglang.

TP PKK-RSB Permata Ibunda Gelar Lomba Balita Sehat


USIA antara 0 – 5 tahun (balita red) merupakan masa emas (golden age) bagi pertumbuhan seorang anak. Pada masa balita tersebut perkembangan kemampuan berbahasa, kreatifitas, emosional dan intelegensia tumbuh secara cepat.
Hal itu disampaikan Ketua TP PKK Pandeglang, Hj. Siti Erna Erwan disela-sela membuka acara lomba Balita Sehat tingkat Kabupaten Pandeglang yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) pertama RSB Permata Ibunda, Rabu (6/3).
Hadir dalam acara tersebut Ketua Darma Wanita Persatuan (DWP) Pandeglang Hj. Tuti Utami Dodo Djuanda, Sekretaris Dinkes Pandeglang Hj. Nuriah, Direktur Rumah Sakit Bersalin (RSB) Permata Ibunda Dr. H. Suradal Sastradibrata, SpOG, para pendamping peserta TP PKK Kecamatan dan Puskesmas, serta para keluarga dan orang tua balita.
Erna mengharapkan, diadakannya lomba balita untuk meningkatkan motivasi dan pengetehuan ibu dan keluarga, terutama dalam merawat serta memberikan asupan makanan yang bergizi untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas dan berakhlakul karimah.
“Dengan kegiatan ini kami mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat sekaligus memotivasi orang tua untuk aktif membawa putra-putri mereka yang masih balita ke Posyandu,” tegasnya.
Sekretaris Dinkes Pandeglang Hj. Nuriah mengatakan, kesehatan Balita dan status gizi anak perlu mendapat perhatian lebih dari orang tua maupun masyarakat. “Karena anak investasi masa depan,” ujarnya.
Salah satu upaya yang digalakan untuk menjaga tumbuh kembang anak diantaranya, melalui menimbang secara teratur di Posyandu. “Dengan cara datang ke Posyandu  status gizi dan tumbuh kembang anak balita akan terpantau rutin setiap bulan,” katanya.
Dia juga menyatakan dengan adanya lomba Balita ini diharapkan masyarakat akan memberikan perhatian lebih dalam menjaga gizi anak.
Ketua Panitia Lomba Hj. Mei Wijaya mengatakan lomba balita dilaksanakan kerja sama dengan TP PKK Kabupaten Pandeglang mengundang peserta perwakilan bayi dan balita dari 35 kecamatan se-Kabupaten Pandeglang.
“Animo masyarakat mengikuti lomba ini cukup tinggi. Selain dari perwakilan kecamatan, peserta kami undang ada dari orang tua balita yang melahirkan di tempat kami. (dulu klinik permata bunda red),” kata Mei.
Lomba ini kata Mei yang juga Manager RSB Permata Ibunda ini ditujukan guna membagi pengetahuan kepada masyarakat terutama orangtua yang memiliki balita. “Bahwa ukuran balita sehat tidak sekadar dilihat dari berat badan,  selain pertumbuhan fisik, balita sehat juga berkembang sesuai usianya. Inilah yang menjadi penilaian tim juri dalam menentukan Balita Sehat,” jelasnya.
Dijelaskan, tim juri berasal dari berbagai profesi kesehatan seperti dokter, ahli gizi, psikolog anak, Pokja IV TP PKK serta tim penilai independen dan konsultan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). “Sedangkan kategori yang dilombakan yaitu peserta bayi 6-11 bulan, bawah tiga tahun (batita) 1-3 tahun, dan kategori balita 4-5 tahun,” katanya.
Lomba yang diikuti ratusan pendamping peserta tersebut berlangsung selama sehari penuh, sedangkan untuk pemenangnya akan diumumkan pada acara puncak peringatan HUT RSB Permata Ibunda, 11 Maret 2013 mendatang.

6 Mar 2013

Dinkes Kampanyekan Anti Rokok Lewat Radio



SEMPAT menjadi perokok berat saat masih duduk dibangku sekolah menengah pertama, Yudi Hermawan kini menjadi orang yang paling giat mengkampanyekan perilaku  anti rokok baik dikalangan remaja, anak sekolah maupun maupun masyarakat.
Hal itu ia lakukan karena disadari merokok (perokok aktif red) bukan saja berbahaya bagi kesehatan diri sendiri, melainkan lebih berbahaya bagi perokok pasif.
“Bahkan bahaya yang harus ditanggung perokok pasif tiga kali lipat dari bahaya perokok aktif,” ujar Yudi Hermawan seusai mengisi sebuah acara ‘Talk Show’ bertema perilaku sehat tanpa rokok di Studio Radio Paranti FM Pandeglang, Selasa (27/2), beberapa waktu lalu.
Menurut Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinkes Pandeglang ini, kebiasaan merokok sekarang memang sudah menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan.
“Berbagai peraturan sebenarnya sudah dirancang agar tidak merokok di tempat umum, tidak boleh merokok di dekat anak-anak sekolah atau mengharamkan merokok bagi pelajar. Tentu berbagai peraturan ini tidak akan berarti apa-apa, apabila kebanyakan masyarakat tidak menyadari bahaya di balik rokok ini,” katanya.
Peringatan bahaya rokok yang harus disadari tambah Yudi, sebetulnya tertera dalam kemasan setiap bungkus rokok itu sendiri.