Tampilkan postingan dengan label promkes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label promkes. Tampilkan semua postingan

23 Sep 2014

Promkes Perkuat Paradigma Sehat di Puskesmas



TUJUAN pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh puskesmas adalah untuk mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan yakni meningkatkan kesadaran , kemauan dan kemampuan hidup sehat. Untuk mencapai tujuan tersebut setidaknya puskesmas telah melakukan 6 upaya kesehatan wajib  atau yang lebih popular dengan istilah ‘Basic Six’ yakni upaya promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana, perbaikan gizi masyarakat, pencegahan dan pemberantasan penyakit menular serta upaya pengobatan.
Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinkes Pandeglang Yudi Hermawan mengatakan, persepsi sebagian besar masyarakat masih menganggap Puskesmas hanya sebagai penyedia pengobatan bagi orang sakit saja atau sebagai fasilitas orang sakit.
“Paradigma sehat yang selalu mengutamakan pendekatan promotif-preventif  (peningkatan dan pencegahan red) masih sangat perlu ditingkatkan pelayanannya di Puskesmas,” katanya usai menjadi fasilitator pelatihan promosi kesehatan bagi tenaga Puskesmas, akhir pekan kemarin.
Menurut Yudi, idealnya peran Puskesmas sebagai penyedia layanan kesehatan primer yang mampu menggeser paradigma sakit yang ada dengan mengedepankan paradigma sehat.
“Dan itu berarti harus ada penguatan layanan promotif dan preventif di Puskesmas,” tandasnya.

1 Mar 2014

Yudi Hermawan Aktif Kampanye


GENAP setahun lebih menjadi Kepala Seksi Promosi Kesehatan (Promkes) Dinkes Pandeglang, Yudi Hermawan rupanya telah memberi banyak inspirasi bagi rekan sejawatnya, diantaranya soal kampanye anti merokok.
Kegigihan dan konsistensi Yudi memberikan pemahaman tentang bahaya merokok dikalangan orang terdekat dilakukannya pada setiap kesempatan. Terakhir kesempatan itu ia lakukan terhadap para Koordinator Promosi Kesehatan (Promkes) Puskesmas se Kabupaten Pandeglang, saat mengikuti training, selama tiga hari kemarin. Mengetahui masih banyak petugas kesehatan yang masih merokok, diapun mengingatkan bahwa merokok membunuhmu.
“Kalau benar peringatan yang tercantum pada kemasan rokok itu, bukankah itu berarti ketika seseorang membeli sebungkus rokok dan menghisapnya, ia sedang berusaha untuk membunuh diri sendiri,” terangnya, kemarin.
Yudi mengaku kerap melontarkan pertanyaan serupa, untuk menggugah orang supaya menghentikan aktivitas merokoknya. Apalagi sebagai tenaga kesehatan harus menjadi contoh bagi masyarakat untuk berperilaku hidup sehat. “Terlebih rokok tidak hanya dikonsumsi kalangan dewasa tetapi juga para pemuda dan anak-anak. Kondisi inilah yang membuat risau saya, para orang tua dan aktivis anti rokok,” tegas Yudi yang mengaku sempat mengalami menjadi  pecandu rokok saat dirinya pelajar.

26 Feb 2014

Profesi Promosi Kesehatan Dimata Bidan Desa

PROFESI sebagai bidan tak menghalangi Aminah merangkap tugas sebagai Koordinator Promosi Kesehatan (Promkes) di Puskesmas Mandalawangi. Gadis kelahiran Cigeulis 25 tahun lalu itu telah menjadi Koordinator Promkes sejak tahun 2011. Dia mengaku menikmati tugas tambahannya itu, terlebih sebagai tenaga Promkes di Puskesmas sangat mendukung profesi utamanya sebagai bidan desa Curug Lemo, Kecamatan Mandalawangi.
“Dengan menjadi pemegang program Promkes, pengetahuan dan wawasan saya semakin luas, bahkan sangat menunjang tugas pokok dan fungsi sebagai bidan,” ungkap Bd. Aminah disela acara pelatihan peningkatan kapasitas petugas Promkes Puskesmas, kemarin.
Aminah memaparkan, lingkup promosi kesehatan bukan semata-mata pendidikan, penyuluhan, atau serangkaian kampanye mengenai masalah kesehatan. Menurut alumnus D-III Kebidanan STIKIM Jakarta 2011 ini, pendidikan atau penyuluhan kesehatan memang memiliki sasaran yang sama, yakni perubahan perilaku individu atau kelompok untuk peningkatan derajat kesehatan.
“Promosi kesehatan mencakup baik kegiatan promosi (promotif), pencegahan penyakit (preventif), pengobatan (kuratif), maupun rehabilitasi,” ujar Aminah yang curhat hingga kini masih menyandang status kepegawaian sebagai Tenaga Kerja Sukarela (TKS) ini.
Diakui dirinya tertarik mendalami program Promkes, oleh karena ia bisa lebih berinteraksi dengan orang-orang yang sehat maupun mereka yang terkena penyakit.  “Semuanya merupakan sasaran kegiatan promosi kesehatan. Selain itu, promosi kesehatan dapat dilakukan di berbagai ruang kehidupan, dalam keluarga, sekolah, tempat kerja, tempat-tempat umum, dan tentu saja di Poskesdes maupun Puskesmas atau Rumah Sakit,” pungkasnya.

25 Feb 2014

Kadinkes Pandeglang Ajak Nakes Up Date Iptek Kesehatan



KEPALA Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang H. Deden Kuswan mengajak para tenaga kesehatan (Nakes) untuk senantiasa mengupdate ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) kesehatan yang dimiliki, agar mampu menyesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat setempat.
Hal itu diungkapkan Deden saat membuka pelatihan peningkatan kapasitas tenaga promosi kesehatan (promkes) Puskesmas se Kabupaten Pandeglang yang digelar di Aula Kharisma, Labuan, Pandeglang, Senin (24/2) sore.
Deden mengingatkan, peran nakes terutama petugas Promosi Kesehatan baik di Puskesmas maupun Dinkes sangat strategis merubah perilaku masyarakat.
”Sebagai petugas promkes dituntut banyak hal, pengetahuan harus di up date, ditambah terus dan jangan lupa penampilan juga harus menarik,” ungkapnya.
Menurut Kadinkes, menanamkan ide yang baik kepada masyarakat itu sangat sulit. “Dengan demikian untuk merubah pola perilaku hidup bersih dan sehat dimasyarakat juga membutuhkan waktu yang panjang,” tegas Deden.
Sementara itu Ketua Panitia Penyelenggara pelatihan Yudi Hermawan, SKM dalam laporannya mengatakan, petugas promkes merupakan salah satu ujung tombak sekaligus pendukung utama program pelayanan kesehatan ditingkat Puskesmas.
“Untuk memaksimalkan hasil yang ingin dicapai, maka kita butuh sumber daya yang handal diantaranya melalui peningkatan sumberdaya tenaga promkes di Puskesmas,” terangnya.
Yudi menjelaskan, kegiatan pelatihan akan dilaksanakan selama tiga hari (24-26/2) diikuti 36 koordinator Promkes se Kabupaten Pandeglang.
“Dengan kegiatan ini, petugas promkes yang ada di Puskesmas Kabupaten Pandeglang akan lebih meningkat pengetahuan dan wawasan tentang pemberdayaan masyarakat,” jelas Yudi.
Dalam pelatihan ini, tambah Yudi, pihaknya mengundang nara sumber dari Dinkes Provinsi Banten serta Tim Empowering Brand Training (EBT) Kabupaten Pandeglang.

2 Okt 2013

Jaminan Kesehatan Nasional Diberlakukan 1 Januari 2014

SUKSES atau tidaknya pelaksanaan suatu program banyak tergantung dari sosialisasi. Sama halnya dengan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang baru akandimulai pada awal 2014 mendatang. 
Hal itu diakui Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinkes Pandeglang Yudi Hermawan, SKM usai mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial BPJS) bidang kesehatan, di Jakarta akhir pekan kemarin.
Menurut Yudi, pelaksanaan JKN harus sisosialisasikan secara luas termasuk di Kabupaten Pandeglang. "Karena ini program relatif baru, perlu disosialisasikan kepada masyarakat luas, tanpa mengabaikan persiapan fasilitas kesehatan, sistem rujukan maupun pembiayaan dan kesiapan SDM kesehatan," terang Yudi Hermawan.
Dijelaskan, BPJS  merupakan lembaga yang dibentukuntuk menyelenggarakan program jaminan sosial berdasarkan UU no. 40 tahun 2004dan UU no.24 tahun 2011. "Berdasarkan undang-undang tersebut pada 1 Januari 2014 akan diberlakukan program JKN bagi semua warga negara, jadi kepesertaan program ini wajib agar semua mendapat pelayanan kesehatan yang memadai," jelasnya.
Ditambahkan, setiap peserta program ini akan ditarik iuran yang besarannya masih dikaji pemerintah pusat. "Kalau untuk warga miskin tidak iuran,karena dijamin oleh pemerintah melalui bantuan iuran," 
tegasnya.

11 Mar 2013

Dinkes Pandeglang Perkuat Kemitraan Program Promosi Kesehatan

DINAS Kesehatan (Dinkes) Pandeglang secara bertahap akan memperkuat kegiatan kemitraan dengan lintas program maupun antar dinas instansi dan lembaga (lintas sektor). Penguatan kemitraan diperlukan untuk pencapaian target indikator kegiatan pemberdayaan masyarakat diantaranya program desa siaga yang memerlukan peran bersama antar pemangku kepentingan untuk keberhasilannya.
Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Promosi Kesehatan (Promkes) Dinkes Pandeglang Yudi Hermawan, SKM usai mengikuti pertemuan koordinasi lintas sektor dan lintas program Promkes tingkat Provinsi Banten, Kamis (7/3) akhir pekan kemarin.
Dia menjelaskan, pencapaian target indikator kegiatan pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan akan terlihat hasilnya secara signifikan apabila ada kolaborasi dan integrasi kegiatan yang melibatkan lintas sektor, lintas program dan peningkatan kemitraan antara pemerintah dan masyarakat.
“Termasuk harus ada sinkronisasi program pemberdayaan masyarakat dengan pemerintah provinsi, supaya alur kegiatan pemberdayaan masyarakat diterapkan tuntas, tidak setengah hati,” tegasnya.
Menurut Yudi, program pemberdayaan masyarakat yang paling sulit karena menyangkut perubahan perilaku yang butuh proses dan tahapan yang berkesinambungan.
Namun hal itu bukan berarti tidak bisa dilakukan. “Yang terpenting sekarang bagaimana setiap program dan lintas sektor bisa melakukan kerja sama dan sama-sama bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing,” katanya.
Diakui untuk program promosi kesehatan sesuai edaran menteri kesehatan yang baru memiliki tiga indikator utama yang menggambarkan keberhasilan program yakni peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), tingkat perkembangan desa siaga aktif dan beroperasinya Pos Kesehatan di tingkat desa (Poskesdes). “Ini pekerjaan rumah bersama, tidak bisa hanya dikerjakan oleh program promosi kesehatan atau sektor kesehatan semata,” tandasnya.