4 Okt 2013

Rawan Penularan Virus HIV, Dinkes Gencarkan Kampanye Pencegahan AIDS


KABUPATEN Pandeglang terindikasi rawan penyebaran HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Berdasarkan data Dinkes Pandeglang pada 2013 ditemukan kasus baru sebanyak 14 orang tertular HIV/AIDS (ODHA).
Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinkes Pandeglang Yudi Hermawan usai melakukan kampanye pencegahan HIV/AIDS bagi Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama se Kelurahan Karaton, Kecamatan Majasari, di Aula Kelurahan setempat, Kamis (3/10).
Menurut Yudi hingga kini penyebaran penyakit yang mematikan itu telah menyebar merata di seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Pandeglang. “Kalau melihat data kasus yang ada semua kecamatan di Kabupaten Pandeglang sudah terinveksi virus HIV/AIDS, oleh karena itu perlu dilakukan tindakan pencegahan bersama antara pemerintah dan kepedulian masyarakat,” ujarnya.
Yudi menambahkan, penyakit yang belum ditemukan obatnya itu telah lama menjadi suatu permasalahan di dalam masyarakat. “Obat yang belum ditemukan, ketakutan masyarakat akan ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS), ketakutan keluarga akan anggota keluarganya yang menderita HIV/AIDS, dan tentunya ketakutan penderita HIV/AIDS itu sendiri. Ini harus menjadi perhatian kita semua,” katanya.
Puluhan kasus
Surveilans epidemiologi Dinkes Pandeglang Dian Handayani dalam pemaparannya menjelaskan hingga 2004 sampai sekarang di Kabupaten Pandeglang telah ditemukan kasus 86 ODHA. “Jumlah itu yang ditemukan, masih banyak yang belum terungkap dan ini berpotensi menularkan kepada yang lainnya,” terangnya.
Untuk mencegah penularan, kata Dian masyarakat dituntut untuk memiliki pengetahuan yang cukup tentang HIV/AIDS sehingga dapat menghindari perilaku beresiko penularan.
Menurut Dian, orang dengan perilaku beresiko penularan HIV/AIDS diantaranya sering berganti-ganti pasangan seksual/lebih dari satu pasangan seksual, pasangan seksual mempunyai pasangan ganda serta terus melakukan hubungan seksual, walupun mempunyai keluhan penyakit menular seksual (PMS).
Sementara itu Lurah Karaton Nasirudin mengatakan penyuluhan kesehatan merupakan program rutin yang dilakukan pihaknya dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. “Agar tidak ada penularan HIV/AIDS kami menugaskan peserta penyuluhan sebanyak 25 orang utusan dari ketua RT/RW dan tokoh masyarakat menjadi duta kesehatan untuk menyosialisasikan lagi kepada warga dilingkungannya,” kata Nasirudin.

Keterangan Foto Lepas: Surveilans Epidemiologi Dinkes Pandeglang Dian Handayani memaparkan tentang HIV/AIDS dihadapan puluhan peserta penyuluhan di Kantor Kelurahan Karaton, Kecamatan Majasari, Kamis (3/10).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar