26 Des 2013

Pelayanan Kesehatan Jiwa Di Puskesmas Penting


PELAYANAN kesehatan jiwa ditingkat Puskesmas sudah tidak bisa ditunda lagi. Program kesehatan jiwa (keswa) mestinya menjadi program pokok puskesmas. Hal ini penting agar pelayanan keswa di beberapa puskesmas yang telah dijalankan sebagai program pengembangan mendapat dukungan pasti untuk keberlanjutannya.
Menurut Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Umum (Yankesum) Dinkes Pandeglang Hj. Yeni Herlina, jika program keswa ini sudah bisa dilaksanakan disemua Puskesmas, akan membantu masyarakat mengakses dengan cepat pelayanan kesehatan jiwa di masyarakat.
“Sementara ini baru beberapa Puskesmas saja, diantaranya Puskesmas Majasari yang sudah menjalankan Program Keswa di Kabupaten Pandeglang,” ujar Hj. Yeni Herlina disela memimpin panel diskusi sosialisasi program bebas pasung bagi petugas medis dan paramedis Puskesmas se kabupaten Pandeglang yang digelar Jumat (6/12) beberapa waktu lalu.
Diakui, sosialisasi yang menghadirkan nara sumber dari Direktorat Bina Kese­hatan Jiwa (Binkeswa) Ditjen Bina Upaya Kesehatan Ke­menterian Kesehatan RI dan atas inisiatif Relawan Anti Pasung (RAP) Pandeglang tidak cukup hanya dengan menghadirkan petugas pemberi pelayanan kesehatan. “Kedepan kita akan mengundang lintas sektor terkait, para camat agar terpapar informasi ini,” ungkapnya.
Dijelaskan, orang dengan masalah kejiwaan (ODMK), terutama yang berat dan kronis seperti skizofrenia (gila red) adalah termasuk kelompok masyarakat yang rentan mengalami pengabaian hak-haknya diantaranya menjadi korban pemasungan. “Oleh karena itu penanganannya harus multi sektoral. Jika perlu para Camat dan Kepala Desa agar secara aktif mengambil prakarsa dan langkah-langkah dalam penanggulangan pasien yang ada di daerah mereka,” tandasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar