Tampilkan postingan dengan label dinas kesehatan kabupaten pandeglang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dinas kesehatan kabupaten pandeglang. Tampilkan semua postingan

3 Jun 2014

Nutrisionis Teladan Kabupaten Pandeglang tahun 2014

SOSOK Hilda Pertamawati, AMG pantas menjadi salah satu nominasi nutrisionis teladan tingkat Provinsi Banten tahun ini. Ahli Madya Gizi (AMG) yang akrab dipanggil Hilda ini sehari-hari menjadi petugas gizi di Puskesmas Cimanuk Kabupaten Pandeglang. 
Berkat perjuangannya bersama kelompok wanita tani (KWT) Desa Kupahandap Kecamatan Cimanuk, dia berhasil mengentaskan masalah gizi masyarakat setempat melalui pengelolaan pangan lokal bergizi yang tersedia di desa setempat. Atas dedikasinya itu ia mendapat giliran penilaian dari tim seleksi tenaga kesehatan (nakes) tingkat Provinsi Banten yang digelar Rabu (21/5) awal pekan lalu.
“Saya mengucapkan terima kasih atas penilaian ini, semua atas dukungan masyarakat, kader, puskesmas juga lintas sektor di Kecamatan Cimanuk,” kata Nutrisionis teladan Kabupaten Pandeglang tahun 2014 ini disela kunjungan tim penilai tingkat Provinsi Banten di Puskesmas Cimanuk.
Perempuan kelahiran Pandeglang 5 Maret 1984 itu mengaku siap bertarung dengan nakes lain dari kabupaten/kota di Banten menjadi yang terbaik untuk kategori Nutrisionis teladan.
Ia menambahkan, penilaian oleh tim Provinsi bakal dilakukan sehari penuh selain di Puskesmas juga mengunjungi desa dan melihat keadaan masyarakat di Desa Kupahandap yang dilanjutkan berkunjung ke kediamannya di Ciekek Keraton, Pandeglang.

7 Apr 2014

Hari Kesehatan Sedunia 7 April 2014 : Lindungi Diri Dari Penyakit Menular Melalui Vektor


Badan Kesehatan Sedunia (WHO) tak henti-hentinya mengingatkan warga dunia akan pentingnya mengatasi masalah kesehatan masyarakat yang menjadi isu global saat ini. Pada peringatan Hari Kesehatan Sedunia tahun ini yang bertepatan dengan hari Senin 7 April 2014, WHO kembali menyerukan satu pesan singkat namun sarat makna, yakni ‘Small Bite, Big Threat’ (Gigitan Kecil, Sebabkan Petaka). Oleh karena itu masyarakat perlu mengambil langkah-langkah pencegahan untuk melindungi diri dari penyakit menular melalui vektor (Vector-Borne Diseases) itu.
Melalui tema yang disampaikan itu, WHO ingin mengangkat kembali perhatian para pejabat diseluruh negara, jajaran petugas kesehatan dan masyarakat luas mengenai ancaman penyakit menular yang diperantarai oleh hewan serangga itu.
“Dengan hanya satu gigitan saja, penyakit-penyakit ini bias terjadi misalnya penyakit Demam Berdarah, Malaria, Filariasis, Chikungunya yang adalah penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang H. Deden Kuswan.
Kadinkes mengatakan, masyarakat  bisa secara aktif berperan dalam pencegahan penyakit-penyakit tersebut. “Caranya adalah dengan melindungi diri dari gigitan nyamuk dengan memasang jala-jala pada jendela/ventilasi, gunakan obat nyamuk atau tidur dibawah kelambu,” jelas Deden.
Upaya lain, tambah Deden dapat dilakukan pengendalian populasi nyamuk dengan melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk melalui cara Menutup, Menguras dan Mengubur (3M) setiap seminggu sekali dilingkungan tempat tinggal masing-masing. “Singkirkan genangan air dari tempat-tempat di mana nyamuk berkembang biak, seperti dalam wadah tua, pot bunga dan ban bekas,” katanya.

7 Feb 2014

Dinkes Pandeglang Siagakan Seluruh Puskesmas

SEKRETARIS Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang, dr. Hj. Asmani Raneyanti, MHA meminta kepada para kepala Puskesmas yang tersebar di 35 kecamatan siap siaga dalam menghadapi cuaca buruk dan musim banjir, khusunya dalam penanganan penyakit yang disebabkan kondisi cuaca.
“Kami sudah sampikan himbauan kepada seluruh kepala puskesmas untuk siaga dalam kondisi saat ini, baik yang rawat inap atau juga yang tidak karena bagimanapun saat ini kondisi cuaca masih belum bersahabat,” ungkap Asmani, kemarin.
Menurut dia, kesiapan ini bukan hanya pada saat ini saja, karena kata Asmani, melayani warga sudah menjadi kewajiban khusunya dalam bidang kesehatan masyarakat, apa lagi saat ini yang kondisinya memang harus siaga.
“Biasanya kalau ada bencana penyakit juga banyak menyebar, apa lagi bencana banjir, penyakit yang ada itu biasanya, kulit diare dan lainya, apa lagi bagi daerah-daerah yang berlangganan banjir,” katanya.
Terpisah Kepala Puskesmas Saketi, Yani Sastranegara mengatakan, perintah siaga itu memang sudah jelas harus dan bukan hanya pada saat kondisi sekarang saja. Karena melayani warga dalam bidang kesehatan itu tidak bisa di duga-duga peristiwanya.
“Mau kapan atau jam berapa jelas kami harus siaga, apa lagi saat ini cuaca yang kurang bersahabat dan biasanya menyebabkan bencana banjir atau lainya,” katanya.

26 Des 2013

Pelayanan Kesehatan Jiwa Di Puskesmas Penting


PELAYANAN kesehatan jiwa ditingkat Puskesmas sudah tidak bisa ditunda lagi. Program kesehatan jiwa (keswa) mestinya menjadi program pokok puskesmas. Hal ini penting agar pelayanan keswa di beberapa puskesmas yang telah dijalankan sebagai program pengembangan mendapat dukungan pasti untuk keberlanjutannya.
Menurut Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Umum (Yankesum) Dinkes Pandeglang Hj. Yeni Herlina, jika program keswa ini sudah bisa dilaksanakan disemua Puskesmas, akan membantu masyarakat mengakses dengan cepat pelayanan kesehatan jiwa di masyarakat.
“Sementara ini baru beberapa Puskesmas saja, diantaranya Puskesmas Majasari yang sudah menjalankan Program Keswa di Kabupaten Pandeglang,” ujar Hj. Yeni Herlina disela memimpin panel diskusi sosialisasi program bebas pasung bagi petugas medis dan paramedis Puskesmas se kabupaten Pandeglang yang digelar Jumat (6/12) beberapa waktu lalu.
Diakui, sosialisasi yang menghadirkan nara sumber dari Direktorat Bina Kese­hatan Jiwa (Binkeswa) Ditjen Bina Upaya Kesehatan Ke­menterian Kesehatan RI dan atas inisiatif Relawan Anti Pasung (RAP) Pandeglang tidak cukup hanya dengan menghadirkan petugas pemberi pelayanan kesehatan. “Kedepan kita akan mengundang lintas sektor terkait, para camat agar terpapar informasi ini,” ungkapnya.
Dijelaskan, orang dengan masalah kejiwaan (ODMK), terutama yang berat dan kronis seperti skizofrenia (gila red) adalah termasuk kelompok masyarakat yang rentan mengalami pengabaian hak-haknya diantaranya menjadi korban pemasungan. “Oleh karena itu penanganannya harus multi sektoral. Jika perlu para Camat dan Kepala Desa agar secara aktif mengambil prakarsa dan langkah-langkah dalam penanggulangan pasien yang ada di daerah mereka,” tandasnya.

22 Mei 2013

FIKes UNAS Gelar Praktek Kebidanan Komunitas di Kampung Domba Cinyurup


SEBANYAK 34 Mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Nasional (UNAS) Jakarta mulai Senin (20/5) melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) Kebidanan Komunitas di Kampung Domba Cinyurup, Kelurahan Juhut, Kecamatan Karangtanjung, Pandeglang.
Rencananya para mahasiswi calon bidan tersebut akan PKL selama dua pekan hingga awal Juni 2013 mendatang.
Rombongan mahasiswi dan dosen diterima Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang H. Deden Kuswan di Kantor Kelurahan Juhut, Senin pagi. Hadir dalam sambutan penerimaan Camat Karangtanjung Doni Hermawan, Lurah Juhut Ahmad Dumyati, Kepala Bidang Sumberdaya Kesehatan Ratu Tanti Darmiasih, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Khusus Kodiat Juarsa, jajaran Polsek, Puskesmas Pagadungan Kecamatan Karangtanjung, aparat kelurahan, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
Dekan FIKes UNAS Jakarta, DR. Rosmawati Lubis, M.Kes mengatakan, kegiatan praktek kebidanan komunitas adalah penerapan ilmu selama perkuliahan oleh mahasiswa di bidang kesehatan yang menyeluruh.  “Dalam prosesnya mahasiswa diharapkan mampu mengenal masalah, merumuskan alternatif terbaik dalam pemecahan masalah. Setelah itu menyusun rencana kegiatan sesuai keahlian yang dimiliki dengan memperhatikan segala sumber daya yang ada di masyarakat. Kami berharap mahasiswi bisa melakukan sesuatu untuk masyarakat yang bermanfaat,” katanya.
Dijelaskan, praktek kebidanan komunitas merupakan salah satu kegiatan rutin pada Program Studi Kebidanan dalam rangka merealisasikan kurikulum D-III Kebidanan. “Untuk menerapkan teori-teori yang didapat dalam perkuliahan diperlukan praktek secara langsung dalam situasi nyata di masyarakat,” ungkap Rosmawati yang mengaku FIKes UNAS telah menjalin kemitraan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang sejak lima tahun belakangan ini.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang H. Deden Kuswan dalam sambutannya mengatakan, mengatakan  kesehatan masyarakat bergantung pada masyarakat itu sendiri. “Pelayanan kesehatan hanya bisa berperan sebesar 15 persen, yang lain justru bergantung pada lingkungan dan perilaku masyarakat sendiri,” tegas Deden.
Dia berharap praktek kebidanan komunitas ini memberikan kontribusi  dalam perubahan perilaku dan lingkungan masyarakat setempat.
“Dalam praktek kebidanan secara komprehensif para mahasiswi harus memperhatikan budaya setempat, termasuk pengerakkan dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui wadah Desa Siaga,” harapnya.
Usai penyambutan dan pembukaan PKL ini juga para mahasiswi diberikan pembekalan materi lokal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang diantaranya persoalan kesehatan ibu dan anak, tentang desa siaga dan pemberdayaan masyarakat.

5 Jan 2013

Repleksi Akhir Tahun, Banyak Tantangan Kesehatan yang Harus Diselesaikan

BUPATI Pandeglang H. Erwan Kurtubi mengapresiasi  kinerja satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang yang telah memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga berkontribusi positif dalam peningkatan Indek Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Pandeglang .
Bupati Erwan berpandangan, kinerja dinas kesehatan bersama sektor pendidikan dan bidang pekonomian selama tahun ini dianggap memuaskan.
“Penilaian ini bukan hanya dari saya, dalam rapat paripurna DPRD juga legislatif (wakil rakyat red) berkata seperti itu. Ini berkat kerja sama semua SKPD,” ujar Bupati Pandeglang H. Erwan Kurtubi  didampingi
Kadinkes Pandeglang H. Deden Kuswan dan Asda I Pemkab Pandeglang H. Utuy Setiadi saat menghadiri pertemuan repleksi akhir tahun kinerja Dinkes Pandeglang, Jum’at (28/12).
Namun demikian Erwan tak  menampik jika ada sebagian kalangan yang berbeda pandangan dalam merepleksikan kinerja Pemkab Pandeglang semasa kepemimpinannya. “Kritik yang disampaikan itu positif untuk perbaikan sepanjang disampaikan secara konstruktif dan dengan cara-cara yang santun. Saya minta Dinkes menerima jika ada LSM yang ingin menyampaikan repleksi akhir tahun, ” ujarnya.
Erwan menegaskan masih banyak tantangan pembangunan kesehatan yang harus diselesaikan kedepan. Diantaranya angka kematian bayi yang masih tinggi dan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) yang diperkirakan bakal meningkat diawal tahun depan. Menurut dia inilah tugas berat di tahun 2013.
“Oleh karena itu petugas kesehatan di lapangan harus semangat memotivasi masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, juga menyosialisasikan program-program yang sudah dijalankan,” katanya.
Sementara kepada para pejabat struktural di lingkungan Dinkes yang mendapatkan amanah sebagai kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT)Puskesmas, dia berpesan meskipun ada yang ditugaskan dipelosok Pandeglang,  penempatan yang diemban saat ini agar dapat dilaksanakan dengan baik.
“Harus ada kerjasama antara kepala dan staf sehingga menjadi kebersamaan dan menciptakan kondisi kerja yang nyaman dalam suatu sistem atau sub sistem yang baik,” harapnya.
Dalam kesempatan itu diapun berjanji untuk lebih meningkatkan fasilitas dan sumberdaya kesehatan di puskesmas yang ada sekarang, sekaligus akan memberikan reward bagi pegawai yang memiliki prestasi.
Pekerjaan rumah
Sebelumnya dalam pemaparan evaluasi kinerja,  Kadinkes Pandeglang H. Deden Kuswan  mengungkapkan, saat ini angka kematian bayi (AKB) di Pandeglang masih terbilang tinggi dibandingkan daerah lainnya di
Provinsi Banten.  “Untuk itu tingginya kasus AKB menjadi PR (pekerjaan rumah red) kita bersama,” paparnya.
Kadinkes berharap forum evaluasi tahunan seperti ini bisa lebih meningkatkan kinerja pegawai di jajaran kesehatan dalam meraih target program kerja pada 2013 mendatang.  “Evaluasi perlu terus dilakukan,
agar apa yang telah kita lakukan bisa menghasilkan kontribusi positif bagi masyarakat,” jelasnya. Kepada jajarannya, Deden menekankan agar seluruh pegawai di lapangan harus selalu sigap dan memberikan
pelayanan yang terbaik untuk masyarakat.
Repleksi akhir tahun yang digelar Dinkes Pandeglang Jum’at kemarin merupakan hari kerja terakhir di tahun anggaran 2012. Momen tersebut diikuti seluruh pejabat struktural Dinkes, kepala UPT Labkesda, Gudang
Farmasi Kesehatan (GFK), termasuk 36 Kepala Puskesmas se Kabupaten Pandeglang.
Pada acara yang berlangsung di aula Lt.II Kantor Dinkes Pandeglang petang hari tersebut Bupati Pandeglang datang beserta Ketua TP PKK Kabupaten Pandeglang Hj. Siti Erna Erwan dan didampingi   Asisten
Daerah (Asda) I Pemkab Pandeglang H. Utuy Setiadi  serta diikuti sejumlah wartawan yang meliput.

8 Agu 2012

Dinkes Pandeglang Kembangkan Web


TUJUH bulan ditugaskan sebagai pelaksana harian (PLH) Kepala Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang banyak terobosan dilakukan Dindin Mohamad Saparudin.
Selain terus memperkuat kinerja para staf subag sesuai tugas pokok dan fungsi, sesaat setelah ditugaskan sebagai PLH Ia telah berinisiatif mengembangkan situs resmi (web) dinkespandeglang.go.id.
Tugas yang diemban dan langkah terobosannya itu, kendati sebatas mengisi kekosongan jabatan yang ada, mendapat apresiasi dari pimpinan. Karena itu sudah sepantasnya Ia mendapat promosi jabatan yang disandangnya kini.
 “Upaya membuat web itu dilakukan untuk transparansi informasi kegiatan dan program Dinkes baik yang direncanakan maupun yang sudah dikerjakan,” kata Dindin Mohamad S, SKM, MPH, seusai dilantik sebagai pejabat definitif Kasubag Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan, Jum’at (13/7) akhir pekan kemarin.
Adanya web, tambah Dindin lulusan S-2 Magister Kesehatan Masyarakat UGM Yogyakarta ini, memberikan manfaat juga sebagai laporan langsung kepada publik. Hal itu karena memungkinkan kinerja Dinkes Pandeglang dapat diakses secara on-line.

26 Apr 2012

Dinkes Umumkan Tahapan "Procurement"

SATUAN Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DINAS Kesehatan (Dinkes) Pandeglang merilis secara resmi tahapan proses pengadaan barang dan jasa (Procurement).
Hal itu berdasarkan situs resmi  www.dinkespandeglang.com yang mengumumkan RENCANA UMUM PENGADAAN BARANG DAN JASA di lingkungan Dinas Kesehatan setempat mulai Kamis, (26/4/2012) pukul 10.58 Wib.
Dalam pengantar penjelasannya, secara singkat admin situs tersebut hanya mengatakan "Kami publikasikan Rencana Umum Pengadaan Barang dan Jasa Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Tahun Anggaran 2012," katanya.
Dalam TABEL RENCANA UMUM PENGADAAN BARANG DAN JASA disebutkan ada sekitar 24 item pekerjaan yang bersumber anggaran APBN/DAK yang tersebar dibeberapa titik lokasi pengadaan barang jasa seperti UPT Puskesmas, UPT Labkesda, UPT Gudang Farmasi maupun di Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang.
Belum diperoleh informasi tahapan pengadaan barang dan jasa selanjutnya apakah melalui pengadaan  secara elektronic (e-Procurement) atau lelang non eproc.  Jika anda ingin mengetahui Info selengkapnya silahkan download di sini 

5 Apr 2012

Rekor Laga tandang HU Kabar Banten Vs Dinkes Pandeglang


LAGA tandang Tim HU Kabar Banten ternyata bukan kali ini saja dilakukan Redaksi HU Kabar Banten berkunjung ke Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang.
Menurut catatan, Pertandingan Futsal kali ini merupakan laga tandang untuk yang ketiga kalinya HU Kabar Banten menghadapi tim Dinkes Pandeglang. Selain Futsal, sebelumnya yakni pertandingan sepakbola (2010) dan bulutangkis (2008) yang digelar setiap dua tahun.
Pada pertandingan sebelumnya , Tim Sepakbola Fajar Banten harus mengakui keunggulan permainan kesebelasan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang dengan skor 0-7 pada laga pertandingan persahabatan di Stadion Badak Kuranten Pandeglang, Selasa (2/3/2010) dua tahun lalu.
Sementara pada 2008 HU Kabar Banten (saat itu masih HU Fajar Banten) juga pernah melakukan laga tandang Pertandingan Bulutangkis. Saat itu Dinkes yang masih dipimpin Hj. Yuyu Lulu Rachmati juga berhasil memetik kemenangan dalam pertandingan di GOR Grha Pancasila Pandeglang empat tahun lalu itu.
Diinformasikan sebelumnya, Tim Futsal Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Pandeglang bersiap menghadapi pertandingan persahatan melawan Tim Futsal HU Kabar Banten Kamis (5/4/2012) hari ini. Pertandingan digelar bertempat di Lapangan Futsal Rokoy, Kaduhejo Pandeglang, mulai pukul 10.00 – 12.00 Wib

Laga Tanding Dinkes Vs HU Kabar Banten di GOR Futsal Rokoy


TIM FUTSAL Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Pandeglang bersiap menghadapi pertandingan persahatan melawan Tim Futsal HU Kabar Banten Kamis (5/4/2012) hari ini. Pertandingan digelar bertempat di Lapangan Futsal Rokoy, Kaduhejo Pandeglang, mulai pukul 10.00 – 12.00 Wib
Menghadapi rencana laga tanding tersebut, Dinkes Pandeglang menerjunkan dua tim terdiri dari gabungan unsur Pegawai Dinkes, UPT Labkesda, UPT Gudang Farmasi dan UPT Puskesmas setempat.
Berikut susunan Tim Futsal yang dirilis Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang pada Selasa (4/4/2012). Tim 1 terdiri dari 17 pemain yakni;
1.      H. Iskandar (Kadinkes)
2.      Akrul Aprianto (kabid SDK)
3.      Dr. Kodyat Juarsa (Kabid Yankesus)
4.      Damanhuri (Kasubag Keuangan)
5.      Yayat Hidayat (Kasie Kesling)
6.      Marlan Alan (Ka UPT Labkesda)
7.      H. Dede Kartedi (Kasubag Umum dan Kepegawaian)
8.      Didiek Hendro (Ka UPT Gudang Farmasi)
9.      Tim Futsal Puskesmas Kaduhejo yakni Aziz, Iwan, Ade, Entong, Endang, Ikin, Maman, Indra dan Hari.

Tim 2 terdiri dari 12 pemain yaitu ;
1.      Denny Pratidina (Seksi Promkes)
2.      Aan Wanriatna (Subag Keuangan)
3.      Dita Hendri (Seksi P2)
4.      Imat Rohimat (Seksi Farmakmin)
5.      Dodi Supriatna (Seksi Farmakmin)
6.      Darmadi (UPT Labkesda)
7.      Hadi Purnama Hidayat (Seksi KIAR)
8.      Ricki Ardo (Subag Perencanaan)
9.      Kamaludin (UPT Labkesda)
1.      Rendi (Klinik Dinkes)
1.     Eko (Subag Kepegawaian)
1.    Ade Setiawan (Seksi Promkes)

Inilah Susunan Tim Futsal Dinkes Versus HU Kabar Banten


MENGHADAPI laga tanding futsal persahabatan melawan Tim HU Kabar Banten, Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang menyiapkan dua tim futsalnya.
Menurut Kadinkes H. Iskandar, Timnya yang disiapkan terdiri dari gabungan unsur Pegawai Dinkes, UPT Labkesda, UPT Gudang Farmasi dan UPT Puskesmas setempat.
Berikut susunan Tim Futsal yang dirilis Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang.  Tim 1 terdiri dari 17 pemain yakni;
1.      H. Iskandar (Kadinkes)
2.      Akrul Aprianto (kabid SDK)
3.      Dr. Kodyat Juarsa (Kabid Yankesus)
4.      Damanhuri (Kasubag Keuangan)
5.      Yayat Hidayat (Kasie Kesling)
6.      Marlan Alan (Ka UPT Labkesda)
7.      H. Dede Kartedi (Kasubag Umum dan Kepegawaian)
8.      Didiek Hendro (Ka UPT Gudang Farmasi)
9.      Tim Futsal Puskesmas Kaduhejo yakni Aziz, Iwan, Ade, Entong, Endang, Ikin, Maman, Indra dan Hari.

Tim 2 terdiri dari 12 pemain yaitu ;
1.      Denny Pratidina (Seksi Promkes)
2.      Aan Wanriatna (Subag Keuangan)
3.      Dita Hendri (Seksi P2)
4.      Imat Rohimat (Seksi Farmakmin)
5.      Dodi Supriatna (Seksi Farmakmin)
6.      Darmadi (UPT Labkesda)
7.      Hadi Purnama Hidayat (Seksi KIAR)
8.      Ricki Ardo (Subag Perencanaan)
9.      Kamaludin (UPT Labkesda)
1.  Rendi (Klinik Dinkes)
1.  Eko (Subag Kepegawaian)
1.  Ade Setiawan (Seksi Promkes)



Rencananya, Pertandingan futsal akan digelar bertempat di Lapangan Futsal Rokoy, Kaduhejo Pandeglang, Kamis (5/4/2012) dimulai sekitar pukul 10.00 Wib
Menghadapi rencana laga tanding tersebut, Kadinkes H. Iskandar menyatakan kesiapannya menghadapi Tim Futsal HU Kabar Banten. Untuk itu dia telah menyiapkan dua tim futsal untuk menghadapi pertandingan persahabatan dengan salah satu media lokal di Banten ini.
“Dinkes siap menghadapi tantangan Kabar Banten. Kami telah merekrut 29 puluh pegawai yang dibagi menjadi dua tim futsal untuk menghadapi laga besok,” kata H. Iskandar yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/4/2012).

Dinkes Pandeglang Siap Hadapi Tantangan HU Kabar Banten

TIM FUTSAL Dinas KesehatanKabupaten Pandeglang Pandeglang siap menghadapi pertandingan persahatan melawan Tim Futsal HU Kabar Banten.
Rencananya, Pertandingan futsal akan digelar bertempat di Lapangan Futsal Rokoy, Kaduhejo Pandeglang, Kamis (5/4/2012) dimulai sekitar pukul 10.00 Wib
Menghadapi rencana laga tanding tersebut, Kadinkes H. Iskandar menyatakan kesiapannya menghadapi Tim Futsal HU Kabar Banten. Untuk itu dia telah menyiapkan dua tim futsal untuk menghadapi pertandingan persahabatan dengan salah satu media lokal di Banten ini.
“Dinkes siap menghadapi tantangan Kabar Banten. Kami telah merekrut 29 puluh pegawai yang dibagi menjadi dua tim futsal untuk menghadapi laga besok,” kata H. Iskandar yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/4/2012).
Untuk menghadapi laga tandang Tim HU Kabar Banten, Iskandar mengakui tidak melakukan persiapan khusus. Menurutnya Tim Dinkes yang disiapkan terdiri dari gabungan unsur Pegawai Dinkes, UPT Labkesda, UPT Gudang Farmasi dan UPT Puskesmas setempat.
Berikut susunan Tim Futsal yang dirilis Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang.  Tim 1 terdiri dari 17 pemain yakni;
1.      H. Iskandar (Kadinkes)
2.      Akrul Aprianto (kabid SDK)
3.      Dr. Kodyat Juarsa (Kabid Yankesus)
4.      Damanhuri (Kasubag Keuangan)
5.      Yayat Hidayat (Kasie Kesling)
6.      Marlan Alan (Ka UPT Labkesda)
7.      H. Dede Kartedi (Kasubag Umum dan Kepegawaian)
8.      Didiek Hendro (Ka UPT Gudang Farmasi)
9.      Tim Futsal Puskesmas Kaduhejo yakni Aziz, Iwan, Ade, Entong, Endang, Ikin, Maman, Indra dan Hari.

Tim 2 terdiri dari 12 pemain yaitu ;
1.      Denny Pratidina (Seksi Promkes)
2.      Aan Wanriatna (Subag Keuangan)
3.      Dita Hendri (Seksi P2)
4.      Imat Rohimat (Seksi Farmakmin)
5.      Dodi Supriatna (Seksi Farmakmin)
6.      Darmadi (UPT Labkesda)
7.      Hadi Purnama Hidayat (Seksi KIAR)
8.      Ricki Ardo (Subag Perencanaan)
9.      Kamaludin (UPT Labkesda)
1.     Rendi (Klinik Dinkes)
1.      Eko (Subag Kepegawaian)
1.     Ade Setiawan (Seksi Promkes)