17 Apr 2015

Capaian PHBS Rumah Tangga Provinsi Banten Masih 34,2 Persen



HASIL Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukan proporsi rumah tangga di Provinsi Banten yang mempraktikan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) baru mencapai 34,2 persen. Persentasi tersebut masih diatas rata-rata cakupan PHBS nasional (32,3%),namun tertinggal jaun dari Provinsi DIY, Bali dan DKI Jakarta yang persentasinya sudah diatas 50 persen.
Hal itu dipaparkan Dr. Bambang Setiaji, M.Kes, Nara sumber Pusat Promosi Kesehatan Kemenkes RI saat menyampaikan pembekalan kepada peserta Rapat Koordinasi (Rakor) program Promosi Kesehatan (Promkes) tingkat Provinsi Banten, yang digelar di Hotel Sofyan Inn Altama, Pandeglang, Rabu (8/4/2015).
Bambang mengingatkan pentingnya PHBS, karena fokus pembangunan kesehatan saat ini dan mendatang lebih ditujukan pada upaya Kesehatan  (Promotif-preventif, kuratif dan rehabilitatif) dan Pemberdayaan  masyarakat.
“Dalam system kesehatan nasional (SKN) dinyatakan bahwa fokus pembangunan kesehatan adalah pemberdayaan  masyarakat dan upaya kesehatan. Oleh karena itu, arah pengembangan upaya kesehatan, dari kuratif (pengobatan) akan bergerak ke arah  promotif, preventif. Tentu sesuai kondisi dan kebutuhan,” jelasnya.
Menurutnya, berbagai  dari berbagai indikator kesehatan, secara nasional sudah berhasil meningkatkan persentase capaian program Kementerian Kesehatan. “Tetapi untuk indikator komposit PHBS nampaknya masih harus ditingkatkan" ujarnya.
Diantara indikator yang harus diperhatikan dalam PHBS rumah tangga menurut Bambang yakni rendahnya konsumsi sayur dan buah (10,7%), cakupan ASI Eksklusif (38%) serta kebiasaan cuci tangan dengan air berih menggunakan sabun yang masih dibawah 50 persen.
Sementara indicator lainnya berdasarkan proporsi rumah tangga melakukan PHBS sudah diatas 50 persen yakni Aktifitas fisik setiap hari (52,8%), menimbang balita (68%), perilaku mencegah jentik (77,4%), tidak merokok didalam rumah (78,8%), BAB di jamban (81,9%), sumber air bersih baik (82,2%), dan persalinan oleh tenaga kesehatan (87,6%).
Rakor Promkes Provinsi Banten berlangsung selama 2 hari 8-9 April 2015 diikuti para kepala Bidang, Koordinator promkes Puskesmas, serta kepala Seksi Promkes dan staf Kab/Kota se Provinsi Banten.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinkes Banten Dadang Iskandar, Kabid Binkesmas Ririn Laila Zamzamah dan Kepala Seksi Promkes Banten Mahmud, beserta seluruh staf.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar