Tampilkan postingan dengan label kabupaten pandeglang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kabupaten pandeglang. Tampilkan semua postingan

24 Sep 2014

Puskesmas Bojong Gelar MMD di Desa Geredug



UNTUK mendukung desa siaga aktif dimana kondisi masyarakatnya memiliki sumber daya dan kemampuan mengatasi masalah kesehatan, kegawat daruratan kesehatan secara mandiri serta menciptakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),  warga Desa Geredug, Kecamatan Bojong mengadakan musyawarah masyarakat desa (MMD) di Balai Desa setempat, Selasa (23/9/2014)
Hadir dalam MMD tersebut Kepala Puskesmas Bojong Hj. Suhaeliyanah, SKM, kepala Desa Geredug H. Abudin, Bidan Desa Gereduk Sri Hayati, Koordinator Promkes Neneng Ifay Farihah  para ketua RT dan RW, Kader Kesehatan, tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat serta tim Seksi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang.
Kepala Puskesmas Bojong Suhaeliyanah mengatakan digelarnya MMD merupakan upaya pemberdayaan desa siaga di wilayah kerjanya, bertujuan untuk menentukan prioritas masalah kesehatan yang ada. “Hasil MMD diharapkan akan keluar pemecahan masalah dan kesepakatan tindak lanjut dengan memanfaatkan potensi yang ada di masyarakat,” katanya.
Dia mengungkapkan untuk pelayanan kesehatan di Desa Gereduk saat ini pihaknya sudah menempatkan bidan dan perawat yang ditugaskan di Puskesmas pembantu (Pustu) selama 24 jam. “Jadi untuk kesiapsiagaan petugas dalam pelayanan kesehatan sudah siap, masyarakat tinggal memanfaatkan pelayanan yang tersedia,” ungkapnya.
Suhaeliyanah menambahkan MMD akan dilaksanakan di tiga desa yakni Geredug, Cijakan pada 24/9/2014 dan Desa Mekarsari Kecamatan Bojong pada Kamis 25 September 2014.
Kepala Desa Geredug H. Abudin mengungkapkan setelah digelarnya MMD, para ketua RT/RW dan kader bisa membantu kepala desa menyebarkan hasil musyawarah tentang rencana kerja penanggulangan masalah dan membantu menindaklanjuti untuk kegiatan-kegiatan yang telah diputuskan melalui MMD tersebut.
Dalam MMD tersebut disepakati diantaranya untuk melakukan gerakan kebersihan lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk dan lebih meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat terutama agar persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan dan pemberian ASI (air susu ibu) secara eksklusif yakni hanya member ASI saja kepada bayi baru lahir sampai umur 6 bulan.
Untuk diketahui, dalam rangka pengembangan desa siaga aktif di Kabupaten Pandeglang, sebanyak 111 Desa di seluruh Puskesmas di Kabupaten Pandeglang (masing-masing Puskesmas melakukan MMD di 3 desa terpilih pada bulan September-Oktober 2014) akan menggelar MMD dalam rangka penguatan Forum Desa Siaga yang selama ini sudah terbentuk.
Melalui upaya tersebut diharapkan secara bertahap terwujudnya masyarakat desa yang sehat, peduli,  tanggap terhadap permasalahan kesehatan diwilayahnya
Secara khusus kegiatan ini juga dimaksudkan guna sosialisasi update program kesehatan seperti pentingnya menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sekaligus bertujuan meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat desa tentang pentingnya kesehatan.

17 Agu 2014

60 Bidan Poskesdes Dilatih Pemberdayaan Masyarakat


POS Kesehatan Desa (Poskesdes) merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar, utamanya untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi.
Namun dalam pelaksanaannya, Poskesdes bukan hanya sebagai tempat pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga merupakan wadah pemberdayaan masyarakat. Untuk itu, dalam penyelenggaraan Poskesdes diperlukan perari serta aktif masyarakat, kader dan tokoh masyarakat lainnya.
Untuk itu diperlukan suatu peningkatan kapasitas berupa orientasi bagi bidan yang bertugas di Poskesdes untuk dapat membantu masyarakat dalam proses pemberdayaan masyarakat melalui Poskesdes.
Dalam orientasi tersebut sebanyak 60 bidan Pandeglang mendapatkan pelatihan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan pada 16 – 19 Juni 2014 di Hotel Aryaduta Lippo Village Tangerang, Provinsi Banten.
Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinkes Pandeglang Yudi Hermawan, SKM mengatakan tujuan orientasi pemberdayaan masyarakat bagi bidan yakni meningkatkan keterampilan bidan Poskesdes dalam melakukan pendampingan masyarakat dalam mengenali dan memecahkan masalah kesehatan yang' mereka hadapi
“Kegiatan ini merupakan tindaklanjut pelatihan standarisasi oreintasi pemberdayaan masyarakat bagi bidan yang dilaksanakan Pusat Promosi Kesehatan ditingkat nasional,” katanya.

27 Jul 2014

Jalur Alternatif Menuju Pandeglang

MENJELANG lebaran,warga khususnya para pemudik agar dapat memanfaatkan jalur alternatif yang berada di wilayah Pandeglang. Dengan melintasi jalur alternatif akan memberikan kenyaman bagi mereka untuk terhindar dari kerawanan kemacetan.
Sejauh ini, sebagian besar jalur alternatif provinsi sudah layak dilintasi kendaraan.
Beberapa jalur itu diantaranya, jaalur Palima-Ciomas, Limusluhur-Mandalawangi, Cadasari-Petir dan Cadasari-Ciomas. 
Sekretaris DPU Pandeglang, Syarif Hidayat mengatakan, jalur alternatif tersebut diatas tidak lain untuk mengurai terjadinya kemacetan lalulintas di sepanjang ruas utama Serang-Pandeglang. “Di ruas jalan Serang-Pandeglang, ada beberapa pasar yang dilintasi kendaraan dan itu menimbulkan kemacetan. Untuk terhindar dari jebakan macet, pengendara mobil bisa memanfaatkan jalur alternatif yang ada di Pandeglang,” katanya.
Dia menjelaskan, jalur alternatif yang ada di Pandeglang kondisi badan jalannya sudah bagus dan layak untuk dilintasi kendaraan. Namun saja beberapa ruas jalan yang agar rusak, namun itu masih layak dilalui kendaraan. Sedangkan untuk wilayah Pandeglang, ada sejumlah ruas jalan yang layak dijadikan jalur alternatif. Diantaranya, Batubantar-Kadubungbang, Barusatu-Menes dan Jiput-Menes. Jalur alternatif itu dapat dilintasi baik kendaraan untuk menuju wisata pantai Carita maupun untuk jalur mudik lebaran. “Ruas jalan Serang-Pandeglang membutuhkan pelebaran, karena sudah tidak layak menampung banyaknya kendaraan yang melintas. Tidak jarang, sering terjadi kemacetan lalulintas di jalan itu. Selain jalan Serang-Pandeglang, jalur wisata Carita juga perlu di perlebar,” katanya.
Anggota Komisi III DPRD Pandeglang, Rain Fachruddin mengatakan, sejumlah ruas utama jalan Serang-Pandeglang memang layak untuk diperlebar. Kondisi jalan yang ada saat ini, dinilai sudah tidak memadai menampung banyaknya kendaraan yang melintas.
“Dulu mungkin tidak ada masalah dengan kondisi jalan, karena tidak banyak kendaraan. Namun saat ini, kondisi jalan sudah tidak mampu menampung kendaraan yang melintas. Akibatnya bisa mengundang rawan kemacetan,” ucapnya. (H-18)***

Sumber : Kabar Banten 

21 Jun 2014

TP UKS Gelar Lomba Cerdas Cermat Dokter Kecil Tingkat Sekolah Dasar


TIM Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (TP UKS) Kabupaten Pandeglang menggelar rangkaian acara pembinaan bagi TP UKS se Kabupaten Pandeglang. Kegiatan yang digelar di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pandeglang itu diantaranya cerdas cermat dan lomba dokter kecil (dokcil) tingkat Sekolah Dasar (SD) pada Hari Selasa (17/6).
Ketua TP UKS Pandeglang H. Dodo Djuanda dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini merupakan agenda tahunan TP UKS dalam rangka pembinaan sekaligus menilai kemampuan peserta didik yang dibina dalam wadah dokter kecil baik pengetahuan, sikap dan perilaku dalam bidang pendidikan dan kesehatan.
“Saya bangga melihat anak-anak yang mengikuti lomba ini, semoga dengan lomba ini bisa memotivasi dan member kesadaran anak-anak dalam melakukan perilaku hidup bersih sehat, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk lingkungan sekolah dan keluarga,” katanya.
Salah seorang tim juri lomba Cerdas Cermat Dokcil dr. H. Kodiat Juarsa, M.Kes mengatakan, lomba diikuti 23 perwakilan TP UKS Kecamatan se Kabupaten Pandeglang.
“Sebagai pemenang dalam lomba cerdas cermat ini, yaitu Juara 1 peserta dari TP UKS Kecamatan Jiput, Juara 2 Kecamatan Menes , dan Juara 3 dari Kecamatan Cisata,” ungkapnya, kemarin.
Adapun untuk kategori lomba dokcil juara satu diraih peserta dari TP UKS Kecamatan Sumur, dan untuk peringkat kedua dan ketiga diraih TP UKS Kecamatan Banjar dan Kecamatan Cadasari.
Kodiat yang juga Kepala Bidang (kabid) Sumberdaya kesehatan Dinkes Pandeglang itu menjelaskan lomba ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan rasa tanggung jawab dan menyebarluaskan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sejak dini baik dilingkungan keluarga maupun sekolah.
Dia berharap pemenang lomba ini nanti bisa mewakili Kabupaten Pandeglang dalam lomba cerdas cermat dokcil tingkat Provinsi Banten.
Ketua Tim Juri Lomba Dokcil Tingkat Kabupaten Pandeglang Yudi Hermawan, SKM mengatakan, proses pelaksanaan lomba dokcil didampingi tim Pembina UKS masing-masing kecamatan. “Penilaian lomba ini berdasarkan kriteria seperti Higien dan kebersihan diri, ujian tulis serta bermain peran (role play) dan studi kasus pertolongan pertama pada penyakit (P3P)dan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K),” kata Yudi yang juga  Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinkes Pandeglang ini.

13 Des 2013

Dinkes dan Dinsosnakertrans Sosialisasikan Senam Lansia


JUMLAH Lanjut Usia (Lansia) yang terus bertambah seiring dengan peningkatan umur harapan hidup (UHH) telah menjadi perhatian Pemkab Pandeglang.
Menurut Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Khusus (Yankesus) Dinkes Pandeglang Hj. Eniyati peningkatan UHH tersebut tidak terlepas dari masalah kesehatan. “Melihat hal tersebut Dinkes terus berupaya meningkatkan pemberdayaan lansia melalui berbagai program, yang nantinya diharapkan para lansia dapat menjalani hidup lebih baik,” ujar Eniyati yang juga ketua Panitia Sosialisasi Senam Lansia yang digelar di Lapangan Futsal Lintas Timur, Pandeglang, Kamis (12/12).
Hadir dalam kegiatan kerjasama antara Dinkes dan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Pandeglang itu, Sekretaris Dinkes Pandeglang dr. Hj. Asmani Raneyanti, Kepala Dinsosnakertrans H. Anwar Fauzan, perwakilan TP PKK, Forum Kader, Bappeda, BP3AKB, dan Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Pandeglang.
Eniyati menambahkan, diantara program yang telah dijalankan yakni mengembangkan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Lansia yang sekarang sudah berjalan di 20 puskesmas.
“Sosialisasi Senam Bugar Lansia Indonesia (SBLI) ini sebagai salah satu penunjang meningkatkan kesehatan lansia,” katanya.
Kepala Dinsosnakertrans yang hadir memberi sambutan mengatakan penanganan Lansia merupakan program terintegrasi lintas program dan lintas sektor. Oleh karenanya Pemkab telah menerbitkan Surat Keputusan Bupati Pandeglang No.465.1/2013 tentang Komisi Daerah (Komda) Lansia dan Pemberdayaan Masyarakat. “Dengan adanya Komda pelayanan terhadap lansia akan lebih ditingkatkan lagi,” tegasnya.
Sekretaris Dinkes Pandeglang Hj. Asmani Raneyanti dalam sambutan pembukaan mengatakan, pentingnya membudayakan aktivitas fisik senam dikalangan lansia agar mereka tetap bugar. “Nanti peserta yang hadir harus menyosialisasikan kembali kepada Puskesmas dan Kader Posbindu Lansia ditempat masing-masing,” ujar Asmani.
Acara yang diikuti sekitar 50 peserta calon instruktur dari 20 Puskesmas, lintas program dan lintas sektor tersebut sekaligus mendapatkan peragaan praktik senam dari instruktur SBLI Kabupaten Pandeglang, Fitria.

11 Des 2013

Gerak Jalan Sehat Warnai Puncak Peringatan HKN ke-49 Kabupaten Pandeglang

PUNCAK peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-49 tingkat Kabupaten Pandeglang di halaman Kantor Dinkes Pandeglang, Selasa (10/12) kemarin berlangsung meriah.
Nuansa puncak peringatan HKN mulai terasa sejak pagi sekitar pukul 07.00 Wib, dengan kedatangan ratusan pegawai kesehatan mulai bidan desa, dokter dan paramedis puskesmas berbagai wilayah di Pandeglang.
Momentum HKN yang diperingati setiap 12 November itu memang diselenggarakan jajaran kesehatan sebagai ajang silaturrahim, karena di acara inilah sebagian besar pegawai kesehatan mulai bidan desa, pegawai puskesmas hingga, jajaran RSUD  dan pegawai Dinkes berkumpul.
Maka jangan heran peringatan HKN menjadi saat yang ditunggu dan setiap tahun disambut antusias para pegawai. Berbagai rangkaian kegiatan pun digelar untuk membangun kebersamaan antar pegawai seperti gerak jalan sehat, maupun kampanye pelayanan jaminan persalinan.
Menurut Ketua Panitia HKN Kabupaten Pandeglang dr. Firmansyah, puncak HKN di kemas dalam acara 'Silaturrahim' jajaran kesehatan yang diawali dengan olah raga jalan sehat pada pukul 08.00 pagi dengan mengelilingi seputaran Kota Pandeglang yang akan diikuti sekitar 500 peserta perwakilan dari petugas kesehatan dari 36 Puskesmas, RSUD Berkah, PT. Askes, dan para pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang serta masyarakat umum.
“Acara dilanjutkan resepsi sekaligus penyerahan hadiah berbagai perlombaan, serta penarikan doorprice memperebutkan bermacam-macam hadiah, Penganugerahan tenaga kesehatan terbaik tingkat Kabupaten Pandeglang, Pentas Seni dan Budaya serta Hiburan,” kata dr. Firmansyah.
Fokus JKN 2014
Bupati Pandeglang H. Erwan Kurtubi yang berkesempatan hadir dan memberikan sambutan berharap  jajaran kesehatan memegang komitmennya untuk menyehatkan masyarakat Pandeglang. Dia juga mengajak jajaran kesehatan untuk fokus dalam menyongsong dimulainya pelaksanaan JKN pada 1 Januari 2014.
Didampingi Asda Bidang Ekbang Setda Pandeglang H. Iskandar dan sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)  lainnya, Bupati Erwan juga menyampaikan apresiasi tinggi untuk semua jajaran kesehatan, khususnya yang mengabdi di daerah terpencil, atas pengabdiannya untuk pembangunan kesehatan demi meningkatkan kesehatan masyarakat.
Kehadiran Bupati beserta jajaran Pemkab Pandeglang disuguhi tontonan menarik diantaranya rampak beduk, aksi teatrikal bidan Puskesmas Mandalawangi dan hiburan lainnya.
Sementara itu Kepala Dinkes Pandeglang H. Deden Kuswan menegaskan HKN untuk tahun ini mengusung sub tema Menuju Indonesia Sehat dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang Bermutu. “Tema ini untuk memaknai dimulainya pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada 1 Januari 2014,” jelasnya.
Melalui tema tersebut lanjut Deden, diharapkan semua pihak termasuk tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan dapat berbenah serta mempersiapkan diri untuk memberikan pelayanan yang terbaik melalui kemudahan akses dan mutu layanan kepada masyarakat.

27 Nov 2013

Selamat Hari Guru, Semoga Allah Meridloi Kiprahnya

TEPAT tanggal 25 November setiap tahunnya, Indonesia memperingati Hari Guru Nasional (HGN), yang juga adalah hari lahirnya organisasi profesi guru yakni Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Namun tahukah Anda asal usul mengapa tanggal tersebut dipilih menjadi hari yang khusus bagi para pahlawan tanpa tanda jasa?
Sejak sebelum kemerdekaan Indonesia, para pegiat pendidikan di nusantara telah mendirikan organisasi bernama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) tahun 1912. Anggotanya merupakan kalangan Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah dan Penilik Sekolah yang bekerja di sekolah-sekolah yang ada di tanah air.
Kemudian, kuatnya keinginan untuk merdeka dan mendirikan negara sendiri yang bernama Indonesia membuat pengurus dan anggota PGHB mengubah nama organisasi mereka menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) di tahun 1932.
Usai kemerdekaan 17 Agustus 1945, para pengurus dan anggota PGI menyelenggarakan Kongres Guru Indonesia yaitu tepat di 100 hari setelah tanggal kemerdekaan tersebut, 24 -25 November 1945. Kongres yang berlangsung di Kota Surakarta tersebut diadakan untuk mengikrarkan dukungan para guru untuk NKRI. Saat itu, nama organisasi PGI pun diperbarui menjadi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
Dilansir oleh situs resmi PGRI, karena jasa dan perjuangan yang telah dilakukan oleh para guru di tanah air, maka Pemerintah RI melalui Kepres No 78 Tahun 1994 menetapkan tanggal berdirinya PGRI sebagai Hari Guru Nasional.
Keppres itu juga dimantapkan di UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang menetapkan tanggal 25 November setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Guru Nasional, yang kerap diperingati bersamaan dengan ulang tahun PGRI.
Tantangan guru saat ini
HGN ke-68 tahun yang diperingati Hari Senin (25/11/2013) menjadi momen strategis bagi guru khususnya dan praktisi pendidikan untuk terus meningkatkan proses belajar dan mengajar agar lebih seimbang.
Selain nilai plus yang harus disandang sebagai seorang pendidik, menurut tokoh pendidikan asal Cigadung, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang Drs. Hidayat Rahman, M.Si,  guru harus terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi agar mampu beradaptasi dengan zaman.
“UU RI No. 15 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mengisyaratkan agar seorang guru memiliki kualifikasi akademik minimum S-1 atau D-4,” ujar Hidayat Rahman yang juga Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Banten, disela acara peringatan Tahun Baru Islam, Muharam 1435 H yang digelar Masyarakat Cigadung, Senin (25/11).
Hidayat menjelaskan, kiprah guru hari ini tentu akan berbeda dengan guru sebelumnya, yang akan berbeda pula dengan guru dimasa mendatang. “Meski guru ya tetap guru, namun zaman yang memaksa berbeda antara dulu dan guru sekarang,” ujar bapak berputra enam ini.
Guru masa kini  lanjutnya, dihadapkan pada tantangan baru yang sangat global dan dalam nuansa sosial  yang lebih heterogen dan kompleks dibanding periodesasi zaman sebelumnya.
“Jika sebelumnya cukup dengan sekolah keguruan, kini guru dituntut lebih profesional dari sekedar keguruan melainkan dalam bentuknya yang lebih integral karena zaman berbeda,” terangnya.
Dijelaskan, saat ini guru juga dituntut memiliki kompetensi sebagai agen pembelajaran yakni kompetensi pedagogik, keperibadian, sosial dan profesional serta memiliki sertifikat pendidikan.
“Saat ini masih banyak guru  malas dan tak mau meningkatkan kompetensi, mengakibatkan turunnya kualitas pembelajaran dan secara otomatis akan banyak berpengaruh pada kualitas  generasi bangsa,” ungkapnya. 
Menyinggung masalah kesejahteraan bagi para guru, pria yang kerap disapa Ustad ini menegaskan, pemerintah baik pusat maupun daerah harus merespon dan mengevaluasi berbagai tuntutan guru, agar jangan sampai karena utangnya yang numpuk  seorang guru sampai mengorbankan kehormatan diri dan keluarganya.
“Bagaimanapun guru adalah simbol martabat sebuah bangsa,” tegas Hidayat Rahman yang pada 15 November lalu genap berusia 49 tahun ini.
Dia bahkan menilai, keberhasilan pelayanan dan service  maksimal pemerintah terhadap praktisi pendidikan akan sangat berpengaruh positif terhadap perkembangan kualitas pendidikan dimasa mendatang. Selamat Hari Guru, semoga Allah tetap meridloi kiprahnya.

19 Mei 2013

Dokter Teladan Kabupaten Pandeglang, Nidia Afrah

RAMAH, lemah lembut dan selalu tersenyum, begitu teman-teman seprofesinya menilai keseharian  Nidia Afrah, sang dokter umum teladan tingkat Kabupaten Pandeglang tahun 2013.
Dokter kelahiran Karawang yang telah mengabdikan diri melayani masyarakat selama tiga tahun di Puskesmas Jiput ini dikenal seorang yang supel serta mudah bergaul.
Dia juga rajin turun ke lapangan. Tidak segan-segan dirinya langsung menghadapi pasien terutama penderita Tuberculosis (Tbc) yang sulit dan tidak mau diobati. “Saya memang sering mendapati penderita Tbc yang tidak mau diobati, disitulah seninya memotivasi pasien meminum obat anti Tbc (OAT),” tutur Nidia disela acara silaturahim sebelum keberangkatan mengikuti seleksi tingkat provinsi, di aula Dinkes Pandeglang (13/5).
Kegigihannya merawat dan melayani penderita penyakit Tbc membuat alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Maranata Bandung itu terpilih menjadi teladan. Itulah modal yang ia miliki mengikuti seleksi dokter teladan tingkat Provinsi Banten. "Saya merasa bangga karena dipercaya mewakili Pandeglang," imbuh Nidia.
Diajang seleksi teladan tingkat Provinsi Banten yang digelar mulai hari Senin (13/5) ini dia berharap dapat memberikan prestasi yang terbaik bagi Kabupaten Pandeglang.

18 Mei 2013

Alik Wahyudi, Perawat Teladan 2013


SEBAGAI salah satu profesi paramedis di tingkat Puskesmas, perawat tidak hanya sekedar bekerja memberikan pelayanan kesehatan khususnya di bidang keperawatan terhadap orang sakit, tetapi juga harus memiliki kemampuan membina peran serta masyarakat. Tepatnya seorang perawat dituntut berperan juga sebagai tenaga pemberdayaan masyarakat dilingkungannya. Hal itulah yang menjadikan salah satu alasan Alik Wahyudi dinobatkan sebagai perawat teladan tahun ini.
Perawat Puskesmas Cimanggu ini dinilai berhasil membina dan mengembangkan desa siaga aktif di Desa Mangkualam Kecamatan Cimanggu. Iapun mengaku tak mengira jika kiprahnya membina masyarakat pedesaan bersama bidan desa setempat menghantarkannya sebagai perawat teladan tingkat Kabupaten Pandeglang tahun 2013.
Untuk prestasi yang disandangnya itu Alik mengatakan siap mengikuti seleksi perawat teladan tingkat Provinsi Banten. “Saya sudah menyiapkan makalah tentang desa siaga Mangkualam untuk dipresentasikan dihadapan tim seleksi provinsi,” terang Alik disela keberangkatannya mengikuti seleksi tenaga kesehatan teladan tingkat Provinsi Banten, Senin (13/5).
Disamping itu, ia juga menyatakan kesiapannya dikunjungi tim seleksi provinsi untuk melakukan penilaian lapangan di Desa Mangkualam yang rencana akan datang pada 21 Mei 2013 mendatang.
Alik berharap penghargaan yang disandangnya ini sebagai lecutan semangat agar dia bekerja lebih keras lagi. Penghargaan itu membuat dirinya semakin percaya diri untuk meneruskan upaya memberdayakan kesehatan warga Desa Mangkualam yang terbilang sangat terpencil itu.

7 Apr 2013

Peran Posko Kesehatan Kampung Domba Cinyurup Dalam ISPC 2013




EVENT Jambore Perdamaian Pramuka Internasional di Kampung Domba Cinyurup, Kelurahan Juhut, Kecamatan Karangtanjung yang digelar 26-28 Maret 2013 lalu membawa kenangan tersendiri bagi Kepala Puskesmas Pagadungan Kecamatan Karangtanjung, Hj. Eni Rohaniah.
Selain bisa bertemu peserta pramuka dari manca negara, ia terpaksa harus rela menginap di Posko Kesehatan setempat di malam akhir perkemahan.
Posko itu menurut Eni didirikan Panitia Daerah di Sub-Camp Kampung Domba Cinyurup lengkap dengan tempat tidur dan obat-obatan guna mendukung tim kesehatan selama jambore berlangsung. Tak hanya itu, lanjutnya, Posko kesehatan juga menyediakan dokter jaga dan beberapa mobil ambulans untuk melakukan evakuasi peserta yang sakit dan harus dirujuk ke rumah sakit.
“Jika ada peserta Jambore yang sakit dan butuh perawatan, maka pihak kami bisa merawatnya di Posko kesehatan terlebih dahulu, tanpa harus langsung membawanya ke puskesmas atau rumah sakit,” imbuhnya.
Menurut Eni, kesiapsiagaan tim kesehatan mutlak diperlukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Ia mengaku senang kalau pada akhirnya tak satupun peserta jambore yang jatuh sakit selama perkemahan berlangsung.
Ditambahkan, Warga Kampung Domba, Kelurahan Juhut, Pandeglang, Banten sangat merespon kedatangan duta-duta perdamaian dari manca negara yang  hidup bersama di desanya. “ Mereka sangat merespon kampungnya dijadikan salah satu tempat kegiatan, apalagi pesertanya tidak hanya datang dari seluruh Indonesia tapi juga manca negara,” tegas Eni.

1 Apr 2013

Ribuan Warga Ikuti Senam Sehat Hari Jadi Pandeglang ke-139

SEDIKITNYA 5.000-an orang massa tumpah ruah di Alun-alun Kota Pandeglang, Selasa (26/3) pagi. Massa yang terdiri dari siswa dan siswi serta kawula muda dan para orang tua serta para pegawai di lingkungan Pemkab Pandeglang terkonsentrasi di lapangan untuk mengikuti Senam Sehat BANTEN POS. Rangkaian acara HUT Kabupaten Pandeglang ke-139 tahun tersebut berlangsung semarak. Terlebih Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi dan Wakil Bupati Heryani bersama unsur Muspida Kabupaten Pandeglang terlibat langsung dalam acara itu.
Pantauan BANTEN POS, ribuan massa mulai memadati Alun-alun sejak pukul 06.15. Hanya dalam waktu sekejap, massa pun langsung menyemut dibawah sinar mentari pagi. Cuaca cerah, di bawah panduan enam orang intrukstur senam professional nan enerjik, membuat suasana semakin hangat. Gerakan-gerakan enerjik diselingi teriakan pelepas stress dengan iringan music khas, waktu pun berlalu bagai tak terasa.
Sekira lebih dari satu jam ribuan peserta diajak berjingkrak, yang dilanjutkan dengan pembagian puluhan hadiah menarik, membuat rasa lelah pun langsung terobati. Manakala puluhan hadiah menarik langsung bisa dibawa pulang. Berbagai hadiah disediakan BANTEN POS atas kerjasama dengan sejumlah sponsor yang terlibat dalam event tersebut. Lima unit televise LED dan dua unit lemari es yang menjadi hadiah utama, diboyong pulang para peserta siang kemarin.
Bagai tak mengenal lelah, ratusan peserta tak beranjak dari bawah panggung, ketika selingan pembagian hadiah yang dihibur pedangdut Kelly memanaskan suasana. Sementara ribuan peserta lain memadati Pancaniti dan sejumlah tempat untuk menyaksikan sekaligus mendengarkan pengumuman pemenang.
Bupati Pandeglang, Erwan Kurtubi saat membuka acara mengaku memberikan apresiasi yang tinggi terhadap acara yang digagas BANTEN POS tersebut. Menurutnya, senam sehat kali ini jauh lebih meriah dibanding tahun lalu. Dia berharap, ke depan kegiatan semacam itu bisa terus dilaksanakan. "Saya ucapkan terimkasih kepada kru BANTEN POS yang telah menjalin kerjasama baik, dan tak lupa kepada seluruh sponsor yang telah mensukseskan acara senam sehat ini," ungkapnya.
Sementara, Agus Priyadi salah seorang peserta beruntung mendapatkan hadiah televisi LED yang dipersembahkan Telkomsel mengaku sangat senang. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pandeglang ini berhasil mendapatkan televise yang tak disangka-sangka. "Ga nyangka dapat hadiah utama, saya cuma beli perdana Simpati. Tapi Alhamdulillah saya beruntung dapat hadiah tivi," ujar Agus.
Sales Outlet Operation (SOO) Telkomsel Serang, Ferry Ahmad mengatakan, pihaknya baru kali pertama berpartisipasi dalam kegiatan bersama BANTEN POS tersebut. Namun, setelah menyaksikan semaraknya acara itu, Ferry menyatakan siap berkomitmen untuk terus menjalin kerjasama.
"Ini adalah kali pertama Telkomsel Serang berpartisipasi dengan acara yang digelar BANTEN POS. Kami lihat antusias masyarakat Pandeglang sangat besar, dan kami harap acara seperti ini dapat terus digelar kembali," harapnya.
Sementara, peserta lainnya yang beruntung mendapatkan hadiah adalah Eha Julaeha warga Kecamatan Majasari. Eha berhasil mendapatkan hadiah berupa televisi LED dari Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Pandeglang. Selain itu ada pula Maman yang bertugas di Setda Pandeglang beruntung mendapatkan lemari es. Selanjutnya peserta yang beruntung mendapatkan televisi LED dari BRI Pandeglang yakni Fitri warga Serang.
selain itu, puluhan hadiah hiburan juga berhasil dibawa pulang para peserta. Senam Sehat BANTEN POS dalam rangka HUT Kabupaten Pandeglang ke-139 tahun itu terselenggara berkat dukungan Pemkab Pandeglang, serta kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, PDAM Tirta Berkah, BRI Pandeglang, Bank bjb Pandeglang, Pandeglang Raya Grup, Teh Pucuk Harum, Askes, Radio Berkah FM, Rumah Sakit Bersalin Permata Ibunda, TVS, PMI, Telkomsel, dan Mitra Panglima Sejahtera.(ARI/DAM)





23 Jan 2013

Korban Bencana Longsor Dapat Santunan



BERBAGAI musibah akibat curah hujan yang begitu deras mengguyur sejak awal tahun ini tak hanya merendam sebagian besar wilayah Kabupaten Pandeglang bagian selatan (Pansel).
Sejumlah titik lokasi rawan bencana longsor juga terdapat di wilayah perkotaan kecamatan
Pandeglang yang menimpa rumah beberapa keluarga hingga roboh.
Hal itu tak luput dari perhatian Pemkab Pandeglang. Melalui Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) para korban mendapat bantuan sembako.
“Bantuan ini sifatnya hanya sementara, adapun untuk bantuan fisik berupa penggantian untuk rumah yang roboh, kita akan coba berkoordinasi dengan fihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),” tutur Ketua TP PKK Kabupaten Pandeglang  Hj. Siti Erna Erwan disela menyalurkan bantuan kemanusiaan, kepada sejumlah korban bencana di Kelurahan Pandeglang, Kamis (17/1) lalu.
Menurut Istri Bupati Pandeglang H. Erwan Kurtubi ini, setiap warga yang terkena bencana perlu mendapat bantuan untuk menopang kehidupan disaat darurat.
“Kita bersyukur saat ini Pemkab Pandeglang bersama LSM, Ormas serta semua elemen masyarakat sedang terus berusaha untuk membantu masyarakat meringankan penderitaan warga yang tertimpa musibah,” katanya.
Mengantisipasi cuaca ekstrim yang dalam waktu dekat belum akan reda, Hj. Siti Erna Erwan juga meminta setiap warga tetap waspada memperhatikan kondisi lingkungannya masing-masing. “Segera melaporkan kepada aparat setempat atau BPBD Kabupaten Pandeglang bila menemukan potensi bencana yang akan terjadi,” tegasnya.