12 Feb 2012

15 Puskesmas Masuk Wilayah Endemis Demam Berdarah


KEPALA Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang H. Iskandar mengingatkan agar masyarakat mewaspadai terjadinya fenomena siklus lima tahunan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada tahun ini.
Menurut dia, jenis penyakit yang bisa mematikan ini, diperkirakan akan mencapai puncaknya pada periode bulan Februari-Maret sekarang, Juni-Juli pertengahan tahun dan Oktober-November 2012 mendatang.
Dijelaskan, hingga pekan pertama Februari, jumlah kasus DBD di Kabupaten Pandeglang tercatat 14 kasus dengan satu orang pasien DBD meninggal dunia.
Sementara itu penyebaran DBD di Pandeglang hampir meliputi seluruh wilayah Pandeglang kecuali Kecamatan Cikeusik, Cibitung dan Cibaliung yang dalam lima tahun terakhir tidak ada kasus DBD. Sedangkan kecamatan yang setiap tahun terjadi kasus DBD (daerah endemis DBD) yakni sebanyak 14 kecamatan di 15 Puskesmas yakni puskesmas Cadasari, Labuan, Menes, Pagadungan, Cikole, Kadomas, Majasari, Banjar, Kaduhejo, Cikeudal, Panimbang, Sobang, Bangkonol Mandalawangi dan Pagelaran.
“Wilayah kecamatan lainnya masuk daerah sporadis yaitu wilayah yang ada kasus DBD tetapi tidak terjadi setiap tahun,” katanya.
Iskandar menegaskan, sampai saat ini upaya pencegahan dan penanggulangan DBD masih menjadi prioritas untuk ditangani, tanpa mengesampingkan kasus penyakit lainnya. Namun masyarakat tetap diimbau lebih waspada, meski diakui sejak tahun lalu jumlah kasus DBD yang terjadi menurun. “Sebab munculnya kasus DBD kini tidak hanya karena faktor cuaca, tetapi banyak faktor  lainnya yang tidak dapat diprediksi,” katanya.
Siklus Lima Tahunan
Jika tidak ada upaya serius pemerintah dan masyarakat, tahun ini Dinkes Pandeglang memprediksi bakal terjadi lonjakan penderita demam berdarah (DB). Perkiraan tersebut didasarkan atas data kasus DB dalam lima tahun terakhir. Menurut data Dinkes Pandeglang, siklus lima tahunan pernah terjadi pada 2007 dimana saat itu kasus DB melanjak hingga 392 penderita 13 diantaranya meninggal. Sementara selama periode tahun 2008-2011 kasus ini bervariasi diangka 200 hingga angka kejadian yang terendah 44 penderita dua diantaranya meninggal terjadi pada 2011. 
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit (Kabid P2) Dinkes Pandeglang dr. Hj. Asmani Raneyanti, MHA mengingatkan masyarakat harus lebih waspada terhadap penyakit yang ditularkan virus dengue melalui perantara Nyamuk Aedes Aegyfti ini, karena 2012 masuk dalam periode siklus lima tahunan.
Menurut Asmani pencegahan utama yakni dengan memutus rantai perkembangbiakan nyamuk Aedes melalui 3M (menguras, mengubur dan menutup tempat perindukan nyamuk red). Sedangkan pencegahan selanjutnya dengan mengetahui secara dini gejala DB dan segera meminta pertolongan petugas medis. “Banyak pasien DB terlambat datang ke Puskesmas atau rumah sakit dan sudah dalam kondisi buruk sehingga sulit ditangani. Keterlambatan itu terjadi karena masyarakat menganggap gejala penyakit ini sebagai demam biasa,” jelasnya.
Diakui, gejala DB memang bervariasi mulai dari hanya demam biasa, munculnya ruam pada kulit hingga ketingkat gejala yang lebih parah seperti pendarahan dan kebocoran cairan diluar pembuluh darah. (mr.adesetiawan@gmail.com)***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar