11 Feb 2012

Waspadai Siklus Lima Tahunan Demam Berdarah di Pandeglang


JIKA tidak ada upaya serius pemerintah dan masyarakat, tahun ini Dinkes Pandeglang memprediksi bakal terjadi lonjakan penderita demam berdarah (DB). Perkiraan tersebut didasarkan atas data kasus DB dalam lima tahun terakhir. Menurut data Dinkes Pandeglang, siklus lima tahunan pernah terjadi pada 2007 dimana saat itu kasus DB melanjak hingga 392 penderita 13 diantaranya meninggal. Adapun selama periode tahun 2008-2011 kasus ini bervariasi diangka 200 hingga angka kejadian yang terendah 44 penderita dua diantaranya meninggal terjadi pada 2011. Sementara tahun ini hingga minggu pertama Februari 2012 tercatat sudah 14 kasus DB, seorang diantaranya meninggal.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit (Kabid P2) Dinkes Pandeglang dr. Hj. Asmani Raneyanti, MHA mengingatkan masyarakat harus lebih waspada terhadap penyakit yang ditularkan virus dengue melalui perantara Nyamuk Aedes Aegyfti ini, karena 2012 masuk dalam periode siklus lima tahunan.
Menurut Asmani pencegahan utama yakni dengan memutus rantai perkembangbiakan nyamuk Aedes melalui 3M (menguras, mengubur dan menutup tempat perindukan nyamuk red). Sedangkan pencegahan selanjutnya dengan mengetahui secara dini gejala DB dan segera meminta pertolongan petugas medis. “Banyak pasien DB terlambat datang ke Puskesmas atau rumah sakit dan sudah dalam kondisi buruk sehingga sulit ditangani. Keterlambatan itu terjadi karena masyarakat menganggap gejala penyakit ini sebagai demam biasa,” jelasnya.
Diakui, gejala DB memang bervariasi mulai dari hanya demam biasa, munculnya ruam pada kulit hingga ketingkat gejala yang lebih parah seperti pendarahan dan kebocoran cairan diluar pembuluh darah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar