1 Des 2012

HAS 2012 “Lindungi Perempuan dan Anak dari HIV-AIDS”

Memperingati Hari AIDS Sedunia 2012

BAHAYA penyebaran human immunodeficiency virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) saat ini sudah sangat memperihatinkan. Hal tersebut dapat dilihat dari perkembangan penderitanya yang tidak hanya pada kelompok berisiko tinggi seperti pekerja seksual komersil (PSK) dan pengguna narkoba suntuk (penasum). Namun saat ini, HIV-AIDS sudah
menjangkiti kalangan ibu rumah tangga hingga menulari bayi dalam kandungannya jika sedang hamil.
Oleh karena itu, badan kesehatan dunia (WHO) mencanangkan kampanye untuk melindungi  perempuan dan anak dari HIV-AIDS sebagai tema global menyambut Hari AIDS Sedunia (HAS) yang diperingati setiap 1 Desember (hari ini red).
Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang H. Iskandar jumlah orang dengan HIV-AIDS (ODHA) dari kaum perempuan di wilayah Pandeglang mencapai angka 20 persen.
“Dari 62 ODHA yang dilaporkan 14 diantaranya adalah perempuan,” kata Iskandar, kemarin.
Sementara penyebarannya tanbah Iskandar meliputi karyawan, waria, buruh hingga tenaga kerja wanita (TKW) dan ibu rumah tangga biasa. “Pelajar dan mahasiswa Pandeglang juga ada yang mengidap HIV/AIDS,” jelasnya.
Untuk mencapai target pengendalian penyakit ini diakui Kadinkes pihaknya secara intensif terus melakukan sosialisasi tentang HIV-AIDS baik dikalangan pelajar maupun ibu rumah tangga melalui penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Hal ini dilakukan karena berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010  diketahui masih kurangnya masyarakat yang memiliki pengetahuan komprehensif tentang HIV/AIDS. “Pengetahuan tentang HIV merupakan prasyarat penting untuk mencegahnya dan menerapkan perilaku sehat,” ungkapnya.
Ditegaskan, perempuan memang rentan terinfeksi HIV dari pasangannya, sebab penularan HIV terbanyak karena hubungan seksual (heteroseksual) disamping sangat berisiko tinggi bagi pengguna narkoba suntik (penasum).  
“Oleh karena itu sangat penting jika kaum perempuan mendapat perlindungan dari penularan HIV-AIDS karena akan berdampak terhadap anak dan keluarga,” tutur Iskandar seraya mengingatkan bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak sebagai salah satu upaya menciptakan generasi baru bebas HIV-AIDS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar