8 Des 2012

Pemanfaatan Jampersal Jangan Setengah-Setengah



BAGI seorang ibu, proses kehamilan hingga menjelang kelahiran merupakan masa bahagia karena tidak lama lagi ada anggota keluarga baru yang akan hadir. Namun pada sebagian ibu hamil (bumil) tentu ada perasaan khawatir mengenai keselamatan dan kesehatan diri dan bayinya kelak. Apalagi bagi bumil dari kalangan tidak mampu, rasa khawatir itu bertambah ketika memikirkan biaya persalinan yang kelak harus ditanggung, terlebih di masa-masa sulit seperti sekarang ini.
Menurut Kepala Puskesmas Kadomas Pandeglang, Hj. Umbiyati, SKM, masyarakat kini tidak usah khawatir memikirkan biaya persalinan. “Sejak tahun lalu, pemerintah telah menggulirkan program Jaminan Persalinan (Jampersal), di mana ibu-ibu hamil bisa mendapatkan layanan kesehatan dan persalinan yang biayanya dijamin pemerintah,” ujar Umbiyati di Puskesmas Kadomas, Jumat (7/12).
Menurut dia, Program Jampersal terbuka bagi seluruh ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, dan bayi-bayi baru lahir tanpa memandang status sosialnya, sepanjang yang bersangkutan belum memiliki jaminan persalinan.
“Ketika seorang ibu sepakat persalinannya ditanggung dengan program ini, berarti seluruh pelayanan komprehensif yang ada di dalam Jampersal, mulai dari kehamilan, persalinan, sampai nifas wajib diikuti. Namanya paket komprehensif, jangan diambil setengah-setengah,” jelasnya.
Makanya kata Umbiyati, tidak bisa misalnya bumil mau ikut pemeriksaan kehamilan dan nifasnya saja, sementara saat persalinan maunya dibantu oleh tenaga non-kesehatan (dukun red).
Hal lain yang perlu juga dipahami masyarakat, tambah Umbiyati, peserta Jampersal juga menerima konsekuensi bersedia dilayani di fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan sesuai ketentuan yang ditetapkan seperti misalnya Puskesmas Kadomas yang kini melayani program Jampersal 24 jam.
“Demikian pula halnya dengan KB pasca-persalinan, ini juga wajib bagi ibu-ibu hamil yang ikut program Jampersal, Karena bagaimanapun faktor-faktor penyebab tidak langsung kematian ibu, antara lain kehamilan terlalu tua, terlalu rapat dan terlalu sering, harus diatasi,” tandasnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar