8 Jun 2011

Hj. Erna Erwan Kurtubi Kunjungi Pasien Gizi Buruk di RSUD Berkah


Ketua TP PKK Pandeglang Hj. Erna Erwan Kurtubi Jenguk Pasien Gizi Buruk
SEHARI pasca dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah, pasien gizi buruk atas nama Langlang (2 bulan) putra pasangan  Tn. Pulung/Ny. Minah warga Kampung/Desa Cigondang Kecamatan Labuan, dikunjungi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pandeglang Hj Erna Erwan Kurtubi, Selasa (7/6).
Ketua TP PKK yang datang ke rumah sakit seusai mengikuti senam Selasa pagi tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Kandikes) Pandeglang H. Iskandar, Sekretaris Dinkes Hj. Nuriah, Direktur RSUD Berkah Dr. Susi Badrayanti beserta para kabid dan sejumlah kepala seksi dilingkungan Dinkes Pandeglang.
Kepada sejumlah wartawan yang meliput, Hj. Erna Erwan Kurtubi menyampaikan keperihatinan dengan masih adanya penderita gizi buruk yang ada di wilayah Pandeglang.
”Saya merasa perihatin dengan masih bayaknya penderita gizi buruk di Kabupaten Pandeglang, dan persoalan gizi buruk ini bukan hanya tanggungjawab Pemkab, tetapi semua stakeholder yang ada,” katanya.
Kendati begitu, pihaknya sudah membantu pemantauan status gizi anak melalui Tim Penggerak PKK kecamatan dan desa. “Kami terus berupaya meminimalisir tingginya angka penderita gizi buruk ini melalui berbagai kegiatan seperti Posyandu, Bina Keluarga Balita (BKB) sehingga status gizi anak dapat terpantau,” kata Hj. Erna Erwan Kurtubi yang juga sebagai staf ahli Bupati Pandeglang disele-sela kunjungannya ke RSUD Berkah, kemarin.
Ditegaskan, dirinya sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Pandeglang bersama jajaran pengurus yang ada di seluruh kecamatan dan desa khususnya melalui Kelompok Kerja (Pokja IV) yang membidangi urusan kesehatan keluarga akan terus turun ke masyarakat bersama tim kesehatan Dinkes Pandeglang untuk memberikan pemahaman dan sosialisasi pencegahan gizi buruk yang salah satunya diakibatkan pola pemberian makan dari orang tua yang tidak sehat. “TP PKK terus mendorong para para orang tua mau datang ke Posyandu dan menimbang  balita secara rutin setiap bulan untuk memantau perkembangan anak,” katanya.
Kadinkes Pandeglang H. Iskandar menambahkan, pihaknya telah menginstruksikan agar seluruh pasien penderita gizi buruk untuk ditangani dengan serius, dan segera dirujuk ke rumah sakit jika tak mampu ditangani di tingkat Puskesmas.
”Saat ini kami masih terus melakukan penanganan penderita kurang gizi baik di sarana Klinik Gizi yang ada di Puskesmas maupun melalui bidan desa dengan pemberian makanan tambahan (PMT) untuk pemulihan,” ujar Iskandar.
Direktur RSUD Berkah Hj. Susi Badrayanti menyatakan kondisi penderita kurang gizi dapat dipulihkan dengan perawatan intensif dan pemberian ASI atau asupan makanan yang seimbang dari orang tua pasca pemulihan. “Peran orang tua sangat penting terutama dalam pemberian air susu ibu (ASI) bagi bayi dan pemberian makanan yang seimbang sesuai tingkat kebutuhan dan perkembangan anak balita,” katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar