3 Apr 2013

Harfa Pandeglang Gelar Pelatihan Pembekalan Penanganan Difabel



GUNA meningkatkan pengetahuan dan kemampuan keluarga (orang tua red) dalam mendidik dan memotivasi anak yang berkebutuhan khusus (difabel), Yayasan Harapan Duafa (Harfa) Banten Cabang Pandeglang menggelar pelatihan bagi keluarga difabel di Cottage Villa Carita Asri, Pandeglang, Minggu (31/3) akhir pekan kemarin.
Direktur Harfa Banten Cabang Pandeglang, Yudi Hermawan dalam sambutan membuka pelatihan mengatakan, Allah SWT menciptakan segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang sia-sia. “Terkadang kita sendiri yang tidak memahami bahwa dibalik kekurangan itu ada kelebihan,” ungkap Yudi.  Oleh karena itu, menurutnya, sedikitnya dibutuhkan tiga bekal dalam menjalani kehidupan ini yakni niat, tujuan dan ilmu. “Jika ketiga hal itu dilakukan dengan baik maka kesuksesan akan dijalani sekalipun mendapatkan ujian dengan kekurangan,” tandasnya.
Narasumber pelatihan  Dr. H. Achmad  Chubaesi Yusuf, Sp.KFR.M.Kes.  menuturkan, orang dengan berkebutuhan khusus (difabel) itu bukan aib atau produk gagal. “Karena sekali lagi Tuhan tidak pernah menciptakan hamba-Nya dengan sia-sia,” jelas  dokter  Achmad  Chubaesi Yusuf.
Dalam pelatihan tersebut, sang dokter spesialis rehabilitasi medik dengan cermat mengidentifikasi beberapa difabel dengan masalah, sekaligus memberikan solusi secara psikis dan psikologis yang bisa dilakukan keluarga. “Cara ini untuk memotivasi keluarga difabel untuk bisa membimbing dan mengaplikasikan ilmu pelatihan dirumahnya masing-masing,”  katanya.
Dia mencontohkan, bagi difabel  Khaerudin (14 tahun) yang menderita down syndrome (keterbelakangan mental red) dan sering mengeluarkan air liur, disarankan kepada  ibunya  untuk mengatasi kekurangan anaknya yaitu dengan memijat secara melingkar kebawah secara rutin setiap hari. “Selain itu Khaerudin diupayakan sering mengunyah permen karet untuk melatih berbicara,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator lapangan (Korlap) Divisi Environmental Services Program (ESP) Harfa Pandeglang  Ii Irfan mengatakan peserta yang hadir pada kegiatan ini sebanyak 40 keluarga, yang terdiri dari 25 anak laki-laki difabel dan 15 difabel anak perempuan. “Keluarga difabel yang hadir sangat antusias mengikuti acara ini, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang melontarkan seputar kondisi difabel anak-anak meraka,” kata Ii Irfan disela kegiatan berlangsung.
Dikatakan Ii, para keluarga difabel merasa senang dan lebih termotivasi, sehingga tumbuh rasa percaya diri walaupun awalnya merasa minder dengan memiliki anak atau keluarga yang difabel.
Ibu Kamah salah seorang keluarga difabel dari Kampung Cibodas Desa Sumurlaban mengatakan harapannya agar ilmu yang didapat bisa memberikan gambaran bagaimana merawat dan memotivasi  anak difabel agar berdaya guna kedepannya.  “Sebelum mengikuti acara ini, saya merasa tidak percaya diri, malu punya anak difabel dan merasa  yang paling menderita, tapi setelah mengikuti  acara ini, ternyata ada orang yang lebih dari anak saya kekurangannya.” tutur Kamah. (red)***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar