10 Apr 2013

Spesies Langka Badak Jawa di TNUK Bertambah



BERBAGAI kegiatan konservasi Badak Jawa secara intensif terus dilakukan Direktorat Jendral (Ditjen) Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama mitra kerja.  
Hasil kegiatan monitoring populasi Badak Jawa yang telah dilaksanakan oleh Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) selama dua tahun terakhir dengan menggunakan kamera video trap jenis Trophy camp merk Bushnell model 119405, menghasilkan data populasi badak jawa sebanyak 35 individu (22 jantan, 13 betina, dimana 5 ekor diantaranya merupakan anakan) pada tahun 2011, dan 51 individu badak jawa (29 jantan, 22 betina dimana 8 individu diantaranya merupakan anakan) pada tahun 2012.
“Hasil monitoring ini menunjukkan bahwa populasi badak jawa di TNUK mengalami perkembangan yang menggembirakan. Terlebih bahwa spesies Badak Jawa merupakan spesies paling langka diantara lima spesies badak yang ada di dunia sehingga dikategorikan sebagai critically endangered  oleh IUCN dan termasuk satwa dilindungi di Indonesia.,”  kata Kepala Balai TNUK Dr. Ir. Mohammad Haryono, M.Si, melalui siaran persnya, Jum’at (5/4).
Melalui rilisnya dia juga menjelaskan, sejak populasi Badak Jawa di Vietnam dinyatakan punah pada tahun 2011 (oleh IUCN), kini populasi badak Jawa hanya tinggal di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). “Monitoring populasi Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon akan terus dilaksanakan setiap tahunnya guna mengetahui kondisi parameter demografi populasi satwa langka tersebut,” jelasnya. 
Menurutnya, keberhasilan upaya penyelamatan Badak Jawa dari bahaya kepunahan sangat tergantung dari peran serta dan dukungan seluruh pihak. Oleh karena itu guna mendukung Program Konservasi Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon, Ditjen PHKA-Kementerian Kehutanan bersama mitra kerja terus melakukan kegiatan penyadartahuan dan edukasi kepada masyarakat luas yang bertujuan untuk meningkatkan rasa memiliki dan kepedulian terhadap upaya penyelamatan satwa langka tersebut.
Ditambahkan, sebagai penghargaan dan apresiasi atas kepedulian dalam mendukung kampanye Konservasi Badak Jawa, pada hari ini Jum’at, 5 April 2013 Kementerian Kehutanan mengukuhkan Sdri. Desy Ratnasari sebagai Duta Badak Jawa. “Pengukuhan Duta Badak Jawa diharapkan akan mendorong semakin efektifnya dukungan masyarakat luas terhadap upaya konservasi spesies dimaksud,” tandasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar