14 Apr 2013

Tim Penilai Lintas Sektor Evaluasi Kecamatan Sayang Ibu di Cimanggu dan Sumur



BERAGAM cara dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup warganya. Salah satu yang sedang diupayakan Pemkab Pandeglang diantaranya melalui Gerakan Sayang Ibu (GSI). Gerakan ini pada dasarnya merupakan mobilisasi potensi sumber daya yang ada guna memperbaiki kualitas perempuan, khususnya penurunan kematian ibu dan anak dalam rangka pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
Menurut Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Kabupaten Pandeglang Hj. Tati Suwagiharti, GSI merupakan gerakan yang dilaksanakan oleh masyarakat bersama-sama dengan pemerintah melalui program kegiatan lintas sektoral.
“Mengingat penyebab kematian ibu karena berbagai faktor seperti pendidikan, pengetahuan, sosial budaya, sosial ekonomi, geografis, dan lingkungan yang semuanya di luar aspek kesehatan, maka penanggulangannya pun harus melibatkan sektor di luar kesehatan,”  ,” kata Tati disela-sela memimpin penilaian lomba GSI tingkat Kabupaten Pandeglang yang dipusatkan di Kecamatan Sumur dan Cimanggu, Kamis (11/3).
Dengan adanya GSI, kata Tati yang juga istri Kadinkes Pandeglang H. Deden Kuswan ini, diharapkan dapat menggerakkan masyarakat untuk aktif terlibat dalam berbagai kegiatan seperti pemetaan bumil, bina keluarga balita hingga meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga akan pentingnya mengupayakan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana.
Dalam kesempatan pembinaan sekaligus penilaian lomba GSI tingkat Kabupaten Pandeglang, tim lintas sektor kabupaten yang diketuai  Hj. Tati Suwagiharti beserta rombongan mengunjungi Desa Ciburial Kecamatan Cimanggu dan Desa Kertamukti Kecamatan Sumur.
Ditegaskan, hal-hal yang dapat dipelajari dari keberhasilan program GSI adalah adanya komitmen yang tinggi dari kepala daerah dan jajarannya dengan terbentuknya kelompok kerja tetap di tingkat kabupaten dan satuan tugas di tingkat kecamatan maupun desa.
Selain itu, tersedianya bantuan biaya bagi ibu yang memerlukan, termasuk terbentuknya jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat dan tabungan ibu bersalin (tabulin), tersedianya bantuan darah bagi ibu yang memerlukan, termasuk pembentukan paguyuban donor darah di tingkat desa, tersedianya bantuan transportasi bagi ibu yang memerlukan untuk dibawa ke fasilitas rujukan medis, termasuk pembentukan sistem ambulans desa, tersedianya sistem pendataan, pencatatan dan pelaporan termasuk pemetaan sasaran risiko tinggi dan kantong persalinan.
“Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat perlu kegiatan penyuluhan antara lain melalui kampanye Suami Siaga dan meningkatnya pelayanan kesehatan melalui berbagai fasilitas kesehatan, antara lain Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi, Puskesmas Sayang Ibu dan Bayi, serta Bidan di Desa,” katanya. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar