22 Mei 2012

Bides Panacaran Galang Kemitraan Bersama Paraji


SEBAGAI ujung tombak tenaga kesehatan yang dapat membantu masalah kesehatan ibu dan anak di setiap desa, peran bidan desa (bides) sudah diakui masyarakat. Terlebih tugas yang diemban bides boleh dibilang tak mengenal waktu, alias 24 jam.
Namun keberadaan bides saat ini merupakan proses panjang dari hasil perjuangan dan dedikasinya bekerja untuk masyarakat. Hal itu karena awalnya tak serta merta niat mulia bidan langsung diterima seluruh masyarakat desa.
Seperti yang dialami Bidan Rusmiati, Amd.Keb. salah seorang bides yang bertugas di Desa Panacaran Kecamatan Munjul.
Menurutnya, adat masyarakat setempat serta kebiasaan ibu hamil dan melahirkan di tolong paraji yang telah dilakukan secara turun-temurun tak gampang dirubah begitu saja.
Oleh karena itu, bertemu langsung dengan masyarakat dan kemitraan dengan paraji menjadi salah satu kewajiban bagi  seorang bides diawal masa penugasannya. “Tak hanya harus melayani di Pos Kesehatan Desa (poskesdes) atau Posyandu, kalau perlu kita mendatangi masyarakat langsung sampai ke pelosok kampung-kampung,” kata Rusmiati, Sang Bidan Desa Teladan 2012 yang baru saja mengikuti tahapan seleksi tenaga kesehatan tingkat Provinsi Banten, beberapa waktu lalu.
Tak sampai disitu, Rusmiati pun mengingatkan, bagi bidan yang bertugas di desa dituntut memiliki kemampuan untuk berkomunikasi, melakukan konseling dan kemampuan menggerakkan masyarakat. Itulah yang diakuinya sebagai modal penting bagi seorang bidan, selain dukungan ketersediaan program seperti jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) atau jaminan persalinan (Jampersal) yang sudah berjalan ditingkat Puskesmas.
Perjuangan dan dedikasinya menjalin kemitraan dengan Paraji dan Kader Posyandu patut mendapat apresiasi. Melalui upayanya itu kini Desa Panacaran menjadi penyumbang cakupan program kesehatan ibu dan anak (KIA) yang sangat signifikan dalam hal pemeriksaan ibu hamil (93,5%) dan pertolongan persalinan oleh nakes yang mencapai 91,7 persen. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar